Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Kuakui


__ADS_3

"Aku sudah memutuskan pertunanganku tadi Ndra, sebenarnya aku tidak yakin menjalankan pertunanganku selama ini dengannya. Ya walaupun aku sayang dia tapi tidak lebih dari apa yang kurasakan padamu Ndra" jelas Stevan . Saat ini Dyandra berada dipangkuannya entah kenapa Dyandra mau saja dibawa pria itu duduk disana


"Aku tidak mencintaimu Tuan" jawab Dyandra asal


"Lalu kenapa mau duduk disini,membalas ci*manku,mendesah nikmat saat kusentuh?" balas Stevan sambil tangannya masih menjepit pinggang Andra agar tidak mudah lepas


"A...aa..aku hanya terbawa suasana,turunkan aku" jawab Dyandra gagap


"Tatap aku Dyandra,katakan kau tidak suka kusentuh tidak suka kuci*m, katakan kau tidak mencintaiku" tanya Stevan sambil memegang dagunya dan menghadapkan ke wajah Stevan


"Tuan,tolonglah turunkan aku dan kita lupakan pembicaraan ini" balas Andra


"Kenapa Ndra?,maafkan aku yang tidak bisa menguasai diri saat bersamamu. Maafkan aku yang telah menyakiti perasaanmu saat kita pertama kali bertemu tapi sejujurnya aku tidak sanggup jauh darimu Ndra..aku sayang kamu Dyandra Karenina" balas Stevan pelan


Dyandra terkejut mendengar ungkapan sayang Stevan padanya padahal mereka baru berjumpa 5kali apa semudah itu Tuan muda ini mengumbar cinta


"Hhmmm..sudah berapa wanita Tuan perlakukan semanis ini" tanya Dyandra


"Hanya satu wanita" balas Stevan


"hhmmm..iya Nona Vanessa yang cantik dan putih itu kan" balas Dyandra


"Hhhmmm" Stevan mengambil nafas panjang dan mulai melanjutkan pengakuan cintanya


"Tuh kan ga bisa jawab atau masih ada perempuan lain" tanya Dyandra


Stevan tau dia harus extra sabar menghadapi gadis keras kepala ini

__ADS_1


"Aku bilang hanya pada 1 gadis saja" Stevan mulai menjelaskan


"Namanya Dyandra Karenina gadis manis pengantar minuman yang galak dan bawel itu,gadis manis yang menumpahkan makanan dan minuman ke stelan jas super mahalku, gadis manis yang pintar membuat jus mangga kesukaanku,gadis manis yang membantuku saat aku mabuk berat dan gadis manis yang membuatku melawan sahabat papiku dengan memutuskan hubungan dengan anaknya, gadis manis itu sekarang yang duduk manis dipangkuanku" balas Stevan


Dyandra langsung memeluk tubuh Stevan serta mengalungkan tangannya ke leher Stevan


"Makasih sayang kuanggap itu jawabanmu untuk segera kunikahi,aku berjanji tidak akan menyentuhmu sebelum kita menikah tapi kalau bibir kenyal itu boleh ya" sahut Stevan sambil tersenyum nakal


Dyandra mencubit perut Stevan menutupi rasa malunya dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Stevan


"Aawwww.. sakit loh yang" balas Stevan


Mereka pun saling melepaskan pelukan satu sama lain, Stevan mengecup kening dan menciumi wajah Dyandra terutama mata coklat itu lama


"Aku pamit pulang dulu,aku akan menyelesaikan urusanku dengan keluarga Vanessa baru aku membawamu ke Mami Rita dan kakekku" kata Stevan


"Mana ponselmu?" tanya Stevan


"Sini buatku saja besok Tian Asistenku akan membawakan ponsel baru buatmu" balas Stevan


"Nomornya tetap ya karena ada nomor Papa dan Mama disana" balas Dyandra


"Baik sayang nanti sekalian aku menghubungi papa dan mama mertua memperkenalkan diriku" balas Stevan


Dyandra mengangguk pelan sambil tersenyum dia tau permasalahan ini sangatlah pelik tapi dia bertekad mensupport Stevan yang kini telah resmi menjadi kekasihnya menghadapi perang dingin dengan Vanessa


"Doakan aku sayang mampu menyelesaikan ini agar kita bisa bersama" lanjutnya

__ADS_1


"Aku akan mendukungmu dan mendoakan yang terbaik untukmu" balas Dyandra


"Berhentilah bekerja di bar aku akan bicara dengan Om Andy" kata Stevan


"Tidak perlu biar kuselesaikan apa yang bisa,pulang dan istirahatlah" balas Dyandra


"Apa kau sudah mencintaiku gadis manis" tanya Stevan nakal


"Sudahh sana pulanglah nanti dilihat orang aku pindah jauh darimu" ancam Dyandra


"Jangan tinggalkan aku,selamat malam manisku" kecupan di bibir mengakhiri perjumpaan mereka


"Terimakasih sudah menerimaku Dyandra,aku akan berjuang untuk kita" batin Stevan didalam mobil lalu menghidupkan mesin mobilnya


"Terimakasih sudah menerimaku apa adanya Stevan Maxmilian,aku mencintaimu..kita akan hadapi bersama sama" batin Dyandra


"Tian..ngapain lu masih disana,ayok jalan" Stevan menghubungi telefon genggam Tian, ya dia tau bahwa Tian mengikutinya tapi dia membiarkan saja supaya Tian tau sendiri dan melihat dengan kepalanya sendiri tanpa perlu bercerita bagaimanapun Tian adalah Asisten pribadinya


"Lahh..dari tadi lu tau gue disini bukannya dikasih masuk kan gue kedinginan disini bro..lah elu enak enak anget" balas Tian


"Udah jalan pulang bawel" jawab Stevan


"Yahhh asem ni bos dia enak enak didalem gue kedinginan en pacaran sama nyamuk dan jangkrik disini" batin Tian


Dan mereka pun jalan dengan Stevan didepan sedangkan mobil Tian dibelakang


Stevan sangat bahagia malam ini walalupun tadi menghadapi perang dingin namun malam ini mampu mengobati hati dan pikirannya

__ADS_1


Di tempat lain di Mansion Argawijaya, Vanessa yang mendendam tidak terima pertunangannya batal sedang membuat rencana jahat dan licik buat menghancurkan Stevan dan menyakiti Dyandra


"Kau lihat saja Nanti" batin Vanessa


__ADS_2