Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Calon


__ADS_3

Keesokan harinya di Mansion Max


"Morning mi,morning Fani.." sapa Stevan


"Hepi bener kak" balas Mami Rita


Kakek dan Nenek yang baru turun dari atas curiga dengan pembawaan Stevan padahal semalam baru saja terjadi keributan akibat ulahnya memutuskan pertunangan yang otomatis membatalkan pernikahannya tapi anaknya kok pagi ini bahagia sekali


"Haii Morning kek..morning nek" sapa Stevan pada kakek dan neneknya


Hari ini hari sabtu libur jadi seluruh penghuni Mansion santai dan bangun sedikit lebih siang dari biasanya. Stevan berpakaian kaos oblong warna abu abu ditemani celana training berwarna senada baru pulang jogging bersama Tian sahabat sekaligus Asisten pribadinya


Ternyata Stevan sudah bangun pagi sekali pukul 6 untuk keluar berolahraga walau dilantai 2 ada ruang khusus tapi dia memilih keluar sekaligus menghirup udara segar yang belum terlalu dikotori polusi udara


"Tian,ganti ponsel Dyandra dengan keluaran terbaru dan tempatkan pengawal di sekitar Dyandra tanpa sepengetahuannya,satu lagi berikan dia akses ke ruangan kantorku..aku ingin dia bekerja di Max Grup supaya dia tidak lagi terhina sebagai karyawan Bar Lovely" perintah Stevan


"Siap boss,oh ya hari ini anak anak ngajak kumpul di markas boss..ada masalah katanya" jawab Tian


"Ok jangan lupa ponsel Dyandra supaya aku leluasa menghubunginya" balas Stevan


"Yahhh..dia mah kangen tuhh baru juga semalam dapet enak enak,pliss deh jadi pengen" gumam Tian


"Tian,aku mendengarmu mau kukembalikan kerja di salon Mama Rosa?" ancam Stevan


"Ga ahhh..elu mah main ancem aja" jawab Tian


Di salon Mama Rosa mamanya Tian sendiri ada pegawai yang selalu mengejar ngejar Tian,itu kenapa dia ga betah ngurus usaha Mamanya yang sudah mendirikan banyak cabang itu padahal penghasilannya dari CEO di Salon Mama Rosa lebih dari cukup ketimbang jadi asisten Pribadi Stevan


"Kak mau sarapan dulu ga?" ajak Mami Rita

__ADS_1


"Mam..Stevan mandi dulu deh dah lengket ni" pamit Stevan


"Buruan gihh biar sarapan bareng" titah Mami Rita


Stevan segera kelantai 2 membersihkan diri dan mematut dirinya dicermin besar dikamar luasnya


"Hai manis,apa kabarmu?.hhuuuhhh..aku kangen" batin Stevan seakan akan dia sedang berbicara dengan Dyandra di cermin


"Aku juga kangen tapi aku bukan di cermin sayang" tiba tiba ada jawaban dari pintu


"Sialan lo Tian,cari mati lo" jawab Stevan sambil melempar bantal ke arah Tian


"Hahhahahhahaha.." Tian tertawa puas


"Hhhmmm..indah ya boss jika bisa bersama dengan orang yang kita sayangi" balas Tian


"Berisik loh bunglon" jawab Stevan


"Pagi kak Tian,napa wajah lo kak merah tomat gitu,iihhh..menggemaskan" sambil mencubit pipinya Tian


"Maaf Nona muda saya permisi dulu" elak Tian


"Yahhh..mode seriusnya kambuh" batin Fani


Stevan ditemani Fani turun kedapur dimana Mami Rita dibantu pelayan sedang menyiapkan meja untuk sarapan bersama


"Stevan nanti siang kita bertemu Pak Alfian Direktur Gracias College" perintah Kakek


"Ya kek" jawab Stevan

__ADS_1


Kemudian sarapan dilakukan dengan tenang karena begitulah kebiasaan keluarga Max


"Morning Papi..Morning Mami..maaf baru kemari" Uncle Stanley baru datang ke Mansion. Beberapa waktu lalu ada masalah dirumah sakit Gracias Max Hospital sehingga Uncle Stanley terlalu sibuk mengurus dan menyelesaikannya


"Bagaimana Stanley ada yang bisa Papi bantu urus" tanya kakek


"Tidak pi sudah 70% hanya soal masalah penggelapan itu saja yang masih diusut cuma karena ada yang membuang barang bukti jadi sedikit rumit" jawab Stanley


"Tian,bisa bantu soal masalah keuangan karena dia mahir disana" balas kakek


"Siap Tuan Besar" jawab Tian


"Uncle nanti berkas berkasnya bisa saya ambil di rumah sakit untuk saya pelajari" jawab Tian


"Mami..Kakek..Uncle..sepertinya kita bisa meng-hire orang lagi untuk membantu pekerjaan Tian yang juga kadang masih membantu Mami di divisi keuangan jadi sekretarisnya atau Asistennya Tian gitu" sahut Stevan. Dia akan memasukkan Dyandra disana suatu kebetulan yang luar biasa


"Hhhmm..boleh juga apalagi kini Stanley fokus dulu mengurusi masalah rumah sakit kita jadi perlu tambahan orang yang dapat dipercaya" jawab kakek


"Apakah kau ada calon Stevan?" tanya Kakek


"Ehhh..calon kek?" jawab Stevan salah tingkah


"Pikirmu calon apa kan kita sedang membicarakan soal pekerjaan?" jawab kakek


"Oohhhh... iya calon karyawan baru itu perempuan sahabat nya Fani kan bagus orang yang bisa dipercaya karena Fani pun percaya padanya" jawab Stevan


"Boleh juga" jawab kakek mengangguk


"Bawa dia nanti sore kakek mau melihat bagaimana dia bisa dipercaya" balas kakek

__ADS_1


"Hans..selidiki siapa wanita yang disarankan cucuku" perintah kakek pada asisten pribadinya


"Siap Tuan besar" jawab Hans


__ADS_2