Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Onderdil


__ADS_3

"Lama banget sih Ndra,ditungguin haus ni" Fani meringis kehausan


"Sori Fan,ni gue buat jus trus tadi didapur bingung sama alat-alatnya" jawab Dyandra bohong


"Lah kok ga bibi sih yang ngerjain?" tanya Fani


"Ga apa-apa Fan,sesekali lagian cuma buat Jus Mangga aja juga kan mudah" Andra membalas


"Ihhh.Jus Mangga sini dong..asiiikkk..maaccciihhh Dyandra manis..ni kesukaan Kakek dan kakak loh" balas Fani


"Ohh yahh..hhhmmmmmm" sahut Dyandra senang


"Iya Ndra..Tau aja lo kesukaan para bos besar dirumah ini" jawab Fani


"Maniss..sedep loh Ndra,ahhh..andai lu yang jadi kakak ipar gue pasti gue dibikinin jus mangga enak tiap hari" gumamnya lanjut dengan wajah senang


"Mmmm..maaf klo ikut campur Fan tapi kak Vanessa sepertinya sayang banget sama kakak lo dan dia baik kok" balas Andra,sebenarnya dia mau mencari tau seperti apa hubungan Stevan dan Vanessa


"Sebenarnya Ndra..mmmmm...Kak Vanessa itu yang tergila gila sama kakak dari mereka sekolah kan dia adik kelasnya tapi kalau kuperhatikan sih kakak biasa aja. Waktu Papi meninggal 3th lalu kan kakak masih di Melbourne sama kakek jadi kakak terpukul banget karena ga punya waktu terakhir bareng Papi jadi selama pulang ke Indonesia Vanessa lah yang selalu menemani dan menguatkan kakak sampe kakak bisa menerima kenyataan Papi meninggal dan Kak Vanessa sering mengunjungi kakak ke Melbourne" Fani menjelaskan


"Mmmmm..bisa dibilang kak Vanessa lah perempuan yang dekat dan kakak kenal selama ini selain aku dan Mami" lanjut Fani


"Ooo..pantes" gumam Andra


"Napa Ndra?.pantes kenapa?. Menurut lu gimana Ndra?.Gue sih kasian kakak gue sih tapi dia sendiri loh yang bersedia bertunangan dengan Kak Vanessa ya gue terima terima aja karna gue anggap itu kebahagiaan kakak gue" balas Fani


"Ga ada apa-apa..udah sore Fan gue mesti ke Bar dulu,gue pake ojek online aja Fan" pamit Dyandra


"Iiihhh..ikut makan malam disini dong ntar gue pamitin ke Om Andy ya..ya..plis" pinta Fani


"Gue ga enak sama bu Marta Fan ntar dia...mmm..." jawab Andra terbata bata


"Gue suruh Om Andy pecat tuh perawan tua,ga bisa jaga mulut makanya ga laku laku..kelakuan sesama perempuan kok gitu sih sok tau sama kehidupan orang padahal lu baru juga ketemu kakak gue" jawab Fani penuh emosi

__ADS_1


"Jangan Fan kita kan ga tau kalau ada keluarga yang bergantung pada Bu Marta klo dia dipecat gimana Fan,mungkin juga dia punya pengalaman menyakitkan yang membuat dia trauma Fan" jelas Dyandra


"Ga semua orang hidupnya seberuntung lo Fan" batin Dyandra.


"Oke abis makan malam gue anterin,gue minta izin Kak Anto lu telat gitu..plis ya" pinta Fani


Di lantai bawah Bi Inah menyuguhkan Jus Mnagga buatan Dyandra kepada seluruh anggota rumah saat semua sedang bersantai menunggu makan malam bersama dan sekalian menunggu keluarga Argawijaya yang akan berkunjung dan mendiskusikan perihal pernikahan Stevan dan Vanessa


"Siapa yang bikin Jus mangganya Bi?" tanya Nyonya Besar Sophia


"Kenapa ma?.ga enak ya ma?. bentar Rita buatin yang baru" jawab Mami Rita


"Justru ini enak banget,manis dan kental" jawab Nyonya Besar


"Liat tuh Papa mertua mu udah 2 gelas loh sama Stevan" lanjut Nyonya Besar Sophia


"Iya ya Bi siapa yang bikin ya" tanya Mami Rita


"Hhmmm...Non Dyandra Nyonya temennya Non Fani" jawab Bi Inah sambil menunduk


"Semanis bibirmu dan semanis senyummu Dyandra,malam ini aku akan memutuskan untuk segera memilikimu" batin Stevan


Stevan membuang nafas yang berat,dia tau bahwa dia akan berhadapan dengan Keluarga besar Argawijaya namun demi bibir manis itu dia akan berjuang menghadapinya


"Hhmm..masih muda ya gadis itu tapi cekatan juga didapur" kata Nyonya besar karena sebelum dia naik keatas beberapa jam lalu matanya menangkap Dyandra yang mau membantu para pelayan didapur


Mami Rita menangkap sinyal bahwa mertuanya menyukai Dyandra namun saat ini Dyandra bukanlah siapa siapa di keluarga ini dan dia pun masih merasa bahwa Dyandra hanya teman biasa buat Fani putrinya


"Hai semua" Fani menyapa dari atas tangga yang akan turun bersama Dyandra menuju ruang keluarga


Semua mata menatap Fani dan Dyandra keatas dan "Degggg" betapa terkesimanya Stevan melihat penampilan Dyandra yang berbalut dress peach diatas lutut dengan A-line dibawahnya wajahnya dipoles tipis namun jelas makeup Fani yang dipakai adalah high end aka premium sehingga walau tipis namun tetap terlihat nyata diwajah hitam manisnya


Flasback on

__ADS_1


"Fan..jangan pakai gaun ahh..kemeja sama celana ini aja udah cukup fan" tolak Andra saat mereka diatas tadi


"Iihhhh udah ah gue pinjemin ni dress buat makan malam loh manis karena malam ini kita bukan mau pergi kuliah Dyandra Karenina" balas Fani


"Aku malu lohh Fan ni dress nya kependekan trus ni belahan dad*nya turun banget lohh" risih Dyandra


"Siapa suruh punya melon ukuran semangka" jawab Fani malas


"Aset ni loh Fan..aset berharga yang bisa buat melek 7hari 7 malam Stephani Putri Max" balas Dyandra


"What???.gile bener bikin melek 7hari 7 malam auss dong ntar onderdil abang dek" jawab Fani sambil tertawa lepas


"Pake pelumas bang" balas Dyandra


"Oli kali dek" balas Fani


Hahhhahhaa..Dan mereka pun tertawa hingga kram perut karena joke joke mes*m yang mereka ciptakan sendiri ya mereka kan bukan anak kecil lagi yang ga paham soal hal hal berbau dewasa


Flasback off


Mata Stevan tak lepas dari menatap gadis hitam manis tersebut dan saat mereka sudah sampai dibawah Stevan dibuat kikuk oleh Nyonya Besar saat dia menyenggol lengannya sambil bermain mata sepertinya Nyonya besar sudah paham dengan keadaan Stevan sekarang


"Pantes aja dirimu bingung dengan keputusan pertunanganmu cucuku,karena gadis ini masih lebih baik dari Vanessa" batin sang nenek


"Sepertinya akan ada sedikit keributan nanti" batin sang nenek karena dia yakin bahwa Stevan akan membatakan pertunangannya malam ini


"Hhmmm..sepertinya ada yang terlewatkan olehku terhadap putraku saat ini" batin Mami Rita


"Ada apa dengan Dyandra?.siapa gadis ini?.aku harus cari tau"batin Mami Rita


"****" onderdil abang bisa auss ni sama sabun dek"batin Stevan mengumpat melihat gundukan kemb*r yang menggoda itu


"Huuffttt..gue aja yang ga punya perasaan apa apa bisa tergoda gimana Tuan Muda ini" kata Tian

__ADS_1


"Now I get you boy" batin Kakek Scott sambil smirk nya keluar dilihat oleh Hans yang paham kemana arah pikiran sang majikan


__ADS_2