PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
EPISODE 16


__ADS_3

Langit cerah suara deru ombak di lautan sana terdengar, kicau burung pun di perbukitan terdengar nyaring bunyinya.


dua pasang kekasih yang halal masih terbalut selimut, yang hangat dan enggan untuk beranjak dari nyaman suasana pagi ini.


sesekali alarm jam berbunyi, pertanda sudah saatnya bangun , kemarin Ashari mengatur alarm jam karena pagi ini mereka akan melakukan snorkeling.


Diani ingin sekali melihat lihat tumbuhan dan hewan di lautan lepas .


"sayang .... ayo bangun katanya mau snorklin knapa nggk jadi sih ? " kata Diani pada Ashari dari tadi Anita terbangun dan membersihkan diri lalu siap snorklin pagi ini dia sangat semangat .


Ashari yang mendengar sayup sayup celoteh sang istri lalu mulai membuka matanya melihat istrinya telah rapi dan siap melakukan snorkeling pagi ini, " udah siap ya tunggu Abang dulu ya mau cuci muka soalnya" .


mereka berdua berjalan beriringan Diani yang dan Ashari yang telah lengkap dengan pakaian dan alat yang akan di bawa menuju tempat snorkeling, mereka menaiki perahu menuju tengah laut, lalu menjatuhkan diri mereka pada tengah laut dan melakukan snorkeling.


" cantik sekali, ada bintang laut, Babi laut, dan juga cangkang serta batu potongan bunga karang yang begitu cantik" . kata Diani


setelah dua jam snorkeling kini hendak mencari makanan " maaf sayang aku lupa baru kali ini kamu menginjakkan kaki di sini maafkan suami mu ini" ayo kita makan dulu"


mereka memasuki resto yang di sediakan dengan lautan yang terbentang jadi pemandangan yang indah .


handphone Ashari berdering...


"Assalamu Alaikum ma"


"walaikum salam


mama hanya ingin bilang 2 hari lagi adalah hari ulang tahun istrimu apa kamu masih lama di sana ? maaf bertanya seperti itu karena mama ingin membuat pesta yang meriah ".


" besok kami akan segera kembali ok ma sudah dulu ya aku sedang makan ma'


" assalamu Alaikum" ucap dokter hikmah dari jauh.


sepertinya sebentar lagi akan hujan bagaimna kalau kita kembali saja ke villa ucap Ashari pada istrinya.


mereka berjalan beriringan seperti pengantin baru pada dasarnya saling melempar senyum, serta bergandengan tangan .


benar kata Ashari hujan mulai turun saat mereka sampai di depan villa dan bergegas masuk ke dalamnya agar tak kehujanan.


aku membersihkan diri dulu kata Ashari pada istrinya yang sedang sibuk mengutak Atik laptop di depan jendela sambil menikmati pemandangan rintik hujan , selalu seperti ini di bulan November hujan menjadi ciri khas bulan

__ADS_1


Ashari keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi sebagian dirinya , Diani yang melihatnya selalu saja terpesona tak berhenti menatap dan melihat sang suami meski telah melihat lebih dari itu.


Ashari mendekati istrinya yang melihat seolah olah ingin melahap dirinya.


"kenapa melihatku seperti ini ?? apa aku ganteng ??"


"Ge Er banget sih mas' org aku lihatin corak handuknya bagus corak burung " kata Diani sambil menunjuk handuk.


" mau lihat corak burung yang lain nggk dek?? Ashari menjahili istrinya.


Diani bergegas lari dan masuk ke kamar mandi meskipun Diani nggk kebelet atau ingin mandi itu cuma karena dia nggk mau lagi di buat kelelahan semalaman benar benar lelah badannya di porak porandakan oleh suaminya .


Diani keluar kamar mandi dan tak mendapati suaminya di dalam villa mungkin Ashari sedang berjalan jalan tapi kenapa, tak mengajaknya pikir Diani.


lalu Diani memilih tidur dan tidurnya ternyata lama sampai pagi dia juga tdk menyadari kapan suaminya pulang .


hari ini mereka akan pulang ....


semua barang dan perlengkapan mereka sudah siap di kerjakan Ashari Diani terbangun dari tidur indahnya dia melihat semua pakaian mereka beres saatnya pulang.


"kita sarapan dan setelah itu cek out"


Diani hanya diam entah apa dia marah atau masih mau di tempat ini.


setelah sampai mereka di jmput oleh papa Diani dan mama Ashari di bandara. mama Ashari telah menyiapkan makanan yang enak untuk mereka.


" apa oleh oleh bernyawa mama jadi nggk ya pa? tanya dokter hikmah pada papa tiri Ashari suaminya.


"mungkin ma'


hari ini mereka menginap di rumah papa Diani dan Diani senang bisa ketemu papa lagi .


"bagaimana keadaan papa? "


"baik nak' kamu juga baik kan.


" kemarin papa udah kontrol lagi dan darah rendah yang papa derita kini sudah mulai membaik .


"sehat sehat ya pa'

__ADS_1


iya nak' semoga papa sehat dan bisa melihat cucu papa nantinya.


Diani yang mengamini doa papanya .


malam ini setelah makan malam papa Diani dan Ashari main catur ,Diani izin minta istirahat di kamar dan Diani kembali mengecek kembali pekerjaannya sebagai dokter umum di rumah sakit milik Ashari.


"tapi aku belum izin mas Ashari apa aku masih bisa bekerja atau tidak," kata Diani


Ashari pun masuk dan melihat sang istri yang sedang menyandarkan kepala di tempat tidur entah apa yang sedang Diani pikirkan malam ini ..


" apa yang mengusik pikiran mu dek ? " tanya Ashari pada istrinya,


mas' apa boleh aku masih bisa bekerja di rumah sakit ? Diani memasang wajah memelas pada suaminya.


" boleh " itu akan memudahkan ku menjagamu karena bekerja di tempat yang sama kecuali, nanti jika ada janin di perut mu ini baru kamu istirahat dan mengurus ku dan anak kita di rumah tegas Ashari .


Diani yang mendengar itu, merasa bahagia karena menemukan sosok lelaki yang sangat dia idamkan selama ini , memang Diani pernah bercita cita jadi dokter ,namun cita cita yang paling Diani inginkan menjadi ibu rumah tangga disaat memiliki suami dan anak dia bisa leluasa mengurus anaknya.


mereka tertidur melewati malam yang berteman kan rembulan .


... sinar mentari memasuki sela gorden pagi ini Diani masuk dan membangunkan suaminya untuk mandi dan sarapan lalu bergegas ke kantor bersama, Diani yang sudah bangun sebelum subuh tadi menyiapkan sarapan dan perlengkapan suaminya tak lupa juga menyiapkan perlengkapan ayahnya yang seorang duda.


mereka bertiga makan di meja makan dan setelah selesai mulai berangkat ke kantor masing masing ayah Diani yang seorang direktur perusahaan kantong plastik, dan Diani serta Ashari di mobil yang sama menuju rumah sakit tempat mereka bekerja, semua para suster dan dokter menyambut mereka rupanya dokter hikmah sudah meresmikan anaknya sebagai pemilik rumah sakit ini.


namun dokter Ashari tetap bersikeras ingin duduk di tempat pemeriksaan poli umum bersama sang istri dia lebih suka bekerja daripada duduk diam di ruangannya.


hari ini Ashari dan Diani memiliki banyak pasien dan itu menyibukkan mereka Ashari yang sekali kali melemparkan senyum pada istrinya begitupun Diani .


jam menunjukkan 11.30


pasien mulai terlihat agak sepi dan sebentar lagi istirahat , Ashari sudah memesan grabfood untuk istrinya dan dirinya hati ini dia akan bersama dengan istrinya di ruangan ini.


Diani yang berjalan menuju toilet karena ingin cuci tangan tiba penglihatannya samar dan jatuh pingsan, Ashari yang baru saja membuka pintu dari mengambil makanan di lobi melihat istrinya, mengangkat dan memeriksanya sepertinya istrinya kelelahan dan harus di pasangi infus .


Diani sudah berada di ruangan VVIP di rumah sakit ini , di pasangi selang infus lalu Diani terbangun melihat sekeliling nya telah duduk papa dan kedua mertuanya serta suami yang selalu memegang erat tangannya.


" kamu hamil dokter Renata sudah memeriksa mu kamu baru hamil 2 Minggu masih terlalu muda sebaiknya kamu tinggal di rumah mama saja ya' ada mama yang mengurus mu.


Diani melirik papanya lalu papa Diani menyentuh tangan putrinya tenang saja di rumah ada bi Lala dia akan menjaga papa jaga kandungan mu baik baik papa senang akan punya cucu .

__ADS_1


terimah kasih nak'


papa Diani mencium kening putri semata wayangnya , mama mu pasti bahagia sama bahagianya papa mendengar ini semua.


__ADS_2