
Sesaat Andra bengong dengan reaksi para tamu exclusive tersebut namun dia langsung menetralisir dirinya sendiri
"Silahkan Tuan saya permisi dulu" kembali Andra menawarkan lalu bergegas keluar
"Busyeettt malam ini surga lagi terbuka untuk umum apa ya" sahut Anto
"Huussshhhh..mulut ya" Aldo melempar kentang goreng ke arah Anto
"Sorry but Hitam manis broo dan body goals,njrittt gue panas" Edo ga mau kalah
Stevan yang sejujurnya juga terpengaruh tetap dengan dingin mode nya cuek tak terselami
"Gue selalu kesini ga ada cewe ini" sahut Aldo kembali
"Gue pesen makan lagi en minta dianter si manis tadi" Edo mulai memanas manasin
ddrrtt...dddrrtttt...ponsel Stevan berbunyi
__ADS_1
"Bentar gue terima dulu" pamit Stevan
Stevan segera berlalu keluar sambil masih berbicara diponsel namun tak disangka dia menabrak Andra yang membawa nampan penuh makanan dan minuman dan akhirnya menumpahkan semuanya kearah Stevan
"what the f**k, Si*l" dia teriak mendapati stelan jas mahalnya penuh noda makanan dan minuman dan wajahya terkena kopi panas dari nampan
"Lu??" bentak Stevan sambil melotot tajam dan rahangnya mengeras,sekejap Andra bergidik ngeri pasalnya malam ini Stevan janji bertemu sang tunangan sebentar jadi dia tetep harus rapi
"Maaf pak,saya terburu buru" sambil tangannya berisi tisu berusaha membersihkan bekas tumpahan makanan dan minuman hampir di seluruh tubuhnya bahkan sampai terkena di wajah Stevan
"Jangan sentuh-sentuh saya tanganmu kotor" Stevan kembali memaki Andra
Andra hanya senyum kecut mendengar hinaan pria dingin ini,dia sudah terbiasa namun entah kenapa kali ini dia merasa tidak terima disebut kotor.
"Saya kan sudah minta maaf pak dan lagipula bapak juga tidak melihat saya karena bapak sibuk dengan ponsel bapak tadi" teriak Andra.
"Lu masih bisa jawab,liat muka saya merah terkena kopi panasmu" bentak Stevan.
__ADS_1
Reflek tangan Andra menuju wajah Stevan berniat membersihkan dan serasa ada sengatan listrik mengalir ke dada Stevan merasakan halusnya tangan Andra
"Cukup" Stevan menghempaskan kasar tangan Andra lalu masuk kembali ke ruangan tadi
Dari jauh para trio macan tertawa sepuasnya dan memang sangat puas melihat pria idola mereka memarahi habis habisan Andra. Mereka tau kalau pak Stevan orangnya arogan yang pasti selalu merasa benar dan sempurna
"Mampus lo sok kecakepan" Salsa menyeringai
Dengan penuh air mata Dyandra membersihkan seluruh tumpahan makanan dan minuman pesanan pelanggan yang entah kenapa hari ini banyak sekali meminta diantar oleh Dyandra sedangkan karyawan lain banyak yang lowong namun tetap Dyandra yang disuruh oleh trio macan itu dan kepala pelayan disana
Sedangkan di ruangan VVIP Edo dan Aldo kesal menunggu pesanan yang tidak kinjung datang tersebut hingga Edo menghubungi pemilik Bar yang tak lain sepupu Anto
"Ndy lu mau bar lu tetep eksis kan?.masak pesanan dari setengah jam lalu ga sampe kesini bro dan gue mau si seksi hitam manis itu yang antar" kata Anto
"Sorry bro bentar gue cek nanti makanannya free dari gue trus gue kirim yang lebih seksi dan bening bro" sahut Andy
"Ga,gue maunya si seksi hitam manis.Siapa namanya" jawab Anto
__ADS_1
"Dyandra Karenina bro" jawab Andy
"Ok 15 menit lagi gue kirim dia dan pesanan lu semua,say sorry to Bos Stevan" tutup Andy