
Mansion Wijaya
"Sayang mami..buka pintunya nak" panggil Nadia didepan kamar Vanessa
Tiba tiba terdengar barang dilempar ke arah pintu, seketika Nadia terkejut dan mundur beberapa langkah ke belakang
Sambil memegang dada dan satu tangan lagi memegang tangga dibelakang Nadia jongkok menahan sesak didadanya
"Nak,jangan begini sayang..Mami takut Van" ucap Nadia lirih sambil menangis
"Sayang..kamu kenapa?.kamu terluka?" tanya Danny panik melihat Nadia hampir terduduk didepan pintu kamar Vanessa
"Mas..tolong Vanessa,hhhuuuu" jawab Nadia sambil menggeleng.
"Bawa Nadia kekamar dulu biarkan dia tenang dan istirahat..Papi akan bujuk Vanessa" ucap Opa Ben
Papi Danny pun membawa Nadia kekamar utama mereka agar Nadia tidak syok lagi
Dikamar utama Nadia masih berada didada Papi Danny menangis dan menumpahkan airmatanya didada sang suami
"Maafkan aku mas,aku ga bisa urus anak kita.hhuuuuu" ucap Nadia sambil masih menangis
"Aku sibuk dengan usahaku dan kamu juga,kita sama sama terlewatkan dengan keadaan anak kita" balas Danny
Nadia pun mengangguk pelan. Papi mengendurkan pelukannya dan menangkap wajah cantik Mami Nadia dan mengusap airmatanya
"Sudahlah..istirahatlah sayang kita tunggu usaha Papi Ben membujuk Vanessa" kata Papi Danny sambil mengecup kening Mami Nadia
Namun Mami Nadia mengerucutkan bi**rnya dan Papi Danny pun mengerti dan langsung ******* rakus bi**r yang masih selalu manis buat Papi Danny. Nadia pun tersenyum menyambut permainan bi**r suaminya yang masih hangat walau sudah 27 tahun bersama. Mereka pun terbuai dengan permainan mereka sendiri.
Papi Danny kembali ke arah kamar Vanessa setelah memberi kenikmatan buat Mami Nadia dan Mami Nadia pun tidur kelelahan agar setelah ini pikiran mereka pun sama sama tenang dan lebih rileks.
__ADS_1
Tak disangka pintu kamar Vanessa terbuka dan tampaklah Vanessa memeluk Opa Ben. Danny pun masuk kedalam dan ikut ke pelukan Opa Ben dan Vanessa
"Vanessa minta maaf Pi,Opa" jawab Vanessa
"Ya sayang tapi Vanessa mau ya kita berobat" lanjut Opa Ben
"Ya Opa Ben..Vanessa mau sembuh,Vanessa takut" jawab Vanessa sambil tersenyum misterius
Perilaku labil Vanesaa membuat Papi Danny takut untunglah Opa Ben bisa membujuk Vanessa keluar dan bersedia dibawa kerumah sakit
"Mami mana Pi?" tanya Vanessa
"Tadi Vanessa lempar barang kepintu pasti Mami terkejut Pi" jawabnya lagi sedih
"Biarkan Mami mu istitahat dulu kan dari tadi mami udah nemenin Vanessa" jawab Papi Danny
Mereka bertiga pun berangkat ke rumah sakit Gracias milik keluarga Max. Dipintu depan sudah menunggu Stanley menyapa Opa Ben san Papi Danny
"Baik Nak" jawab Opa Ben
Stanley pun mengantar mereka bertiga masuk ke ruangan dokter spesialis Jiwa. Vanesaa ditinggal agar mendapatkan beberapa tes kejiwaan dengan sang dokter .
Papi Danny dan Opa Ben menuju ruangan Dyandra dirawat, mereka ingin memastikan keadaan Dyandra yang hampir saja meninggal ditangan Vanessa
"Rita, bagaimana keadaannya?" tanya Opa Ben
"Ehh..Opa disini?" sahut Mami Rita sambil mencium punggung tangan Opa Ben tanda hormat pada orangtua
"Dia sekarang masih tidur setelah dikasih obat tidur Opa. kalau fisik dia baik baik saja tetapi dia terkena trauma jadi sering teriak teriak dan mengusir Stevan dari hadapannya" terang Rita
"Halo Opa Ben..Fani kangen loh" sapa Fani
__ADS_1
Opa Ben dan Fani pun berpelukan
"Kau tambah cantik Fan" balas Opa Ben
"Ihhh..Opa genit" jawab Fani
"Hai Papi" sapa Fani ke Papi Danny
"Ya nak kau terlihat lelah Fan" jawab Danny
"Ya Pi,Dyandra belum stabil emosinya Pi..Opa dan Papi ngapain disini?" tanya Fani
Mereka saling menatap satu sama lain
"Vanessa sedang mendapat perawatan di dokter Spesialis Kejiwaan" jawab Opa
"Vanessa Opa?" tanya Mami Rita
Tiba tiba Stevan datang menghampiri Opa Ben dan Papi Danny
"Hallo Opa Ben,apa kabar?" sapa Stevan
"Hello son..kamu tambah gagah saja dan sangat mirip dengan Stanford Ardi Maxmilian" jawab Opa Ben
"Halo Papi Danny" sapa Stevan
"Hei boy" jawab Papi Danny
"Maafkan Vanessa ya Stevan" ucap Papi Danny
"Hhmmm..ya Papi" jawab Stevan dengan nafas berat dan kepalanya yang terasa sakit sekarang
__ADS_1
Dugaan Mami Rita benar bahwa Vanessa lah dalang semua ini,Mami Rita sangat mengenal anak itu jika dia sedang tidak merasa baik baik saja