
Stevan masih sempoyongan kembali ke ruangan VVIP No 1 sambil memegang kepalanya yang sudah pusing mengingat tubuh Dyandra dalam pelukannya tadi
"Kemana lu Van gue cari kemana mana ga ada ke toilet juga ga ada" Tian datang menghampiri tubuh Stevan yang semakin goyang
"Gue cabut ya bawa Stevan" pamit Tian
Dibanding yang lainnya Tian memang tidak suka dunia malam seperti ini tapi dia tetap datang untuk ngumpul bersama sahabat-sahabatnya namun tidak ikut sampai mabuk alkohol.
"Ayolah Tian segelas lagi" sahut Edo bos kapal minyak itu yang paling keras soal minum minuman.
"Ni gue bentar lagi bakal ditelfon Mami Rita nyariin anak ini,haaaddehhhh" dumel Tian sambil menggendong tubuh Stevan
Semua paham sifat Tian yang tidak biasa minum banyak walau bisa tapi dia tidak pernah sampai mabuk berat jadi mereka tetap menghargai pilihan Tian dan mereka bersyukur diantara berlima ada yang bisa menjadi supir saat ada yang sudah mabuk berat seperti sekarang ini Stevan dan Anto sedangkan Edo dan Aldo masih bisa berdiri sedikit tegak walau goyang juga
Tian akan mengantar Anto dulu ke rumahnya yang tidak jauh dari Bar Lovely baru ke Mansion Max
Ditempat lain Dyandra mengumpat berkali kali kepada dirinya yang tergoda ikut permainan Stevan dan memberikan ciuman pertamanya kepada Tuan muda sombong itu. Dia akan membersihkan bibir bekas sentuhan Stevan namun saat meraba bibirnya kembali adegan panas itu diputar kembali diotaknya. Betapa bodohnya dia terbawa suasana saat itu tubuhnya tidak bisa menolak sentuhan demi sentuhan dari Stevan sampai Dyandra tidak menyadari dia telah mengeluarkan lenguhan lenguhan seksi
"Uhhh..eehhh..uuuhhhh" Dyandra menutup mata dan merasakan gerakan tangan dipinggang
"Ehh..anak baru lu sakau ya" Salsa mengejutkan Dyandra
Spontan Dyandra meloncat kaget melihat si trio macan sedang didepannya saat ini. Dyandra merasa seperti pela**r sesaat tadi ohh dia malu sekali
"Ehh,lu pake susuk atau apaan sih kok sampe para pria mapan kelas atas itu selalu nyari elu dan cuma mau pelayanan dari lu ha" gantian Dina maju sambil menarik rambut Dyandra
"Sakit" bentak Dyandra sambil menarik tangan Dina dan memplintir ke belakang dan saat ini dia teriak kesakitan memohon melepaskan tangannya
"Bukan urusan kalian,jangan coba coba sentuh gadis timor atau kalian akan menyesal nanti" tegas Dyandra sambil mencampakkan tangan Dina
"Si*l " umpat Salsa sambil memukul angin
"Awas lu Dyandra pasti suatu saat gue bisa merobek mulut pedas lu itu" dendam Salsa
__ADS_1
Mansion Max
"Astaga Kak kok sampe ga sadar gini sih kak" Mami Rita menerima tubuh Stevan dari tubuh Tian
"Tian,terimakasih..kamu tunggu sebentar ada yang mami mau omongin sama kamu" sahut Mami Rita
"Ya mam Tian tunggu disini" jawab Tian
Karena mereka sudah bersahabat dari sekolah maka mereka terbiasa memanggil orangtua sahabatnya dengan panggilan yang sama
"Kak udah makan?" tanya Fani mengejutkan Tian
"Ehh..mmm..Udah Fan,kok belum tidur udah mau tengah malam" tanya Tian gugup
"Ngerjain tugas kuliah kak" jawab Fani
"Oh ya kak gimana Andra tadi apakah dia baik baik saja aku telfon ga diangkat terus kak,aku kuatir" tanya Fani
"Nanti kakak cari tau ya..Fani bobok gih besok kan kuliah" kata Tian sambil mengacak acak rambut Fani
"Kau sudah tumbuh besar Fan dan tambah cantik" Batin Tian sambil senyum malu malu
"Tian..halo Tian.." Mami Rita memanggil sambil menepuk bahu Tian
"Eh iya maaf mam" sahut Tian
"Duduklah Tian ada yang mau Mami omongin"
"Mami mau kau jadi Asisten Pribadi Stevan,kau memang sengaja Mami tempatkan selama 3th di Wakil Direktur Keuangan karena Mami mau siapkanmu untuk menjadi Asisten Pribadi Stevan nantinya" terang Mami Rita
"Kau telah menguasai seluk beluk keuangan Max Grup dan tau betul bagaimana cara Papi Stanford
bekerja dulu dengan ayahmu"
__ADS_1
"Jadi kaulah kandidat yang pas menjadi Asisten Pribadi Stevan. Mami tidak mudah untuk mempercayai orang baru Tian. Ini bukan permintaan tapi sebuah perintah Tian,mulai besok kau telah sah menjadi Asisten Pribadi Stevan. Datanglah setiap pagi supaya kita bisa sarapan bersama sama atau kau bisa tempati salah satu kamar di Mansion ini kapan pun kau mau" kata Mami Rita sudah cukup jelas
"Tian ga bisa meninggalkan Mama Rosa sendirian mam jadi biarlah setiap pagi Tian datang kesini menjemput Tuan Muda Stevan" jawab Tian
"Ahh..kau ini sahabat sendiri disebut Tuan Muda,terimakasih Tian..mau tidur disini atau mau pulang?"tanya Mami Rita
"Ga mam Tian pulang saja" sambil mencium punggung tangan Mami Rita Tian pamit pulang
"Selamat malam mami"
"Ya Tian hati hati dijalan sudah tengah malam"
Mami Rita kini tenang menyerahkan Asisten Pribadi ke Tian,menempatkan Tian di Divisi Keuangan adalah pilihan cerdas Mami Rita agar kelak bisa menjadi rekan kerja Stevan jika Papi tidak ada. Entah kenapa saat itu Mami langsung tertarik dengan kepribadian dan kecerdasan Tian
Di Kost Dyandra
Pukul 01.30 Dyandra sudah pulang dan tiap tengah malam ada mobil kantor yang mengantar untuk para karyawan wanita namun sesampainya di kamar malah tidak bisa tidur, dia selalu mondar mandir dikamarnya sambil sesekali menyentuh bibir nya sisa pagutan panas di toilet wanita tadi
"Dasar Pria mesum jahat,dia selalu berhasil melecehkanku berkali kali" desah Andra
"Aku harus jauh jauh darinya,ohh Nana cepatlah pulang aku sudah tidak sanggup di pelayanan lagi" tanpa Andra mau airmata telah lolos turun mengingat kejadian beberapa hari ini sejak pertemuan mereka
"Apakah rencanaMu Tuhan mempertemukanku dengannya,kami bagaikan langit dan bumi. Dia pria tampan sempurna, mapan dan sukses luar biasa sedangkan aku hanya gadia desa yang berkulit hitam dan orangtua hanya pedagang kelontongan ditambah pekerjaanku yang dianggap rendah
"Ibu, bapa..Andra kangen..peluk Ibu..uuuhhh...Andra lelah bu" Andra pun terisak menangs dan akhirnya tertidur
Mansion Max
Didalam kamar mewah seorang Pria setengah sadar berusaha untuk bangun namun kepalanya sangat berat akhirnya dia berbaring kembali menatap langit langit kamar Ingatannya kembali ke beberapa jam lalu di toet wanita. Dia tersenyum mengingat dan sesuatu dibawah langsung mengeras butuh dilepaskan
"Oohh **** Dyandra" kesal Stevan
Dengan berat dia menuju kamar mandi untuk menuntaskan hasrat adiknya yang sudah mengeras ssmpurna dibawah sana
__ADS_1
Dengan membayangkan bibir pink,da*a montok dan lesung pipi itu Stevan menyelesaikan solo karirnya dibawah derasnya air mandi dari shower