
. sinar mentari menyinari pagi yang cerah, seorang lelaki yang sedang berlari kecil berdampingan dengan anaknya masih berusia 5 tahun .
Maya yang sangat suka lari pagi bersama ayahnya di setiap weekend, ia senang karena ayahnya selalu memberi apa yang ia inginkan hari ini Maya hanya memutari sekitar komplek .
" yah' boleh ya kalau besok aku pulang sekolah mampir lagi ke kantor ayah" .
" iya nak' tumben kamu senang berada di kantor ayah ?
" aku senang lihat Tante yang mirip mama itu , kalau boleh sih andai Tante itu mau aku mau Tante itu jadi mama aku.
" jangan ngawur nak' Tante itu adalah pemilik rumah sakit tempat ayah bekerja, kamu jangan sembarangan ya.
mereka melangkah dan berjalan menuju rumah mereka setelah ini, Maya dan papa nya akan ke panti asuhan membagi makanan pada anak anak di sana, karena hari ini hari ulang tahun ibunya.
seorang wanita turun dari mobil mewah nya , ia adalah Maya anak yang di adopsi dari panti asuhan ini, Maya banyak membawa bingkisan dan akan merayakan pertambahan usia nya pada anak anak panti hari di mana Maya di temukan di depan gerbang oleh ibu panti.
sedangkan , seorang gadis kecil sedang bersama ayah nya masih menemui ibu panti berniat memberi sedikit rezeki karena hari ini ibu Maya berulang tahun dan Bu panti pun memberi tahu bahwa ada juga yang sedang merayakan ulang tahun nya di panti ini mungkin mereka bisa ikut bergabung.
Maya bergabung dengan anak anak di sana belum Rangga sadari, bahwa wanita yang sedang berada di hadapannya yang sedang tertawa riang bersama anak panti adalah atasannya di rumah sakit.
Maya berlari lalu kakinya kesandung oleh kaki meja dan Mita menghampirinya, lalu tersenyum meski senyuman nya tak terlihat , Maya meski baru melihat Mita tapi ia tahu itu Mita.
" Bu dokter cantik" kata Maya , ayahnya yang mendengar teriakan Maya lalu menoleh dan baru menyadari wanita yang merayakan hari lahirnya adalah direktur di rumah sakit tempatnya bekerja.
Rangga berlari ke arah anaknya yang sedang meringis kesakitan pada kakinya yang terbentur.
Mita menenangkan Maya , tangis Maya mereda dan mulai diam , lalu Mita memberi permen gulali besar yang sedari tadi ia bawa untuk anak panti , Maya tersenyum dan meninggalkan ayah dan dokter cantik bersama meski dengan jarak yang agak jauh .
" apa hari ini Bu direktur juga berulang tahun ?"
" iya,
Rangga tertawa rupanya hari ulang tahun istrinya sama dengan hari ulang tahun direkturnya.
__ADS_1
" bisa panggil saya Mita saja, saya lebih tua dua tahun di banding kamu .
Rangga menyunggingkan senyuman.
" Maya anak yang baik , kamu hebat bisa merawatnya sebaik itu.
" terimah kasih , mungkin sudah takdir ku menjadi ayah sekaligus ibu yang baik untuknya ."
" apa tak pernah berpikir mencarikan ibu baru untuk nya ? ( pertanyaan apaan sih ) kata hati Mita.
" mungkin belum, Mita bukan anak yang mudah dekat dengan orang lain.
" oh......
"aku pamit dulu , masih banyak pekerjaan yang menungguku . pamit Mita hendak meninggalkan Rangga.
Rangga yang masih betah di panti bersama Maya, bermain bersama anak panti dari dulu Maya tak memiliki banyak teman, katanya Maya anak pembawa sial karena itu banyak teman yang menjauhi nya.
setelah Maya kelelahan ia pamit pada teman teman nya di panti untuk pulang .
.......
di rumah sakit , Mita yang baru saja datang melihat Rangga dan dokter lain yang sibuk dengan aktivitas nya masing masing, ia berjalan memasuki lift dan menaiki lantai tempatnya bekerja.
Rangga yang melihat Mita tersenyum lalu menundukkan pandangan nya. tak seharusnya pandangan ini ia tujukan untuk atasan nya rasanya kurang sopan saja.
Mita hari ini akan pulang ke rumah orang tuanya, hari ini Diani berulang tahun dan Mita sudah menyiapkan kado spesial buat sang ibu.
pintu rumah Diani di ketuk seseorang , Diani berjalan dan membuka pintu lalu Diani kaget karena ada kado besar di depan pintu rumahnya.
" ini apa ya Diani yang heran, langsung membuka pita lalu Mita keluar dari balik kotak kado itu, "SUPRISE" Mita memberi kejutan pada mamanya dan ada sebuah kotak kecil berisi cincin yang Mita kasi untuk mamanya.
Mita ingin mamanya ikut dengan nya , namun karena suaminya Belum pulang Diani menolak lalu Mita memaksa sang ibu, Diani akhirnya setuju tapi mata Diani di tutupi kain.
__ADS_1
akhirnya mereka sampai di ballroom suatu hotel pintu ruangan di buka bersamaan di bukanya penutup mata Diani.
"SUPRISE".
Diani terharu di sana ada Mita , suaminya, mama dan papa mertuanya. Diani terharu lalu Mita menggandeng tangan ibunya untuk memotong kue yang besar yang telah ia siapkan .
hari itu ia mengundang semua staf dan para dokter untuk merayakan ulang tahun ibunya, setelah Diani memotong kue dan memberi suapan pada anak dan suaminya kini semua staf di persilahkan makan.
Mita memperhatikan seseorang , itu adalah Rangga dan anaknya yang menikmati hidangan di hotel itu lalu Mita menghampiri Maya .
" apa kabar anak cantik ? "
" Tante, kabar baik terimah kasih udah undang Maya , Maya suka sekali dengan kue nya.
" kalau Maya mau lagi silahkan tambah , lalu Mita akrab dan bercengkrama dengan Maya sedangkan Rangga memberi jarak , Rangga senag Maya kini tidak sedih lagi Maya seperti menemukan kembali kesenangan dalam hidup nya saat mengobrol dengan Mita.
Diani memperhatikan anaknya Diani sudah tahu anak kecil bersama Mita itu anak dari salah satu dokter di rumah sakit keluarga mereka.
tiba tiba Maya terjatuh dan mengalami kejang dan Mita segera memeriksa Maya ternyata Maya mengidap penyakit epilepsi , Maya kejang kejang dan segera Rangga melarikan anaknya ke rumah sakit.
hati Mita sangat bersedih kawan kecilnya terbaring lunglai di atas ranjang rumah sakit, Maya bangun dari ketidaksadarannya.
kemudian, Maya ingin minum sesuatu dan memanggil ayah nya.
" ayah aku mau minum, aku haus si Tedy kenapa nggk ada di sini (Tedy sebutan untuk boneka bear milik Maya ).
kita siap siap ya' sebentar lagi kita akan turun konsultasi dengan dokter mengenai penyakit yang kau derita nak.
Maya turun dan tak menyangka bahwa Mita datang untuk menjenguknya, " apa kabar Tante ?
" baik sayang ucap Maya pada senior ayah nya itu dokter Mita menunggui sampai semua org kabur Mita dan yang lain membuat suprise pada mama yang sangat ia cintai
" Tante itu baik ya ?
__ADS_1
" iya dong tentu saja dia kan , dia memang terkenal sebagai orang yang baik kepada siapa saja.