PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
EPISODE 19.


__ADS_3

deru gemuruh petir di malam hari menemani kesedihan Diani dan Ashari , Diani hanya merenung dengan tatapan tajam mengarah ke depan entah hatinya sedang berkecamuk.


Ashari lebih sudah mengikhlas kan baby AZ namun, Diani masih tidak percaya semua rasanya mimpi hal yang sama kembali menimpanya sosok lelaki yang menguatkan jiwa nya di saat seperti ini pun telah kembali pada pangkuan ilahi .


kilatan petir seakan menerangi hidup Diani yang berwarna hitam dan abu abu ..baru saja ku ia teguk indahnya pelangi dalam hidup nya namun , begitupun cepat berlalu papa dan baby AZ pergi dan tak akan kembali lagi


Diani diam menangis dan hanya berteman dengan bayangan papa dan baby AZ yang masih baru belajar berjalan. perih...


luka yang Sama , luka yang perlahan sembuh tapi tergores lagi Diani ingin menutup mata sampai esok ia bangun bahwa semua ini hanya mimpi.


.....


hari ini sudah dua Minggu papa dan baby AZ tiada, Diani kembali pada aktivitas nya ia ingin kembali bekerja di rumah sakit.


semua staf, dokter serta perawat menyambutnya dengan pelukan menguatkan .. tapi ada air mata di sana air mata tak rela tapi dia tidak ingin berperang dengan takdir yang tak bisa ia bantah ...


rasanya ingin teriak kenapa TUHAN TAK ADIL. tapi itu semua salah Diani tau Tuhan hari ini sedang menyiapkan waktu terbaik untuknya, kehidupan terbaik untuk nya Diani yakin itu.


hari ini sudah ada beberapa pasien yang Diani layani saatnya istirahat Diani yang selalu makan bersama dengan sang suami di ruangan pemeriksaan.


' hari ini ada seorang dokter lulusan Amerika sama dengan mu akan ikut bergabung dengan rumah sakit ini . kata Diani yang telah menerima telfon dari mama mertuanya.


Ashari yang mendengar istrinya hanya mengangguk.


seorang wanita tinggi bak model memakai kemeja lengan pendek dan rok hitam selutut sedang berjalan dan mencari ruangan direktur utama.


setelah mendapat ruangan yang pintu tertulis RUANG DIREKTUR


Zahra berhenti dan mengetuk , Ashari yang ada di dalam mempersilahkan masuk.


"masuk" teriak Ashari


Zahra yang membuka pintu dan masuk serta menundukkan pandangannya . " apa benar anda dokter yang akan bergabung di rumah sakit kami ? kata Ashari tanpa basa basi.


" iya perkenalkan saya dokter Zahra ahli kandungan ! lalu Zahra mengangkat kepala mata mereka sama berpandangan rupanya Zahra adalah mantan kekasih Ashari yang putus karena selingkuh dengan lelaki Amerika waktu kuliah dulu.

__ADS_1


" kamu" teriak Ashari dan Zahra bersamaan .


dunia sungguh kecil ya aku baru saja ingin melupakan mu tapi skenario hidup mempertemukan kita. kata Zahra


sudahlah aku sudah berumah tangga dan aku harap jaga sikap mu kamu harus profesional di sini lagi pula istri ku juga salah satu dokter di rumah sakit ini jadi ku harap kamu bisa bersikap profesional sekali lagi aku tegaskan


Zahra yang mendapat teguran hanya tersenyum bodoh amat , Zahra tak menyangka dengan kembali ke Indonesia akan mempertemukan dirinya dengan Ashari lelaki yang ia pacari selama tiga tahun tapi tak pernah mau menjamah tubuh Zahra dan Zahra nggk suka pacaran seperti itu akhirnya dia selingkuh dengan teman sesama kampusnya dulu.


ganggang pintu terbuka " ceklek" pertanda pintu terbuka akhirnya muncul sosok Diani , " maaf dok' apa saya menganggu ? tanya Diani pada suaminya.


" tidak dokter Diani, perkenalkan ini dokter Zahra ahli kandungan dan ini dokter Diani dokter umum di rumah sakit ini sekaligus istri saya, tegas Ashari.


Zahra yang mendengar itu melihat diani dari bawah sampai atas wanita yang sangat biasa menjadi saingannya mendapatkan cinta Ashari.


meski pakaian dan dandan nya biasa tapi Zahra kagum dengan wajahnya yang sangat cantik natural.


dokter Ahmad datang dan di beri arahan oleh dokter Ashari menemani dokter Zahra dan memperkenalkan pekerjaan nya mulai hari ini.


Zahra dan Ahmad berlalu tinggal lah Ashari dan Diani yang berada di ruangan itu, "sayang sepertinya aku merindukan mu" Ashari yang mulai merangkul dan mencium pipi istrinya.


" bagaimna kalau kita pulang saja kan memang waktunya pulang" ajak Ashari pada istrinya.


" aku juga kesini untuk mengajak mas' pulang .


sepasang suami istri keluar dari ruangan itu dan berjalan beriringan siapa saja yang melihat akan iri pada mereka.


menjelang malam baru Diani, sampai di rumah mereka kini mereka tinggal di rumah peninggalan mama dan papa Diani sedangkan rumah mereka yang dulu di kontrak kan.


Diani yang sudah membersihkan diri lalu bergabung bersama suaminya di tempat tidur , Diani malam ini sangat cantik ber-make up seadanya saja dia sangat cantik, Ashari yang melihat perubahan istrinya mendekat memeluk Diani dari belakang mencium aroma yang keluar dari badan istrinya. lelaki mana yang tak suka di puaskan dengan makan, ranjang dan pakaiannya.


malam ini mereka melewati malam yang indah berharap kali ini , akan menumbuhkan benih cinta yang akan menjadi pengganti bahagia yang telah mendahului mereka.


pagi sekali Diani sudah siap semua sarapan siap begitu Ashari menuruni tangga yang melihat istrinya terkejut melihat perubahan ,penampilan sang istri.


Diani berhias sedikit karena tau dari mertuanya bahwa Zahra adalah mantan dari suaminya, Diani tak ingin suaminya di gaet wanita lain .

__ADS_1


" sayang kenapa cantik banget sih hari ini bisa bisa mas' sekap kamu seharian di ruangan loh nggk boleh layani pasien dengan dandanan begini nanti dokter lain ada yang lirik kamu."


seharusnya diani yang berkata seperti itu ini kenapa kebalik ya' .


mulai sekarang kamu jadi asisten aku aja nggk perlu kerja bagian pemeriksaan kamu duduk di ruangan direktur sama aku.


memang sih akhir akhir ini Ashari selalu sibuk di ruangan direktur karena sekarang yang memegang perusahaan adalah dirinya.


Ashari dan Diani berjalan memasuki pelataran rumah sakit milik mereka. semua mata memandang perubahan Diani yang sangat cantik dulu cantik tapi sekarang cantiknya cantik banget.


semua staf sudah di beri tahu sekarang Diani hanya asisten direktur di rumah sakit ini , semua staf sudah mempersiapkan meja diani di dalam ruangan direktur.


" ini sih sama aja kita berduaan bedanya cuma karena ini di rumah sakit" protes Diani pada suaminya.


' salahmu sendiri kenapa kamu cantik banget hari ini .


(aku sengaja mas' biar mas kaga kecantol sama dokter baru itu) Diani yang berbisik dengan hatinya.


pekerjaan Diani mudah hanya menyusun jadwal meeting dokter Ashari dari pagi sampai sore saja .


mereka berjalan berdua ingin makan siang di luar baru saja Diani ingin melagkah kan kaki ke luar dari lobi rumah sakit tiba tiba perut Diani sakit sekali.


Diani di larikan ke UGD. dan akhirnya Diani di tangani oleh dokter Zahra selaku dokter kandungan.


maaf bu' seperti nya ada yang masalah dengan rahim ibu sepertinya kita akan melakukan pemeriksaan berlanjut !


Zahra sangat profesional , sepertinya kita menemukan gejala tumor pada rahim ibu bagaimna apa kita operasi saja ?


" lakukan yang terbaik untuk istri saya" lalu di ruang operasi Andra sudah menunggu akan mengoperasi Kaka ipar nya.


dokter Ashari ikut masuk di ruang operasi menguatkan istri nya, namun ternyata rahim Diani harus di angkat karena telah menjalar dan harus di lakukan pengangkatan rahim.


Diani dan Ashari yang mengetahui itu sangat sedih Ashari sedih tapi Diani lebih sedih lagi semua seperti cobaan beruntun yang ia terima.


baru saja kemarin dia mencoba berharap akan tumbuh buah hati di rahim nya.

__ADS_1


__ADS_2