Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Matamu


__ADS_3

"Apa" Mami Rita kesal berdiri menghadap Vanessa


"Kamu kira pernikahan itu permainan Van" Mami Rita terkejut mendengar rencana Vanessa yang mau pernikahannya diadakan diam diam tanpa media dan undangan yang banyak. Dia ga mau nanti ketahuan menikah dan melepaskan peran wanita utama di kontrak Film yang sudah dia tanda tangani


"Mam cuma untuk setahun mam,plisss" Vanessa memohon dengan dua tangan disatukan didepan da*anya


"Apa Tuan Argawijaya setuju" tanya Mami


"Ga mam" Vanessa menunduk


"Tidak Vanessa jika memang kamu belum siap kita batalkan semua. Mami ga mau mempermainkan pernikahan Van" tegas Mami Rita


"Sayang,kumohon bantu aku" Vanessa mendekap lengan Stevan manja agar Stevan lunak


"Aku harus bicara dengan Kakek karena kakek dan Nenek sangat menginginkan aku menikah Van terutama usiaku pun sudah lebih dari cukup" jawab Stevan


"Kenapa sih apa apa selalu disangkutpautkan dengan izin kakek,kenapa dirimu ga bisa mengambil keputusan untuk dirimu sendiri Van?,aku ga mau kehilanganmu dan kontrak ini Van" bentak Vanessa


"Cukup Vanessa,kakek adalah panutanku dalam hidup Van..pulanglah,jernihkan pikiranmu nanti sore aku kerumah" kata Stevan


"Mamiiii.." Vanessa merengek ke Mami Rita


"Maaf Van,mami tidak setuju pernikahan diam diam kalian dan Mami kecewa sama sikap kamu Vanessa" jawab Mami Rita

__ADS_1


"Kalian semua tidak ada yang mendukung aku,kalian semua sama saja" teriak Vanessa sambil berlinang airmata


" Van,cukup tenangkan dirimu..aku akan bicarakan ini dengan keluargaku dulu" jawab Stevan sambil memeluk Vanessa agar dia tenang


Akhirnya Vanessa pulang dan Stevan pun sedang menghubungi kakeknya disana tentang masalah ini. Ya apapun masalah di keluarga Maxmiliano kakeknya selalu dilibatkan karena dulu pun Papinya begitu jadi Stevan pun melakukan hal yang sama dan Mami Rita pun tidak keberatan.


Ditempat lain seorang gadis manis yang baru bangun dan masih sangat berat buat melangkahkan kakinya ke kamar mandi sedangkan dia ada mata kuliah di jam 10


"Hhuuffttt..ngantuk banget" ucap Andra sambil masih berguling guling, walau sempat tidur 5jam namun rasanya kurang karena kelelahan. Tiba-tiba dia teringat pada pria tampan yang ditamparnya semalam.


"Matanya indah,teduh dan aahhhh..apa apaan aku ini" ngomel sambil memukul kepalanya sendiri dia pun bergegas masuk membersihkan dirinya


Setelah mandi Andra pun membuatkan telur ceplok dan sayur bening untuk sarapan beratnya, dia butuh tenaga ekstra menghadapi dosen killernya kali ini


"Kak.makasih ya dah anterin Fani kuliah,muuaahhhh.." Fani mencium pipi Stevan tanda terimakasih telah mengantarkannya ke kampus


"Jajan kak" ucap Fani sambil memberikan telapak tangannya dihadapan Stevan


Sambil mencari dompet di laci mobilnya matanya menangkap sosok perempuan anggun di halaman depan kampus elite ini


"Itu siapa Fan" jarinya menunjuk ke arah Andra bersama seorang pria


"Itu sahabatku kak yang pernah kuceritakan,Dyandra Karenina" jawab Fani

__ADS_1


Stevan pun ikut keluar mobil setelah memberikan lembaran merah pada sang adik dan mahasiswi yang sedang didepan parkiran pun langsung terpana melihat Stevan yang wajahnya memang blasteran dan sangat kebule bule an seperti Papi Stanford


"Hheeemmm..alamat semua wanita ini akan heboh kak" ucap Fani


Stevan hanya tersenyum dingin menanggapi tatapan mata mahasiswi disini


"Hai Ndra..gud morning,miss you beb" sapa Fani ke Andra aambil berpelukan


"Hai Fan,baru juga ga ketemu 2 hari lohh" jawab Andra membalas pelukan Fani


"Nih kenalin kakak ku Stevan Maxmiliano"


Mata Andra melotot tajam dan keringat dingin menjalari tubuhnya saat ini,entah kenapa tiba tiba rasanya dia mau tumbang dan benar tubuhnya oleng untung ada Stevan menangkap tubuhnya dan mata mereka pun bertemu lebih dekat


Andra langsung melepaskan pelukan Stevan dan berusaha berdiri tegak seperti tidak saling mengenal


"Hai,Dyandra..thanks" sapa Andra


"Hhemmm.." jawab Stevan


"iisshhh kakak ini irit amat sapanya,udah sana kekantor" usir Fani sambil mengibaskan tangannya


"Matamu indah Andra" bisik dalam hati Stevan sambil tersenyum dan berlalu

__ADS_1


"Mata biru mu..hhuuufffttt ada apa dengan jantungku" bisik Andra juga dihatinya


__ADS_2