PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
PELANGI YANG HILANG PART 2 bagian 5


__ADS_3

Rudi merasa kesepian di tengah hiruk pikuk ibu kota , jauh berbeda dengan keadaan desa nya setelah shalat Maghrib orang orang tak lagi keluar rumah mereka menikmati waktu kebersamaan dengan keluarga berbanding terbalik dengan kehidupan di ibu kota semakin malam maka akan semakin ramai orang lalu lalang beraktivitas.


Rudi duduk memandang langit yang tak berhias banyak bintang pertanda sebentar lagi akan hujan, bulan februari terkenal dengan hujan di daerah Makassar ini .


menyesap nikmat nikotin di ujung sebatang rokok yang telah setengah di tangan nya , ia sudah tahu kalau Rere hamil, dan dia sangat menyesal karena tak bisa pulang untuk membantu Rere di masa hamil muda nya .


Rudi sengaja tak mengirim sejumlah uang gaji nya karena uang itu akan dia gunakan saat persalinan Rere nantinya, Rudi pun bangkit setelah mematikan rokok di tangan nya ia mulai menidurkan dirinya yang telah bekerja seharian demi ibu , istri dan calon anak nya kelak.


............


matahari pagi memasuki celah jendela kamar Rere , alarm sedari tadi berbunyi namun tak ia dengar sedari tadi adik nya telah membangunkan nya , rupanya Rere bangun agak terlambat .


drttttttt...........


alarm Rere kembali berbunyi kesekian kalinya .


Rere mengucek matanya melihat mentari telah menyapa dengan sinar nya yang memukau membuat kedua bola matanya membulat beserta bulatan yang terbentuk di bibir seksi nya berbentuk huruf O .


" aduh aku terlambat bagaimana ini mana hari pertama aku kerja lagi "


teriak Rere pada adik adiknya yang telah berangkat sekolah dan ayah nya telah bekerja ke bengkel milik tetangga.


Rere bergegas mandi dan berpakaian lalu menunggu mobil untung hari ini dia bernasib baik ada mobil angkutan yang lewat


Rere telah sampai di toko majikan nya dan Rere segera bekerja mulai membersihkan toko dan hingga menunggu pembeli hari ini keberuntungan berpihak pada Rere sekali lagi ada pembeli yang langsung memborong barang pakaian dengan harga grosir dan dengan jumlah yang tak sedikit .


setelah Rere bergegas pulang karena jam sudah menunjukkan jam 5 sore setelah Rere membersihkan toko dan menutup toko majikannya Rere pun menyerahkan kunci dan uang ke toko lain majikan nya karena majikan Rere memiliki 2 cabang toko pakaian laki laki dan perempuan .


majikan Rere lalu menghitung uang dan catatan barang keluar majikan Rere memberi Rere bonus karena hari ini laku banyak dia punya barang .


uang selembar seratus ribu rupiah itu Rere terima dengan hati yang sangat senang .


makan di tanggung , uang angkot di tanggung di kasi bonus kerja nya duduk aja tunggu pembeli pekerjaan paling mudah menurut Rere .


setelah pamit pulang Rere sampai di tempat biasa dia menunggu angkutan umum bersama para karyawan pasar seperti dia tapi karena sudah agak larut malam sebentar lagi Maghrib Rere berinisiatif untuk jalan kaki saja .


baru saja Rere berjalan beberapa meter bapak nya sudah berhenti di depan Rere .


bapak Rere tersenyum .


" ayo naik anak bapak tidak boleh capek ada calon cucu bapak yang sedang kamu bawa"


Rere naik di bonceng bapak nya pulang ke rumah .


Tes.


ada sebutir air mata yang jatuh mengenai pipi Rere bagaimana pun keadaan nya hanya bapak nya sosok yang paling mengerti untuk nya .


"sehat sehat bapak, semoga di beri umur panjang serta bahagia selalu semoga Rere bisa membahagiakan bapak setelah kesulitan ini " ucap Rere dalam hati .


malam ini rupanya malam Minggu lagi .


Rere memilih untuk tidur setelah menulis beberapa kata kata mutiara dalam buku diary nya .


Rere sangat merindukan seseorang yang tak mungkin ia utarakan rasa rindu itu , rindu yang tak pernah ia minta untuk hadir dalam rasa nya saat status nya istri orang .


Rere merindukan sebuah bahu yang pernah ia sadari saat dirinya benar benar sedih kali ini Rere tak ingin sedih ia tak ingin cengeng karena takut anak nya juga akan cengeng


" mungkin kita memandang langit yang sama entah kenapa aku merindukan mu , bukan karena aku sekarang lebih memilih mencintai mu sangat sulit berada pada posisi aku "


sebenarnya jika Rere ingin jujur rasanya pada Wahyu lebih dari hanya rasa sahabat ada kekaguman pada sosok Wahyu yang istimewa bagi Rere meski semua orang yang tak pernah mengenali jiwa asli Wahyu menganggap Wahyu nakal dan berandalan tapi Wahyu pekerja keras dan sayang pada keluarga nya .


tapi KASTA rere dan Wahyu dua kasta yang berbeda Wahyu orang berpunya sedangkan Rere tak punya apa apa hanya anak broken home yang berusaha bertahan hidup untuk adik adik dan bapak yang selalu ia ingin ukir senyuman di wajah tua nya .


Rere kini telah melupakan cara menghubungi Rudi setiap hari Rere berusaha tak merindukan nya meski sebenarnya rindu itu ada , ia coba sekuat mungkin menjalani mual dan muntah ngidam berat dan kecapean serta lelah nya menjadi wanita hamil .


tapi Rere selalu berdoa agar ia bisa melahirkan dengan normal bisa membesarkan anak nya suatu saat nanti Rere sangat bahagia majikan Rere juga sangat mensupport Rere dalam bekerja Rere tak perlu membongkar barang yang baru datang cukup duduk menunggu pembeli saja .


...........


hari Rudi kembali pada pekerjaan nya sebentar lagi bangunan walet Tante nya selesai dan Rudi akan kembali ke kampung halaman nya bertemu dengan istri dan calon anak nya , Rudi janji akan menjaga Rere sebaik mungkin dan calon anak nya .


Rudi sudah menyiapkan nama yang bagus untuk anak nya , Rudi juga sangat semangat untuk cepat menyelesaikan pekerjaan nya dan kembali ke kampung .


Tiba tiba pintu kamar nya terbuka .


Degh

__ADS_1


"Ka Rudi belum paki tidur ? Sepupu Rudi masuk Nia anak sulung Tante nya dan membawa sebuah ponsel di tangan nya.


" ini hp ku kasi Ki karena rusak bede' hp ta na bilang mama , karena sudah ka tadi beli hp baru "


"tawwa yang pake hp baru"


" makasih nah'


"iye sama sama duluan pale di kak mauma juga tidur "


Nia pamit dengan logat Makassar nya.


Rudi hafal nomor istrinya seketika Rudi mengetik setelah menginstal aplikasi hijau dari play store .


" sudah jam 11 malam mi pasti tidur mi itu kasian nanti bangun Ki .


Rudi menghentikan niat nya untuk menghubungi sang istri .


jauh di pelosok sana seorang wanita hamil sedang memegang perut nya yang sudah berusia 5 bulan.


Tes .


air mata menetes tak hentinya Karena sejujurnya Rere sangat merindukan suaminya saat seperti ini di saat punggungnya terasa pegal betis tangan yang keram serta kaki yang membengkak karena bekerja seharian.


saat-saat seperti ini Rere sangat merindukan Rudi setidaknya jika Rudi tak ingin memijitnya masih ada yang menemaninya di kamar ini.


karena gelisah dan tidak bisa tidur Rere lalu duduk dan membuka jendela dia melihat pemandangan langit yang berhiaskan bintang serta rembulan yang bersinar sangat terang malam ini.


sungguh indah luar biasa, Masya Allah Rere tersenyum karena setidaknya malam ini akan ia lewati dengan melihat bintang dan rembulan akan menemaninya melewati malam ini.


"bulan bintang sampaikan salamku pada dia yang sangat kucintai mungkin saat ini ia pun memandang langit yang sama sampaikan salam itu untuknya ada cinta yang selalu menunggunya untuk pulang.


meski telah senang karena melihat pemandangan malam yang sangat indah tak memungkinkan air mata Rere tak jatuh karena ia sangat merindukan lelaki yang telah menabur benih pada dirinya.


..


"baik-baik ya anak mama, Mama yakin kamu kuat kita bisa lalui semua ini di sana papa sedang berjuang demi kamu dan mama"


Rere mulai over positif sebenarnya Rere juga heran mengapa setelah menjadi istri Rudi seperti cuek badannya padahal cita-cita mereka memang akan berakhir di pelaminan tapi kenapa setidaknya seharusnya Rudi berubah menjadikan Rere prioritasnya Karena sekarang Rere juga mengandung anaknya.


........


tapi dari tadi Rere menunggu hujan itu reda.


"hujannya di terus aja takut nanti kesiangan buka tokonya"


seorang lelaki yang terlihat kurus dan tak terlalu tinggi tergopoh-gopoh berlari menghampiri Rere di tangannya terlihat sebuah jas hujan yang sudah dari tadi ia cari.


"sebaiknya papa antar ini kamu pakai jas hujan biar nggak basah"


menarik senyum pada ayah yang selama ini selalu ada untuknya.


Rere naik memeluk ayahnya setengah lingkaran agar lele tak jatuh jalanan licin karena masih hujan.


sampai di depan tokonya lalu mengeluarkan kunci dan membuka toko untuk saja pembeli belum datang dan pasar masih belum terlalu ramai.


papa Rere pamit pulang dan berjanji akan menjemput Rere sore hari.


kegiatan Rere masih saja selama seperti kemarin kemarin membersihkan toko lanjut duduk menunggu pembeli.


ini memang sudah diberi amanah pada Rere untuk menjaganya karena bosnya berada pada toko lorong sebelah dari toko ini tempat Rere menjual.


Drrrttttttttt


HP Rere berbunyi tanda telepon masuk, pembeli pun belum terlalu ramai lalu Rere mengangkat telepon itu biar sudah dari tadi berdering ia melihat panggilan dari nomor yang tak dikenal.


"assalamualaikum siapa ya?


tanya Rere di balik telepon yang telah Ia angkat.


tak terdengar suara dari seberang dari seberang sana.


Tes.


Rere hanya dengar suara seperti orang menangis tapi Rere tak berbicara Ia hanya mendengarkan suara orang di seberang sana yang sedang menangis.


rere seakan mimpi ia sudah tahu bahwa suara itu adalah milik suaminya.

__ADS_1


Deg


hati Rere berdebar kencang seperti saat pertama ia jatuh cinta kepada suaminya kali ini pertama kali semenjak 5 bulan terakhir saat Rudi meninggalkannya untuk bekerja ke ibukota


Rere ikut menangis tak ada ucapan yang keluar dari mereka berdua antara Rere dan Rudi sama-sama diam tapi hanya serta nisan yang saling mereka dengar.


lalu dari seberang sana Rudi mematikan teleponnya.


"aku nggak kuat harus dengar suara kamu dek.


kata Rudi, ya hanya ingin menangis jika harus berbicara duluan kepada istrinya tak tahu apa yang akan ia ucapkan permintaan maaf kah yang terlebih dahulu atau rasa terima kasih karena telah mengandung anaknya.


Rere sayang : "apa kabar bi ,kamu sehat kan di sana ?


Chat Rere di aplikasi hijau itu .


Rudi hanya membaca sambil menangis


"apa sih hati kamu dek sehingga kamu masih mau memaafkan ku, aku pergi tanpa pamit loh.


Rudi yang hanya berbicara dengan ponsel sambil menatap chat dari Rere.


Rere sayang : kenapa nggk balas bi sibuk ya entar aku telfon ya kalau udah agak siangan lagi sibuk juga pembeli banyak.


Lalu Rere mengirim gambar perut nya sudah membuncit dengan caption lagi ada yang nunggu kamu bi ingin di elus.


Wow ... Rudi histeris ia benar benar tak sanggup menahan rasa rindunya pada sang istri dan calon baby-nya.


" kenapa Ki ka' menangis .


Nia mengagetkan Rudi .na cari Ki Abba Nia yang di suruh ayahnya memanggil Rudi .


Lalu Rudi menghapus air matanya dan bergegas mempercepat kerjaan nya.


di sisi lain Rere sedang melayani pembeli, Rere amat senang karena sudah ada kabar dari suaminya.


yang senyum sendiri pembelinya telah beranjak dari toko itu Rere sudah menghitung uang dan bergegas menyimpan ke dalam laci ia senyum-senyum sendiri lalu dikagetkan oleh bosnya.


"senang sekali kamu re banyak pembeli ya.


"Alhamdulillah kak ada dan alhamdulillahnya lagi kabar dari kak Rudi yang membuat Rere senang sekali pagi ini.


"Rere kamu ini anaknya polos banget laki yang kayak gitu re harusnya kamu tinggalin aja masa pergi kerja nggak pamit sama istrinya terus nggak pernah kirim uang buat istrinya.


"nggak ci mas Rudi pasti siapin uang itu buat lahiran aku dulu waktu masih pacaran dia selalu bilang selalu ada di saat aku lahiran nanti disaat aku telah menjadi istrinya cita-cita kami memang berakhir di pelaminan ci tapi gak tau kenapa saat itu tantenya yang nggak suka sama aku.


jadi mau nggak mau Rudi tak break sama aku, jadi aku minta putus aja lalu pacaran sama si Tenri itu Lo.


Yang sering antar jemput aku dulu .


Rere ceritain semuanya .


Ehh nggak tahu kenapa seminggu setelah putus mama Rudi datang lamar aku .


jadi aku terima aja padahal di situ kami udah putus .


namanya juga jodoh nggak tahu kan harus ending kayak gimana .


" eh mendingan kamu sama si Wahyu kerjaannya bagus anaknya rajin juga dia tuh nggak pernah buat kamu nangis justru dia selalu jadi sandaran kamu di saat si Rudi s******** itu waktu kalian masih pacaran"


Bos Rere malah membela Wahyu dekat dengan Rere tapi rere nya aja yang gak bisa lihat perjuangan Wahyu untuk mendapatkannya.


kata kamu Dia cuma teman tapi dia selalu ada buat kamu beda dengan suami kamu sekarang mana coba tanggung jawabnya.


Rere hanya tersenyum mendengar bosnya yang ikut emosi karena perlakuan Rudi terhadapnya.


"kamu udah makan, kalau belum kamu pesan bakso aja dulu 2 mangkok terus kita makan bakso di sini aku traktir hari ini di toko sebelah lagi banyak pembeli sepertinya di sini juga lagi banyak.


"iya nih ci, Cici hitung aja duitnya di laci semoga laris manis terus ya jualan kita amin.


" itu rezeki calon anak kamu dan kamu wahai istri yang tersakiti"


canda bos Rere pada nya .


terserahlah namanya juga dunia kalau mulus-mulus banget takutnya kagak ingat Tuhan kalau nggak mules-mules banget kan masih ingat Tuhan ci.


dasar kamu ngejawab aja kalau dibilangin sana nanti tukang baksonya pulang kita nggak makan deh

__ADS_1


Eits jangan gitu dong ci


lalu Rere berjalan menuju ke warung pekan bakso di sebelah lorong tokonya.


__ADS_2