
hamparan sawah yang luas, burung berkicau terik panas matahari seolah membakar tubuh kecil yang sedang berjalan di pematangan sawah .
Rere sekali kali melompati pematangan sawah yang tersambung siang ini ia pulang sekolah bersama teman teman nya ada uni dan Ira kata anak jaman sekarang BESTie .
Rere berteduh sejenak di bawah pohon rindang, uni dan Ira yang tak mau berhenti dan melanjutkan perjalanan mereka tapi uni dan Ira tak mau meninggalkan Rere sendiri karena di bawah pohon rindang itu terdapat banyak kuburan , tapi Rere memang anak yang pemberani sesekali dia menutup mata dan merasakan sejuknya di tengah sawah seperti ini.
uni dan Ira juga mendaratkan bokong mereka di rerumputan , uni yang rumahnya memang terletak di tengah sawah dan Ira di tengah kolam ikan yang terbuat dari tanah mereka tidak jauh dari jalan raya tapi lebih memilih potong kompas katanya tapi jarak nya lebih jauh dari pada harus melewati pinggiran jalan raya karena menghindari terik matahari yang seperti membakar kulit saja .
Rere dan Ira serta uni ini memiliki warna kulit yang sama sawo matang.
Rere ini sedikit bandel di banding kedua temannya , Rere melihat pohon jambu dan jeruk lalu memanjatnya Rere memang sering memakai celana panjang di balik roknya.
ibu uni tak sengaja melewati pematang sawah dan melihat ke tiga anak remaja ini yang sedang menikmati buah jambu dan jeruk lalu uni di panggil ibunya.
" uni kamu kenapa tidak langsung pulang ? uni pun ketakutan karena takut di pukul begitu juga dengan Ira , Rere juga takut tapi langsung memasang wajah memelas .
" maaf Tante tadi uni udah mau pulang tapi mereka tungguin aku maaf ya Tante "
kata Rere pada ibu uni.
Ira , uni dan Rere berjalan lagi menuju rumah uni yang letak nya tak jauh dari sekolah tapi rumah uni harus di tempuh dengan berjalan di pematangan sawah .
setelah sampai di rumah uni , Rere dan Ira sekalian numpang ngadem dulu dan seperti biasa uni selalu membuatkan jus jeruk setelah meneguk jus jeruk mama uni keluar dengan membawa pisang goreng menaruhnya di meja ia tutup dengan tutupan plastik berjaring agar dingin .
" masuk dulu makan kalian pasti capek, mana matahari terik banget dan kamu Rere pulangnya setelah matahari dingin aja pinta mama uni pada Rere dan Rere hanya tersenyum"
setelah makan Rere dan Ira membantu uni cuci piring dan karena airnya habis dan harus di ambil dulu di sumur di pinggir sawah Rere mengambil ember dan mengambil air di sumur dan mengangkat nya naik ke atas karena rumah uni ini rumah panggung .
setelah selesai tugas uni sebagai anak dara kata orang Bugis harus pintar membersihkan rumah .
uni berbaur dengan Ira dan Rere menghabiskan pisang goreng dan jus jeruk Ira pamit Rere pun memutuskan tidur sejenak setelah agak sore dan matahari tak terlalu panas lagi ia pulang melewati pinggir jalan raya dan melewati beberapa lorong dan sampai akhirnya ia sampai di rumah nya.
ia di sambut oleh cucian pakaian dan piring karena kedua adiknya masih sekolah dasar dan yang satu belum sekolah .
setelah cuci piring ia melihat di meja makan ada tahu yang sudah di goreng dan di bumbu ini sudah pasti buatan ayah nya.
Rere ingin makan tapi ia tak melihat nasi rupanya kedua adiknya sudah makan karena ia cuma menemukan dua piring saja, masih basah seperti baru di pakai makan.
Rere berjalan membuka tempat beras karena ingin memasak namun nihil ia hanya menemukan beberapa butir beras saja.
Rere ingin memasak untuk ayahnya yang sudah bekerja keras untuk Rere dan kedua adiknya kadang ayahnya harus menahan lapar sampai tengah malam .
ayah Rere masuk ke dalam rumah dan melihat Rere sudah pulang saat ini Rere sedang melaksanakan shalat ayah nya duduk di belakang Rere menunggu anaknya selesai shalat lalu menyodorkan uang 50 ribu selembar dan selembar lagi uang 5 ribu untuk ongkos naik mobil.
Rere pun akhirnya menuju pasar dengan jalan kaki meski di beri uang untuk ongkos mobil tapi tak ad mobil yang lewat satupun menuju pasar sampai akhirnya Rere membeli beras dan tempe yang di perintahkan ayahnya.
__ADS_1
ia pulang dengan menggunakan kendaraan umum setelah sampai di rumahnya Rere lalu memasak beras yang di belinya dan sisa nya ia simpan di tempat penampungan beras.
kedua adik Rere sedang asyik memainkan hullahop di jaman itu memiliki hullahop saja sangat beruntung , Rere melipat pakaian dan sebentar lagi akan mencuci karena meski hidup di kota Rere hanya tinggal di belakang rumah neneknya .
dulu ia memiliki rumah karena rumahnya saja tapi tanahnya milik sang Tante saat anak tantenya ingin menikah terpaksa orang tua Rere menjual dengan rumahnya juga lalu pindah di kelurahan lain membuat gubuk di belakang rumah neneknya.
Rere mengangkat wadah cucian itu ke sumur di samping rumah tetangganya, karena rumah Rere belum memiliki air PDAM listrik juga masih numpang di rumah nya neneknya.
menjelang sore Rere kembali ke sekolahnya di kelurahan lain menempuh pinggiran jalan raya dan tak melewati rumah uni.
di tengah jalan Rere bertemu dengan temanya Ulfa dan Kiki lalu Ulfa memanggil Rere naik angkutan umum dan Ulfa akan membayarnya setelah sampai di sekolah les tambahan di mulai hari ini bahasa Inggris
ini pelajaran kesukaan Rere setelah les tambahan selesai Rere tidak langsung pulang ia berjalan menuju rumah sepupunya, hari ini ia telah janji membantu sepupunya mencuci gorden dan akan di beri upah 100 ribu .
setelah sampai dan melakukan pekerjaan nya Rere telah mendapat uang seratus juga di beri ikan yang sudah di masak senang sekali hari ini Rere mendapatkan rejeki lebih.
lumayan buat jajan di sekolah dan sepulang sekolah bisa membelikan ke dua adiknya bisa jajan bakso kalau sore sering ada mas bakso yang lewat sedangkan kedua adiknya hanya mampu menahan rasa ingin jajan mereka Rere selalu memberi yang terbaik kepada kedua adiknya meski mereka juga kadang bertengkar .
Rere setiap hari sekolah kecuali hari Minggu seperti hari itu, hari Senin Rere terlambat bangun ayahnya memberi uang jajan 4ribu rupiah dan 2ribu untuk jajan 2ribunya lagi untuk naik angkot , Rere berjalan sambil nunggu angkot yang lewat hari itu Rere tak diam menunggu angkot nanti tambah terlambat salah satu guru di sekolahnya melewati Rere setelah melihat Rere guru itu berhenti dan memberi tumpangan untuknya .
setelah mengucap terimah kasih Rere melangkah ke kelasnya dan menyimpan tas lalu Rere mengambil naskah susunan upacara di tangan Ira .
" untung saja nggak terlambat bisa bisa wali kelas mata sama aku" kata Rere memulai membaca naskah susunan upacara dan upacara berjalan dengan baik.
kepala sekolah memuji kelas Rere dan asal kalian tahu di kelas Rere sangatlah bergengsi dengan kelas lain di kelas ini yang bisa masuk hanya peringkat 1 sampai 5 dari kelas semester 1 , Rere juga hampir aja di depak dari kelas ini karena Rere sempat frustasi saat ibunya meninggal sudah ada ceritanya di awal cerita bab 1 pelangi yang hilang .
Rere siswa yang baik dan sedikit pintar meski berlatanr belakang dari keluarga yang broken home saat ibunya meninggal.
semua guru memuji kepintarannya dan Rere kadang sedih karena biasa di bully oleh kelas lain karena mukanya yang penuh jerawat.
ada juga kedua lelaki di kelasnya sering membully Rere dan Rere tak suka mereka.
di sekolah ini Rere menemukan lelaki yang baik dan mereka memulai persahabatan di bangku MTSN ini nama nya Wahyu Darmawan .
lelaki ini sedikit urakan, dia sering minum dan sekolah seenaknya padahal sebenarnya dia ini baik dia termasuk beruntung terlahir dari keluarga yang mampu .
Rere dan sahabatnya ini jarang bertemu di sekolah mereka hanya mengobrol di hp saja mereka malu nanti teman teman di sekolah mengira mereka pacaran .
begitulah setiap harinya Rere pulang pergi sekolah dan akhirnya melanjutkan sekolah yang dekat dengan rumahnya.
ternyata sahabatnya ini juga melanjutkan di sekolah yang sama dengan nya , hari itu Rere udah punya pacar di kelas barunya sedangkan sahabatnya di kelas sebelah ia juga punya seorang wanita yang mengagumi dirinya .
sampai pada saat Wahyu ingin mengajak Rere bicara , tapi pacar Rere menyapa Rere dan memberi nya uang di situ Wahyu mengira Rere ini pacaran karena uang.y saja lelaki itu.
saat pulang ke rumah Wahyu menelfon Rere dan mengucapkan perkataan nggk baik.
__ADS_1
" ohh kamu pacaran sama dia hanya karena uang ya , aku juga bisa kasi kamu lebih jangan rendahkan diri kamu kaya gitu aku nggk suka" kata Wahyu Rere kebingungan dan esok nya saat Rere kesekolah ia melihat Wahyu di hukum karena terlambat, ia juga melihat Wahyu di pukul pake gagang sapu karena ketahuan ngerokok di ujung kelas
Rere bertanya sama Wahyu waktu pulang sekolah Rere menelfon Wahyu.
" yu kok kamu kaya gitu kamu kan janji nggk terlambat dan ngerokok lagi sama aku , kamu kok lakuin lagi sih" aku kecewa sama kamu
" aku juga kecewa sama kamu ternyata kamu murahan dan nggk seperti yang aku kira kamu mau aja di pegang pegang sama Iwan sialan itu "
Rere mulai paham Wahyu marah sama rere karena Iwan terlalu dekat dengan rere di sekolah padahal Wahyu selalu bilang mau jagain Rere tapi untuk melarang Iwan nyentuh rere susah, ia emang pacaran sama Iwan dan esok nya Kaka kelas datang di kelas Rere karena dia juga naksir sama Iwan, Rere takut karena dia sudah bilang sama Iwan untuk backstreet aja selain Iwan Rere dan Wahyu yang tau juga Nunu teman kelas Rere.
kemudian Iwan masuk dan akhirnya Rere mutusin Iwan di depan teman kelasnya karena malu Iwan keluarga dari kelas dan susul Nunu dan setelah seminggu Rere putus dengan Iwan ternyata ada kabar yang mengejutkan Iwan jadian sama Nunu.
Wahyu pun kembali baik seperti semula, karena hari itu ada kesurupan massal dan Wahyu takut Rere kenapa kenapa ia ngajak Rere ke kelasnya dan lindungi Rere agar nggk kerasukan Wahyu tahu Rere sensitif dengan hal hal mistis Rere punya Indra ke enam .
Wahyu yang semakin hari baik di gosipin pacaran sama adik kelas di situ Rere dan Wahyu kelas 2 sekarang mereka 1 kelas berbanding terbalik dengan kelas rere di SMP teman teman Rere di sini jahat jahat semua.
mereka ngebully Rere yang miskin, juga teman Rere yang miskin Wahyu diam aja karena di gosipin sering bonceng adik kelas pulang .
katanya lalu mereka tanya Rere
" kamu nggk marah Wahyu punya pacar baru ngapain marah orang aku senang nggk perlu lagi lagi ingetin dia bangun pergi sekolah"
kata rere dengan entengnya , hari itu Rere juga lihat Wahyu ngantarin adik kelasnya tapi Rere yang di lewati melempar senyum, lalu setelah sampai ke rumah nya Rere di telfon dan Wahyu berupaya jelasin kalau di pacarin adik kelasnya cuma buat seneng seneng aja.
Rere bermasa bodoh to sekarang dia sedang sibuk gabung di organisasi palang merah di sekolahnya berbeda dengan Wahyu yang nggk tertarik organisasi .
hari itu ada SMS yang masuk di hp Rere dan minta kenalan namanya Rudi , dia ambil nomor Rere sama teman nya.
Rudi minta ketemuan dan mereka ketemu di lapangan depan rumah Rere, di situ Rere nyaman sama orang ini asal kalian tahu Rere ini kan pernah di tinggal mati pacarnya di bab 1 Diani pelangi yang hilang dan Rere ini sebenarnya Diani juga. part 1 .
di part 2 ini namanya Rere ..
Rere mulai merespon Rudi ini karena Rere sebenarnya punya pacar yang umurnya hampir seumuran Kaka pertamanya kakaknya ini udah punya rumah tangga sendiri jadi nggk di bahas di sini.
Rudi itu mulai manggil Rere Kaka lucukan pada suatu malam Rere di kejutkan kalau pacarnya harus nikahin cewe lain, sedih banget si Rere ini karena dia sayang banget sama Arya itu tapi Arya tega tinggalin dia nikah Rere sesekali keluar sama Arya kalau Arya ada di kota ini.
di situ Rere buka hati buat si Rudi ini, ia mulai dekat mulai pacaran pada akhirnya Wahyu yang lihat wajah sahabatnya ia senyum senyum melulu bertanya
" senyum senyum terus saya lihat dari tadi apa yang membuat mu seperti itu"
"ada dong kan sekarang punya cowok yang bisa di ingetin makan emang situ pacari anak orang karena ikutan tren"
di situ dia berubah lagi , terlambat minum di sekolah di hukum lagi pada akhirnya Wahyu ketemu sama guru aqidah akhlak dia di ceramahi guru itu juga guru andalan Rere saat Rere sedang nulis novel di belakang foto copy an dia panggil oleh guru itu karena Wahyu bilang kalau dia punya teman yang bisa menjadikan dia baik yaitu Rere ...
Rere ke musholah sekolah di sana Wahyu sedang di ceramahi sama Bu guru Rere mendekat dan Rere di suruh jagain Wahyu biar jadi anak baik .
__ADS_1
Rere iya iya aja andai Bu guru tahu Wahyu ini keras kepala banget .