
Opa Ben mengunjungi Kakek Scott yang akan makan malam di Mansion Max. Mami Rita dari sore sudah menghubungi Mami Sophia bahwa dirinya dan Fani sedang dirumah sakit menemani sahabat Fani Dyandra yang kecelakaan
Sebelumnya Opa Benny sudah menghubungi Hans untuk bertemu Kakek Scott di Mansion
"Hello oldfriend Ben" ucap Kakek Scott
"Hello Abraham" jawab Opa Benny,mereka lebih suka dengan memanggil dengan nama kecil panggilan Mama-mama mereka dulu
Mereka pun berpelukan sambil tersenyum tulus antar sahabat lama
"Hello Sophia,tetap cantik seperti dulu" ucap Opa Ben sambil mencium punggung tangan Sophia
"Kau bisa saja Ben,mari kita makan malam bersama" ajak Sophia
Mereka pun makan bersama dengan tenang hanya ada dentingan sendok dan garpu yang terdengar
"Sepertinya ada hal serius yang perlu kita diskusikan Ben,raut wajahmu menunjukkan segalanya" ucap Kakek Scott
"Ya Abraham, sangat serius sampai aku harus turun gunung mencegah cucumu dan geng Kobranya mengamuk" jawab Opa Ben dengan wajah serius
__ADS_1
"Hahhhhahaha" tawa Kakek Scotf menggema
"Dia sudah lama tidak mengurusi gengnya itu terakhir 3th lalu saat kecelakaan Stanford Ardi Papinya" ucap Kakek Scott
"Bukan masalah takut atau apapun Abraham tapi ini akan berdampak pada hubungan keluarga besar kita" lanjut Opa Ben
"Aku paham Ben..mari kita ke perpustakaan" ajak Kakek Scott
"Mi amor,kutinggalkan sebentar" sambil memberi kecupan kecupan berkali kali di bi**r Sophia yang tetap menggoda buat Scott
"Sadar udah tua bangka Bra" sindir Opa Ben
Mereka pun kini di perpusatakaan diikuti Hans dan Asisten pribadi Opa Ben
Opa Ben pun menceritakan apa yang saat ini terjadi dengan Vanessa sebenarnya Vanessa sudah lama sakit terlihat saat kuliah di Melbourne bersama Stevan namun Danny dan Nadia seakan akan menyangkal bahwa Vanessa sakit dan enggan membawa Vanessa mendapat bantuan Psikolog hingga Vanessa nekat mengupah orang menabrak Dyandra pagi ini
"Ini berkas kejiwaan Vanessa, Abraham" Opa ben
Vanessa pernah teriak teriak menggila dikampus saat itu Vanessa tidak terima Stevan satu kelompok tugas dengan anak perempuan lain padahal itu adalah kelompok yang ditetapkan dosen bukan pilihan Stevan maka Vanessa mengamuk tak tentu arah sehingga sempat dibawa ke dokter Spesialis Kejiwaan sempat teraphi 1kali lalu dia bersandiwara bahwa dia sehat dan akhirnya lepas.
__ADS_1
Sebenarnya Kakek Scott mengetahui Vanessa mengamuk saat itu tapi tidak mengetahui soal kejiwaan Vanessa.
"Pagi ini Vanessa menabrak seorang gadis bernama Dyandra hampir mati dan ternyata gadis itu adalah kekasih Stevan saat ini" jawab Opa Ben
Dia menceritakan bagaimana kejadian pagi ini dimulai kecurigaan Danny dan menyuruh Mang Asep mengikuti Vanessa
"Hhhmmm..aku yakin saat ini Stevan sudah mengetahui semuanya Ben di pastikan rumah Danny akan diobrak abrik untuk menarik keluar Vanessa" jawab Kakek Scott
"Aku tau" jawab Opa Ben
"Kuharap dia mau tenang menerima penjelasanku Abraham dan tidak bermain emosi saat kecelakaan Stanford Ardi dulu" jawab Opa Ben
tokkktokk...tokkktokk..
"Pap..Papi ini Danny" sapa Danny Argawijaya
"Masuklah Tuan Danny" sapa Hans
"Terimakasih Hans" jawab Danny
__ADS_1
Danny pun masuk kedalam dan menunduk hornat pada dua sahabat yang sedang menatapnya tajam dirinya tau bahwa ada kesalahan terbesar yang dimulai olehnya saat ini namun yang terpenting adalah menghindari amukan Geng Kobra terhadap keluarga Argawijaya saat tau bahwa Vanessa sudah melukai Dyandra