
Diani terbaring lemah di ranjang rumah sakit, Diani yang telah mengalami operasi pengangkatan rahim .
hari ini Diani di kabarkan bisa pulang karena keadaannya yang mulai membaik, Diani pulang kerumah nya rumah peninggalan papa dan mamanya , Diani hanya beristirahat masih ia pikirkan entah dosa apa yang ia perbuat apa ini ujian yang silih berganti datangnya.
Ashari memasuki kamarnya dengan piring dan gelas di tangannya , dia akan menyuapi istrinya, Diani yang melihat suaminya hanya melirik enggan untuk berbicara hanya air mata yang terus menerus menetes dari pelupuk matanya.
" kamu harus makan dek !
semua akan baik baik saja.
" apa baik kata mu mas' bahkan kita sudah tidak bisa punya anak lagi , maaf maksud ku aku yang tidak bisa punya anak , kamu masih bisa , menikahlah dengan perempuan lain lanjutkan garis keturunan keluarga mu ! .
" aku hanya menikah dengan mu, soal anak kita tidak usah bertengkar seperti ini banyak anak di jalanan dan panti asuhan yang memerlukan uluran tangan kita jangan seperti ini TUHAN tau kita bisa , jangan salahkan dirimu masalah anak aku akan tetap mencintai mu dan kamu istri ku satu satunya tak akan ada istri lain selain kamu dek' .
mereka berpelukan mereka saling menguatkan setelah semua berlalu kesedihan pelangi yang indah namun cepat berlalu.
begitu juga dengan orang orang yang telah menulis kebahagiaan di hari hari Diani mereka pergi dan tak akan kembali lagi.
" mas ' hari ini aku ingin kesebuah panti asuhan aku ingin memberi sedikit apa yang ku punya dan bermain bersama anak anak di sana mungkin dengan itu, bisa buatku lupa dengan baby AZ.
Ashari ke kantor sejak hari ini Diani tidak ingin berkarir dia hanya ingin menjadi wanita rumahan saja , kini Diani tepat di halaman panti asuhan " kasih bunda " di sini bnyak anak anak Diani bisa bermain, mendongeng untuk anak anak tak terasa Diani senang berada di sini sore Diani ingin pulang dan menyambut suaminya dan menceritakan hari ini .
" lain kali kalau mas libur mas ikut ya dek ke sana main sama anak anak.
mereka melewati malam ini tanpa air mata setelah beberapa hari ini tenaga sedikit terkuras Diani sudah mulai mengikhlaskan orang orang yang pergi mendahuluinya.
...hari ini weekend , Ashari membangunkan istrinya mengajak nya lari pagi mengelilingi seputar kompleks di sekitar perumahan , dan mereka berhenti saat melihat penjual bubur mereka putuskan sarapan bubur di pinggir jalan sudah lama sekali Ashari tidak menikmati pagi seperti ini terasa ada semangat hidup yang jauh lebih baik lagi.
__ADS_1
mereka kembali ke rumah, lalu membersihkan diri dan segera menuju ke panti asuhan , Ashari dan Diani di sambut dengan ramah, oleh anak anak ada yang minta di gendong oleh Ashari, ada juga yang minta di dongengkan oleh Diani .
tak terasa sudah tiga jam mereka di panti bermain bersama anak anak , tiba tiba Diani di kejutkan oleh suara tangisan bayi dari ruangan sebelah.
Ashari berjalan mengikuti sumber suara tangisan itu , ternyata di ruangan itu seorang bayi sedang di gendong oleh ibu panti yang sedang terluka, karena tadi malam bayi ini di temukan di depan pintu gerbang panti asuhan dengan hanya terbalut selimut dengan tangan yang penuh dengan gigitan semut.
Ashari lalu mendekat dan mencoba mengambil bayi itu dari ibu panti, seketika bayi itu terdiam dan nyaman di gendongan Ashari.
Diani pun memperhatikan dari jarak yang tidak terlalu jauh
ada air mata yang menetes Diani ingat baby AZ, dulu Ashari pernah menggendong baby AZ seperti itu juga lalu baby AZ terdiam dari tangisnya.
Ashari lalu menghampiri Diani membawa bayi itu dan memperlihatkan bayi itu ke Diani maksud Ashari menghibur Diani yang kehilangan anak mereka dengan menggendong bayi ini , sepertinya Ashari sangat menyukai anak anak.
" mas ' aku ingin mengadopsi anak ini" Diani sambil mengambil alih baby yang di beri nama Mita itu.
Ashari terdiam, " apa aku salah bicara (dalam hati Ashari) .
Diani dan Ashari mengurus hak Asuh baby Mita dan membawa pulang ke rumahnya, sore itu mama Ashari datang melihat cucu angkatnya, Ashari sudah memberi tahu ibu masalah mengadopsi anak dari panti asuhan.
" cantik sekali ya'
" kasian sekali anak secantik ini di buang ibunya, perihatin Bu nur hikmah pada cucu angkatnya.
kini Diani sibuk mengurus anak dan suaminya sesekali berlibur di kala Ashari memiliki waktu banyak untuk keluarganya.
hari tiba di mana Diani merasakan bahagia dan baby Mita tumbuh dengan cepat dan sehat kini baby Mita sudah pintar berjalan melangkahkan kakinya.
__ADS_1
mereka sedang berada di puncak liburan bersama baby Mita , Diani dan Ashari berlarian mengejar Mita ke sana kemari begini gambaran keluarga Diani inginkan sejak dulu.
Mita tertidur di pelukan Diani karena capek seharian bermain sedangkan Ashari sedang sibuk menelfon dengan rekan kerja nya di luar sana.
" terimah kasih nak' kamu hadir di saat mama sangat membutuhkan sosok sepertimu menguatkan mama saat semua keindahan sirna entah mengapa Tuhan mengirim mu membuat semuanya jauh lebih berwarna.
Diani mengelus rambut indah putrinya, Mita tumbuh sebagai balita yang cantik, dan tak pernah menyusahkan dirinya.
Diani akan mengagap Mita sebagai putri kandungnya, dan masalah Mita sebagai anak angkat akan di rahasiakan sampai umur Mita bisa dengan mudah memahami semuanya.
hari berganti hari begitupun dengan tahun yang silih berganti.
Mita kecil kini tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan ber kpribadian sopan dan lemah lembut , Mita yang sangat dekat dengan ayahnya.
Mita yang minta mondok di sebuah pesantren kota X , Ashari kaget dengan keputusan putrinya.
" pa' apa Mita bisa meminta sesuatu? "
Diani dan Ashari yang sedang duduk santai menikmati cemilan dan teh hangat di buat terkejut dengan permintaan putrinya.
Ashari mengangguk, sedangkan Diani sedari tadi memperhatikan percakapan putri dan suaminya itu, " apa Mita boleh mondok di pesantren di kota X .
" tentu saja kata Ashari , Diani berkaca kaca dia ingin melihat putri nya bahagia dengan pilihannya namun, melepas Mita mondok berat baginya.
Mita yang tau perasaan ibu nya lalu turun ke depan kursi yang sedang di duduki ibunya , di pegang tangan sang ibu lalu mita melihat mata ibunya yang sedari tadi meneteskan air mata yang akan membawanya menuju tempat tujuannya menuntut ilmu.
" bu' Mita tau ibu berat melepas Mita , tapi kita ingin sekali memberi mahkota pada ibu dan ayah di saat Mita sukses menjadi Hafidzah Al-Qur'an tangisan ibu dan ayah hari ini tak seberapa di banding tangisan ayah dan ibu kelak jika Mita mengecawakan kalian biarlah bu' tangisan ini yang akan Mita ingat dan berjanji akan menjadi anak yang Saleha bagi ibu dan ayah .
__ADS_1
" ikhlaskan Mita yah , Bu, semua karena Mita sayang ibu dan ayah. "
lalu Diani dan Ashari memeluk putri angkat mereka. putri yang tak pernah ia harap akan membalas jauh lebih banyak cinta kasih mereka , meski Mita bukan anak kandung mereka tapi mereka menyayangi Mita .