Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Oh No


__ADS_3

Kucuran air dingin membasahi tubuh Stevan di tengah malam ini,rasa dingin pun sudah tidak dihiraukan Stevan mengingat kejadian hari ini


Stevan pulang ke apartemen mewahnya,dia tidak mau kelihatan berantakan dihadapan Mami Rita. Stevan memegang pipinya bekas tamparan keras Andra dan entah mengapa yang djbawah mengeras kembali hanya dengan mengingat Andra yang duduk di pangkuannya


"Oohh No ****" umpat Stevan karena dia harus mengulang solo karir yang kedua malam ini bersama bayangan wajah dan tubuh Andra di imajinasinya


Entah ada apa hari ini begitu berat buat Stevan, tadi pagi hampir saja dia tertinggal pesawat karena terlambat bangun sebab malamnya dia habis meeting bersama Kakeknya dengan kolega bisnis Maxmiliano. Ya dia memang disiapkan kakeknya meneruskan bisnis keluarga besarnya. Lalu malamnya di Bar dia ketumpahan makanan serta wajahnya terkena kopi panas dan ga berselang 2jam terkena tamparan keras.


"Huufffttt.." desah Stevan dan langsung terlelap begitu memakai baju dan mematikan lampu kamarnya.


Ayah Stevan Tuan Stanford Maxmiliano sudah meninggal 3th lalu sehingga membuat Stevan harus bertanggung jawab penuh meneruskan bisnis besar ditambah sebagai anak tertua dan cucu lelaki satu satunya di keluarga Maxmiliano.


Stevan memiliki adik perempuan Stephani Putri Max namun sang adik tidak tertarik dunia bisnis,adiknya memilih kuliah Psikolog di Indonesia menemani sang mama dirumah utama Maxmiliano. Stevan sangat menjaga kedua wanita kesayangannya seperti saat ini Mami Rita meminta Stevan pulang cukup dengan bersin saja sang putra langsung terbang pulang.


Namun karena sudah terlalu malam dia pun hanya menghubungi Mami Rita lewat vidcall tadi di Bar dengan alasan dipaksa sahabatnya Welcome Party,Mami mengerti jiwa muda anak zaman sekarang.


Pagi sekali Stevan sudah berjalan menuju mansion utama Maxmiliano,di gerbang utama dia disambut para satpam berpakaian lengkap nan gagah

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Stevan" sambut satpam


Stevan memberikan senyum dinginnya


"Oohh putra kesayangan mami" sambut Mami Rita di depan pintu utama,dia sudah sangat merindukan putranya ini


Mami Rita tidak mau ikut ke Melbourne karena Mami Rita tidak ingin terlalu mengenang almarhum suaminya,disana banyak kenangan manis bersama sang pujaan hatinya yang telah pergi


"Mami..Stevan juga kangen mami,makanya ikut Stevan mami" mereka saling berpelukan erat melepas kerinduan


"Kakak..iihhh Fani ga dianggap" rengekan Stephani


Bahagianya Stevan adalah melihat kebahagiaan kedua wanita di pelukannya ini. Dia sudah berjanji pada almarhum papi untuk selalu ada buat Mami Rita dan Fani


"Yokk masuk kak..mami masakkan tahu tempe sambel dan kangkung terasi kesukaanmu kak"


"Uuuu..mami kesayangan Stevan terbaik didunia" sambut Stevan

__ADS_1


Ya makanan ini sedikit sulit ditemui di luar negeri,sebenarnya ada restoran Indonesia disana dan Stevan pun cukup sering kesana karena Maxmiliano punya saham di restoran tersebut namun masakan racikan maminya tetap yang terbaik.


Sangking kalapnya Stevan tidak sadar sudah menghabiskan 2 piring nasi membuat mami Rita geleng geleng kepala melihat aksi makan Stevan


"Kamu kenapa nak?.makanmu kalap sekali semalam ga makan dengan teman-temanmu?"


"Pelan pelan kak itu kangkung cuma buatmu seorang kak gak ada yang mau ambil" sahut Fani


" Makan ma tapi tahu tempe sambel plus kangkung terasi ini memang endess mam" bicara sambil mulutnya penuh dengan makanan


"Ini baru sarapan loh nak sudah sebanyak ini"


"Sesekali mam pulang perbaikan gizi anti mainstream" jawab Stevan


Setelah selesai Stevan masuk kekamarnya langsung menghirup aroma kamar yang dirindukannya dan masih sama seperti saat ditinggalkan taun lalu,Mami Rita sangat menjaga keadaan kamar Stevan rapi dan tidak ada perubahan berarti


Dia turun ke bawah berniat bergabung dengan Mami Rita dan Fani,namun tanpa diduga sudah ada Vanessa disana.

__ADS_1


"Oohh No" Stevan sempat lupa ada hal yang akan dibicarakan serius hari ini


__ADS_2