PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
EPISODE 34


__ADS_3

ternyata Maya jatuh cinta dengan lelaki yang salah.


lelaki ini memiliki trauma berat di Indonesia akhirnya ia berangkat merantau ke Amerika sebagai TKI.


Aldi trauma berpacaran karena ia pernah sakit hati dan hampir gila karena ditinggalkan menikah oleh wanita yang sangat ia cintai.


Aldi ke Amerika, untuk membuang perasaan sakit hatinya, di sini Aldi terbiasa ketemu wanita Amerika dan berbagai negara .


setelah Maya tahu ia berhenti mengejar Aldi menurutnya pembodohan mengejar Aldi sedangkan Aldi saja tak pernah memperhatikan dirinya.


Maya sibuk dengan karier dan bisnisnya , setahun saja ia menduduki pengusaha yang sangat terpengaruh di new York ini.


ia tak lagi ke kedai cafe milik Ferdinand dan Maya menfokuskan dirinya berkarir , baru saja ia jatuh cinta tapi seakan alam menentang keinginannya.


Maya ingin pulang karena kakek dan neneknya sakit parah, dan Maya masih sibuk mengurus bisnisnya , Maya sebenarnya lelah memiliki uang bnyak, teman banyak tapi ia malah tak bisa menikmati semuanya.


akhirnya maya pulang ye negeri asalnya Indonesia , ia berencana membeli resort di Bali dan Aceh .


ia ingin mengenakan sayap bisnisnya di negara asalnya .


kakek nenek Maya meninggal Dunia, betapa sedihnya Maya. lalu ia kembali menghadiri pemakaman kakek dan neneknya . ia bertemu ayah dan ibunya.


maya Gadis cantik yang berhak bahagia namun usia nya yang terbilang 31 tahun belum ia dapatkan lelaki yang benar benar mencintainya .


Maya juga membuka beberapa pesantren, panti jompo dan panti asuhan secara gratis ia menggaji semua suster dan perawat yang bersedia membantu di pesantren panti jompo dan panti asuhannya.


Maya pikir uangnya tidak akan ia bawa mati, maka ia ingin mempergunakan hartanya ke jalan yang lebih baik.


saya tahu dia bukanlah wanita muslimah yang baik namun ia ingin sekali mendapatkan imam yang baik untuk dirinya.


hari itu Maya sedang duduk di atas balkon kamarnya ia memandang ke depan melihat hamparan sawah dan perbukitan yang sangat asri di pandang mata Maya memang membangun rumah di kampung halaman ibu sambungnya ia ingin di masa tuanya ia habiskan di sini Karena ia merasa hidupnya sudah tidak muda lagi.


Maya yang sudah berusia 31 tahun kini hanya menunggu siapakah yang akan meminangnya lebih dulu apakah ajalnya atau jodohnya sama seperti waktu ia melihat calon istri ayahnya yang meninggal sebelum akad nikah .

__ADS_1


tiba-tiba Rafa adik angkat dari Maya menggedor pintunya dan ingin mengajak Maya untuk makan ayam goreng di persimpangan jalan yang baru hari ini buka.


Maya pun membonceng Rafa ke persimpangan jalan dan membelikannya beberapa potong ayam goreng yang ia suka, kemudian ada lelaki yang keluar dari ruangan di warung itu lalu melayani beberapa pengunjung yang datang untuk membeli ayam goreng, mata maya tertuju kepada lelaki itu sepertinya Maya sangat mengenal siapa lelaki itu


bukannya dia Aldi ya yang kerja di cafe Ferdinand di Amerika kenapa dia bisa ada di sini.


"kamu Aldi bukannya kamu kerja di cafe Ferdinand di Amerika kenapa kamu bisa ada di kampung ini?


" oh kamu, sebenarnya aku orang asli kampung ini tapi karena mama menikah dengan orang Banjarnegara saat aku masih kecil jadi aku ikut ayah sambung ku lalu aku merantau ke Amerika untuk mendapatkan modal untuk membuka usaha ayam goreng di kampung ini.


"hebat juga ya jadi kamu bekerja keras yang luar biasa"


"ah, tidak juga hebat kan juga kamu siapa sih yang tidak kenal kamu di Amerika sana seorang gadis dari Indonesia yang mampu berkarir di Amerika dan melengserkan siapa saja yang menjadi pesaingnya"


"beda dengan aku yang hanya pekerja biasa.


"kamu sangat merendah sekali padahal untuk membuat ayam goreng saja aku tidak bisa ucap Maya terus terang kepada Aldi mereka semakin akrab terkait dengan candaan dan obrolan yang menyangkut saat mereka tinggal di Amerika sana


Aldi melihat Ferdinand juga sangat menyukai Maya jadi aldi mundur.


"kupikir dulu kamu akan menikah dengan Pak Ferdinand, bagaimanapun aku pernah bekerja dengan Pak Ferdinand dia orang yang baik namun hanya sedikit brengsek saja ia sering berganti pasangan setiap malamnya"


"tenang saja aku tidak baru mengenal lelaki yang ada di sana, meskipun mereka menginginkanku atau lebih tepatnya adalah tubuhku tapi aku sangat menjaga diriku Aku ingin bekerja keras di sana dan menyewa beberapa bodyguard hanya untuk melindungi diriku sebenarnya kalau soal harta aku sudah memiliki harta yang banyak di Indonesia".


iya aku baru tahu kamu adalah anaknya dokter Rangga ternyata ayahmu sangat berjasa di kampung ini tanpa ayahmu kampung kami pasti akan kesusahan mengenai tenaga medis.


itu memang tugas ayahku untuk menjaga kesehatan di kampung ini karena ibu sambung ku juga wanita yang terlahir dari kampung ini.


iya ibu sambung mu berlian di kampung ini ibuku sering menceritakan tentang ustadzah Icha wanita yang sangat baik menurut semua warga di sini.


"tapi gosip kamu putus asa dan sudah tidak suka wanita itu bagaimana? tanya Maya pada Aldi.


Aldi yang mendengar perkataan Maya pun tertawa akhirnya ia mengucap bahwa sesungguhnya semua itu hanyalah pembualan karena di negara sana sudah banyak sekali wanita yang ingin mendekatinya karena wanita Amerika sangat senang dengan lelaki Indonesia.

__ADS_1


"oh jadi wanita bule itu semua suka ya dengan lelaki pribumi kenapa kamu nggak nikah aja dengan salah satunya siapa tahu bisa cepat kaya"


aku nggak cari yang kaya aku hanya cari yang nyamannya aja di sana nggak ada yang nyaman karena ninggalin di saat kita lagi butuh mereka cuma memerlukan kita satu malam saja aku tak ingin yang seperti itu karena aku ingin setia sampai seumur hidup aku.


jarang sekarang bisa ditemukan wanita sebaik itu jika ada aku saja, tak yakin jika aku masih bisa setia karena pacaran saja aku belum pernah Maya keceplosan.


Maya menutup mulutnya sedangkan Alif tertawa terbahak-bahak sedari tadi Rafa menunggu kakaknya berhenti untuk mengobrol dengan pemilik warung ternyata ayam goreng Rafa sudah dingin.


Aldi menoleh ke arah adik Maya dan berkata biar nanti kakak ganti ayamnya saja kamu bisa makan di sini kakak lagi asik ngobrol nih sama kakak kamu.


iya dari tadi ke bilangnya kan aku udah kelaparan nih tahu tadi aku makan di sini aja ngapain tunggu kalian berhenti ngobrol Judes Rafa kepada kedua orang kakaknya ini.


sangat mengasyikkan memang bertemu dengan sesama perantau di negara orang lain.


kita berbeda namun tetap sama yaitu perantau mencari nafkah untuk keluarga.


"apanya kamu yang cari nafkah , bukannya kamu sudah kaya dari lahir" canda Aldi kepada Maya.


"emang sih tapi itu harta milik papa dan Mama bukan harta aku harta aku itu ya baru-baru ini yang aku dapatkan dari luar negeri sana di sana pun sudah semua aku jual dan aku bawa masuk ke Indonesia lumayanlah lebih banyak kan bisa dapat di sini dibandingkan di sana.


"ini sih namanya kamu udah jadi konglomerat jadi risih aku dekat-dekat kamu nanti orang bilang aku numpang tenar sama orang kaya"


" Weh orang kaya juga mati kali nggak bawa hartanya juga"


obrolan mereka semakin asyik dan tak terasa sebentar lagi malam akan tiba Maya lalu berpamitan dengan Aldi bersama Rafa iya kembali ke rumah karena Rafa juga sudah kenyang sudah makan ayam goreng.


"kak besok-besok saya nggak usah bayar ya temanin Kakak saya aja ngobrol gratis kok"


"yaelah dik kalau kamu minta gratis saya nikahin Kakak kamu pakai apaan pakai daun " canda Aldi kepada Rafa


Maya mendengar perkataan Aldi merona.


dalam hati Maya berkata emang paling bisa ya Aldi itu membuat kita pangling atau terpesona kayak gini dasar si muka imut.

__ADS_1


__ADS_2