Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Aku suka


__ADS_3

"Ndra besok kakek dan Nenek ku akan datang dari Melbourne dan kami akan mengadakan makan malam besar,kau mau kan datang kerumahku?" pinta Fani


"Aku kan kerja Fan,lagian Nana belum kembali jadi aku tetap di pelayanan Fan walau aku sangat benci dengan tugas itu. Apalagi semalam aku baru saja menampar kak..ehhhh..eemmm..seorang pria kurang ajar" hampir saja Andra menyebutkan "kakakmu" sambil mengurut da*a montoknya.


"Tapi kau tidak apa apa kan Ndra?.mana mu terluka Ndra?" jawab Fani sambil melihat detil tubuh sintal Andra.


"Aku baik baik saja Fan,aku ga janji ya Fan aku coba bicara dengan Bu Marta" kata Andra


"Atau aku bantu izinin sama kak Anto" tanya Fani secara kak Anto adalah sepupu Om Andy pemilik Bar Lovely sahabat abangnya Stevan


"Ga perlu Fan,gue ga mau lah begitu nanti merasa dianak emaskan daripada karyawan lain. Gue coba izin dulu sama Bu Marta atasan gue Fan" sambung Dyandra


Stephani tau jika 2 sahabatnya Nana dan Dyandra bekerja di Bar Lovely dan dia ada peran dalam memasukkan sahabatnya walaupun secara tidak langsung menawarkan pada Om Andy sepupu kak Anto tetapi Om Andy belum pernah bertemu dengan Nana dan Dyandra karena Bar tersebut dihandle Bu Marta rekan bisnis Om Andy.


Stephani menyarankan Bar Lovely karena Fani tau siapa pemilik nya dan yakin sahabatnya akan aman bekerja disana ya walaupun untuk bagian pelayanan riskan dengan pelecehan namun paling tidak jika kedua sahabatnya diperlakukan tidak baik Fani bisa mencari tau langsung dengan sang pemilik.


"Baiklah Ndra,kalau ada apa apa selalu jangan sungkan kasih tau ya Ndra..Yok lah masuk bentar lagi kelas Pak Alfian si Killer" dengan tangan berkacak pinggang dan dada dibusungkan meniru gaya sang dosen


"Uuuuu..atut" sambut Andra sambil bergerak layaknya cacing dikena garam dengan mata melotot


Di Max Tower


Stevan dengan hati hati membaca dan menganalisa segala berkas laporan yang diberikan oleh Uncle Stanley tentang perusahaan ini. Maxmilian Grup memang memiliki usaha inti di bidang Teknologi utamanya Jasa dan konsultan pembuatan Software Aplikasi namun kini juga merambah ke Menara,Infrastruktur dan Data Centre. Stevan sendiri sudah tinggal bersama Kakek dan Neneknya di Melbourne dari dia umur 20th jadi dia sudah disiapkan oleh Papinya untuk berjuang jauh dari orangtuanya.

__ADS_1


Saat anak muda seusianya masih bermain main Stevan muda sudah bergelut dengan segala bentuk teknologi. Stevan muda sudah berkali kali berhasil dalam kompetisi pembuatan software aplikasi dan aplikasinya dipakai perusahan besar di Melbourne dan ada juga dari Indonesia maka tak heran jika dia selalu mendapat penghargaan didalam dan luar negeri sebagai anak muda yang berhasil bukan dengan nama besar kakek dan orangtuanya saja tetapi memang dia berbakat dengan hasil karyanya yang luar biasa maka tak salah jika kini dia dipercaya sang Kakek melanjutkan kerajaan bisnis Maxmilian Grup.


tokk...tok...tok..


"Masuk" Stevan tetap fokus ke berkasnya


"Pak,ini ada beberapa kontrak kerjasama baru yang belum disetujui Pak Stanley mohon dipelajari dulu" sahut Ira sekretaris Stevan


"Hhmmmm..letakkan disana" tanpa memandang sang sekretaris


"Ehm,maaf apakah bapak sudah makan siang?" Ira masih berusaha mendekatkan diri pada atasan dingin itu


"Belum"


"Tidak perlu" masih tanpa memandang orang yang diajak bicara


"Baik,permisi saya keluar Pak"


"Hmmmm" singkat dan jelas


"Busyet ini manusia apa gunung es sih pelit amat bicaranya jauh dari gaya Pak Stanley yang masih hangat ya walaupun terkadang irit bicara tapi ini keterlaluan sih" batin Ira sambil menarik nafas berat. Sebenarnya dari jam 12 Ira sudah menunggu bosnya keluar makan siang namun sampai jam 1 tidak ada tanda apa apa dari dalam ruangan dingin itu makanya Ira masuk dengan alasan memberikan kontrak.


dddrrtttt..dddrrttt..

__ADS_1


Suara Ponsel menggangu konsentrasi Stevan terutama dia sedang fokus mempelajari kontrak yang diberikan Ira agar secepatnya selesai


"Ya mi" rupanya sang mama menghubunginya


"Kak,ga pulang makan siang sama mami?" tanya Mami Rita


"Maaf..ga dulu ya mami sayang,kerjaan Stevan numpuk ni mi. Masih mempelajari berkas berkas dari Uncle Stanley mi. Duluan aja mi" sahut Stevan.


Kalau dengan 2 wanita kesayangannya Fani dan Mami Rita maka Stevan menjadi pribadi yang hangat.


"Baiklah kak,jangan lupa makan siang ya kak udah jam 1 lewat loh" balas Mami Rita


"Mami tutup dulu ya kak" sahut Mami Rita kembali


"Ya mi" sambil matanya masih fokus ke file didepannya


dddrrtt...dddrrttt..lagi lagi ponsel menggangu fokus Stevan


" Kak,nanti jemput Fani ga kak" rengek Fani diujung telfon


"Ga bisa Fan kerjaan kakak banyak ni" jawab Stevan


"Udah Fan jangan diganggu orangnya sibuk loh ntar ga fokus lagi" diujung telfon suara Andra mengingatkan Fani agar tidak menghubungi sang kakak karena mereka berencana pergi ke Mall A mencari buku referensi tugas

__ADS_1


Tiba tiba Stevan berhenti setelah Stevan mendengar suara Andra yang lembut yang mampu menghangatkan hatinya. Entah kenapa Stevan menikmati suara merdu itu yang membuat dia terdiam "Aku suka" batin Stevan


__ADS_2