
semilir angin menemani perjalan dua sejoli anak muda yang sedang di mabuk asmara kemarin mereka baru saja tak saling mengabari, tapi hari ini hari pertama di tahun baru Rudi dan Rere kembali berboncengan seperti sedia kala
Rudi tapi pagi menjepit Rere di rumahnya setelah kemarin drama yang Rudi timbulkan sampai Wahyu kerepotan menghiburnya , eh malah pagi sekali Rudi menjemputnya.
Rudi mengajak Rere ke pantai hubungan mereka sudah 3 tahun lamanya, hari itu Rudi kembali baik dan mengajak Rere liburan dan Rere seakan lupa sumpah serapah yang ia keluarkan untuk lelaki nya kemarin.
Rere sedang asyik menikmati semilir angin yang menyejukkan , alunan deru ombak saling bertabrakan dengan bibir pantai , indah sekali bukan tapi tak seindah drama cinta Rere dan Rudi.
senja telah menyapa Rudi memutuskan untuk pulang begitu juga Rere , hari itu Rere pulang dengan hati yang sangat gembira.
Rere kembali di telfon oleh Wahyu sedari tadi memang hp Rere low bad , Rere mengangkat hp yang masih tersambung charger itu dan menerima panggilan telfon dari Wahyu.
" kamu kemana aja ? "
" kenapa dari tadi nggk aktif , nih aku tadi mau ajakin ke Bira nih salah satu objek wisata di Bulukumba Sulsel .
" maaf ya, aku capek habis beres beres rumah" bohong Rere pada Wahyu baru kali ini Rere berani bohong sama sahabatnya ini.
" yaudah kalau gitu kamu istirahat aja ya, bye see you besok besok kita jalan bareng ya "
" oke , thanks atas ajakan nya.
malam itu Rere
harus tidur cepat besok harus masuk kerja lagi.
pemandangan pasar, banyak yang orang yang berlalu lalang hari ini Rere sendiri jaga toko karena bos nya hari ini baru liburan .
Rere senang bekerja di sini bos nya ramah dan baik hati .
hari itu Rudi kembali menjemputnya pulang tapi di tengah jalan Rere berpapasan dengan Wahyu yang berniat menjemputnya juga tapi ternyata dia udah pulang dan di antar si keparat itu batin Wahyu .
malam hari Rere menelfon Wahyu tersambung tapi Wahyu sedari tadi tidak mengangkat nya .
mungkin Wahyu kecewa sama Rere balikan sama Rudi .
malam itu Rere memarkirkan motornya di halaman tempat jaga Wahyu tapi Wahyu yang sudah di panggil oleh temannya karena Rere datang nggk kunjung keluar juga mungkin Wahyu masih marah sama rere.
terpaksa Rere menunggu sampai larut malam, saat Wahyu mau niat buang sampah ia lihat Rere ketiduran di bangku panjang di bawah pohon mangga .
Wahyu membangunkan sahabatnya.
" Woi bangun kamu nggk takut ini udah jam 12 malam kamu kenapa kayak gini sih kamu bisa masuk angin"
Rere menggeliat dan hampir saja, terjatuh Wahyu menangkap tubuh Rere yang nggk terlalu kurus itu .
Rere membuka dan membulatkan matanya tubuhnya sudah di tangkap setengah oleh Wahyu
.
betapa malunya, Wahyu bisa saja menjatuhkan nya karena Rere yang terbangun tiba tiba.
" nggk usah terlalu menghayati ketampanan ku seperti itu , nanti ada yang marah ngambek dan kamu nangis lalu datengin aku minta sandaran emang aku jok mobil dasar bodoh "
" cewek tuh kalau udah jatuh cinta terkadang bodoh dan goblok jelas tuh laki kaga suka sama Luh , andaikan beneran sayang ngapain wanita secantik kamu di anggur in di malam tahun baru jomblo pengen tahun baru an Ama pacar malam di gangguin sama Mak lampir bego kaya ...?? omongan Wahyu menggantung .
" kayak ..... apa ?? maksud kamu apa , kalau nggk suka aku gangguin, aku nggk akan gangguin kamu mulai sekarang kamu cari aja pacar kalau nggk ketemu ketemu pacarnya sini gue pacar in
" ayo siapa takut daripada lu sama si sontoloyo itu gue nggk terima sahabat gue di gitu in "
" diam deh aku tuh nggk akan bisa sama kamu kita beda , kamu kaya dan aku hanya apa, kata Rere mulai memojokkan Wahyu dengan harta orang tua Wahyu"
Rere memang gadis yang biasa saja, nggk seperti dengan Wahyu yang latar belakangnya orang berpunya .
Wahyu diam mencerna perkataan sahabatnya padahal dari SMP dan sampai sekarang rasa yang ia miliki masih sama tapi Rere terlalu sibuk untuk melihat yang lain tak pernah melihat dirinya.
senyuman Rere dan bayangan wajahnya selalu menjadi alaram agar Wahyu berbuat baik dan melaksanakan sholat lima waktu .
Wahyu memang memiliki rasa tapi ia tak ingin Rere meninggalkan nya , wahyu masih nyaman bersahabat dengan Rere , ia tak ingin ada jarak di antara mereka .
Rere beranjak, meninggalkan tempat Wahyu mengenang masa masa sekolah Rere di mana Rere selalu di bully karena pakaian nya yang memang terlihat miskin .
kini Rere berubah drastis mimpinya selalu ingin memiliki toko pakaian jadi.
__ADS_1
" kamu sebaiknya pulang , jangan gangguin aku , sana !
usir Rere pada Wahyu karena sedari tadi satpol PP ganteng ini selalu mengikuti Rere di toko tempat ia bekerja "
" aku tungguin kamu pulang aja yah kita pergi makan es Mataram "
es Mataram itu nama es di kampung Rere di Sinjai Sulawesi . lucu kan padahal Mataram itu nama ibu kota NTB .
" sepertinya aku mengendus bau bau penyogokan deh"
Wahyu menemani Rere membersihkan toko dan mereka pun pulang .
" jadi nggk nih kita makan es Mataram ? tanya Rere mengingatkan Wahyu "
pasti teman readers tapi menghayalkan kalau Rere itu di bonceng oleh Wahyu tapi mereka itu beriringan motor aja.
begitulah Rere Wahyu pun kadang dapatkan sikutan maut atau tamparan dan tendangan jika refleks memegang Rere tapi jika butuh sandaran Rere pun langsung sandar aja kaya prangko .
" kita makan di sini aja ya ternyata Rere dan Wahyu sudah sampai di salah satu tempat es Mataram"
" yu tadi aku tuh lihat cewek cantik banget , dia itu udah baik perhatian pula namanya Fira kamu mau nggk nembak dia , karena Fira curhat sama aku kalau sebenarnya dia itu suka juga sama kamu"
" eh mak lampir tadi kamu bilang dia juga suka sama aku kapan aku suka sama dia tolong kamu rubah kalimat mu itu"
Wahyu yang pura pura cemberut mendengar perkataan Rere jadinya Rere merasa menyesal dan segera meminta maaf .
Rere pun diam nggk tahu harus berbuat apa
Wahyu yang sedari tadi melirik Rere yang menyesal Wahyu pun melirik nya dan tertawa sambil mentoel hidung Rere yang mancung.
" es Rere sudah habis , ia pun sebal dan naik ke atas motornya meninggalkan Wahyu yang kebingungan dan masih menertawakan Rere".
sehari setelah Rere dan Wahyu makan es Rere kembali di ajak oleh Rudi jalan jalan ke Malino .
Rudi sudah membaik, ia mulai memanjakan Rere lagi Rere sangat sabar saat ia menghadapi Rudi yang seperti memiliki kepribadian ganda .
malam ini Rere di ajak Rudi ke pasar malam dan cuci mata nggk beli apa apa memang kere si Rudi ini .
Rere dan Rudi berjalan-jalan di pasar malam menikmati indahnya gemilau Lampung berwarna-warni permainan ada rumah hantu kincir dan tong edan.
ternyata masih seperti sebelum-sebelumnya, Rere pun melihat sebuah jaket yang harganya cukup fantastis sekitar 350.000 ia membayangkan jika yang memakai itu adalah rudi pasti ia akan sangat terlihat gagah.
telepon melepas tangan Rudi lanjut melihat jaket yang menarik penglihatannya dari tadi dia mendekat dan menanyakan harganya setelah Rudi, tahu bahwa harga jaket itu 350.000 Rudi tidak bertanya lagi Ia pun menggandeng Rere keluar dari STAN.
Rudi yang sedang aktif mengobrol dengan teman-temannya lalu Rere beralasan untuk ke toilet tapi Rudi malah menghampiri STAN yang tadi menjual jaket lalu ia membeli jaket itu rencana menghadiahkannya pada Rudi pada saat Rudi ulang tahun.
pagi ini terlihat gerimis namun tak menurunkan semangat untuk kembali bekerja termasuk karyawan yang giat dan bosnya adalah bos yang baik.
sepagi ini saya mendapatkan pembeli yang mencari sebuah kaos kaki setelah anda perhatikan rupanya itu ganteng yang ia temani malam tahun baruan salah satu teman Wahyu malam itu yang mengalah memberikan minumannya untuk Rere.
"kak masih ingat aku ? aku Rere
"oh iya rupanya kamu Rere gadis cantik yang dibawa Pak Wahyu malam itu ! apa sudah tidak galau lagi tanya lelaki yang bernama Tenri itu.
Rere hanya bisa tertawa membayangkan dan mengenang kekonyolannya pada malam itu padahal Rudi tidak aktif karena Rudi mendapat musibah kakaknya masuk rumah sakit.
tenri mulai meminta kontak BBM milik Rere.
setelah 3 bulan lamanya mengenal Tenri kini Rere memiliki teman baru dan sudah jarang lagi datang ke tempat jaga Wahyu.
malam itu Wahyu menelpon Rere mungkin iya rindu batin Rere.
Rere membiarkan handphonenya berbunyi tanpa mengangkatnya ia ingin tahu berapa kali Wahyu bisa menghubunginya seberapa besar rindu Wahyu padanya lereng yang tertawa melihat layar HPnya bergetar dan memunculkan nama sahabatnya "my idiot partner" .
panggilan ke 15 Rere baru mengangkat telepon dari Wahyu dari seberang sana Rere mendengar Wahyu sudah marah-marah tak jelas padanya.
malam itu Wahyu dan para teman satu tempat kerjanya sedang duduk-duduk di taman kota tapi tak sengaja bertemu dengan Rere sedang jalan dengan seprofesi Wahyu.
Wahyu tahu sekali bagaimana tenri yang terkenal sebagai pemain wanita.
Wahyu mengantarkan tangannya sambil memandang ke arah kedua orang sama-sama sahabatnya itu.
ada rasa kecewa kepada Rere dan ada rasa marah kepada Tenri.
__ADS_1
Wahyu melangkah dan mendekat ke arah Rere namun ia terhenti saat Rere mengatakan sesuatu kepada sahabat Wahyu itu.
"maaf mungkin anda salah kira , saya sudah memiliki seorang calon suami"
kata Rere pada Tenri tapi kenapa hati Wahyu yang sakit terasa sangat tersayat padahal dan dia baru saja melaksanakan aksi dan mencari bangsa baru namun ia selalu alamat bukan wanita seperti Rere yang ia bisa mainkan.
hari ini Rudi lagi dan lagi membuat ulah kembali .
hari ini Rere libur dan saat itu Rudi datang ingin mengajaknya ke suatu tempat yang indah katanya.
tapi saya dari tadi naik motor mereka tak sampai-sampai rupanya hanya mengelilingi kota saja alias makan angin.
nggak model banget toh lelaki modelan begini baiknya kita museumkan saja.
Rudi itu memberitahukan kepada Rere bahwa kemarin tante Rudi tak sengaja melihat mereka di pasar malam, tapi sebentar lagi menginginkan bahwa Rere dan Rudi segera menikah jika tidak alangkah baiknya berpisah saja.
kata tante Rudi Rere bukanlah wanita yang baik, karena Rere 5
mantan dari tetangga tante Rudi.
Rere selalu saja dikucilkan karena memang berteman dengan siapa saja Ia pun memiliki seorang teman yang profesinya sebagai wanita bayaran.
Yupi gadis baik, karena ayahnya yang telah meninggalkan ibunya dalam keadaan Struk yupi terpaksa jadi wanita bayaran .
setiap hari yupi harus memikirkan apa lagi yang harus ia kerjakan untuk memenuhi kebutuhan ibunya, Rere teman baik bagi yupi saat yupi berangkat mencari om om mesum untuk menjajakan dirinya Rere dengan senang hati menemani ibu yupi di kontrakan nya.
selepas ibu yupi meninggal , yupi juga pergi ke Samarinda untuk mencari ayahnya namun karena ayah nya sudah berkeluarga lagi yupi hanya menelan pil pahit kembali yupi di sana jual oleh Tante nya pada pengusaha club' malam tapi pengusaha itu seorang duda dengan senang hati mempersunting yupi jadi istrinya tanpa melihat latar belakang yupi , dan kini yupi telah memiliki rumah yang mewah serta dua gadis kecil yang lucu .
yupi selalu vc dengan Rere ia selalu menangis selain mengenang sang ibunda yupi juga takut kena karma karena ke dua anak nya perempuan .
.....
kini Rere sedang dekat dengan Tenri meski Rere masih berpacaran dengan Rudi , sifat Rudi yang ke anak anakan membuat Rere membuka hati pada lelaki yang tulus mau berkorban untuknya.
sudah berkali kali Rere menolak Tenri tapi Tenri bersikukuh dan malam itu Tenri ngajak Rere ke pasar malam di tangan Rere sudah tergantung makan, minum, serta baju baru yang di belikan oleh Tenri.
tapi malam itu kakak Rudi melihat Rere bergandengan dengan pria lain esoknya, mama Rudi datang melamar Rere
ayah Rere yang nggk tahu hubungan Rere dan Rudi tidak baik baik saja, malah menerima lamaran keluarga Rudi .
hari itu Rere pulang berjalan kaki Krn nggk pake motor saat berangkat bekerja , Wahyu sibuk , Tenri juga sibuk sedangkan ia sengaja tak meminta tolong pada Rudi .
di sini posisi Rere sudah menyerah , ia ingin memperbaiki dirinya punya pacar malah sibuk dengan dunia nya sendiri punya sahabat tapi pengen Pepet terus itu membuat Rere risih sama Tenri orang terlalu protektif banget .
Rere duduk sambil menjulurkan kaki nya ia sangat capek berjalan dari arah tempat kerja sampai rumahnya lumayan jauh .
" kami sudah datang nak ada kabar baik, kemarin mama Rudi datang melamar mu Karena pada tahu kamu pasti setuju papa menerima tanpa harus mendengar keputusan mu"
deg ....... Antara senang dan sedih yang Rere rasakan senang nya akhirnya Rere menikah sedihnya kenapa harus sekarang di saat Rere berusaha menutup hatinya untuk Rudi tapi ayah malah membuat keputusan untuk masa depan nya .
" Rere memeluk ayah nya sambil mengucapkan kata terimah kasih , setidaknya papa sudah sedikit lega tak perlu menanggung malu karena selama 5 tahun ini anaknya hanya di pacari saja"
"Tuhan kenapa harus dia, kenapa semakin aku ingin melupakannya semakin engkau dekatkan dia dengan ku"
Wahyu yang mendengar pernikahan Rere sudah memasang wajah kecewa ia hanya mendengar Rere berceloteh ria tanpa harus ikut andil dalam pembicaraan Rere sampai akhirnya Wahyu tak tahan air matanya menetes kali ini Wahyu menatap wajah sahabat nya itu dengan penuh haru.
sedangkan Rere yang bercerita tentang bayangan pernikahan nya nanti dan bayangan rumah tangga yang akan ia alami sangat terlihat jelas oleh Wahyu kalau Rere memaksakan dirinya untuk bercerita keindahan dalam pernikahan nya namun kembali lagi biar tangan TUHAN yang akan berbicara sebagaimana Rudi bisa memperlakukan Rere dengan baik.
malam itu malam terakhir Rere dan Wahyu bertemu sebelum Rere menikah.
" tawwa yang sudah mau menikah , selamat nah saya doakan Ki selalu bahagia dan secepatnya memiliki momongan" .
Deg ..........
ada yang aneh pada hati Rere seperti di remas saat mendengar Wahyu mengikhlaskan nya untuk menikah dengan Rudi .
" terimah kasih selama ini sudah ada untuk ku, terimah kasih selama ini menjadi pelindungku ku harap nantinya kamu bertemu dengan seseorang yang mampu membuat mu menjadi sangat bahagia seperti dengan ku yang ......
omongan Rere mengambang dan ia teruskan setelah beberapa tetes air matanya yang tak ingin ia harap hadir namun tak bisa ia tepis
" seperti kamu yang memilih dia menjadi lelaki yang beruntung menikahi mu ? tanya Wahyu di tengah tangis Rere yang tak bisa ia hentikan "
" andai bisa ingin sekali aku memeluk mu namun kita bukan muhrim , ku harap setelah aku tidak lagi berada di samping mu tak ada air mata yang mengalir dari mata indah mu , aku berjanji suatu saat nanti aku bukanlah lagi orang dalam ingatan mu tapi ingatlah selalu ada rasa rindu di setiap kau pun menyebut namaku" .
__ADS_1
seketika hening hanya suara semilir angin dan kendaraan yang berlalu lalang Wahyu pun bangkit sambil mengambil undangan yang berada di tangan Rere untuk nya berlalu pergi memasuki ruangan jaga nya .
Rere pun meninggalkan tempat Wahyu bertugas , setelah motor Rere terdengar jauh Wahyu keluar kembali menengadah memandang langit malam ini , rasanya sakit , sulit melepaskan orang yang kita sayangi untuk orang lain yang jelas jelas kita tahu orang itu tidak mencintai nya .