
"Kau rasakan bagaimana jika berurusan denganku Dyandra.hahhahhahaha" ucap Vanessa sambil tertawa puas didalam mobilnya
Dia sengaja menunggu lama baru kembali ke tempat kejadian kecelakaan berharap perempuan itu mati. Namun yang tidak disangka Vanessa adalah Dyandra sudah dibawa kerumah sakit oleh Mang Asep supir plus tangankanan Papi Danny yang sudah diperintahkan Papi mengikuti Vanessa
Saat Vanessa kembali dia sudah tidak melihat sebuah kejadian kecelakaan disana. Bersih tanpa ada noda darah maupun pecahan kaca bekas kecelakaan dari mobil yang menabrak Dyandra tadi. Dia tidak mengetahui jika Dimas dan anak buahnya sudah membersihkan tempat kejadian perkara untuk menutupi kejahatan Vanessa anak majikan mereka
"Bren***k kenapa hidupmu selalu beruntung bahkan malaikat maut pun tidak mampu menjamaahmu,kupastikan kau mati Dyandra" teriak Vanessa. Diujung jalan didalam sebuah mobil mewah seorang ayah mengeluarkan airmata dari ujung matanya menatap sang putri yang seperti kerasukan berteriak ditengah jalan
Restoran B
Siang ini entah mengapa Stevan tidak fokus pada pembicaraan antara kakeknya dengan Pak Alfian padahal ini pembahasan serius tentang pembuatan gedung baru untuk fasilitas laboratorium tapi Stevan sama sekali tidak bisa fokus sesekali dia melirik ponsel miliknya
Tak lama Tian tergesa gesa datang dan membisikkan sesuatu ke telinga Stevan dan Stevan permisi ke kakek dan Pak Alfian
"Ada apa Tian?" tanya Stevan cemas
"Kuharap kau tenang dan jangan emosi dulu" balas Tian
"Ya ada apa?" tanya Stevan
__ADS_1
"Nona Dyandra kecelakaan dan sudah dirawat di rumah sakit" jelas Tian
"Kau serius Tian?,dimana dia dirawat?" emosi Stevan memuncak sambil menarik kerah leher baju Tian
"Dirumah sakit B" jawab Tian
"Pindahkan Dyandra ke rumah sakit keluarga dan siapkan dokter terbaik,sekarang siapkan mobilku Tian" perintah Stevan melepas baju Tian
"Sudah siap mobilnya bos dan anak buah kita sedang disana menyiapkan pemindahan Nona Dyandra ke Gracias Hospital Max" jawab Tian
"Aku kedalam pamit pada kakek dan paman Alfian,siapkan sopir segera menjemput kakek kemari" perintah Stevan
"Siap bos sedang dijalan" jawab Tian
Setelah pamit Tian bergegas melajukan mobilnya ke rumah sakit pribadi keluarga Max. Terlihat para dokter dan suster disana sibuk menunggu kedatangan sang pemilik rumah sakit ini sampai. Desas desus bahwa pemilik rumah sakit ini muda,ganteng dan masih belum menikah membuat para wanita berbaris paling depan menyambutnya.
Tak lama mobil ambulans dikawal 1 mobil sedan hitam berada dibelakangnya tiba duluan lalu disusul Mercedes Benz keluaran terbaru dibelakangnya. Stevan turun menyambut ambulans yang membawa tubuh lemah Dyandra yang belum sadarkan diri efek syok tadi
Melihat aksi yang mengharukan itu para wanita yang sudah menunggu histeris dan makin terpesona pada Stevan dan mulai bermimpi andaikan merekalah wanita yang didalam ambulans tersebut
__ADS_1
Sesampainya diruangan gawat darurat Stevan dan Tian tidak boleh masuk karena dokter spesialis yang sudah disiapkan Tian sedang menangani Dyandra
"Dari mana kau tau Dyandra kecelakaan Tian?,bagaimana dengan pengawal yang sudah kuperintahkan tadi pagi?" tanya Stevan dengan mata melotot tajam
"Dugaanku dia dicelakai seseorang bos,seseorang menghubungiku mengatakan bahwa ada kecelakaan di jalan A namun korban sudah djbawa kerumah sakit dan untuk pengawal tersebut sedikit terlambat datangnya karena kejadian ini adalah tadi pagi kita masih berada di Mansion dan kau baru saja memberi perintah itu " jawab Tian
"Ada yang mau cari ma*i berurusan denganku Tian,hhhmmmm...awas saja jika kudapat otak pelaku dan pelakunya sekalian" sahut Stevan dengan penuh emosi
"Kalian membangunkan kobra yang telah lama mati dari dalam diriku" kata Stevan dengan rahang mengeras
"Cari tau semuanya Tian,semuanya..mereka yang berani menyakiti orang orang yang kusayangi akan hancur sehancur hancurnya" lanjutnya sambil tangannya memukul tembok dengan keras
Terdapat 2 pasang mata yang memperhatikan gerak gerik Stevan dan Tian dari jauh dan mereka pun menjadi takut melihat wajah mengerikan seorang Stevan Maxmiliano. Mereka tau siapa Stevan dan teman temannya,jika mereka bertindak maka dipastikan sebentar lagi kejahatan Nona muda mereka akan ketahuan dan mereka semua akan dikejar serta dihabisi oleh Stevan dan teman temannya
Mata mata yang mengikuti Stevan dan Tian melaporkan pada Dimas lalu Dimas pun melaporkan kembali pada Papi Danny. Apa yang ditakuti papi Danny terjadi bahwa Stevan akan memimpin geng Kobra mengobrak abrik anak buahnya dan dipastikan akan ada tumpah darah disana
"Sebaiknya Tuan menemui Tuan besar Argawijaya agar bersilahturahmi dengan Tuan besar Max,biarkan para Tetua didunia mafia itu memutuskan Tuan" saran Dimas
"Jika aku menemui Papa Arga karena sebuah masalah yang diakibatkan percintaan anak muda dipastikan dia akan menertawai dan merendahkanku Dim" balas Papi Danny
__ADS_1
"Daripada kita cari ma*i melawan geng kobra Tuan,biar mereka anak muda Tuan tapi belum tentu anak buahku sanggup melawan mereka ber 5 dengan kekuatan anak buahnya" balas Dimas
Ya geng kobra itu adalah Stevan Maxmiliano,Kristian Sebastian,Aldo Suherna,Anto Hardita dan Edo Morgan. Jika menyentuh salah satu dari mereka berarti lawan benar benar cari ma*i dan siap diobrak abrik kehidupannya