
Adegan 21++ harap dengan bijak dalam membaca
Bar Elite yang mewah dan megah ini memang sangat menjanjikan dalam bekerja. Beberapa kali Dyandra ditawarkan rupiah yang menggiurkan untuk sekedar melayani minum atau minimal gr*pe gr*pe dikit dari para hidung belang yang jelas jelas kesini membawa kartu unlimited berarti harta yang tak akan abis abisnya kecuali bangkrut total namun Dyandra tidak tertarik. Dia berencana membangun desanya di Kupang Nusa Tenggara Timur selesainya kuliah dia akan kembali dan bekerja dikampung halamannya bersama kedua orangtuanya lagipula dia kini anak satu satunya setelah saudara lelakinya meninggal kebetulan ada paman Dyandra yang bekerja di kelurahan yang membutuhkan tenaga Spesialis kejiwaan untuk ditempatkan di biro pelayanan Ibu dan anak karena maraknya kasus pelecehan se*sual pada anak dibawah umur di desa itu.
Dyandra yang lembut dan keibuan sangat menyukai pekerjaan tersebut dan biaya semesteran kuliah pun dia mendapat beasiswa penuh sampai lulus saat Gracias International College sedang membuat kompetisi seni di sekolah Dyandra dulu namun untuk biaya lain lain yang berkenaan dengan kuliahnya dan biaya hidup dia harus pandai dalam membawa diri mencari kerja. Andai dia tau siapa pemilik Yayasan tempat kampus dia menuntut ilmu.
"Huuuffttt..lelah sekali hari ini" keluh Dyandra
"Hai Ndra,balik yok" ajak teman officenya yang juga baru akan pulang,mereka biasa pulang bersama.
"Yok ahhh..udah mau ujan lagi" jawab Dyandra
Dyandra memang dekat dengan anak anak office di bar karena dia ramah dan mau membantu jika anak anak sedang ada masalah padahal dia sendiri juga masalahnya ga selesai.
Diantara gelapnya malam dua insan yang berboncengan motor menjadi perhatian sepasang mata yang mengikuti mulai dari bar tanpa mereka sadari sedari tadi lampu kendaraan yang mengikuti mereka membantu penerangan jalan yang dilewati motor tersebut. Sampailah mereka di kost Dyandra,tiba tiba helm Dyandra tidak bisa dibuka sepertinya macet klipnya atau tersangkut rambut
"Maaf kubantu ya Ndra" izin sang pria pada Dyandra
"Sini gua bukain" sebuah tangan menghempas tangan si pria tadi dan menghadapkan wajahnya ke Dyandra mencoba membuka helm yang terpasang dikepalanya. Dyandra melotot tidak percaya melihat wajah pria yang membantunya yang kini hanya berjarak beberapa centimeter itu
Wajah mereka begitu dekat hingga nafas sang pria yang membantu melepas helm tersebut terkena ke wajah Dyandra,harum mint dan bau tubuh pria ini khas dan memab**kan buat Dyandra.
__ADS_1
"Ini helmnya pergi dari sini dan jangan lagi mengantar atau menjemputnya pulang,paham" pria itu melakukan penekanan
"Maafkan saya Tuan Muda Stevan,saya undur diri" pria itu menunduk takut pada pria yang ada dihadapannya ini
"Ooo Tuhan mati aku" batin si pria
Dyandra buru buru balik badan dan membuka pintu dengan kuncinya,dia berniat langsung masuk dan mengunci diri didalam namun dia kalah cepat dengan Stevan yang sudah berada didalam kamarnya
"Hmmm..nyaman dan wangi" kata Stevan
"Tuan lebih baik Tuan pulang sekarang saya mau beristirahat" jawab Dyandra
Mana mungkin dia menerima calon suami orang didalam kamar kostnya sekarang,bagaimana kalau dia digebrek warga dan satpam komplek bisa gawat urusannya. Dyandra berusaha melepaskan diri dari tubuh Stevan namun dia kalah kuat dari tenaga pria itu
"Biarkan begini dulu manis sebentar saja,kumohon Dyandra" ucap Stevan pelan
Dia membutuhkan gadis manis ini untuk menenangkan hati dan pikirannya dari segala kekalutan yang terjadi belakangan ini entah kenapa langkah kakinya tadi menuju Bar Lovely dan menunggu sedikit lebih jauh dari parkiran Bar agar mobilnya tidak dikenali oleh siapapun sampai Dyandra pulang namun dia tidak berani turun. Tian yang mengetahui bahwa Tuannya keluar dari Mansion pun mengikuti pelan pelan dan tanpa terlacak Stevan dan sekarang pun dia berada tak jauh dari kost Dyandra menunggu sang Tuan muda itu pulang
Jantung Dyandra mulai tak karuan dia berusaha mengendalikan diri dan menggigit bibirnya agar tidak meloloskan tingkah gilanya kali ini
"Mmmm..Tuan tolong lepaskan saya atau saya akan menjerit sekuatnya dari sini..disini tidak ada yang kedap suara Tuan atau mau saya lumpuhkan pusaka sakti Tuan" bisik Dyandra lembut namun tegas tapi sangat berbeda didengar di telinga Stevan
__ADS_1
"Menikahlah denganku Dyandra Karenina" ucap Stevan setelah melepas pelukannya dan menatap mata coklat itu penuh harap
Dyandra memutus tatapan mata itu dengan membuang wajahnya namun semburat merah di pipinya tak bisa dia tutupi
"Aku suka sikap malu malumu nona manis" ucap Stevan sambil mencubit pipinya gemas
"Bukannya Tuan sudah tunangan dan akan menikah minggu depan" Andra melepaskan diri dari Stevan sejauh mungkin
"Duduklah dulu Dyandra ada yang mau kuberitahukan" jawab Stevan
"Sudahlah Tuan pulanglah tunangan anda menunggu dan Tuan bilang waktu itu bahwa saya tidak pantas buat Tuan, untuk apa Tuan kemari mencari saya?" jawab Dyandra hampir menangis
Stevan langsung maju dengan cepat dan Dyandra pun mundur namun naas baginya dibelakangnya lemari pakaiannya
Dan Stevan pun menyambar bib** manis itu dan melu**tnya dengan kasar, dia kesal dengan ucapan yang keluar dari benda nan mema**kan itu
Dirasa Andra mulai kehabisan nafas Stevan melepas sebentar dan melanjutkan lagi, Dyandra mengutuk dirinya yang menikmati permainan Stevan hatinya menolak tapi tu**hnya menuntut lebih karena itu kini Stevan mulai memperlakukan dengan lembut dan Dyandra pun terhanyut dan mulai membalas dengan lembut pula entah kenapa dia sulit menolak padahal kala dia bersama pria lain Dyandra sangat menjaga jarak dan menjaga sikap begitu juga dengan Stevan waktu bersama Vanessa hanya mengecup tanpa ada getaran lain
Namun tiba tiba kesadarannya timbul dan melepas pagutan itu serta memutar tubuhnya membelakangi Stevan dengan sigap Stevan menarik pinggang itu dan memeluknya dari belakang. Dyandra yang berusaha melepaskan diri akhirnya menyerah diam saja
"Terimakasih membalasku tadi manis dan biarkan begini dulu Andra agar emosimu turun dan kita bicara baik baik manis" bisik Stevan ditelinga Dyandra. Dyandra menutup mata dan berusaha menetralkan hati dan pikirannya menghadapi pria dibelakangnya ini
__ADS_1