Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Selesaikan


__ADS_3

Mansion Max


Tuan dan Nyonya besar Max sudah masuk kedalam kamar mereka untuk beristirahat lalu diikuti Mami Rita. Fani mengajak Dyandra ke kamarnya,walau mereka sudah bersahabat 2th ini namun ini kali kedua Dyandra kemari. Pertama kali kesini saat mengambil buku tugas Fani yang tertinggal dan dia langsung terperanjat serta kagum pada kemewahan dan keunikan Mansion ini begitu pertama kali menginjakkan kaki disini


Dyandra masih membantu para pelayan memasukkan barang barang kedalam


"Ya Fan,aku segera menyusul" jawab Andra


"Ok Ndra,sekalian kasih tau bibi bawa minuman dingin dan cemilan keatas" kata Fani


"Siap Tuan Putri" canda Andra


"Iiisshhh kau ini,aku duluan keatas Ndra" balas Fani


"Non,ga usah dikerjain biar bibi sama yang lain saja" jawab Bi Inah


"Ga apa apa bi sekalian saya mau buat Jus Mangga buat semuanya,mungkin ada yang berminat nanti setelah selesai saya naik keatas" jawab Andra


"Baiklah non bahan-bahannya ada didalam kulkas Non" balas Bi Inah


Bi Inah meninggalkan Andra sendiri berkutat dengan Mangga mangga yang ada disana


"Luar biasa mansion ini" gumam Andra


"Bersediakah Nona manis ini menjadi Nyonya Mansion ini?" tanya Stevan yang berada dibelakang tubuh Andra.


Andra melompat terkejut mendengar suara dibelakangnya dan langsung memutar tubuhnya ke belakang namun kepalanya menubruk dada bidang milik Stevan


Wangi rambut dan tubuh Andra benar benar memabukkan buat Stevan


Andra reflek mundur dari tubuh Stevan namun tiba tiba tangan Stevan menarik pinggang ramping Andra dan semakin mendekat ke pelukannya. Mata Stevan menjurus menatap ke bibir manis yang hanya berjarak beberapa centimeter


Sontak Dyandra memutus tatapan mata biru itu dan jarak bibir diantara mereka dengan membuang muka kearah samping


"Lepaskan Tuan,jangan menyentuhku" kata Andra dengan suara tegasnya


"Sebentar saja Karenina" bisik Stevan,deru nafas Stevan menerpa tengkuk leher Andra . Tak lama Stevan mengecup bahu mulus yang menggoda tersebut membuat Andra mengeluh tipis namun suara nya ditahan agar tidak keluar.

__ADS_1


Andra tidak bisa meruskan begini kuatir ada yang melihat mereka disini,dia berusaha melepaskan pelukan Stevan namun tenaganya kalah jauh dari Stevan


"Sebelum saya melumpuhkan pusaka sakti Tuan yang berharga ini seperti kemarin sebaiknya lepaskan saya sekarang Tuan" bisik Andra


Stevan buru buru melepaskan pelukannya karena mengingat pusaka sakti tiada tandingnya dalam posisi marabahaya


Vanessa setelah mengantarkan Tuan dan Nyonya Besar masuk ke Mansion dia pun langsung pamit kembali ke Restoran B karena dia dihubungi untuk "take" berikutnya. Tadi dia hanya izin sebentar saja dan dia diantarkan oleh mang Ujang diperintahkan Stevan kembali kesana.


"Ekhemmm..maaf bos,Tuan besar menunggu di perpustakaan" kata Tian


""Baik saya kesana" jawab Stevan masih membelakangi Tian


Saat ini Andra tertunduk malu saat Tian memergoki mereka tadi,semburat merah di pipinya sangat menggemaskan buat Stevan


"Terimakasih,a..a..aku..mmm..pergi dulu" pamit Stevan dengan terbata bata


Entah kenapa Andra mengangguk pelan,dia merasa seperti sedang tertangkap basah berselingkuh padahal mereka sama sekali tidak hubungan apa apa. Dan Stevan pun berpamitan seakan akan dia adalah pasangannya dengan meminta izin untuk berlalu dari sana.


"Kau berhutang penjelasan padaku Stevan Maxmiliano" kata Tian saat mereka berjalan berdua ditangga


"Kau paham tanpa aku harus cerita Yan" jawab Stevan. Begitulah mereka bahasa tubuh saja sudah bisa menjelaskan tanpa harus menunggu sebuah pengakuan


"Masuk" jawab Hans Asisten Pribadi Tuan Scott yang setia berdiri di belakang Tuan Besar Max


"Thank you Uncle Hans" jawab Stevan


"Stevan..apakah kau mau tetap melanjutkan pernikahanmu atau bagaimana?" Tuan besar langsung to the poin


"A..a..aku bingung kek" jawab Stevan


BRRRAKKKK..Tiba tiba Tuan besar Max berdiri dan menggebrak meja sekuat kuatnya membuat Stevan dan Tian terkejut bersamaan


"Kau lelaki Stevan,berprinsiplah sebagai laki laki. Bagaimana kau memimpin ribuan karyawan mu jika 1 wanita saja tidak mampu kau kuasai dan kau didik"? . Kalau tidak bisa dibina ya dibinasakan..Paham Stevan!" bentak sang kakek yang merupakan Tuan Besar Max


"Paham kek" jawab Stevan sambil menelan ludah,dia paham bagaimana kerasnya sang Kakek dalam dunia bisnis,dia tidak mentolerir kesalahan karena lalai maupun ketidaktegasan.


"Proyek di Semarang juga tidak mampu kau tangani dengan benar ha.." tanya Tuan besar dengan nada tinggi penuh emosi

__ADS_1


Padahal Stevan baru dihubungi tadi di bandara namun sekarang sudah ditanya kembali oleh kakek


"Hhhmmm..cepat sekali info nya sampai ke kakek" batin Stevan


"Ada apa denganmu Stevan?,pagi hari saat meeting dengan pihak Semarang kau tidak fokus sampai hal hal mengenai teknis pelaksanaan pun kau bingung" tanya Tuan Besar sambil melotot tajam dan Stevan pun tertunduk diam


"Tian,apa ada penjelasan buat saya disini?" tanya Tuan besar dengan mata menatap tajam ke arah berdiri Tian sekarang


"Maaf Tuan besar sebaiknya Tuan Muda saja yang menjelaskan" jawab Tian sambil menunduk


"Kau juga perlu ditatar oleh Hans nanti Tian,sebagai Asisten pribadi kau harus paham apa yang harus kau kerjakan sebelum Tuanmu memberi perintah. Paham Tian?"


"Ya Tuan" jawab Tian


"Hans..cari waktu yang tepat mendidik Tian menjadi seperti mu" perintah Tuan besar Scott


"Baik Tuan" jawab Hans


"Aa..aa..aku berfikir untuk memutuskan hubunganku dengan Vanessa kek" jawab Stevan


"Kau kira semudah itu Stevan?. Pak Danny Argawijaya tidak akan terima kau memutuskan sepihak hubungan ini" kata Kakek


"Om Danny sudah tau kek,Vanessa dan Om Danny sempat bertengkar tentang hal ini kek. Memang Om Danny tidak setuju pernikahan ini diundur" jawab Stevan


"Lalu siapa wanita yang telah merasuki pikiranmu hingga kau berniat memutuskan seorang Vanessa Putri Argawijaya?" tanya si kakek


"Anak siapa dia?,bekerja dimana?.dan dimana dia sekarang" tanya kakek dengan nada lebih tinggi


"Hah..


Mulut Stevan terkunci dan tenggorokannya serasa kering mendengar deretan pertanyaan sang kakek yang sangat sulit dijawab


"Bawa dia makan malam nanti malam dan selesaikan masalahmu dengan Vanessa dan Danny Argawijaya,jika itu benar sesuai kata hatil nuranimu kakek akan mendukungmu" jawab Tuan Besar


"Istirahatlah" lanjut kakek


"Baik kek" jawab Stevan

__ADS_1


Kakek Scott pernah muda kan jadi sangat paham pada apa yang sedang dirasakan oleh Stevan,jika Stevan mau membatalkan pertunangan ini padahal Stevan tau dia anak siapa maka yang pasti karena seorang wanita juga namun kali in tak terlacak radar Kakek Scott.


Wanita itulah yang kini mengambil hatinya dan pastilah wanita yang luar biasa namun sederhana karena Kakek tau tentang gaya kehidupan Vanessa yang glamor pesta karena lingkungan selebritisnya yang mengharuskan dia begitu itulah kenapa Nennek Sophia tidak menyukainya namun Stevanlah yang kemudian menyetujui adanya acara pertunangan kala itu dan Tuan Danny Argawijaya adalah pejabat berpengaruh di Jakarta Raya ini


__ADS_2