
"Maaf Bu macet dijalan " ucap Andra pada Bu Marta yang sudah berkacak pinggang sekarang
"Sejak kau pindah ke bagian pelayanan selalu banyak masalah kau buat sekarang kau telat 30 menit Andra" bentak Bu Marta
"Ini Bar untuk kalangan Elite Andra jadi pola kerja juga harus lebih disiplin,kalau kau bukan sahabat dari Nona Muda Max sudah kupecat kau dari sini" bentak Bu Marta.
Dyandra terkejut sambil memucat mendengar ucapan Bu Marta
"S-saya ga-ga paham maksud ibu" Andra gagap memjawab Bu Marta
"Cepat kebelakang ganti bajumu dan berdandanlah yang benar sekarang juga" suara kesal sekaligus memerintahnya
__ADS_1
"Hhhmmm..siapa yang memberitahu Bu Marta soal aku dan Fani" Andra bingung sambil berjalan tergesa gesa menuju ruangan khusus karyawan
Setelah berganti baju dan berdandan Andra dikejutkan oleh Bu Marta di pintu
"Ada hubungan apa kau dengan para pria di VVIP No 1, sudah 2 malam mereka kesini dan selalu meminta mu melayani mereka" nada sinis Bu Marta bertanya pada Dyandra
"Tidak ada bu bahkan saya tidak mengenal mereka kan selama ini saya dioffice bu menangani pasokan barang buat Bar" Dyandra menjelaskan
"Cciihhh..kau tau aja yang berdompet tebal dan yang paling tajir" nada merendahkan Bu Marta buat Andra.
"Kenapa?.kau mau melawan?.tadi Pak Andy menghubungiku mengatakan kalau kau terlambat dan bilang bahwa kau sahabat Nona muda Max. Kau mendekati adiknya agar jatuh ke pelukan kakaknya kan?.itu kenapa Pak Stevan dan teman temannya selalu meminta mu untuk melayani mereka haaa" kata Bu Marta yang merendahkan Dyandra.
__ADS_1
"Sudah makmur kau sekarang ya melayani para pria mapan disana ,mereka tidak mau wanita lain selain kau Andra" sambung Bu Marta
Akhirnya kini airmata Dyandra berhasil jatuh tak terbendung lagi mendengar hinaan dari Bu Marta
"Saya tidak sehina itu Bu,saya tidak kenal Pak Stevan dan teman temannya. Saya baru tau kalau kakak teman kampus saya adalah Pak Stevan" jawab Dyandra sambil airmata terus lolos membanjiri matanya
"Eehhmmmm..ga usah cari pembenaran deh sadar diri siapa kau, siapa Nona muda Max serta Tuan Muda Max lagipula Tuan Muda itu sudah tunangan dan akan segera menikah" hinaan Bu Marta yang tetap sinis
"Cepat bersihkan airmata palsumu itu,dandan ulang dan antarkan pesanan Tuan Muda dan sahabatnya,kembali lah ke dunia nyatamu Dyandra" perintah Bu Marta
Kini Dyandra paham kenapa Bu Marta tau soal persahabatannya dengan Fani. Saat menunggu dirinya mandi di kost tadi Fani terlihat menghubungi seseorang dan cepat mematikan telfon saat Dyandra sudah keluar dari kamar mandi,saat berada di mobil juga Fani terlihat dihubungi seseorang tapi karena terburu buru Dyandra fokus dengan jalan didepan.
__ADS_1
Dyandra kini tau harus bersikap bagaimana dengan Kak Stevan,Fani dan teman teman Kak Stevan tersebut. Dia tidak mau dicap pelakor atau pansos kata orang orang karena bersahabat dengan Fani padahal Fani lah yang mendekati dirinya duluan kala masa orientasi mahasiswa waktu itu.
Dyandra berdandan ulang namun tipis tipis saja,kali ini bedaknya tidak tebal dan dia tidak memoles dengan lipstik merah menyala seperti biasa . Pikirnya supaya yang di ruangan VVIP itu tidak tertarik lagi menggunakan jasa pelayanannya berhubung dandanannya yang biasa saja. Bibirnya dipoles warna pink lembut yang glossy lalu diberikan lipgloss warna senada. Dia mematutkan dirinya di cermin dan berharap semoga para pria disana tidak suka dengan dandanannya yang biasa biasa saja ini. Dia tidak menyadari justru ada beberapa pria yang lebih senang dengan penampilan wanita yang sederhana namun tidak menghilangkan kecantikan alami dari dirinya