
Bar Lovely
Dyandra yang lari terburu buru langsung menuju ruangan khusus karyawan untuk bersiap siap bekerja.
Beberapa menit yang lalu dia masih di Mansion Max namun begitu mendengar ribut ribut yang tidak dipahami Dyandra dia langsung keluar dari belakang tanpa pamit pada Fani
Flashback on
"Bi..ada apa ribut ribut disana?" apakah karena saya bi?" tanya Dyandra pada Bi Inah
"Saya juga ga paham Non sepertinya serius sekali Non saya tidak berani mendekat" jawab Bi Inah
Bi..kalau begitu saya pamit duluan aja Bi ga enak sama keluarga disini" balas Dyandra
"Jangan dulu Non nanti kalau Non Pani mencari Non gimana bibi jawabnya Non kan taunya Non Pani Non Dyandra dikamar bibi" jawab Bi Inah penekanan huruf F jadi P
"Jawab aja L" sambil jarinya membuat huruf L dengan jari telunjuk dan jempol
"Hhaaaa" Bi Inah bingung tapi sambil melakukan yang disuruh
"Ok bi?" tanya Dyandra
"Baik Non" sambil masih memprantekkan huruf L tadi
__ADS_1
Dyandra senyum senyum melihat bibi yang polos belajar membuat huruf L dengan jarinya agar nanti jika ditanya Nona Mudanya mencari Dyandra dia bisa menjawab dengan jari saja huruf L begitu.
Dyandra pun memesan transportasi online warna hijau untuk mengantarkannya ke Bar karena Mansion ini begitu luas dia harus berjalan kaki sedikit jauh kedepan gerbang utama yang terjangkau transportasi online tersebut
Dan disinilah dia didalam ruangan khusus untuk mengganti baju seragam pelayanan dan berdandan senatural mungkin memulai aktivitasnya
"Hhhmmm..enak ya yang punya hubungan khusus dengan orang berpengaruh di negara ini kerjanya suka suka mau jam berapa aja masuknya" sindir Salsa
"Ya Sa lama lama nanti dia ngelunjak sok ngeboss disini" sahut Dina memanas manasi.
Dyandra yang awalnya diam tidak menanggapi lama lama merasa terhina
"Heiii..ga usah ngurusin hidup gue,urusin tuh nen*n yang udah kendor dan nyusut kayak lemon abis diperes" jawab Dyandra
"Keluar gue mau siap siap" jawab Dyandra enteng
Dyandra bukannya tidak tau kelakuan Salsa dan teman temannya di depan,sesekali mereka menerima tips setelah buah d**anya diremas sampai mengeluarkan lenguhan tipis diatas pangkuan para tamu executive ini kadang mereka rela dibayar lebih asal mau menemani ONS diluar bar setelah jam pelayanan bar selesai
Padahal mereka masih muda 20 taunan dan memilih jalan hidup yang sangat keras,Dyandra berharap sahabatnya Nana segera kembali agar dia bisa kembali lagi kebelakang diruangan kantor walau masih didalam Bar
Dan Dyandra serta pelayan lain memulai pekerjaan mereka. Banyak tamu yang meminta dilayani Dyandra namun dia menolak dengan pelan,walau gadis itu berkulit lebih gelap tapi dia manis senyumnya plus lesung pipinya menambah kadar gulanya,tatapan matanya teduh suaranya lembut dan sopan. Beberapa pengunjung bahkan tak segan segan menawarkan harga tinggi untuk servis Dyandra padahal hanya mengantarkan minuman saja bagaimana jika lebih.
Mansion Max
__ADS_1
Stevan yang sudah kembali ke kamarnya setelah kejadian menegangkan tadi membaringkan tubuhnya diatas kasur, dia merasa sangat lelah..baru saja tiba di Indonesia langsung dihadapkam dengan masalah Vanessa,pekerjaan yang menumpuk tepatnya kontrak kerjasama dengan berbagai pihak serta permasalahan kedua orangtua yang bersitegang
Ngomong ngomong tegang pikirannya langsung beralih ke Dyandra si gadis manis pujaan hatinya,dia pun bergegas turun kebawah karena seingatnya tadi masih ada Dyandra diruang makan.
"Bi..Bi Inah..apakah melihat..." tanya Stevan terhenti saat melihat Bi Inah sibuk sendiri memainkan jarinya
"Bi..Bi Inah..tadi temenku Dyandra kemana ya Bi?" tanya Fani setelahnya
Bibi yang masih sibuk dengan jari jarinya terkejut dan langsung membentuk Love dari jari yang sama dengan yang disuruh Dyandra jari telunjuk dan jempol tapi membentuk Love bukan L seperti yang diajarkannya
Fani dan Stevan malah tertawa melihat permainan jari Bi Inah dan wajah pucat Bi Inah
Mereka paham jawaban Bi Inah adalah Bar Lovely tempat kerja gadis manis itu. Stevan tersenyum mengetahui cerita bahwa Dyandra pamit keluar lewat jalan belakang saat terjadi keributan tadi dan dia pamit langsung ke L itu jawab Bi Inah
"Makasih Bi..tolong naikkan teh hangat dan cemilan ya Bi" pinta Fani
"Baik Non" balas Bi Inah
"Tadi Tuan mau bertanya melihat apa Tuan Muda?" tanya Bi Inah
"Ga da Bi,oh ya saya keluar dulu katakan pada yang lainnya saya keluar sebentar cari angin jika ditanya saya ya Bi" kata Stevan
"Saya aja kesel dan tersiksa kalau masuk angin kok Tuan malah nyari angin,ada ada aja" balas Bi Inah
__ADS_1
"Ahhh..horang kayah mah bebas" batin Bi Inah