Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Nyonya Max 2


__ADS_3

"Mam..ada yang mau mencelakai Dyandra mam,sepertinya ada yang mengetahui hubungan Stevan dan Dyandra" sambung Stevan


"Semalam Stevan cukup lama di kost Dyandra menjelaskan soal pembatalan pertunangan Stevan dan Vanessa dan bisa jadi saat itu Stevan sudah diikuti hingga akhirnya melukai Dyandra pagi ini" lanjut Stevan


"Siapa kira kira kak karena belakangan ini Mami sama Fani aman aman saja walau adikmu jarang pakai pengawal" tanya Mami


"Masih Tian selidiki bersama anak buahnya, sebaiknya untuk sementara sampai penyelidikan Tian selesai Mami ga perlu kekantor toh Sinta sudah mumpuni mengurus divisi Mami dan Fani akan dikawal 2 bodyguard jika akan kuliah dan tidak pergi nongkrong nongkrong dulu" balas Stevan


"Stevan khawatir sasaran berikutnya adalah kalian berdua" lanjut Stevan


"Mungkinkah?.mmmmm..semoga dugaanku salah" batin Mami


"Kenapa mi?.ada yang mami curigai?. atau ada yang mami ketahui" tanya Stevan


"Ga kak..ini Mami sedang berfikir selama Mami dan Uncle Stanley menjalankan Max Grup di Indonesia siapa yang pernah kami sakiti" balas Mami


"Tapi dari tadi Mami ga bisa menemukan 1 nama pun" bohong Mami Rita


Dia akan mencari tahu sendiri karena Mami Rita paham betul sifatnya jika sedang kalut atau dalam keadaan sakit hati.


"mmm..hhhhuuu..sa..sa..kit" keluh Dyandra


"Kak..Dyandra bangun" panggil Fani


"Ndra tahan dulu kami panggil dokter" jawab Fani


"Biar saya panggilkan dokter Nona Muda" kata suster


"Dok..dokter pasien siuman" panggil suster ke ruangan dokter dekat ruangan Dyandra


"Nyonya Besar,Nona Muda selamat siang..biarkan saya cek keadaan Nona pasien" kata dokter spesialis tersebut.


"Tidak ada nama Nona pasien tapi Nyonya Muda" perintah Stevan


"Maaf Tuan Muda" jawab sang dokter

__ADS_1


"Begini ni kalo si gunung es ketemu pawangnya bucin ga jelas" batin Tian


"Nikah bos..nikahin dulu" sindir Tian sambil berbisik


"Berisik lo bunglon" bisik Stevan


"Mohon maaf, Silahkan menunggu dulu diluar Nyonya Besar,Nona Muda dan Tuan Muda" lanjut sang dokter


Semua yang didalam otomatis keluar dari ruangan namun mata Stevan mengintip dari kaca jendela memastikan apa yang diperbuat dokter disana benar adanya dan bukan malah menyakiti kekasihnya


"Hhuuuu..so sweet amat kak" sindir Fani


"Berisik anak kecil" sambil menyentil kening Fani


"Iiisshhhh..udah 20th loh kak udah bisa buat anak kecil" bleeeww ejek Fani ke Stevan


"Awas lu macem macem buat anak kecil diluar,selagi tuh cowo ga minta elu dari tangan kakak maka jelas kakak akan hajar tuh bu**ng lelaki yang berani menyentuhmu" ancam Stevan


"Jantungan gue,gimana caranya gue mau minta adik lo bos?" batin Tian


"Ya kakak Fani yang terdabes" balas Fani


Ccuuppp..Stevan mencium kening adik kesayangannya ini


"Mau dong bos..mupeng gue" batin Tian


"Kupastikan tidak lama lagi kau sudah menjadi Nyonya Maxmilian Dyandra sayang" batin Stevan


Dokter pun keluar


"Bagaimana dok?"tanya Stevan tak sabar


"Tuan Muda,Nyonya Muda mengalami benturan dikepala yang cukup keras jadi maaf jangan membuat Nyonya Muda banyak pikiran dulu jangan ditanya tanya hal hal yang memberatkan pikirannya atau mendengar berita buruk dulu,sepertinya Nyonya Muda mengalami trauma berat Tuan" terang Dokter


"Baiknya bagaimana dok?" balas Stevan

__ADS_1


"Mulai besok akan ada teraphi psikologis terkenal yang akan menangani Nona Dyandra Tuan" lanjut dokter tersebut


"Saya akan ikut dalam tim teraphi memulihkan kakak ipar saya dok,saya kuliah Psikolog dokter" jawab Fani


"Baiklah Nona Muda..silahkan masuk Nyonya,Tuan Muda dan Nona Muda" ucap dokter


Stevan pun berlari kearah Dyandra namun Dyandra seperi orang ketakutan tubuhnya mundur sampai ke pojok tempat tidur


"Sayang...bagaimana keadaanmu?" tanya Stevan


"Stop..berhenti disana jangan mendekat" teriak Dyandra


"Pergiiii..aku tidak mau bertemu denganmu..keluar" teriak Dyandra


"Ini aku sayang..kita sudah berjanji melewati ini bersama kan sayang" Stevan tak kuasa melihat Dyandra yang mengusirnya


"Kak..jangan dipaksa,dia masih trauma karena ada pukulan di kepalanya" ucap Fani lembut sambil mengelus lengan kakaknya


"Tapi dek,kenapa dia takut padaku?" tanya Stevan


"Kita tidak atau apa dan siapa yang ditemuinya sesat sebelum kecelakaan kak" jawab Fani


Sebagai mahasiwa tengah tahun jurusan Psikolog dia sudah mempelajari bentuk bentuk trauma pasca kecelakaan pada seseorang jadi dia berusaha menenangkan sang kakak


"Kak..tenangkan dirimu dulu" ucap Mami


"Mami..dia takut padaku Mi padahal semalam kami baik baik saja dan kami sudah sepakat akan menghadapi apapun bersama sama Mi" jelas Stevan berusaha tegar


Fani mendekati calon kakak iparnya perlahan lahan dengan tersenyum kecil namun hangat. Dyandra yang melihat senyum itu sadar dan mulai menangis


Fann...aku takut" sambil menutup matanya


"Ndra..jangan takut..aku disini Ndra" sambil mendekat dan akhirnya memeluk sahabatnya itu


Fani mengibaskan tangannya menyuruh semua orang disana keluar dan membiarkan mereka berdua saja dikamar itu. Fani ingin memberi rasa nyaman dulu kepada Dyandra baru bisa diajak bicara dan akhirnya semua pun keluar

__ADS_1


"Ini serasa praktek lapangan dengan pasien istimewa Nyonya Maxmilian" batin Fani sambil tersenyum tipis


__ADS_2