
"Dalam 2 jam informasinya sudah harus kudapatkan via email" teriak seorang gadis cantik
"Siap Nona" balas pria diseberang telefon
Ppprraaanngggg...bunyi barang barang pecah belah berjatuhan
"Bren***k kau Dyandra" teriak gadis itu kembali
"Vanessa sayang..buka pintunya..ayolahhh..Vanessa Mami mau bicara nak" pinta Mami Nadya
"Mami sama Papi sama saja tidak berguna sebagai keluarga berpengaruh dinegara ini..kembalikan Stevanku" teriak gadis itu lagi
Ya gadis yang dimaksud adalah Vanessa yang sudah 2 hari mengunci diri dikamar dan belum makan membuat Mami Nadya khawatir namun sudah ratusan kali dia dan Tuan Danny mengetuk dan membujuk sang anak tidak membukakan pintu sama sekali
"Kita bicara dulu baik baik nak,Mami khawatir Vanessa" pinta Mami Nadya
"Pergi jangan panggil aku kalau tidak membawa Stevan Maxmiliano ku kembali" teriak Vanessa lagi
"Gara gara kau gadis hitam aku jadi bermusuhan dengan orangtuaku dan kehilangan impian kecilku menjadi pendamping Stevan..awas kau Dyandra,kau akan merasakan sakitnya sepertiku" teriak bergema dari kamar Vanessa
Setelah ditunggu selama hampir 2jam sudah tidak ada suara dari kamar Vanessa membuat Mami Nadya lebih khawatir apa yang terjadi pada anak gadisnya . Dia pun menghubungi Papi untuk segera pulang sebelumnya tadi pagi Vanessa mau membukakan pintunya sebentar setelah dibujuk Papi Dannny namun setelah tidak ada kemajuan pembicaraannya dengan Papi dia mengurung diri lagi
Begitu papi sampai rumah Mami menceritakan kalau Vanessa melempar semua bahan pecah belah di kamar anak gadisnya,Mami Nadya takut Vanessa melukai diri dengan kaca beling yang berserakan
"Papi..bagaimana ini Pi?" kata Nadya cemas
"Papi akan bicara dengan Stevan hanya dia yang bisa menyadarkan anak itu" jawab Papi
"Haii Mi..Hai Pi" sapa Vanessa pada kedua orangtuanya
Karena hari ini hari sabtu libur maka Mami ada dirumah ditambah dia khawatir dengan Vanessa dan Papi pun tadi ada keperluan sedikit diluar begitu dihubungi istrinya dia pun kembali namun tak disangka tiba tiba Vanessa keluar dengan tampilan mengerikan mata sembab rambut acak acakan dan wajahnya tersenyum menakutkan
"Vanessa apakah kita mau kedokter nak,apa ada tubuhmu yang luka nak" tanya Mami Nadya
"Vanessa baik baik saja mi" jawabnya pelan
"Oh ya Vanessa izin keluar dulu ya mi ada perlu dengan kru film" pintanya pada sang Mami
"Ok tapi Mami ikut ya sayang" balas sang mama
__ADS_1
"Aku ingin menyingkirkannya mami jangan menghalangiku" batin Vanessa
"Jika mami ikut aku akan mengurung diri lagi dikamar" ancam Vanesaa
"Ga sayang..pergilahh..Mami minta hati hati ya sayang" jawab sang mama
"Papi anter ya kak" pinta Papi Danny
"Ga usah pi nanti Vanessa bawa mobil sendiri,plisss Vanessa ingin sendiri" jawab Vanessa
"Kak mau sarapan dulu ga?" ajak Mami
"Baik Mam" jawab Vanessa
Kemudian sarapan dilakukan dengan tenang,hening hanya dentingan suara sendok dan garpu yang terdengar
"Vanessa bersiap siap dulu mi pi" kata Vanessa membuka keheningan
Dan Vanessa pun naik kelantai atas membersihkan diri kemudian turun dengan gaya santainya menggunakan celana jins dan kaos oblong saja tidak biasanya karena anak itu sangat modis walau pakai kaos dia akan memadukan kaos tersebut dengan cardigan atau simple rompi atau kalung manik manik atau apa saja menambah kecantikan Vanessa yang memang sudah sempurna dari lahir
"Asep..ikuti Nona Muda dan kabari saya apapun yang dilakukan Nona Vanessa" perintah Papi
"Dim,cari tahu ada apa dengan Nona Vanessa" perintah Papi Danny pada asistennya
"Aku sangat mengenal putriku,aku takut dia merencanakan sesuatu" lanjut Papi Danny
"Dia mencari tau wanita yang saat ini dekat dengan Tuan Muda Max" jawab Dimas
"Apa??.Stevan berselingkuh?" tanya Papi Danny
"Sepertinya tidak Tuan bukankah Tuan Muda Max baru datang dari Melbourne dan selama ini saya mengikuti Tuan Muda Max tidak ada wanita disekitar Tuan Muda selain Nona Muda Vanessa" jawab Dimas
"Lalu siapa wanita itu dan sejak kapan mengenal Stevan?" tanya Papi Danny
"Anak buah saya sedang menyelidikinya namun Nona muda sudah mendapat infornasi mengenainya sebelum saya" jawab Dimas
"Hhhmmm...kau kalah cepat dari anak perempuan" sindir Papi Danny
"Bukankah dia meniru anda tuan" balas Dimas
__ADS_1
"Issshh...kau ini sebenarnya waktu malam itu Stevan baru datang aku sudah menaruh curiga bahwa dia berubah sikap pada Vanessa" lanjut Papi Danny
"Maaf jika saya lancang Tuan tapi perasaan saya tidak enak melihat penampilan Nona muda Tuan" balas Dimas
"Apakah perasaanku sama denganmu Dim?" tanya Papi sambil menatap tajam pada Asisten Pribadi sekaligus sekretarisnya itu
Hans dan Dimas adalah sepupu kandung yang merupakan hasil didikan Sebastian asisten Pribadi Papi Stanford Ardi Maxmilian sebenarnya Hans lah asisten pribadi Papi Stanford tapi kala itu usaha Papi Stanford di Indonesia lebih berbahaya itu makanya Tuan besar Max memerintahkan Sebastian menjaga Papi Stanford Ardi namun pada akhirnya Papinya Stevan dan Papa Kristian atau Tian itu pun meninggal dunia disebuah kecelakaan maut
Dan benar disinilah Vanessa berada didepan kost Dyandra,dia ingin tau seperti apa wanita itu tanpa Fani mantan calon adik iparnya
tokkk...tokkk
"Ya sebentar" jawab Dyandra dari dalam rumah
ceklekkk..pintu kamar dibuka
"Ka..ka..kakak Vanessa..apa kabar?" Dyandra gagap dan terkejut setengah mati melihat tamu yang datang dipagi hari ini
"Kau puas sekarang gadis kampung,kau puas menghancurkan hidupku" kata Vanessa pelan tapi menusuk
"Ayo kak kita bicarakan diluar kita jalan ke taman dekat sini" ajak Dyandra
Mereka pun berjalan bersama sama namun Vanessa terlihat menghubungi seseorang dengan ponselnya
"Sekarang keadaan sedang sepi" kata Vanessa
"Ohh ya Dyandra maaf saya mau ambil sesuatu didalam mobil" kata Vanessa
"Baik kak aku tunggu dikursi didepan sana sebrang jalan ini ya" jawab Dyandra
"Oohh yang sana ya" jawab Vanessa sambil menunjuk arah kursi
"Ya kak" jawab Dyandra
Vanessa membalikkan badan dan Dyandra pun berniat untuk menyebrang jalan
Tiba tiba sebuah mobil berkecepatan tinggi berjalan ke arah Dyandra dan seketika mengarahkan mobil itu mau menabrak Dyandra
Untung Dyandra terpijak batu besar dihadapannya sehingga tubuhnya terjatuh menyamping dan mobil pun hanya mengenai tubuh samping Dyandra namun karena syok terkejut Dyandra spontanitas melompat kesamping dan akhirnya jatuh pingsan. Darah bercucuran dari kepala,tangan dan kakinya
__ADS_1
"Mati kau Dyandra..ahhahahhahahha.." tawa Vanessa yang menakutkan