
hari ini kedua orang tua Mita akan bertemu dengan Bu hikmah untuk membahas lelaki yang meminang Mita.
Diani dan Azhari menuruni tangga rumahnya dan bergegas berangkat mengunjungi ibu dari Ashari beserta ayah tirinya, tak membutuhkan waktu yang lama mereka sampai di depan rumah Bu hikmah.
Bu hikmah pun terkejut karena tak mendapatkan kabar dari anaknya yang akan datang bertamu.
"tumben kalian datang kemari apa Ada hal penting, ayo masuk dulu kebetulan mama masak yang banyak tunggu di sini dulu ya Mama panggil papa dulu".
"eh ada tamu apa kabar kalian cucu kesayangan opa mana?, ayo mari kita makan lalu kita berbincang-bincang ya sudah lama kami merindukan kalian.
mereka mahal kan dengan lahap menikmati hidangan yang telah disiapkan oleh Bu hikmah tak ada pembicaraan di saat makan hingga pada akhirnya makanan pun habis mereka lahap.
Diani dan Azhari beserta kedua orang tua Azhari sedang duduk bersama di ruang keluarga dan kini Azhari memulai pembicaraan membahas tentang Mita yang akan dipersunting oleh lelaki pujaannya.
"maaf mah sebenarnya tujuan kami kemari yaitu untuk membahas ada lelaki yang akan mempersunting Mita, lelaki itu juga bekerja di rumah sakit kita sebagai dokter tapi sayangnya dia seorang duda beranak satu istrinya meninggal di saat melahirkan Putri kecilnya "
Bu hikmah pun terkejut mendengar cerita sang anak rupanya cucunya sekarang menjadi gadis yang dewasa karena telah ada lelaki mempersuntingnya.
"sepertinya Mama ingin menangis meskipun Mita tidak terlahir dan rahim menantu mama tapi Mama sudah menganggapnya seperti cucu sendiri karena itu Mama memberikan rumah sakit itu untuk Mita. mama senang sekarang telah ada lelaki yang akan mempersuntingnya dan semoga mereka bahagia".
Diani dan Ashari terkejut mereka tak menyangka bahwa Bu hikmah menerima keputusan ini dengan lapang dada biasanya Bu hikmah akan meraung-raung jika yang menikahi cucunya adalah dokter biasa saja rupanya tidak hikmah memang Oma yang baik untuk Mita.
__ADS_1
"kapan lelaki itu akan menemui kita untuk mempersunting gadis kecil yang selama ini kita banggakan dan kita sayangi kata Bu hikmah.
ada perasaan lega yang dipikirkan Diani selama ini rupanya mertuanya sudah berubah tak lagi mengekang sang anak meski Mita bukan anak kandungnya tapi Mita sudah menjadi bagian dari keluarga Bu hikmah .
"kalau begitu kami permisi dulu ya mah lusa kami akan hubungi lagi jika lelaki itu datang mempersunting cucu mama.
Dian dan Ashari melambaikan tangan kepada kedua orang tuanya dan menaiki mobil dan bergegas beranjak pulang ke rumah mereka, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar termasuk pembahasan keluarga ini.
Diani dan Ashari melangkah masuk ke dalam rumah, dan melihat Mita yang sedang memasak di dapur bersama bibi kebetulan hari ini adalah hari Minggu rencananya tadi Mita ingin ikut ke rumah Omanya tapi Ashari melarangnya karena Ashari belum tahu reaksi mamanya jika membahas Mita yang akan menikah.
tanpa mita sadari ibunya telah berada di belakangnya dan merangkulnya dari belakang, Mita pun terkejut karena mamanya sudah pulang dan raut wajah sang ibunda pun sangat bahagia minta sudah menebak bahwa Oma Ima adalah Oma yang paling the best di dunia ini meski wataknya keras tapi hatinya sangat baik.
lihat saja dari caranya memperlakukan Mita yang bukan siapa-siapa sehingga ia memberikan rumah sakit itu untuknya padahal Mita bukan cucu kandungnya.
"Alhamdulillah na omahmu tidak mempermasalahkan Rangga yang hanya dokter biasa di rumah sakit kita, besok lusa kamu kabari keluarga Rangga untuk datang kemari dan membahas hubungan kalian.
"assalamualaikum mas aku hanya ingin memberitahukan bahwa esok lusa mama meminta mu datang untuk membawa kedua orang tuamu untuk membahas hubungan kita.
beberapa hari belakangan ini dia nih sudah tidak lagi datang ke rumah sakit karena sedang mempersiapkan acara lamaran di rumah mereka.
hari yang ditunggu telah tiba keluarga Rangga datang membawa seserahan dan akan membahas tujuan Rangga mempersunting Diani.
__ADS_1
Diani yang sedang di make up di kamarnya ditemani oleh sang ibunda seperti biasa Diani selalu tampil cantik dan mewah siapa sih yang tidak tahu direktur yang satu ini selain cantik dia juga baik hati. namun tak terlepas dari niqab nya.
keluarga Rangga telah tiba di rumah Diani, Rangga yang dari tadi celengak -cilenguk mencari keberadaan Diani dan tak mendapatkannya di manapun matanya memandang.
keluarga Rangga pun memulai pembahasan bahwa niat mereka datang untuk melamar Diani sang pujaan hati anak mereka, Rangga hanya tersenyum malu sambil menundukkan pandangannya.
"saya sangat terharu dengan kedatangan kalian semua terima kasih, tapi saya ingin memberitahukan hal yang sangat penting kali ini bahwa dia ini bukanlah anak kandung kami melainkan bapak yang berada di samping kanan saya ini adalah ayah biologis Diani Pak Reno Hardiansyah.
"saya sudah tahu bahwa dokter Diani bukan anak kandung dari bapak Ashari tapi anak saya sangat mencintai anak bapak dan semoga bisa menjadi ibu sambung dari cucu saya tak lepas dari status anak kami yang seorang duda benar satu seharusnya kami yang malu, karena berani mempersunting cucu satu-satu keluarga Bu hikmah dan seorang direktur muda.
"saya sangat terharu kami tak bisa menekan Diani semua keputusan kami berikan kepada Diani termasuk saya sendiri sebagai ayah biologisnya kata Reno.
Diani pun keluar dan menggandeng sang Putri yang telah memakai baju kebaya dengan niqab yang senada dengan kerudungnya.
mata Rangga tak berhenti memandang Mitha namun setelah Rangga ketahui Mita juga meliriknya dia pun menundukkan pandangannya. dalam hati Rangga Mita belum menjadi muhrim ku aku tidak boleh bersikap kurang ajar seperti ini.
Mita pun kembali menunjukkan pandangannya dan tak berani lagi menatap sang pujaan hati. hanya kedua pihak keluarga saja yang saling bercengkrama dan pada akhirnya ayah biologis mita bertanya kepadanya.
"siapkah kamu nak menjadi istri dari seorang Rangga? dan menjadi ibu sambung yang baik, ayah harap kamu bahagia dan tak mewarisi sikap ayah dan ibumu maafkan ayah selama ini ayah sudah sangat sakit karena tak bisa menyentuhmu meskipun kamu anak biologis ku tapi karena aku tak se nasab denganmu karena itu aku tak bisa memelukmu.
Diani memeluk sang buah hati mewakili sang ayah yang kini menangis melihat putri kesayangannya akan dipersunting oleh lelaki pujaannya.
__ADS_1
begitu juga dengan Azhari yang menangis karena terbayang sosok Mita yang masih kecil sedang menangis dan digendong olehnya pada akhirnya Mita mereka adopsi.