PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
EPISODE 7


__ADS_3

setiap hari seperti ini, Diani di sibukkan dengan pekerjaan nya sebagai dokter umum di rumah sakit X .


Lucu saja menurut Diani setiap hari harus mendengar keluhan para pasien, mulai dari anak anak sampai orang dewasa, setiap hari seperti ini Diani suka dengan pekerjaan nya yang bertemu dengan banyak orang.


Hari ini rumah sakit akan kedatangan seorang dokter muda baru, dia adalah anak dari pemilik rumah saki ini nama Ashari ya, dokter Ashari lebih tepat nya. Dia juga seorang dokter umum akan mulai bekerja di rumah sakit ini seperti dokter yang lain.


pintu rumah sakit terbuka terlihat seorang pria muda , berjalan dan menggunakan almamater putih beserta wanita paruh baya di sampingnya dokter nurhikmah seperti nama rumah sakit ini .


semua staf , dokter dan perawat menyambutnya dengan ramah.


dokter hikmah memperkenalkan anaknya Ashari yang akan bergabung menjadi dokter umum di rumah sakit ini ," perkenalkan ini dokter Ashari Salahuddin dia akan menjadi rekan kerja kalian di rumah sakit ini .


mohon arahan dan bimbingan nya jangan lihat dia anak siapa , di rumah sakit ini semua sama tak ada kasta dan apa yang membedakan kita" ucap dokter hikmah .


setelah dokter hikmah mengantar dokter Ashari ke ruangan kerjanya tentu Ashari satu ruangan dengan dokter Diani .

__ADS_1


"dokter Diani saya mohon bimbingan nya untuk dokter Ashari " ucap dokter hikmah kepada Diani .


"baik dokter tentu kami akan menjadi rekan kerja yang baik "


dokter Ashari yang dari tadi menatap dokter Diani dengan penuh kekaguman kecantikan dan paras serta kelihaian berbicara menunjukkan dia wanita yang pintar.


"bagaimna dokter Ashari kamu senang bekerja di rumah sakit ini ? " tanya dokter hikmah pada dokter Ashari .


Tapi yang di tanya malah melamun dokter hikmah tersenyum ke arah Diani menandakan tak enak anaknya sampai tak bergeming melihat wajah cantik dokter Diani, dokter hikmah lalu menginjak kaki Ashari .


apa apa sih ma' !


sakit tahu kan aku nggk salah apa apa"


bela dokter Ashari.

__ADS_1


"jangan seperti ini, belum juga kerja matanya udah kemana mana jangan sembarangan kamu lihatin anak orang, sampe segitunya tuh mata nggk bisa kedip" kata dokter hikmah pada anaknya .


Ashari yang mendengar celoteh mamanya hanya cengengesan nggk jelas sambil berkata " maaf , bidadari yang di turunkan Tuhan kali ini benar benar indah nanti mubazir kalau nggk di lihat ma' kata dokter Ashari .


dokter hikmah yang mendengar ucapan ngelantur anaknya lalu menjewer telinga dokter Ashari.


"aduuuuhhhh.."


sakit ma' iya iya deh sambil memohon pada mamanya melepaskan jeweran nya .


Diani yang melihat drama ibu dan anak ini hanya tertawa, untung di ruangan ini hanya mereka bertiga.


dokter hikmah meninggalkan ruangan Diani dan Ashari sambil berkata : maafkan anak saya dokter , dia memang seperti itu agak manja dan otaknya rada miring " canda dokter hikmah sambil tersenyum , "permisi saya masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan."


kini tinggal Diani dan Ashari di ruangan ini , Diani mulai memberi jadwal yang tadinya Diani miliki sendiri dari Senin ke Jumat , kini Diani harus membagi hari pada dokter Ashari atau tiap hari mereka akan bekerja bersama.

__ADS_1


Karena banyaknya pasien tiap harinya karena meski swasta , rumah sakit ini juga bekerja sama dengan pihak BPJS jadi bukan hanya orang menengah keatas ke rumah sakit ini melainkan masyarakat menengah ke bawah juga.


__ADS_2