PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
EPISODE 32


__ADS_3

semilir angin menerpa pada daunan pohon rambutan yang berada tepat di depan rumah Icha, sudah ada sebuah tempat peristirahatan persegi panjang terbuat dari balok dan bambu sebagai alasnya.


Icha, Rangga dan Maya serta kakek , nenek Maya telah di duduk diatasnya sambil menikmati sebakul rambutan yang telah Rangga petik dan pisang goreng yang telah Maya buat serta es teh yang tak lupa Icha suguhkan karena matahari sepertinya menunjukkan keganasannya siang ini.


terasa sejuk karena mereka berada di bawah pohon, setiap warga yang lewat mereka panggil untuk ikut berbaur begitu ramah nya Icha yang membuat mertuanya sangat kagum.


setelah acara piknik selesai Icha memasukkan semua peralatan makan ke dapur , lalu Rangga menyapu halaman dan membersihkan sisa kulit rambutan yang berserakan di taman .


Icha langsung ke halaman belakang untuk memetik mangga dan beberapa sayur untuk buah tangan yang akan di berikan pada mertuanya.


saat Icha memberi sekantong sayuran dan buah buahan mama Rangga malah menyematkan cincin emas di jari tengah sang menantu .


" ini cincin pemberian dari mertuaku juga , dulu aku tak memberi ini pada mama Maya karena menurutku ia belum bisa menjadi istri yang baik , berbeda dengan mu nak' meski gaji suamimu terbilang banyak kamu malah hidup di tengah kesederhanaan dan menabung gaji suamimu untuk masa depan anak anak kalian kamu luar biasa"


mama mertua Icha menangis memeluk nya dan Icha pun memeluk mertuanya .


" mama titip Maya bagaimanapun Maya anak yang baik cuma sedikit manja saja"


mama Rangga lega bisa melepas Rangga dan Maya pada gadis baik ini .


mereka lalu pamit undur diri kembali ke kota , deru mesin berbunyi saatnya mereka kembali pak Surya tersenyum pada anak dan mantu majikan nya , mereka bertiga melambai sampai mobil yang di tumpangi kakek nenek itu tak terlihat karena belok di persimpangan jalan.


Maya dan Icha bersiap ke masjid begitu juga dengan Rangga mereka terlihat seperti keluarga yang lengkap.


Maya yang setiap harinya diantar sekolah oleh Icha sangat senang karena sekarang ia telah memiliki seorang ibu.


dan Icha yang kini tidak lagi berjualan sayuran karena dilarang oleh Rangga dan hanya tinggal di rumah menjadi seorang ibu rumah tangga dan tak lupa Ia pun sering bersilaturahmi pada ibu-ibu yang ada di kampung ini ia melaksanakan sebuah kelompok masak memasak untuk saling sharing masakan yang enak-enak.


sudah sebulan Rangga dan Icha menikah, pagi sekali Icha merasakan ada yang tidak enak dengan perutnya ia merasa ingin mual dan muntah Ia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya namun yang keluar hanya air saja.


Rangga yang melihat Icha seperti itu sangat kasihan Ia pun segera melarikan istrinya ke Puskesmas dan di sana sudah ada bidan yang akan memeriksa istrinya.


"wah selamat ya dokter Rangga istri anda sedang hamil"


Rangga dan Icha pun saling menata ada air mata haru yang tercipta dalam tatapan mereka lalu dokter Rangga mengecup kening Ica tanpa memperdulikan bahwa bidan itu masih ada di depannya.


Ranga dan Icha pun sangat senang mereka ingin memberi kejutan kepada Maya, Rangga dan Icha sengaja menjemput Maya dari sekolah mereka ingin jalan-jalan dan mengajak Icha makan bakso lalu memberitahu Maya bahwa sebentar lagi ya akan menjadi seorang kakak.


"tumben deh papa nggak sibuk mah biasanya kan papa super sibuk, Maya senang kalau kita jalan-jalan seperti ini apalagi sekarang Maya ingin punya adik baru lagi Mama janji kan mau kasih Maya adik"


Rangga dan Icha saling tertawa lalu Icha memeluk Maya.


"sebentar lagi kakak akan punya adik , jadi kakak harus pintar, nggak boleh rewel lagi, nggak boleh nakal lagi ,harus bobok siang".


pinta Icha kepada Maya


" kalau itu mah kecil bagi Maya, sambil menunjukkan ibu jari ke jari kelingkingnya. tinggal bobok siang doang ,nggak rewel, nggak nakal ,Maya akan jadi kakak yang baik Maya akan jagain adik kalau adiknya udah lahir . kata Maya antusias.


mereka pulang dan kembali ke rumah, karena sudah makan malam mereka istirahat Maya sudah belajar dengan mamanya dan menyiapkan buku untuk besok lalu bergegas untuk tidur.


" mas, terimah kasih telah mengangkat derajat ku yang hanya penjual sayur menjadi istri seorang dokter".


Rangga mengelus puncak kepala istrinya, lalu mengecup keningnya dan mereka tertidur


karena kata dokter nggk boleh kerja keras dulu selama hamil muda.🤭🤭


hari berlalu begitu cepat tak terasa perut Icha sudah membuncit.


Maya senang mengelus-elus perut mamanya, Maya nggak pernah lagi keluar atau bermain bersama temannya dengan alasan ia ingin menemani mamanya dan menjaga adik yang ada di dalam perut.


meski Icha tak pernah menekan Maya untuk terus berada di rumah karena maya masih berusia 9 tahun saatnya untuk bermain,katanya dia sudah besar sebentar lagi akan punya adik.


saat Icha mengeluh sakit pinggang Maya akan mengelus pinggang mamanya dan membaluri minyak telon, saat Icha tak bisa menunduk dan jalan lama Maya hanya menyuruh Icha dan kaki selonjoran lalu Maya mengerjakan pekerjaan rumah, dan memberi minum Icha .


Maya selalu memastikan ibu dan adiknya baik baik saja, setiap pergi periksa Maya selalu ikut tiba saat kehamilan Icha akan di USG Maya ikut dan melihat calon adiknya perempuan lalu Maya berteriak kegirangan , Maya senang akan memiliki teman main.


hari ini 9 bulan 10 hari tepat Icha akan melahirkan , ia di bawa ke rumah sakit di kota karna memudahkan persalinan dan Maya di jaga kakek dan neneknya.


Icha melahirkan secara normal dan di temani oleh sang suami lalu mereka pulang ke rumah kakek dan nenek dulu sebelum pulang ke kampung .


semua warga kampung bersorak riang , mendengar kelahiran Icha , semua sudah mempersiapkan yang terbaik di kampung dan akan menyelenggarakan acara aqiqah dan pemotongan rambut bayi.


Maya senang ia tak sedikit pun bergeming dari sisi sang adik , Maya senantiasa menjaga adiknya.


tak lupa mengundang keluarga Maya nenek dan Tante saudara ibu kandungnya.


" kenapa sih mah harus ke kampung sini segala , kenapa acaranya bukan di kota jangan jangan mamanya Rangga juga nggk restuin mantu barunya". celetuk Tante Maya


Maya senang kedatangan Nani iya menyebut Oma dari mamanya dengan sebutan Nani, mereka melangkah masuk dengan tatapan sinis pada bayi dan juga Icha .

__ADS_1


masih cantikan, kak Firza dari dia ucap Nara Tante Maya, tak sengaja Icha dengar tapi tak memasukkannya ke hati.


" Maya udah punya adik barunya ntar udah nggk di sayang papa Lo , mama baru Icha cuma sayang sama adek baru Icha aja " Sahin Nara pada ponakannya.


" nggk kok Tante , mama Icha sayang sama Maya dia itu mama yang baik suka nolong Icha kerjain tugas sekolah, antar Icha sekolah"


Maya mendengar bagaimna Icha membela dirinya , Maya mendekat sang baby sedang bersama mertuanya .


" Icha sayang makan dulu yuk sama mama "


Icha berjalan meninggalkan saudara ibu kandungnya dan menghampiri mamanya mereka makan bersama karena Icha tahu dari tadi Maya sibuk mengurusi adiknya dan menyusun semua kado milik adiknya.


Icha memeluk anak sambungnya.


" mama akan selalu sayang sama kalian Maya dan Adel adalah anak mama dan papa ya kan nak.


Maya mengangguk tanda setuju.


Maya lalu kembali ke sisi adiknya bersama Icha acara berlangsung dengan sangat meriah warga kampung benar benar totalitas membantu mereka.


Icha sangat senang, karena kali ini ia merasa sangat di perhatikan warga kampung dan mertuanya.


semakin hari Icha memperhatikan baby kecil sampai Ia lupa bahwa Maya mulai terlupakan


Rangga yang sangat sibuk tak sempat untuk bermain dengan Maya, sedangkan Icha karena ia sedang asi jadi ia pun melupakan Maya.


akhir-akhir ini Maya tidak lagi memasuki kamar kedua orang tuanya melainkan ia sering sendiri di kamar bermain dengan boneka-bonekanya.


saya merasa kedua orang tuanya hanya menyayangi adik kecilnya saja iya lupa bahwa ayah dan mamanya sedang sibuk ayah sibuk di Puskesmas sedangkan mamanya sibuk mengurus si kecil.


hari itu Maya melihat adik kecil sedang terbaring di ruang keluarga sedangkan mamanya yang sedang memompa ASI tak memperhatikan Maya, Maya mulai mengelus-ngelus pipi sang adik hingga akhirnya ia entah mendapat bisikan dari mana Maya mulai mencubit sang adik.


Icha beralih pada sang baby ia melihat pipi si kecil sudah merah karena bekas cubitan dari Maya, Icha yang melihat itu tidak langsung emosi meskipun sebenarnya ia sangat marah.


suara mulai ketakutan dan lari meskipun Icha tak mengejarnya lalu Icha menelpon Rangga dan mencari Maya Maya yang sangat kecewa kepada kedua orang, iya lari ke sungai di bawah air terjun Maya sedang menangis.


Maya merasa perkataan tante Nara benar bahwa ayah dan mamanya tidak lagi menyayanginya.


jangan menangis sejadi-jadinya sampai hari pun menjelang malam ada warga yang lewat dari melihat kebun di seberang sungai ia mendengar ada seorang anak kecil yang menangis, iya pikir tadi itu adalah sang penunggu sungai namun ia mengenal suara itu.


"seperti itu suara neng Maya , Ia pun berjalan mendekati sumber suara lalu terkejut mendapati mayat sedang menangis di bawah aliran air terjun.


Pak Arif mulai menggendong Maya dan membawanya pulang karena sebentar lagi malam telah tiba.


Rangga yang melihat anaknya terbaring lemah tak berdaya di atas kursi Ia pun menyuruh bina untuk melepaskan semua baju Maya dan menggantinya dengan pakaian yang baru.


Maya mulai sadar karena mencium aroma minyak telon yang diusapkan oleh bik Mina,


Maya menangis sejadi-jadinya dia pikir dia tadi akan mati lalu bertemu dengan ibunya saja karena di dunia ini sudah tidak ada lagi yang menyayanginya.


di situ Rangga dan Icha mulai sadar bahwa anaknya yang satu ini merasa cemburu kepada adiknya.


"Maya akan tetap menjadi anak pertama ibu dengan ayah, tidak akan ada yang menggantikan posisi Maya sebagai cucu pertama di keluarga ini,maafkan Mama yang lalai karena akhir-akhir ini mama tidak memperhatikan Maya karena adik sedang demam dan rewel mohon ma ayah mengerti karena mama hanya memiliki dua tangan ya nak ya !


serangga juga mendekat dan memeluk anaknya.


"ayah janji mulai besok ayah yang akan mengantar Maya ke sekolah dan pulang sekolah, Maya jangan seperti ini lagi ya kasih sayang Maya dan Adel Sama di hati ayah tidak akan tergantikan oleh siapapun kalian adalah saudara yang harus saya perhatikan sekarang dan masa depan kalian.


"jangan marah lagi ayah dan Mama janji akan membelikan Maya sebuah boneka yang besar di saat ulang tahun Maya oke nak kita rayakan ulang tahunnya dengan acara yang besar kita panggil semua warga kampung dan teman-teman Maya.


.......


setiap hari Maya diantar dan dijemput oleh ayahnya sepulang sekolah, Maya kini menjadi Maya yang periang seperti dulu tidak lagi murung dan tertekan.


tibalah hari di mana Maya akan merayakan ulang tahunnya dengan pesta yang meriah ia mengundang guru teman dan juga warga kampung sekitar sini.


teh lupa Maya mengundang nenek dan tantenya keluarga dari mama kandung Maya


Nara datang bersama dengan ibunya membawa kado yang sangat besar untuk Maya.


setelah menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan meniup lilin lalu memotong kue irisan pertama Maya berikan kepada ayahnya kedua kepada ibunya dan adiknya.


ke pesta ini memang memiliki niat buruk kepada Maya tidak rela kalau Rangga menikah lagi tapi bukan dengannya sebenarnya Nara suka dengan Rangga namun karena mamanya tidak ingin Nara menikah dengan Rangga.


Nara sengaja menyimpan racun di tempat minuman Maya ia ingin menjebak Icha sebagai ibu sambung Maya.


Nara ingin melihat betapa marahnya Mama Rangga selaku nenek Maya kalau mengetahui Maya keracunan yang akan disalahkan tentulah Icha selaku ibu sambung Maya.


Nara memang licik iya sampai mengorbankan keponakannya sendiri untuk ia racuni dia tak memiliki hati.

__ADS_1


Maya mulai kehausan karena telah memakan kue ulang tahun bersama teman-temannya setelah ia merasa haus Maya bergegas mengambil tempat air minumnya sebelum Maya menekuk air minumnya dia dipanggil oleh neneknya dan tak sengaja Maya menyenggol tempat air minum itu lalu isinya tumpah tak sengaja minuman yang jatuh ke tanah ada seekor kucing lalu menjilat air minum yang tumpah ke tanah.


tiba-tiba kucing itu terlihat lemas dan langsung mati.


semua orang melihat situasi itu rupanya ada seseorang yang akan mencelakai Maya.


Mama Rangga mulai melirik kepada icha Ia berpikir apakah Icha yang akan melukai Maya, meski tak berhasil meracuni Maya tapi Nara berhasil membuat Mama Rangga kecewa terhadap menantunya.


Rangga pun meminta kepada Rangga bahwa dia akan merawat Icha di kota ucapan akan dipindah sekolahkan ke kota Rangga sangat tidak setuju bagaimanapun Icha adalah anaknya dan tanggung jawabnya.


setelah pesta selesai Mama Rangga dan Rangga mulai keselamatan Maya bagaimanapun Icha hanyalah seorang ibu sambung menurut Mama Rangga.


tapi Maya yang bersekukuh ingin tinggal bersama mama dan papanya, menurut Maya Icha bukanlah ibu yang seperti itu neneknya sangat khawatir sampai ia bisa menuduh Icha seperti itu.


"Mama Icha adalah mama yang baik dia tidak mungkin akan meracuni Maya karena jika ingin meracuni maya kenapa harus menunggu banyak orang kenapa bukan saat Maya berdua, itu menurut maya.


Mama Rangga berpikir dengan keras betul juga apa yang dikatakan oleh Maya.


jika ingin mencelakai Maya kenapa harus menunggu acara pesta ulang tahun ayah kenapa bukan saat mereka berdua saja di dalam rumah saat Rangga berangkat ke Puskesmas bisa saja semua ini ada orang di balik ini semua.


bi Mina pun angkat bicara saat itu bi Mina sedang di dapur ia tak sengaja lewat di ruang tengah dan melihat Tante Maya Bu nara sedang membuang sebuah kertas kecil pada tong sampah setelah itu Nara lalu menutup kembali tempat minuman Icha.


Rangga pun sudah tahu siapa pelaku sebenarnya Rangga tak ingin pusing dan memiliki hubungan lagi dengan mantan mertuanya serta adik iparnya, kalau nggak mau maafkan kelakuan mereka kali ini namun kita berulang lagi Rangga tidak akan segan untuk melaporkannya.


kini ya sudah tahu siapa Nara sebenarnya ia sangat membenci Nara, beberapa kagetnya Maya karena ibunya yang baik tak seperti Nara adik dari ibu kandungnya.


begitu berbeda dengan Icha ia tak ingin lagi kecolongan Icha selalu memperhatikan apapun yang dimakan oleh Maya dan adiknya Icha mulai was-was saat Maya berangkat sekolah dan pulang ke sekolah Icha akan terus bertanya tentang makanan apa yang dikonsumsi oleh Maya di sekolah.


pada suatu hari Adel demam tinggi dan harus dilarikan ke Puskesmas Rangga sendiri yang mengobati anaknya karena peralatan Puskesmas tidak memadai akhirnya adil dilarikan ke rumah sakit yang lebih besar lagi di kota, Maya pun ikut tinggal di rumah kakek neneknya di kota.


Maya sangat khawatir dengan keadaan adiknya panas Adel pun belum menurun sampai saat ini.


Icha hanya mampu menangis dan Rangga Yang menenangkan istrinya, pada akhirnya malam itu Adel tidak lagi menangis Rangga sangat heran karena panas anaknya sudah turun secara tiba-tiba.


lalu Rangga memeriksa denyut nadi pada leher Adel betapa terkejutnya Rangga tidak mendapatkan lagi denyut nadi pada leher sang anak itu menandakan bahwa Adel telah pergi untuk selamanya ia kembali kepada sang pemilik.


Rangga hanya bisa menangis tanpa berkata apa-apa, ada yang melihat itu semua sudah tahu bahwa sebenarnya Adel sudah tiada Icha memang ingin meraung dan menyalahkan dirinya namun itu ia lakukan ia tersenyum dan memandang jasad Adel


"akhirnya Ade sudah tidak panas lagi tenang di alam sana ya nak kamu akan menjadi bidadari surga tunggu mama dan ayah di pintu surga kelak nanti"


Maya merasa heran kenapa Adel cepat sekali keluar dari rumah sakit, lalu dibawa pulang ke kampung Adel akan disemayamkan di sana kata Rangga pada Maya, Maya menangis sejadi-jadinya ia sangat menyesal bahwa pernah iri dengan Adel.


"maafkan kakak dek, Kakak tidak akan iri lagi kamu bangun ya, Kakak janji sepulang sekolah kakak tidak akan bermain dengan teman kakak lagi, kakak akan terus menemani adik.


Maya sangat terpukul kepergian adil begitu saja membuat ia trauma, Maya menangisi kepergian adiknya Ia pun ikut mengantarkan seorang adik ke tempat pembaringan terakhirnya.


Icha yang semakin ingin menguatkan dirinya ternyata tidak bisa akhirnya ia runtuh juga ia menangis dan pingsan ia Sama halnya dengan ibu yang lain yang merasakan sakit saat anak yang dilahirkannya pergi untuk menghadap ilahi.


semua warga menguatkan Icha, Icha masih saja termenung dengan tatapan yang kosong ia sangat menyesali dirinya ia tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk Maya dan Adel.


Maya mendekat ke arah ibu sambungnya memeluknya dan menguatkannya.


"Mama yang sabar ya adek sekarang sudah tenang di alam sana ia sudah bermain sama Allah, Mama jangan nangis lagi Adel pasti juga menangis melihat Mama begini.


Icha lalu mengharapkan pelukannya pada sang anak sekarang hanya emaknya yang bisa menghiburnya tak ada lagi suara Adel yang menyejukkan.


iya harus terbang tengah malam untuk membuatkan Adel susu tak ada lagi hal yang seperti itu.


iya harus bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan lalu mengganti popok sang anak semakin hari ia semakin sedih tubuhnya semakin melemah dan kurus.


Rangga sangat kasihan melihat istrinya seperti itu, Icha sepertinya masih belum bisa melupakan anaknya karena sejatinya tak ada ibu yang rela kehilangan anak untuk selamanya.


hati Icha sedih Ia pun hanya merenung dan meratapi kepergian anaknya sesekali warga datang untuk menjenguk dan menghibur Icha mereka seperti kehilangan sinar permata yang selama ini menyinari kampung dengan keceriaan seorang Icha.


tak terasa sudah 3 bulan Icha seperti ini tubuhnya semakin lemah dan kurus, Rangga tak pernah terurus lagi begitu pula dengan Maya , Rangga mulai mengurusi dirinya sendiri beserta dengan diri Maya.


Icha semakin Hari semakin rapuh semakin hancur, dan pada malam hari Icha bangun tidur seolah olah Adel masih hidup.


Icha membuatkan susu bantal kecil itu lalu seperti menyusui bantal kecil di sampingnya.


sepertinya Icha terkena gangguan mental karena ia yang belum siap untuk kehilangan anaknya.


pagi hari Maya diantar sekolah oleh bi mina sedangkan Rangga memutuskan untuk ke kota memeriksa keadaan Icha kepada dokter spesialis psikolog dan benar Icha harus menerima penanganan oleh rumah sakit jiwa meskipun hanya dirawat di rumah saja.


semua warga kampung yang baik datang mendoakan Icha, berbeda dengan warga kampung yang selama ini benci dengan Icha mereka mengolok-olok Pak dokter memiliki istri yang gila.


Rangga hanya bisa sabar karena kata dokter di rumah sakit jiwa istrinya bisa saja sembuh tapi ia harus bersabar.


Icha yang semakin hari terlihat semakin membaik ia mulai ingat dengan dirinya Rangga dan juga Maya.

__ADS_1


iya kembali pada kehidupannya sebagai pengantin baru ia tak lagi mengingat keberadaan Adel ada rasa senang di hati Rangga dan Maya begitupun ada rasa sedih karena Icha tak mengenal Adel .


menurut dokter yang menangani Ica sepertinya ini lebih baik karena saat Icha mengingat Adel kembali ia akan semakin tertekan dan itu akan memperburuk keadaannya.


__ADS_2