PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
PELANGI YANG HILANG PART 2 bagian 4


__ADS_3

Wahyu mengendarai motornya, sesekali melaju dengan. kencang namun sesekali melaju dengan pelan .


semilir angin malam ini langit bertahta bintang dan sang rembulan , malam ini pesta pernikahan Rere , Wahyu datang dengan kemeja batik dan celana kain hitam ia menuju pelaminan jelas terlihat cantik sekali sahabat nya di atas pelaminan mewah ini .


sesekali Wahyu menatap dengan terpesona kecantikan Rere menghayalkan dirinya yang berada duduk di samping sang sahabat bukan lelaki brengsek itu, seketika dia sadar saat dirinya telah sampai di depan Rere menyalami tangan Rere dan mengucapkan selamat menyambut hari baru .


saat ia bergeser ke arah pengantin lelaki ia menyalami Rudi dan berbisik


"aku mohon jaga Rere dia gadis baik "


hanya anggukan Rudi yang membuat Wahyu menjadi sedikit lega , setidaknya Rudi sudah berjanji pada nya .


Wahyu pulang tanpa makan , ia hanya datang untuk memenuhi panggilan Rere dan saat pulang Wahyu melajukan motornya dengan kencang lalu , mencari sesuatu hal yang bisa membuatnya tertidur malam ini .


Wahyu meng klakson teman teman nya yang sedang pesta miras ia juga ikut bergabung meski dulu bersahabat dengan Rere tak pernah lagi menyentuh minuman haram itu, malam ini ia benar benar mabok.


" mungkin Rere melewati malam ini dengan keindahan malam pertamanya sementara aku kembali pada minuman bodoh ini minuman yang selalu menjadi sahabat sejati ku karena pada akhirnya Rere juga meninggalkan ku hanya minuman ini yang setia celoteh Wahyu .


Wahyu benar benar mabuk ia di papah pulang oleh teman teman nya , dan sampai di depan rumah nya mama dan papa nya sangat terkejut sudah beberapa tahun belakang ini , Wahyu tidak minum tapi kenapa begini malam ini kenapa siapa yang sedang menikah dan melakukan pesta miras pikir mama Wahyu .


mama Wahyu memapah anak nya untuk membersihkan diri ke kamar nya dan membawa anak nya ke tempat tidur .


" kenapa re sejauh ini kamu tak merasakan cintaku, aku sakit kamu jahat janji persahabatan kita selamanya kemana kamu pergi dengan si brengsek itu , aku mencintai mu "


Wahyu mengigau , mama Wahyu paham anak nya sakit hati cinta yang tak pernah terucap dan tak terbalas itu mama Wahyu menangis .


baru kali ini dia melihat Wahyu se hancur ini padahal Wahyu terkenal anak yang sangat anti untuk menangis .


mama Wahyu menemani anak nya tidur malam ini .


... Wahyu menggeliat karna mamanya membuka jendela kamar pagi ini hari ini Wahyu lepas jaga , ia sebenarnya bisa saja tidur lebih lama seperti biasa tapi ia harus membantu papa nya untuk menguras air di dalam perahunya setelah bersahabat dengan Rere Wahyu menjadi anak yang baik ia sesekali Ke laut membawa perahu nya .


yu ...


mama mau bicara bisa ?


Wahyu berbalik ke arah mamanya .


Wahyu meneguk kopi buatan mama nya yang rasa nya memang sangat spesial menurut Wahyu .


lalu mendekat ke arah mama nya .


" ada apa ? Wahyu sudah memiliki seluruh nafas nya pagi ini siap melupakan kejadian semalam .


" Rere menikah ??


sama siapa ? kenapa nggk ngundang mama juga lalu Ulfi adik Wahyu yang membuka pintu kamar Abang nya pun juga mendekat mendengar kabar Rere menikah .


Ulfi pun mendekati kakaknya Ulfi tahu hati kakak nya saat ini tidak baik baik saja.


karena Wahyu sering curhat pada nya kalau ia sangat mencintai sahabat nya itu .


" ia mah,


Wahyu menghela nafas kasar ....


dia menikah dengan pacar nya sudah pacaran 5 tahun "


mama Wahyu terkejut selama ini mama Wahyu pikir Wahyu dan Rere pacaran mama Wahyu juga merasa kehilangan gadis baik itu .


"semoga dia bahagia dengan suami nya dia gadis baik dan anak yang sangat berbakti "


doa mama Wahyu yang di balas Wahyu anggukan


" kamu mandi dulu ya, Mama mau masak itu handuk nya udah di bawain sama Ulfi , saat mama Wahyu keluar Ulfi memandang Kakak nya sambil menyerahkan handuk Wahyu juga memandang adik nya tanpa bicara Ulfi memeluk adik nya Ulfi tahu saat ini kakaknya sedang putus cinta "


" benarkan kata ku hanya itu ucapan Ulfi untuk kakaknya'.

__ADS_1


Wahyu mengangguk dan ada air mata yang mengalir dari mata elang nya itu .


"sudahlah mungkin si brengsek itu kali ini menang banyak tapi aku doain mereka cepat cerai kata Ulfi pada kakak nya


Wahyu meninggalkan Ulfi menuju tempat di mana kapal nya terparkir dan mengeruk semua air dalam kapal nya karena dari tadi malam hujan terus .


..................


pagi ini sangat cerah di daerah tempat tinggal Rere langit sangat bersahabat , Rere belum beranjak badan nya seakan remuk setelah melakukan ibadah Halal nya dengan Rudi .


Rudi juga bangun saat mencium aroma kopi yang di buatkan Rere , hari ini hari pertama mereka menjadi suami istri .


Rere memasak dan Rudi sedang bermain handpone , rere berharap hari ini akan berlibur seperti layaknya pengantin baru lain nya tapi sayang Rudi harus pulang nenek nya sudah menelfon kakek nya nggk bisa makan jika bukan Rudi yang menyuapi .


jam 10 pagi Rere dan Rudi pamit pada keluarga Rere memboyong Rere ke rumah nya .


Rere mengikuti suaminya, dan Rudi sesampai di rumahnya memperkenalkan pada Rere kamar yang akan mereka tempati, Rudi lalu menyuapi kakek nya dan Rere sibuk membantu mertuanya membuat kue karena masih ada tamu undangan yang tidak sempat datang kemarin datang hari ini .


Rere mandi dan mengganti baju nya Rudi sedari tadi terlihat rupanya sedang memberi makan sapi nya , Rere yang tidak merasa di butuhkan lagi oleh mertuanya kembali ke kamar dan merapikan pakaian mereka ke dalam lemari , lalu Rere baring bermain hp dan akhirnya tertidur sampai ia mendengar pintu kamar di gedor gedor oleh Rudi .


Rere membuka kan pintu dengan memasang senyuman termanis yang ia miliki , namun saat pintu terbuka wajah Rudi seperti orang yang sedang marah


" tidur aja kerjaan kamu , emang nggk bisa ngapa ngapain lagi selain tidur lihat tu mama sibuk bikin kue dan terima tamu sendirian kamu malah enakan tidur .


hati Rere nyesek mendengar bentakan Rudi pada nya , bukan hanya kali ini sih , tapi Rere sudah merasakan seperti ini saat mereka pacaran .


Rudi mengambil handuk dan berniat untuk mandi saat melewati istrinya yang sedang mematung Rudi lalu berkata


" ngapain bengong di situ kaya patung saja sana temani mama menyiapkan makanan lalu mandi "


setelah mandi Rudi ke ruang makan dan makan malam bersama keluarga beserta istrinya .


" Rudi besok kamu mulai kerja ya ? tanya om Rudi .


" iya om aku nggak bisa lama menganggur kasian juga bos aku nanti cari tukang lain kan lumayan uang nya "


Rudi memasuki kamarnya Rere yang sedang melipat mukenah nya , " aku bisa bicara sama kamu ? .


" bisa bicara aja , ngapain minta izin dulu juga kamu selalu bicara aja nggk pake minta izin segala cerewet mu udah mengalahkan ibu ibu rempong di kampung ini " .


Deg ......


hati Rere ko aneh ya rasanya ada yang sakit tapi entah sebelah mana .


" kamu mau bicara apa katanya mau bicara ko diam sih , dasar aneh .


"besok bisa nggak aku pulang ke rumah ka' Maryam soalnya Alif mau pulang ke pesantren ."


"oke besok aku antar setelah pulang dari kerja tapi aku bermalam di sini yah , soal nya kakek nggk bisa kalau nggk ada aku di rumah ini .


" iya , hanya itu jawaban Rere padahal Rere ingin sekali jalan jalan dan liburan serta nyekar ke makam ibunya .


pagi ini Rudi akan berangkat kerja bekal makanan nya telah di buatkan oleh Rere dan Rere akan menunggu di rumah , selepas Rudi pergi mama Rudi meminta di antar oleh Rere ke pasar buat belanja bulanan .


mama Rudi sangat baik , bukan hanya itu mama Rudi ternyata mengajak Rere karena akan membelikan cincin dan kalung emas buat menantunya hasil dari uang amplop dari pesta mereka .


mama Rudi harap Rere akan bahagia dengan anak nya .


Rere sangat baik ia memandikan nenek Rudi menyisir rambut nya serta memakaikan baju untuk nenek Rudi .


kakek Rudi juga senang selama Rere tinggal di rumah nya Rere sangat rajin melaksanakan pekerjaan rumah tangga ia sangat rajin.


malam ini Rudi akan mengantar Rere pulang ke rumah kakaknya , di perjalanan Rudi memberi tahu kalau dia akan ke tempat tantenya di ibu kota untuk bekerja bersama om nya karena Tante nya butuh tukang untuk membangun sarang burung walet .


" kalau bisa saat kamu ke ibu kota aku tinggal sama papa aja ya , kasian juga papa tinggal di rumah sama adik adik ku aja yang kecil "


" papa kamu kan nggk suka sama pernikahan kita , kamu mau kita cerai nanti papa mu menyuruh kita pisah kalau tahu aku tinggalin kamu kerja di luar kota "

__ADS_1


" nggk akan kasian papa , aku juga kangen sama Dia mau ya aku tinggal di sana aja"


" terserah kamu percuma juga bicara sama kamu orang nya nggak mau di atur.


Rere sampai di rumah Maryam dan Rudi langsung pulang tanpa bertemu kakak ipar nya terlebih dahulu .


........


Maryam yang melihat adik nya terkejut Rere datang tanpa di temani suaminya .


Rudi mana ?


"pulang .....


harus bekerja besok aku nginap sini ya kak kangen sama arka keponakan tercinta aunty ...sambil menggendong ponakan nya Maryam curiga adik nya bermasalah dengan suaminya.


setelah seminggu Rere nggak pernah di kabari oleh Rudi Rere juga sedang melatih hatinya tak menelfon suaminya .


rupanya Rudi sudah ada di ibu kota bekerja di rumah Tante nya , mertua Rere menelfon nya.


Rudi katanya hp nya rusak kata tantenya , jelas mertua Rere padanya besok mertuanya akan ke rumah ayah Rere akan memberikan uang belanja dan beras sebagai kebutuhan menantunya.


.....


sebuah mobil angkutan umum berhenti di depan rumah papa Rere dan Rere melihat mertuanya datang membawa beras dan karung kantongan sangat banyak .


sudah seminggu ini Rere juga sedikit mual dan sesekali muntah makanan apa saja yang masuk keluar kembali papa Rere sudah menyuruh Rere untuk periksa.


tapi Rere tidak mau katanya ingin di temani Rudi saja periksa nya Rere sudah tes pack ternyata ia hamil.


ibu mertua Rere pun sangat senang sekali ia akan mempunyai cucu baru, Rere akan menunggu kepulangan suaminya dan akan sama sama berangkat ke dokter kandungan .


siang hari mertua Rere pamit pulang , mertua Rere memberi uang pada Rere dengan jumlah banyak agar Rere bisa membeli makanan yang Rere suka sudah sebulan ini tak ada kabar dari Rudi, tapi bagi Rere itu biasa tapi bagi ayah Rere itu kurang ajar menantu yang seperti itu tidak pernah mengabari anak nya.


" re kalau anak itu lahir kalian cerai saja, bapak masih sanggup menafkahi dan membesarkan anak mu kasian dia"


malam hari pun tiba Rere yang sedang melaksanakan shalat Maghrib tiba tiba meneteskan air mata sebenarnya ini yang Rere takutkan sehingga dulu lebih memilih pasrah putus dengan Rudi entah kenapa Rere merindukan sahabat nya itu si Wahyu .


Rere sehari hari melakukan aktivitas nya meski ia hamil tapi ia tidak manja .


hari itu Rere ke pasar untuk membeli beberapa lembar daster karena rasanya badannya sudah semakin bengkak , ia lewat di depan toko pakaian tempat dia bekerja bos nya melihat Rere dan menanyakan kabar Rere yang ternyata sekarang telah berbadan dua .


" Oalah re, hebat juga kamu , kirain belum isi dek baru juga saya mau panggil kamu kerja lagi di sini kalau di izinkan suami mu susah cari karyawan yang jujur serta rajin seperti mu " kata mantan bos Rere itu.


" emang masih bisa bos kalau saya kerja lagi ? tanya Rere penuh antusias siapa yang nggk senang di tawari pekerjaan apa lagi gaji Rere lumayan juga di sini .


1 juta untuk satu bulan di tambah uang makan dan uang lembur.


Rere senang sekali , ia pulang ke rumah seperti saat ia masih gadis , menggunakan kendaraan umum dan saat di rumah ia mengutarakan niat nya untuk kerja lagi pada bapak nya .


" bapak , tadi saya ke pasar dan ketemu sama koh Alang dia menawari saya untuk menjaga lagi toko pakaian nya kata nya belum dapat ganti "


"emang kamu bisa kerja lagi nak' ? kamu kan lagi hamil muda kasian anak mu , nanti kamu kecapean dan kenapa kenapa "


" saya bisa hati hati pah' tinggal di rumah juga kerjaku makan tidur kasian papah yang kerja seharian padahal aku punya suami yang nggak pernah kasih kabar atau nanyain anak nya belum tentu juga dia udah tahu aku hamil atau nggak " dengan nada jutek Rere mulai meneteskan air matanya .


bapak yang selama ini membesarkan putri nya tanpa seorang ibu mulai menangis bersama memeluk anak nya yang sedang hamil muda itu.


keputusan Rere sudah bulat, besok ia akan berangkat bekerja seperti saat dia masih gadis .


meski perut Rere masih kecil Rere tak di izinkan untuk jalan kaki bekerja setiap hari bapak nya mengantar Rere bekerja .


................


sudah 3 bulan Rudi berada di ibu kota untuk bekerja , malam ini Rudi sangat merindukan istrinya dia sangat menyesal memperlakukan Rere begini sebenarnya Rudi marah sama rere karena Rere sempat berpacaran dengan Tenri teman sahabat nya .


saat itu Rudi membenci Rere tapi ia malah meminta mama nya melamar Rere dan akhirnya mereka menikah lalu Rudi berjanji pada diri nya akan memperlakukan Rere dengan seenaknya saja.

__ADS_1


__ADS_2