Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Lanjutkan


__ADS_3

"Kakakmu kandung Fan?" tanya Andra didalam kantin kampus saat akan makan siang


"Iya Dyandra Karenina,namaku kan Stephani Putri Max nama kakakku Stevan Maxmiliano mirip kan?." jawab Fani lantang


Andra memukul kepalanya keras dan berkali kali teringat nama sahabatnya mirip dan muka mereka pun miirip pantas semalam Andra seperti tidak asing saat menatap Stevan karena kemiripan mereka berdua walau tidak terlalu keliatan


"Kakak sangat mirip sama papi ada bule bule nya gitu sedangkan aku mirip ke mami asli wajah Indonesia cuma mataku biru seperti kakak dan Papi" kata Fani bangga sambil menaikkan alisnya


"Iiiishhhhhh..sok ya" jawab Andra


"Ehh..ada kabar Nana ga Ndra,gimana masalah ayahnya?.aku ga sempet kemarin menghubungimu butik Mami rame banget lagi" tanya Fani


"Katanya sih masih belum selesai Fan,kasian ibunya sampai sakit memikirkan ayahnya" jawab Andra


Fani,Andra,Nana dan Minto sahabat dari awal masuk kuliah. Walau Fani anak sultan kaya raya namun dia tidak memilih milih teman malah dia tidak tertarik bergabung dengan geng cewek sok kaya dikampusnya padahal bisa dibilang Fani adalah cucu dari pemilik saham terbesar dikampusnya ini tapi Fani biasa saja.


Di Max Tower

__ADS_1


Stevan masuk ke kantor bertingkat 20 yang merupakan kantor pusat usaha Maxmiliano di Indonesia sedangkan kantor utama dipegang kakeknya di Melbourne.


Saat masuk semua karyawan menunduk hormat dan menyapa sopan pada Stevan dan cuma dijawab "hheemmmm" olehnya.


"Selamat datang Tuan Stevan" sambut satpam dalam gedung


"Heeemmm.." lagi lagi jawab Stevan


Selama ini pamannya adik Papi Stanford Uncle Stanley Max yang membantu Stevan mengurus disini namun kakeknya mempercayai Stevan sebagai Presiden Direktur menggantikan Papi Stanford sedangkan Uncle Stanley menjabat sebagai Direktur Operasional. Stevan langsung naik lewat lift khusus ke lantai 18,dia sudah terbiasa keluar masuk gedung ini karena Papi Stanford sudah memperkenalkan bisnis dan sering mengajaknya kekantor sejak Stevan SMP


"Hai Uncle apa kabar?" Stevan memeluk paman yang diseganinya setelah kakeknya. Unclenya mencurahkan dan mengorbankan segala nya demi tetap meneruskan usaha besar ini sepeninggal Papi Stanford walau pada awalnya dia tidak tertarik dunia bisnis. Ya Uncle nya seorang dokter namun karena desakan Tuan besar Scott Maxmiliano kakek Stevan maka Uncle Stanley bersedia menggantikan sementara Papi Stanford menunggu Stevan siap dibina oleh kakek Scott Max di Melbourne.


"Hheemmm..baiklah Van,uncle akan membatalkan keberangkatan ke Melbourne kebetulan rumah sakit keluarga kita juga masih membutuhkan Uncle disini" jawabnya


"Terimakasih Uncle,oh ya Kakek akan datang 2 hari lagi..Ehmmm Uncle ada sedikit masalah dengan rencana pernikahanku" disertai nafas berat dari Stevan


"Kuharap semuanya baik baik saja ya Van sekalian saja nanti Papi Scott memperkenalkanmu ke seluruh karyawan sebagai Presdir disini" ucap Uncle Stanley

__ADS_1


"Mari kuperkenalkan pada beberapa pejabat saja supaya dirimu bisa mulai bekerja Van" ajak Uncle


"Baik Uncle" jawab Stevan sambil berjalan dibelakang Uncle Stanley.


Beberapa manajer sudah dikenal Stevan untuk Direktur Keuangan dipegang Mami Rita namun Mami flexsibel datang ngantor dan diwakilkan oleh Sepupu jauh dari Mami plus sahabatnya Kristian atau Tian kecuali persetujuan pengeluaran harus tanda tangan Mami Rita.


Beberapa karyawan perempuan saling berbisik bisik heboh mengagumi kharismanya mengingat ada yang masih baru dan tidak mengenalnya atau Papinya


"Weiss bro langsung on job ya" sapa Tian mengagetkannya.


"Ini kantor Tian,tolong jaga sikapmu" ketus Stevan dengan mata melotot tajam


"Siap Pak Presdir" sahut Tian sambil sikap hormat


Stevan lega ada sahabatnya menemani sehari harinya disini jadi dia tidak merasa sepi. Beberapa berkas dipelajari Stevan dari Uncle Stanley dan Tian tentunya.


"Lanjutkan Stevan semua kerja keras Papi mu selama puluhan tahun di bisnis ini. Uncle yakin Papimu bangga denganmu dari sorga sana Van" ucap Uncle tulus

__ADS_1


"Papi. aku akan lanjutkan kesuksesan Papi..aku yakin Papi melihatku dari jauh" batin Stevan tak terasa airmata lolos dari pelupuk matanya mengenang Papi Stanford


__ADS_2