
ruangan hening hanya bunyi detak jam dinding saja yang terdengar yang org lain bisa dengar, beda dengan suara detak jantung Diani .
Diani tak pernah berharap hari ini ada, di mana seseorang datang memberi cinta , sulit sangat.... sulit ketika Diani harus menerima lamaran yang hatinya saja ia tak tau harus berkata apa.
terkadang kita harus di tempatkan pada posisi yang sangat rumit kita masih mencintai seseorang namun cinta itu tidak akan pernah kembali lagi bukan berarti hidup kita harus terhenti saat ini juga.
lama sekali Diani terdiam sampai akhirnya papa Diani mendekat ke anaknya dan papa Diani meyakinkan Diani bahwa Ashari pemuda baik. Diani mengangguk dan menerima lamaran Ashari,
Ashari bangkit dan menyematkan sebuah cincin dari dalam kotak yang sedari tadi ia pegang, rasanya Ashari ingin sekali lompat lompat kegirangan tapi Ashari harus menjaga image nya sebagai seorang dokter.
" jadi bagaimna apakah anak kita bisa kita tunangkan dulu?" tanya dokter hikmah pada papa Diani.
"kalau itu yang terbaik seharusnya kita segerakan." balas papa Diani .
Diani yang hanya melamun sambil berperang dengan hatinya ." apa ini keputusan terbaik ? (tanya Diani dalam hati) Bismillah saja TUHAN tau yang mana terbaik untuk umatnya."
setelah hari pertunangan itu di selenggarakan Diani dan Ashari resmi tunangan dan semakin hari Ashari menunjukkan perhatian, dan kasih sayang pada Diani. mulai dari hal kecil seperti membawa makanan serta memberi hadiah hadiah mewah dan pada hari ini Diani dan Ashari akan membahas masalah pernikahan mereka.
telah Diani ketahui dari papanya Ashari memintanya untuk menikah segera mungkin takut Diani di ambil orang katanya, kata papa Diani tersenyum.
" kamu sudah yakin akan menikahi anak om ?" tanya papa Diani
" insyAllah siap om" jawab Ashari.
beberapa hari berlalu.
rombongan yang di iringi gendang dan suling serta keluarga pengantin memasuki rumah pengantin perempuan membawa seserahan dan mahar yang telah di sepakati.
hari ini Diani menikah dan Ashari .
di kamar Diani penata rias atau MUA telah sibuk sekali mendandani Diani secantik mungkin, di hari bahagianya kali ini benar sekali Diani sangat cantik.
setelah di dandani masuklah Tante Diani dan menggandeng ponakannya menuju meja akad nikah akan berlangsung.
Ashari yang melihat Diani sangat terpukau dan tak bisa berkedip namun pandangannya terhenti saat pak penghulu pura pura batuk dan berkata " belum sah ayo halalin dulu " semua orang tertawa, Ashari salah tingkah Diani duduk pas di samping Ashari dan ayah Diani.
penghulu memulai acara akad nikah hari ini, " saya nikahkan dan kawinkan Ashari bin Anshori dengan seorang wanita yang bernama Diani binti Muhammad Ilyas dengan mahar seperangkat alat sholat dan apartemen di bayar tunai , lalu Ashari menjawab saya terima nikah dan kawinnya Diani binti Muhammad Ilyas dengan mahar tersebut karena Allah .
pak penghulu bagaimna para saksi ??
semua orang : SAHHHHHHHH
__ADS_1
ada haru di hari ini tangis namun bahagia ada ada bahagia namun ada air mata,
Diani tak pernah menyangka akhirnya pangeran berkuda putih meminangnya namun bukan pangeran yang ada dalam mimpi masa lalunya.
Diani tak ingin bersedih, biarlah ini menjadi hari bahagia untuk by dan Ashari semua karena cinta , cinta Ashari ke Diani begitupun Ashari akan berusaha agar Diani membuka hatinya untuk mencintai dirinya.
Ashari dan Diani telah menjadi RAJA DAN RATU SEHARI
mereka berdua lelah sekali menjamu para tamu undangan yang datang turut memberi doa dan restu pada mereka.
" adek capek ?? tanya Ashari yang malu malu, Diani yang mendengar itu juga bersemu malu dan mengangguk. "kita istirahat dulu yuk mas' " ajak Diani.
"yakin beneran mau istirahat" bisik Ashari di telinga Diani. lalu Diani mencubit lengan Ashari sambil tersenyum malu dan beranjak dari pelaminan menuju kamarnya.
"ya, ko aku di tinggalin " Ashari juga beranjak menuju kamar pengantin di rumah Diani ini.
namun baru saja Ashari berdiri di depan pintu dan mengetuk pintu kamar , tetapi terdengar dari dalam Diani teriak "Aku ganti baju dulu" entah kenapa kata kata itu membuat Ashari ingin sekali tertawa " loh bukannya aku udah halal ya lihatin dia buka baju" bisik Ashari dalam hatinya.
pintu terbuka dan terlihat Diani sedang memakai piyama tidur, Ashari berjalan memasuki kamar dan segera membuka baju yang ia kenakan sedari tadi.
"Mau ngapain mas ? tanya Diani .
" bisa nggk aku keluar dulu"
entah kenapa ada yang aneh bagi Diani jika Ashari ganti baju di depannya.
Ashari mendekat dan berbisik di telinga istrinya " aku akan tunggu hari itu datang di mana kamu siap memperlihatkan semua nya" .
lalu Ashari menuju kamar mandi dengan handuk di tangannya.
DEGGGGGHH
bunyi jantung Diani seperti ada getaran aneh pada dadanya.
" plis deh jangan seperti ini apa aku benar benar jatuh cinta pada suami ku sendiri kata kata apa ini" .
Diani masih berperang dengan hatinya, lalu Ashari keluar kamar mandi dengan handuk yang menutupi setengah badannya dan bagian atas terlihat .
" Aaaaaagggghhhhhhh" Diani teriak dan menutup kedua tangan pada matanya" .
lalu Ashari membekap mulut Diani.
__ADS_1
"kamu kenapa sih? jngan teriak teriak nggk enak di dengar orang di luar masih ada kerabat .
" ngapain mas nggk pake baju keluar"
" aku lupa nggk bawa baju ganti, kenapa harus teriak sih kayak lihat setan aja".
" mas juga sih udah tau aku nggk biasaan lihat aurat lelaki sembarangan" kata Diani sambil manyun.
" baru juga lihat bagian atas belum bawah udah teriak gimana kalau lihat yang satu itu" canda Ashari pada Diani
mata Diani membulat dan melotot ke arah suaminya, lalu Diani memukul kecil lengan Ashari .
" sepertinya aku nikahin lelaki mesum deh"
"mesum juga cuma sama kamu karena udah Sah"
" bodoh amat sekarang aku mau tidur jngan ganggu aku mas tidur di sofa aja. ok "
Diani melemparkan selimut dan bantal pada Ashari.
"nasib nasib gini amat malam pertama gue" kata Ashari .
Ashari bersabar dan mencoba menunggu kapan Diani siap untuk memulai rumah tangga yang sesungguhnya.
Ashari mulai membaringkan dirinya diatas sofa membayangkan hari ini adalah malam bahagianya , namun Ashari dia masuk pada hidup Diani yang memang masih belum siap menerimanya.
Ashari melirik Diani yang terlelap mungkin karena kecapean seharian menjabat tangan setiap tamu yang datang, Ashari pun akhirnya bisa menutup mata melewati malam ini dengan status suami dan sekamar meski tak seranjang dengan istrinya.
jam menunjukkan jam 03.25
Diani terbangun, karena ingin sekali buang air kecil Diani melirik ke arah sofa yang ada dalam kamar pengantin ini yang berhias bunga bunga, Diani melihat Ashari yang tertidur meski badannya tak bisa dengan nyaman ia gerakkan ada air mata , yang mengiringi malam ini " apa aku memang tak bisa membuat mu tidur di ranjang yang sama dengan ku, maaf kan aku rasanya aneh saja.
Diani mengusap air matanya dan beranjak berjalan menuju kamar mandi, Diani keluar kamar mandi dan mencari selimut malam ini sangat dingin niat hati ingin memberi selimut pada Ashari namun Diani malam membangunkan Ashari.
" kok kamu bangun dek' ? tanya Ashari yang terbangun karena merasakan ada benda yang mengenai badannya .
" bagaimana kalau mas' tidur di ranjang saja kata Diani , Ashari tersenyum dan terdiam senyum senyum sendiri .
Ashari masih mematung, " bagaimna mas, sebelum aku berubah keputusan kata Diani yang menghentikan lamunan Ashari.
Ashari yang mendengar itu langsung melompat ke sisi ranjang yang di tunjuk Diani, akhirnya mereka tidur di kamar dan di ranjang yang sama.
__ADS_1