
Ashari sedang berlari kecil hari ini dia ingin menemui seseorang yang telah membuat janji dengan nya, " maaf om telah menunggu lama."
pria paruh baya itu mempersilahkan anak muda ini duduk di kursi pas menghadap ke arah nya , ia sengaja membuat janji dengan Ashari karena melihat anaknya yang nyaman dengan lelaki muda ini malam itu.
"maaf om sudah mengganggu waktu mu nak"
"tenang om pekerjaan ku telah selesai tidak mungkin aku makan gaji buta" canda Ashari pada papa Diani.
"maaf sebelumnya om ingin bertanya sedikit pribadi jika kamu tak keberatan " papa Diani memulai pembicaraan.
"silahkan om " jawab Ashari.
"apa kamu dan Diani memiliki hubungan ? tanya papa Diani
Ashari bingung bukannya Diani sudah memiliki calon suami apa papa Diani akan mengintrogasi dirinya , atau menuduh Ashari ingin mengacaukan pertunangan Diani.
"maaf om aku dan Diani hanya rekan kerja nggk lebih " jawab Ashari tegas, dia menyembunyikan bahwa dia memang suka pada Diani.
seketika raut wajah papa Diani berubah seperti terkena petir di siang bolong, rupanya dia kecewa kiranya Ashari akan membuat anaknya melupakan Erik rupanya hanya rekan kerja.
__ADS_1
"oh hanya rekan kerja " kata papa Diani sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"maaf om saya tak ada niat menggangu hubungan Diani dan calon suaminya om jangan khawatir " kata Ashari
papa Diani yang mendengar penjelasan Ashari terheran dan mengaga sampai mulutnya ia rapatkan dan tertawa kencang,
hahahaha
Ashari heran melihat sikap kocak papa Diani
" apa Diani pernah bilang dia sudah punya calon suami padamu" ucap papa Diani sambil tertawa .
Ashari tak menjawab hanya salah tingkah saja.
" maaf om memojokkan mu sebenarnya memang benar Diani telah memiliki calon suami , Ashari yang mendengar itu seakan patah hati yang kedua kalinya pertama karna Diani yang mengucapkan nya , kedua ayahnya.
"sabar ya, jantung dan hatiku masih kuat" kata Ashari dalam hati.
"Namun calon suami Diani meninggal karena kecelakaan pesawat Diani susah melupakan nya karena mereka tinggal sedari kecil di rumah yang sama yaitu sepupunya sendiri."
__ADS_1
Ashari yang mendengar itu seakan mendapatkan lampu hijau dari papa Diani , Ashari senang tak terkira .
" om minta maaf om kira kamu punya rasa pada Diani karena om lihat semalam obrolan kalian sangat nyaman, om senang melihat Diani tersenyum kembali.
"maaf om sebenarnya aku punya rasa pada Diani tapi Diani seakan menutup diri dia sibuk dengan dunianya sendiri tanpa dia tau bahwa Aku nyaman di sampingnya."
"om tau kamu lelaki baik dan dari keluarga yang baik om percaya kamu akan bisa memasuki sedikit celah hidup Diani , om tau Diani nyaman juga bicara sama kamu hanya butuh sedikit tahapan agar Diani mampu melupakan Erik dan mengganti sosok itu menjadi dirimu jika kamu mau berusaha mendekatinya, Diani anak yang baik hanya saja karena kehilangan sosok mama dan Erik di tahun yang sama membuat Diani terpukul "
" oh jadi ceritanya seperti itu om kenapa Diani selama ini terus bersedih seperti Diani hidup masa sekarang tapi pikiran Diani hidup pada masa lalu , diani hanya butuh kasih sayang yang lebih, dan suport yang lebih karena Diani merasa sendiri di masa ini maka dia selalu ingin hidup pada masa lalu dimana masa itu terasa bahagia dalam hidupnya"
kini Ashari mengerti langkah apa yang akan di coba mendekati Diani ,
papa Diani dan ashari berpisah siang itu dan mereka kembali pada aktivitasnya masing masing.
POV. Ashari .
sungguh menyedihkan jadi Diani , seorang yang hidup enak sedari kecil tanpa mikirin susah sekali di kasi susah langsung semua hidupnya ia rasa terhenti sampai sekarang ia mencoba menghidupkan masa lalu nya seperti orang yang memiliki kepribadian ganda tapi dia tidak menampakkan itu .
wanita hebat , sangat hebat dia mampu melewati masa sulitnya sendiri.
__ADS_1