Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Terulang kembali


__ADS_3

"Apa katamu Stevan?,kau membatalkan pertunangan dan pernikahan yang tinggal beberapa hari lagi?" bentak Nadya. Dia seakan tak percaya dengan jawaban Stevan padahal dia sangat mengenal Stevan dari kecil bahwa dia selalu bersama-sama Vanessa mulai dari sekolah yang sama sampai kampus yang sama di Melbourne bahkan Nadya berfikir bahwa Stevan pasti mencintai putrinya hingga sekarang


"Sayang..kenapa jadi begini sih?.bukan begini kesepakatan kita kemarin" rengek Vanessa


"Kesepakatan apa Van?,bukannya dirimu yang menyepakati sendiri?, apakah aku memberi jawaban iya dengan ide konyolmu itu ha?" jawab Stevan geram.


"Ya ga tapi bukan jadi putus sayang,kumohon hanya 1th saja sayang" jawab Vanessa sambil berlutut dan terisak menangis kencang


Diujung tempat duduk ada sepasang mata menggeram dan membenci keadaan sekarang,tangannya terkepal dan rahangnya mengeras tidak terima dipermalukan seperti ini.


"Sudahlah sayang,tenangkan dulu dirimu berikan waktu untukmu dan Stevan" jawab Mami Rita sambil menaikkan tubuh Vanessa


"Mami..Vanessa cinta Stevan" jawab Vanessa menangis sejadi jadinya sambil memeluk Mami Rita


Nadya Kusuma adalah wanita ambisius,dia sangat menginginkan Stevan menjadi menantunya di satu sisi dia adalah anak dari pria yang dicintainya dulu dan Stevanlah yang diharapkan menggabungkan dan melanjutkan kerajaan bisnis 2 keluarga besar ini. Dia membayangkan bahwa mereka akan menjadi konglomerat yang tak tertandingi dibawah kepemimpinan Stevan Maxmiliano ditambah sang kakek yang masih kuat menjalani bisnis Max Grup


"Apa kau serius dengan keputusanmu Stevan?" tanya Nadya dengan nada tinggi


"Ya mam" jawab Stevan tegas


Plllaaakkkkk


Tangan Nadya yang sudah dikepalnya kuat akhirnya mendarat di pipi putih mulus Stevan,semua mata memandang Nadya seketika


Smirk Nenek Sophia terangkat,dia yang dari tadi hanya diam menyaksikan seakan menandakan bahwa dia sangat paham sifat Nadya dari dulu

__ADS_1


"Nadya,apa apaan ini?" bentak Mami Rita sambil memeluk putranya membelakangi Mami Rita


"Kenapa Rita?.Kau terasa sakit ha?" begitulah perasaanku dulu Rita apa kau tau itu?. tapi lebih sakit didalam hatiku Rita,dulu papanya yang menolakku sekarang anaknya menolak putriku bahkan membatalkan semua yang sudah kita rancang bersama. Apa kau tau rasanya Rita?.Apa kau pernah berada diposisiku?" balas Nadya sambil berteriak


Stevan,Stephani dan lainnya terkejut dengan penuturan Mami Nadya. Mereka tidak menyangka bahwa ada kisah kelabu tanpa akhir di antara 2 keluarga mereka itu. itulah kenapa Mami Rita dan Mami Nadya jarang terlihat bersama bahkan persiapan pernikahan Stevan dan Vanessa pun diurus oleh Wedding Organizer pilihan Mami Rita dan disetujui Mami Nadya karena WO itu sudah terkenal mengurusi pernikahan para artis dan konglomerat dinegara ini.


"Jangan bawa bawa masa lalu kita didepan anak anak Nadya" balas Mami Rita membentak balik Nadya


"Andaikan terjadi pada putrimu Stephani bagaimana perasaanmu?" balas Nadya dengan keras


"Stephani Putri Max" batin seseorang yang sudah menghafal nama itu di benaknya


"Sudah Nadya,kita pulang.. tenangkan dulu dirimu" jawab Tuan Danny Argawijaya


"Cukup Nadya, aku mencintaimu..jangan mengungkit masa lalu Stevan adalah anak dari sahabatku" balas Tuan Danny Argawijaya sambil memegang tangan Nadya dan Nadya pun terdiam dan menunduk mendengar ungkapan cinta Danny dihadapan semua orang


"Mam..Pap..kami pamit dulu..dilain waktu Danny ingin bertemu Papi di tempat lain" pamit Danny pada Tuan dan Nyonya besar Max tetap dengan sopan


"Terulang kembali kisah 30th silam,Hhhmmm..mungkin sudah harus begini jadinya" batin Nenek Sophia


"Silahkan Danny..aku akan bawa Stevan saat kita bertemu nanti, kita akan membicarakan ini secara lelaki ke lelaki" jawab Kakek sambil menaikkan alisnya ke Stevan


"Papi Danny..Stevan akan datang untuk menjelaskannya secara pribadi" balas Stevan sambil menunduk hormat pada ayah kedua buatnya


"Anytime boy" jawab Tuan Danny

__ADS_1


"Maafkan putraku Nadya, Mas Danny" balas Mami Rita


"Sayang..jangan begini..aku mencintaimu Stevan,jangan tinggalkan aku" tangis Vanessa sambil menarik narik tangan Stevan


"Mami...papi..kembalikan Stevan pi.." lanjut Vanessa


"Sayang..kita pulang dulu,tenangkan dirimu dulu nak" jawab Nadya


Tuan Danny Argawijaya merangkul puterinya Vanessa yang masih menangis lalu dengan masih memegang tangan Nadya, Tuan Danny membawa seluruh keluarganya pulang dari Mansion Max


Bagaimanapun Stanford Ardi Maxmilian dan Danny Argawijaya adalah sahabat dan teman kecil karena Orangtua mereka pun bersahabat sehinggalah berlanjut ke anak anak mereka yaitu Vanessa dan Stevan.


Stephani menatap kakak dan Maminya bergantian dan akhirnya memeluk Mami nya erat. Sepertinya dia butuh penjelasan Mami terhadap kisah kelabu kedua orangtuanya dengan orangtua Vanessa


Melihat 2 wanita yang sangat disayanginya Stevan pun memeluk mereka berdua dan mengecup kening masing masing wanita itu


"Maafkan Stevan mam" lirih Stevan di telinga Mami Rita


"Ya sayang mami paham perasaan tidak dapat dipaksakan nak" jawab Mami Rita


"Fani butuh penjelasan Mami soal tadi" balas Fani


"Ya, Mami akan menceritakan kisah Mami dan Papi kepada kalian tunggu Mami menyiapkan diri Mami dulu ya nak" jawab Mami Rita


Mereka bertiga pun saling berpelukan dan saling menguatkan, jika ada Papi pasti Papi akan ikut menyelesaikan berdua dengan Papi Danny tanpa ada keributan seperti ini. Tuan dan Nyonya besar saling berpandangan dan saling berpelukan juga seakan mengerti kondisi menantu dan cucunya saat ini

__ADS_1


__ADS_2