Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Manis


__ADS_3

Hai readersss..


Part part berikutnya sudah mulai berat akan mengandung bawang yang menyedihkan,unsur romantis tingkat dewa,kemudian unsur 21++ ya mohon lebih bijak dalam membaca


LOVE U ALL..MUUUUAACCHHH


Bar Lovely


Keempat sahabat telah tiba diruangan VVIP NO 1 tempat exclusive mereka.


Aldo,Edo,Anto dan Tian saling berbagi pengetahuan tentang dunia bisnis mereka dan info info terbaru soal bisnis zaman now


Aldo Suherna adalah anak pengusaha kebun teh serta juragan tanah di Bogor dan Bandung. Edo Morgan adalah anak pemilik kapal tanker minyak dan kapal angkut batubara dari salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Anto Hudatama pengusaha Restoran, Bar dan Club malam terutama di puncak sedangkan Tian adalah Wakil Direktur Keuangan di Max Grup dia juga memiliki usaha warisan salon dari mama yang telah memiliki cabang di 5 kota besar di Indonesia


"Lama banget tuh makhluk ga biasanya" ucap Aldo


"Tadi dia ngingetin gue dikantor buat ngumpul lah dia sendiri yang lambat" Tian menyahuti


Sudah 30menit mereka disini baik pesanan yang akan diantar Dyandra atau Stevan sama sama tidak ada kejelasan.


Dan akhirnya Stevan pun sampai dengan muka kusut serta wajah kecut namun tidak mengurangi ketampanannya hanya terlihat bahwa dia baru saja mengalami hari yang berat


"Sorry,something unexpected guys. hhhmmmm" sambil membuang nafas berat dan mendudukkan tubuhnya di sofa empuk disana


"Apa gini cobaan orang yang mau menikah ya?" Anto menjawab


" Vanessa berencana menunda pernikahan kami tetapi papanya menolak dan tegas harus segera dilangsungkan" Stevan akan mulai cerita

__ADS_1


"Harusnya lu seneng dong bro" Edo menimpali


"Hhhmmnn..Gue ragu sama perasaan gue sendiri ke Vanessa dan dia lebih peduli sama karirnya" . " Mami, Kakek dan Nenek mendesak gue menikah dan dibuat pesta sedangkan Vanessa maunya diam diam tanpa pesta dan media karena dia terikat kontrak Film tadi Om Danny ribut sama Vanessa sampai gue harus lama menenangkan Vanessa yang histeris bro" jawab Stevan lengkap


"Besok Kakek dateng tambah pusing gue" tambahnya


"Selow bro minum dulu bro" Tian memberikan air mineral didekatnya


"Pesen yang berat Yan, pusing gue" pesan Stevan


"awas lu nyusahin gue" sambut Tian karena Tian adalah orang yang paling dicari Mami Rita kalau Stevan kenapa kenapa


tokk...tokkk..


"Silahkan masuk" Edo menjawab ketukan pintu


"Si-si-silahkan Tuan Tuan,permisi" Dyandra berlalu dengan wajah yang benar benar tidak bersahabat.


"Ada apa dengannya" Aldo penasaran


"Tadi Stephani telfon gue klo Dyandra bakal telat ke Bar karena ketiduran bareng Fani dikost an jadi minta tolong gue ngomong ke Om Andy agar Andra aman atau ga dihukum tapi kayaknya dia tetap ga aman tuh sama Tante Marta,tau sendiri lo kan Tante Marta gimana" jawab Anto


"Ntar gue ngomong sama Tante namanya juga perawan tua jadi susah jinak" sambung Anto


"Mulut ya bro dijaga ntar lu lagi jodohnya" Edo bersuara sambil ngakak


Anto melempar paha ayam goreng ke Edo dan disambut enak sama Edo sambil dimakan seraya tertawa ngakak

__ADS_1


ttokk..tokkk..


"Masuk"


Lagi Dyandra masuk membawa 3 botol besar pesanan istimewa Stevan tetap dengan wajah juteknya


"Pernisi Tuan silahkan,selamat malam" kata penutup Andra


Dan dimulailah pesta besar nan memabukkan Stevan dan para sahabatnya. Sebenarnya Stevan bukan peminum tapi kali ini dia sedang butuh menenangkan pikirannya.


Stevan berniat ke toilet karna mau memuntahkan isi perutnya dan mau buang air kecil. Dia menghabjskan 1 botol sendiri dan kini berjalan sempoyongan tidak melihat tanda toilet wanita dan asal masuk kedalam.


Dyandra terperanjat mendengar suara bariton seperti oramg sedang muntah di toilet wanita dan langsung menghampiri betapa terkejutnya dia melihat Stevan sedang kewalahan .


Naluri kemanusiaannya tak tega dan mengelus pelan punggung dan mengurut tekuk Stevan hingga semua dikeluarkan. Stevan pun mencuci muka dan tersenyum melihat pantulan makhluk indah di cermin yang sudah memperhatikannya


"Ga kuat minum ga perlu menyusahkan diri sendiri Tuan" sambil membersihkan wastafel tersebut dengan bibir manyun


"Masalah itu dihadapi bukan dihindari dengan minum minum" sambungnya sambil memberikan air mineral agar Stevan minum


Stevan sudah tidak tahan mengincar bibir pink yang bawel itu dia pun berjalan maju mendekat,Dyandra menyadari bahaya segera mundur


"Mau apa Tuan?" Dyandra sudah terkunci antara tembok dan tubuh kekar Stevan dan tanpa aba aba bibir Stevan melesap dengan kilat ke bibir ranumnya. Dyandra melotot tajam,dia berusaha melepaskan diri tapi tenaganya masih kalah dari Stevan


"Le..le..lepas..hhhmmmmmpphhh.." sisi otaknya menolak tetapi hatinya tidak dan akhirnya Dyandra terbawa permainan bibir dari Stevan. Stevan menggigit bibir bawah agar lidahnya bisa bermain didalam sana.


"Nafas manis" Stevan melepas sebentar memberi Andra bernafas lalu melahap kembali bibir ranum itu. Karena mengingat asupan oksigen yang hampir habis Dyandra sekuat tenaga mengumpulkan kekuatan dan menendang pusaka milik Stevan hingga pagutan mereka terlepas dan dia lari sekencang kencangnya

__ADS_1


Stevan kesakitan lalu membersihkan sisa saliva yang masih tersisa di pinggir bibirnya "Manis milikmu Dyandra" sambil tersenyum


__ADS_2