
Rangga hanya mampu memeluk anaknya, begitupun dengan Maya yang menatap ayahnya dengan sendu.
Pada siang hari Rangga mengajak Maya untuk mencari sepedanya ke kedai ditunjukkan oleh gadis cantik itu, setelah sampai di depan kedai Maya pun menunjuk sepedanya dan ternyata sepeda itu sudah bagus Maya senang dan mulai menaiki sepedanya untuk kembali pulang ke perumahan.
"maaf paman siapa ya yang memperbaiki sepeda anak saya? karena saya baru ke sini dan ingin memperbaikinya tapi sepeda itu sudah bagus".
"itu tadi keponakan saya yang mengantarkannya ke sini setelah ia bawa sepeda itu ke bengkel dan menitipkannya kembali ke sini karena ia tahu Pak dokter akan kemarin untuk mengambil sepeda anak Pak dokter.
"oh kalau begitu terima kasih saya titip salam ya kepada keponakan paman saya tidak bisa lama-lama karena saya akan mengantarkan anak saya ke tempat mengaji ".
Maya mulai menaiki sepedanya sama ikannya ke tempat ya biasa mengaji lalu setelah sampai di tempat pengajian ternyata hari ini Maya kedatangan ustadzah baru.
gadis cantik yang ditemui Maya sepulangnya sekolah, gadis cantik itu pun melirik ke arah Maya dan tersenyum manis pada gadis kecil yang ia temui tadi siang.
"assalamualaikum anak-anak! hari ini kalian kedatangan ustadzah baru yang akan melanjutkan pengajian yang kemarin karena mulai hari ini saya akan pergi ke kota untuk melanjutkan pendidikan saya kata ustadzah yang selama ini mengajari Maya mengaji".
pengajian pun dimulai ternyata gadis cantik itu bernama Elisa, biasa dipanggil ustadzah Icha.
.........
ustadzah Icha mulai memberi ceramah selepas pengajian, lalu ustadzah Icha bertanya kepada para santri siapakah di antara kalian yang masih memiliki kedua orang tua, ada beberapa santri yang berdiri.
ustadzah bertanya lagi siapakah di antara kalian yang hanya hidup ibunya saja? lalu ada beberapa anak santri yang berdiri, kemudian ia bertanya lagi adakah di antara kalian yang hanya memiliki seorang ayah saja? namun Maya hanya berdiri sendiri ia merasa sangat sedih karena hanya dirinya yang tidak memiliki seorang ibu.
akankah ia dikucilkan lagi dan dibully lagi seperti saat ia tinggal di kota begitu batin Maya, ternyata Maya salah semua siswa yang tadi berdiri yang tidak memiliki seorang ayah melangkah memeluk dirinya menguatkan Maya karena ia masih sangat beruntung karena memiliki ayah seorang dokter yang ganteng.
dari sini ustadzah Icha tahu bahwa dokter ganteng itu seorang duda beranak satu, ustadzah pun melangkah memeluk Maya tak Maya sangka ternyata teman-temannya di kampung tak seperti teman-temannya di kota yang hanya bisa membeli dirinya karena tidak memiliki seorang ibu.
.....
"Maya jangan sedih ya! karena nasib Maya sama dengan nasib ustadzah ustadzah juga sudah tidak memiliki seorang ibu tapi Maya lebih beruntung karena Maya masih memiliki seorang ayah beda dengan Bu ustadzah ayah Bu ustadzah pun sudah tiada yang kuat ya!
Maya tersenyum dan setelah pengajian ini selesai semua santri telah bubar dan beranjak pulang ke rumah masing-masing.
"ustadzah terima kasih ya, sepeda saya sudah bagus tadi ayah ke kedai paman untuk mengambil sepeda dan memperbaikinya tapi ternyata sepeda itu sudah baik baik saja, dan lihatlah sepeda ini sudah bisa menggunakan terima kasih ya ustadzah.
Elisa hanya tersenyum melihat gadis Malang itu tapi tak semalam dirinya.
bagaimana tidak ya katakan dirinya Malang karena sudah dari kecil Elisa tak tahu siapa orang tuanya, Ia hanya diasuh oleh bibinya dan di saat besar pun jadinya menginjak usia remaja bibi telah kembali dan bibi meninggalkan rumah satu-satunya untuk Elisa tinggali .
di belakang rumah Elisa menanam beberapa sayuran yang tumbuh dengan subur Elisa pun menjualnya ke pasar menjajakan pada pedagang sayur yang ingin mengambil langsung sayur-sayuran dari kebunnya.
Maya berjalan beriringan meskipun Maya menaiki sepeda rumah mereka memang tidak terserah di persimpangan jalan Melisa berbelok ke kanan sedangkan Maya berbelok ke kiri menuju arah perumahan Puskesmas.
"hati-hati ya Maya, saatnya kita berpisah di sini dadah Sampai bertemu kembali.
"terima kasih ustadzah hati-hati di jalan juga ya Maya kembali dulu nanti papa cari Maya dadah Bu ustadzah Sampai bertemu kembali juga, ucap Maya pada ustadzahnya.
Maya yang mengayun sepedanya menuju perumahan yang ia tinggali, dan sampailah Maya lalu melihat ayahnya yang sedang menikmati secangkir kopi panas malam ini karena lelah baru saja sudah menangani pasien gawat darurat.
__ADS_1
"pah Maya punya cerita yang seru loh masa tadi di tempat mengaji ustadzahnya diganti asal papa tahu ya gadis cantik yang tadi kita temui siang itu dia yang menjadi pengganti ustadzah tempat mengaji Maya sekarang!.
Rangga hanya menyimak ucapan anaknya lalu tersenyum serta mengusap kepala sang anak, setiap melihat Maya seperti ada kesedihan yang sangat mendalam bagi Rangga bagaimana tidak dokter tersebut dia tak memberi perhatian yang layak kepada anak perempuannya ini, Rangga hanya berdoa suatu saat nanti Maya bisa bahagia.
Rangga sudah lama sekali di kampung ini, namun Rangga masih saja seperti dulu belum bisa melupakan sang istri dan calon istri yang telah pergi mendahuluinya.
bukannya Rangga menutup diri, kepada siapa saja yang sedang mendekatinya namun dari beberapa orang yang dekat dengan Rangga tak ada yang begitu dekat dengan Maya karena menurut mereka Maya sangat cerewet Maya sangat repot.
Rangga adalah seorang lelaki yang normal andai saja Ia hanya mementingkan dirinya sudah akhir-akhir ini ia menikah karena sedang ada seorang gadis yang mendekatinya yaitu seorang anak juragan tanah di kampung ini. namun karena wanita itu tidak terlalu dekat dengan Maya Rangga pun tidak terlalu mendekati wanita itu meskipun ia ingin sekali menikah.
Rangga tak ingin egois ia harus mendahulukan Maya terlebih dahulu sebelum dirinya karena jika suatu nanti ia menikah namun perempuan itu hanya menyukainya tidak menyukai Maya maka akan terjadi perpisahan antara dirinya dan Maya Rangga sudah memikirkan semua itu makanya Rangga mengalah wanita yang akan ia nikahi harus dekat dengan Maya terlebih dahulu.
.....
azan subuh berkumandang semua warga kampung terbiasa untuk salat di masjid kampung ini termasuk Rangga Maya dan wanita cantik itu, Maya tak sengaja bertemu dengan ustadzah di masjid pagi ini, Maya yang ingin menyapa ustadzah namun karena ustadzah yang terburu-buru untuk memanen beberapa sayuran yang akan diantarkan menuju pasar pagi ini.
Maya yang melihat ustadzah melambaikan tangan kepada ustadzah namun, ustadzah tidak mendengar teriakan Maya yang sedang memanggil dirinya, wajah maya terlihat sangat kecewa karena ia pikir ustadzah mengacuhkan dirinya.
Maya dan ayahnya kembali ke perumahan, ayah Maya termasuk lelaki yang pandai merawat tanaman Ia pun menanam beberapa tanaman yang ia suka di halaman perumahan tempat ia tinggal.
ayah Maya mengantar Maya ke sekolah karena ia tidak ingin lagi ada kejadian seperti kemarin Maya hampir saja terserempet oleh kendaraan lain.
di tengah jalan sedari Pak dokter mengantar Maya ke sekolah, ia bertemu dengan Elisa atau ustadzah Icha.
ustadzah Icha yang mendorong sepeda motornya tak menyadari bahwa dokter Rangga sedang melajukan kendaraan roda empatnya menuju tempat ia sedang mendorong sepeda motor.
"assalamualaikum ustadzah, kenapa dengan motornya? apakah bisa saya membantu.
"saya bisa mengantar Bu ustadzah pulang, motornya disimpan saja dulu di depan bengkel depan sana saya kenal dengan pemiliknya, jika selesai motor itu akan saya suruh antarkan ke rumah Bu ustadzah tentulah warga di sini tahu kan rumah ustadzah di mana.
"maaf Pak dokter, jangan panggil ustad saya itu cuma panggilan untuk para santri kepada saya di tempat pengajian. ilmu saya pun belum setinggi itu alangkah baiknya Pak dokter memanggil saya dengan sebutan nama .
Icha pun menakutkan kedua tangannya ke depan dada sambil menunduk dan berkata perkenalkan nama saya Icha atau anak-anak biasa memanggil saya bu Elisa tapi untuk Pak dokter panggil saja nama saya Icha sambil menundukkan pandangannya.
dokter satu ini heran ternyata di dunia ini masih ada wanita seperti mantan istrinya dan calon istrinya dulu iya mirip sekali dengan Mita bedanya ia tidak memakai niqab tutur katanya hampir sama dan itu membuat saya merindukan mita "astaghfirullahaladzim kenapa saya tiba-tiba merindukan Mita bukankah kami belum muhrim.
"maaf Pak dokter sebelumnya saya akan ikut bersama Pak dokter namun, bisakah saya duduknya di belakang saja.
Rangga pun mengerutkan keningnya karena baru kali ini ada seorang wanita yang yang akan menumpang mobilnya namun tak ingin duduk di samping pengemudi melainkan di jok belakang.
"oh silakan Bu ustadzah eh maaf maksud saya Icha kamu bisa kok duduk di bangku belakang saya tahu kita bukan muhrim maaf ya saya tidak maksud merendahkanmu.
sepeda motor Icha pun dititipkan di depan bengkel yang belum buka setelah bengkel itu buka rencananya dokter Rangga akan menelpon sahabatnya itu dan memperbaiki motor Icha , lalu dokteran Rangga melajukan mobilnya menuju rumah Icha yang berada di pinggir kampung meskipun ia melewati Puskesmas kala itu karena dokter Rangga telah niat untuk mengantar Icha pulang ke rumahnya.
Icha pun menunjukkan bahwa rumah berwarna biru itu adalah rumahnya yang memiliki pagar bambu dan ada banyak tanaman hias di depan rumahnya.
dokter Rangga tercengang melihat beberapa tumbuhan yang selama ini ia inginkan ternyata Icha memiliki semua tumbuhan yang dokter Rangga impikan karena kesibukannya sebagai dokter ia belum pernah ke pasar untuk membeli tanaman hias rupanya Dr Rangga dan Icha memiliki hobi yang sama.
"kata Maya kamu seorang pedagang sayur dan menanam sayur-sayuranmu sendiri tapi aku tidak melihat sayuran di mana-mana hanya tanaman hias". kata dokter Rangga yang penasaran.
__ADS_1
Icha pun tersenyum karena sebetulnya sayuran Icha berada di halaman belakang.
"sayurannya ya Icha sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sayuran saya tanam di belakang rumah ada berbagai macam sayuran tapi saya sungkan untuk memperlihatkannya pada Pak dokter karena kita cuma berdua saya takut timbul fitnah maaf ya Pak dokter lain kali saja ke sininya bisa membawa Maya kemarin dan melihat beberapa sayuran yang ada di halaman belakang rumah saya. ucap Icha sambil tersenyum pada Rangga.
Rangga hanya tersenyum juga karena penasarannya ya sampai lupa bahwa Icha bukan muhrimnya, lalu ia naik kembali ke mobilnya dan memutar balik melaju ke arah Puskesmas.
Rangga yang di dalam mobil senyum-senyum sendiri karena tingkahnya yang seperti anak kecil, bagaimana tidak karena Rangga seorang pecinta tanaman tanaman hias dan sayuran serta buah-buahan begitupun dengan Maya.
siang hari Maya pulang dari sekolah diantar oleh salah satu guru sekolahnya karena Rangga sedang melayani beberapa pasien dan tidak bisa ditinggalkan oleh karena itu Rangga meminta tolong kepada guru yang searah dengan Maya untuk mengantarkannya pulang ke perumahan Puskesmas.
drrrtt.......drtt..
handphone Rangga berbunyi, Ia pun melihat si pemanggil ternyata adalah temannya pemilik bengkel yang ia titipi motor Icha.
"assalamualaikum bro , saya mau bertanya bukankah motor ini milik nak Icha yang tinggal di pinggir kampung?
"waalaikumsalam iya bro itu memang motor milik ustadzah Icha, tadi pagi sepulang dari mengantar Maya sekolah saya bertemu di jalan dan dia sedang mendorong motornya saya pun menyarankan untuk menyimpan motor motor itu di depan bengkelmu karena bengkelmu masih tutup kalau sudah selesai minta tolong ya untuk diantarkan ke rumahnya saja biar biayanya nanti saya yang bayar.
"okelah bos kalau begitu, saya akan mengantarkannya ke rumah neng Icha.
.........
"assalamualaikum, neng Icha!
neng Icha.... '
ini mamang Karman mau balikin motor disuruh Pak dokter,
Icha pun muncul dari balik pintu setelah menjawab salam dari mang Karman.
"eh mamang ngantar motor ya? tunggu ya neng ambilin uangnya dulu.
"eh nggak usah neng ongkosnya udah dibayar kok sama dokter Rangga.
"loh kok dokter Rangga yang bayar mang kan ini motor saya?
"saya nggak tahu neng, saya cuma disuruhin antar motor ini saja enggak disuruh ambil bayarannya neng Icha karena udah dibayarin sama Pak Rangga.
"makasih atuh mang, udah anterin motornya.
"kalau gitu mang Karman balik dulu ya neng Masih banyak kerjaan di bengkel kasihan si Ardi ngerjainnya sendirian mamang tinggal bawa motor ke sini.
"ya mang makasih ya sekali lagi.
Icha selalu tidak pernah menawari siapa saja seorang lelaki untuk memasuki rumahnya bukan karena Icha sombong melainkan bukan muhrim Icha jadi semua warga di kampung ini sudah tahu bahwa jika bertamu ke rumah nenek Ica jika seorang laki-laki tidak akan berlama-lama karena neng Icha sangat menjaga dirinya berbeda sekali jika yang bertamu adalah seorang wanita maka neng Icha akan menyuruhnya masuk ke dalam rumah menyuguhkannya makanan minuman dan bercanda riang bersama neng Icha.
sore hari Icha kembali berangkat untuk mengajar mengaji di masjid kampung ini, lalu Icha bertemu dengan Maya.
"apa kabar Maya? tolong sampaikan kepada ayahnya terima kasih dari ustaz Icha Ya nak.
__ADS_1
"oh iya ustadzah sebentar kalau Maya pulang akan memberi beritahu ayah.
santri dan Bu ustadzah itu pun memasuki masjid dan memulai pengajian hari itu.