PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
EPISODE 14.


__ADS_3

suara adzan subuh terdengar oleh Indra pendengaran Ashari, mulai mengucek mata nya dan nampak sadar ia tak berada di kamarnya.


sedikit kaget lalu Ashari kembali mengingat bahwa dia telah menjadi suami , wanita cantik yang telah terlelap di sampingnya ini.


Ashari bangun dan menuju kamar mandi cuci muka dan mengambil wudhu , Ashari membangunkan Diani untuk segera melaksanakan shalat.


Ashari mulai membangunkan istrinya, " "sayang ayo bangun, kita shalat subuh berjamaah yuk.


Diani yang mendengar dirinya di panggil sayang seperti ada yang aneh gitu .Diani bangun dan mulai mengucek matanya bergegas ke kamar mandi dan mengambil wudhu .


Ashari telah menyiapkan perlengkapan shalat untuknya dan Diani, hari ini hari pertama Ashari mengimami makmum yang akan dia bawa sampai ke surganya Allah.


Diani bergegas menghampiri Ashari dan melaksanakan shalat secara berjamaah, setelah shalat Ashari duduk di hadapan Diani, mengucapkan doa untuk Diani dan lalu Diani mengecup tangan Ashari.


"woooooowwwww rasanya nikmat banget jadi suami tiap hari ada yang cium tangan " kocak Ashari .


Diani permisi mau bantu bi Lala di dapur, hari ini Ashari yang membersihkan perlengkapan shalat yang telah mereka pakai, membersihkan tempat tidur , tak Ashari sadari sedari tadi ad sosok paru baya yang menyaksikan pergerakannya, siapa lagi itu papa Diani sekarang papa Diani tenang melihat rumah tangga yang di mulai anaknya berjalan dengan baik .


jam sudah menunjukkan pukul 07.25


Ashari turun telah rapi , bersama Diani hari ini Ashari akan mengajak Diani melihat lihat rumah yang akan mereka pilih sebagai hunian baru dan memulai rumah tangga mereka.


" Loh ko' udah pada rapi gini mau ke mana ?? kata papa Diani, " ini pa mas Ashari mau bawa Diani lihat rumah " kata Diani papa Diani " jadi kalian mau pindah nih ceritanya" papa Diani pura pura merajuk.


" nggk pa' sesekali kita nginap di sini ya' temenin papa" kata Diani yang tak ingin hati papa nya tersakiti karena anak satu satunya harus tinggal mandiri bersama suami.


Diani dan Ashari memasuki mobil dan hari ini mereka akan ketemu sama orang yang telah janjian dengan Ashari yang ingin menjual rumahnya.

__ADS_1


di sebuah cafe ..


wanita cantik telah sibuk dengan laptopnya dan mengutak Atik sambil sesekali menyeruput kopi yang telah dia pesan, dua orang berjalan menghampirinya mereka Diani dan Ashari Yang akan membeli rumah Dewi.


Dewi adalah pengusaha bunga hias atau lebih tepatnya memiliki toko bunga, Dewi ingin menjual rumahnya dengan harga yang terbilang sangat murah, karena Dewi butuh uang karena ingin mempertahankan toko bunga yang sedikit lagi mengalami ke munduran drastis .


setelah memperlihatkan gambar yang ada , Dewi berpendapat " bagaimana kalau lihat langsung aja rumahnya mbak mas ! .


Diani mau saja dan mereka mengikuti langkah Dewi, dan setelah sampai di mana tempat mereka tuju , sebenarnya sih bukan perumahan elit.


hanya saja sebuah komplek perumahan biasa sengaja Ashari ingin membelinya agar Diani bisa memiliki banyak teman karena komplek ini terkenal dengan orang orangnya sangat ramah.


Diani sepertinya suka rumah yang nggk terlalu besar cukuplah untuk sementara mereka berdua jdengan dua lantai, kolam renang dan tanah kosong di belakang rencana Diani ingin membuat kebun sayur kecil kecilan.


Diani suka rumah ini , lalu Ashari menyuruh Dewi untuk bertemu dengannya besok di kantor notaris dan rumah ini Ashari beli atas nama Diani.


mereka pulang dan Diani ingin mampir sejenak di sebuah pantai menikmati senja hari ini.


semilir angin, deru ombak dan keindahan senja sore menjelang malam ini begitu sangat Diani sukai ntah kenapa Diani sangat senang dengan senja , Ashari datang dan membawa dua kelapa muda , tadinya Ashari ingin menikmati kelapa muda di resto sana tapi karena Diani lebih senang di dekat pantai Ashari membawakan kelapa muda ini untuk istrinya.


" ayo makan kelapa muda dulu meski matahari nya udah mulai terbenam kayaknya enak juga makan kelapa muda" kata ashari Diani yang mengambil kelapa lalu menikmatinya, enak ya" kata diani iya dong kan di makan sambil liatin suami ganteng kayak aku tambah nikmat" celoteh kocak Ashari.


Diani tersenyum mendengar kata kata suaminya, seperti Diani sangat bahagia meski ada sedikit yang belum bisa membuatnya terbuai jauh kata romantis sang suami sebuah rasa cinta yang enggan pergi dari dalam hatinya.


Diani perlahan mencoba mencintai dan menyukai semua lelucon Ashari dia orang yang baik, " kemarin ibu nanya mau bulan madu kemana ? " tanya Ashari terbata pada Diani , ibu udah kirimin tiket berangkat ke labuan bajo Ashari memperlihatkan layar hp yang tertera tiket itu ke istrinya.


"gimana menurut mas' ?

__ADS_1


"aku sih terserah kamu aja" kata Ashari


Diani mengangguk tanda setuju akan ke sana


ada senyuman yang terukir di wajah Ashari lalu mereka menghabiskan kelapa muda dan bergegas menuju ke sebuah masjid terdekat untuk shalat Maghrib.


Diani dan Ashari kembali ke rumah kediaman papa Diani, malam ini Diani sibuk menyiapkan makan malam sedangkan papa Diani sedari tadi tertawa di ruang keluarga entah apa yang papa Diani dan Ashari bahas .


Diani senang melihat tawa dan senyuman ayah nya. apa ini sudah rencana TUHAN air mata yang dia keluarkan untuk dua orang di masa lalunya TUHAN bayar dengan memberi seorang saja di masa depannya namun mampu membuat Diani dan papanya tersenyum.


" pa, hari Selasa Ashari sama Diani akan bualan madu kelabuan bajo papa jaga diri baik baik ya di rumah, kata Ashari pada mertuanya .


" oke, papa akan jaga rumah asal pulang bawa berita baik ya' kata papa Diani yang menepuk pundak menantunya.


Ashari hanya bisa membalas dengan senyuman dan anggukan " insyAllah" kata Diani .


malam ini mereka makan dengan lahap dan tenang, setelah makan selesai Diani menyelesaikan pekerjaan rumah meski seorang wanita karir tak menutup kemungkinan Diani bisa masak dan membereskan rumah ini yang Ashari sukai Diani bukan wanita manja .


Ashari dari tadi mengutak Atik laptop nya dan bersandar pada tempat tidur mengerutkan alisnya, memandang laptop ke depan dengan fokus.


" Diani masuk dan menyuguhi Ashari secangkir kopi, kamu kenapa mas tegang amat? tanya Diani , Ashari yang sedari tadi melihat laptopnya malah memutar laptop itu ke arah Diani dan berkata " susah nih game nya dari tadi aku coba kalah terus sambil memperlihat kan game Ludo di layar laptop ke arah istrinya, Diani yang dari tadi pikirannya, suaminya lagi kerjain kerjaan eh nyata lagi main game " dasar dokter pea" kata Diani .


Ashari hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kamu kenapa si bi kesel amat mukanya ? tanya ashari .


"aku tuh tadi lihat kamu kayak serius banget gitu jadi aku bikinin kopi dan berniat pijit punggung kamu tapi nyatanya sibuk main game. " kata Diani judes.


"maaf deh' Abis kamu kerjaannya di dapur Mulu lupa kalau suami di sini juga butuh di mainin " kata Ashari ngelucu lagi.

__ADS_1


entak kenapa mereka berdua terlihat akrab sekali dan tak ada batasan mungkinkah cinta Ashari telah terbalas apa diani telah memiliki cinta untuk Ashari .


__ADS_2