PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
EPISODE 35


__ADS_3

bau tanah yang basah menjadi ciri khas kampung ini di setiap pagi semua warga ada yang mencangkul sawah ,ada juga yang sibuk memberi makan ternak ada pula para ibu-ibu yang sedang membawa cucian mereka ke sungai.


Maya membuka jendela kamarnya dan menghirup udara segar di pagi yang cerah ini ia mulai menghitung anak gorden ada 10 gelombang seperti yang sedang viral.


Maya menemani sang mama memasak sedangkan Rafa sedang bermain di luar rumah, Rangga yang semakin tua sebentar lagi pensiun .


mereka akan tetap tinggal di sini, meski Rangga sudah pensiun dan anak anaknya menemukan kenyamanan di desa ini , Maya hari ini memiliki rencana akan ke Bali untuk membeli beberapa resort di sana.


hebat sekali wanita yang seharusnya sudah bisa menikah itu lebih mementingkan memupuk asetnya terlebih dulu, saat ia ingin cek in di hotel tempat ia akan menghabiskan waktu beberapa hari ini .


Maya melihat seorang kakek dan nenek yang sedang melihat sunset ,Maya mendekati karena merasa kenal dengan mereka.


rupanya kakek dan nenek itu Bu Diani dan pak Ashari orang tua angkat dari Tante Mita .


" Bu Diani ? kan orang tua almarhumah Tante Mita ?


" iya ini saya , kamu siapa yah ??


" saya Maya Bu, anaknya dokter Rangga "-


" Alhamdulillah kamu sudah sangat besar sekali nak' Bu Diani terisak "


Diani merasakan Mita dulu sama seperti ini belum menikah , di usia yang sudah cukup pantas namun saat ingin menikah , justru maut lebih dulu datang melamarnya .


Diani ke Bali untuk menjual semua resort peninggalan orang tuanya dan akan menghabiskan tinggal Bali bersama sang suami mereka tak memiliki anak, meski usaha tetap jalan tapi mereka butuh tenang di usia yang tak lagi mudah , Ashari mendorong kursi roda milik istrinya, Diani senang Ashari memenuhi janji nya , janji yang tak akan pernah meninggalkan nya.


mas hari lalu membawa istrinya ke kamar dan mereka pun istirahat hingga esok akan bertemu dengan orang yang akan membeli resort di balik ini uangnya pun akan mereka sumbangkan pada panti asuhan saja untuk apa mereka menyimpan uang banyak untuk mereka hanya berdua mereka tetap memiliki keturunan.


Diani hanya menunggu kapan tiba waktunya untuk berpulang begitupun dengan Ashari yang memegang erat dengan sang istri mereka bersama mereka pun ingin bersama.


Maya dengan duduk di dalam restoran dan nikmati pemandangan indah alam Bali ia menunggu seseorang yang akan menjual resort kepadanya, Pak Anjas selaku yang menawarkan resor itu kepada Maya duduk di sebelah kanan Maya dan menunggu sang punya resort untuk menemui mereka.


seorang kakek tua mendorong kursi roda yang di atasnya duduk seorang wanita tua sama tua sepertinya, senyum yang mengembang kakek itu berhenti pas di dekat meja Maya, rupanya pemilik resort itu adalah Pak Azhari, dianipun terkejut karena yang akan membeli resortnya adalah anak dari dokter Rangga.


"Oma sampai pangling sama kamu nak rupanya kamu adalah pembeli resor kami"


kamu sama seperti Oma dulu giat sekali dalam bekerja sampai bisa membeli resort ini semoga di tangan kamu resort ini semakin maju dan bisa bermanfaat untuk semua karyawan yang ada di sini.


Maya memeluk Oma Diani, setelah tanda tangan balik nama resort Maya ingin kembali pulang ke kampung dianipun titip salam pada dokter Rangga Maya juga sudah menceritakan bahwa ia telah memiliki ibu sambung yang baik namanya ustazah.


Diani hanya bisa menatap punggung Maya yang pergi meninggalkan mereka cek sudah di tangan pas hari saatnya mereka untuk pergi menyumbangkan semua pembelian resort seharga 2 miliar rupiah itu kepada panti asuhan tempat di mana dia dulu mengambil Mita semoga anak-anak di sana terbantu dan tak kekurangan apapun.


ada senyuman yang mereka di wajah Ashari dan Diani mereka akan hidup tenang dan berkebun saja di balik ini lebih tepatnya di Ubud.


meski sudah tua Dian dan Ashari masih sering bercocok tanam seperti menanam padi dan buah-buahan beserta umbi-umbian.


memilih Bali Karena Bali terkenal dengan pesonanya yang luar biasa dia ingin hidup tenang dan meninggal di kota ini ia ingin merasakan kenikmatan hidup selama ini.

__ADS_1


.......


Maya setelah berbelanja pesanan milik Rafa, kemarin Rafa menghubunginya melalui panggilan video call Rafa ingin dibelikan oleh-oleh khas Bali, meski mereka bukan saudara kandung tapi Maya sangat menyayangi Rafa sampai sekarang pun Mama sambungnya belum memiliki keturunan kembali.


Maya lalu menuju bandara dan akan terbang ke Sumatera lagi, Rangga juga yang sudah pensiun kini mengelola warung makan yang telah Maya buatkan untuk orang tuanya.


Rafa sangat senang ketika melihat kakaknya berjalan turun dari mobil sambil menderek koper sepertinya terlihat sangat berat.


bahwa berjalan dan mendekati kakaknya lalu mengganti Maya untuk mendorong koper itu kemudian Rafa mau minta izin untuk membukanya Maya hanya mengangguk, lalu Rafa membuka dan sangat senang karena dibelikan banyak sekali oleh khas Bali.


Maya berpesan kalau oleh-oleh itu harus dibagikan oleh para pemain dan tetangga di sekitar sini.


lava dengan antusias, mengambil keranjang dari sepedanya dan memenuhinya dengan beberapa makanan khas Bali serta baju kaos dan sandal yang bisa ia bagi dengan teman-temannya.


keluarga Rangga memang terbilang orang yang sangat loyal kepada tetangga dan sangat ramah bagaimana tidak mereka di didik oleh Icha yang sangat baik hati, Rafa juga terkenal sebagai anak yang baik ia tidak pernah membantah atau mengeluh jika diberitahu oleh orang tua banyak teman yang menyukai Rafa.


Rafa pun tahu dia hanyalah seorang anak angkat tapi itu tak menyurutkan rasa cinta Rafa dan pedulinya terhadap sesama keluarga.


Rafa yang tak sengaja melewati kedai ayam goreng milik Aldi, Aldi melihat Rafa dan memanggilnya apakah si cantik sudah pulang dari Bali?


"main nyebut-nyebut aja lu si cantik si cantik ingat ya dia itu kakakku panggil namanya dia punya nama namanya itu m a y a Maya jangan sembarangan Kaka macem macem sama Kaka aku langkahi dulu aku, menunjuk dirinya sambil membusungkan dadanya.


Aldi tertawa melihat tingkah lucu calon adik iparnya ini, Aldi selalu merasa kalau dia ingin sekali menjadikan Maya sebagai istrinya.


namun karena harta dan kasta yang berbeda antara dia dan Maya Maya sebagai langitnya dan dia sebagai tanah yang diinjak-injak kerbau candaan di dalam hatinya.


setelah Rafa berlalu Aldi berniat untuk menghubungi Maya bagaimana keadaannya, apakah dia baik-baik saja, banyak sekali pertanyaan yang ingin anda dilontarkan saat ini ia sangat khawatir pada Maya.


dari sini saja tampak jauh berbeda antara kendaraan keduanya Aldi yang dari tadi menggebu-gebu ini kekasih pujaannya namun ia salah saat ingin menembak Maya justru dia hanya mengolok-olokkan dirinya seperti pungguk Yang merindukan sandera bulan.


Aldi yang melihat mobil Maya dari kejauhan Ia pun berbelok arah, ia merasa minder dengan apa yang ia kendarai tak pantas untuk menjadikan mayat ratunya Dia pikir Maya akan bisa dibawa dengan hidup sederhana namun Andi salah Maya bukan wanita seperti itu Maya terbiasa glamor yang kehidupannya yang mewah, mungkin Maya hanya menyesuaikan hidup orang tuanya di kampung ini perbedaan saat dia datang ke kota itu menurut persepsi Aldi.


main dari tadi menunggu terlihat kesal yang mulai masuk kembali ke dalam mobilnya, melajukan mobil itu lebih kencang lagi karena sebentar lagi ia terlambat untuk menemui notaris.


di dalam mobil mayo menghubungi Aldi ia ingin tahu apa alasan Aldi tidak menemuinya, sedangkan Aldi yang sudah datang tapi merasa minder dengan kendaraan yang dibawa oleh Maya, Aldi mengangkat telepon Maya dan berkata maaf tadi aku sudah ke sana tapi kamunya sudah tidak ada bohong Aldi kepada Maya.


"aku juga minta maaf sebenarnya aku buru-buru sih harus ngurus surat-surat ke notaris Aku akan kembali lagi ke Amerika setelah mendengar perkataan Maya Aldi semakin pasrah bahwa mungkin Maya bukanlah jodohnya bukan jodoh yang diinginkan Tuhan untuknya hanya Aldi saja yang terlalu kepedean menginginkan Maya mencintainya.


Maya yang merasa heran sepertinya Aldi terdengar sangat murung dan kecewa ia bertanya-tanya kenapa ya Aldi seperti itu apa ada yang salah dengannya.


tadi Maya berpikir akan kali menemuinya untuk merasakan cintanya Maya juga memiliki getaran yang sama dengan Aldi tapi mereka saling gengsi untuk memulainya satu sama lain.


Aldi yang menyudahi panggilan telepon dengan alasan adanya pelanggan untuk membeli ayam goreng tempatnya.


Maya yang semakin melajukan mobilnya menuju arah kota dan berhenti di kantor notaris setelah mengerjakan pekerjaannya hari ini Maya kembali untuk pulang ke kampung tak lupa Maya singgah di kedai ayam goreng milik Aldi.


Aldian sudah tahu bahwa mobil yang berhenti di halaman kedainya adalah milik Maya Ia pun salah tingkah dia tidak tahu harus berkata apa pada Maya ingin sekali ia mengatakan bahwa aku sangat mencintaimu maukah kamu menjadi istriku batin Aldi.

__ADS_1


lidahnya seakan keluh untuk mengucapkan kata itu bagaimana tidak, siapa yang akan terlihat minder mengetahui Maya wanita karir yang hebat memiliki aset miliaran rupiah dan memiliki rumah yang paling cantik di kampung ini akan bersanding dengannya di pelaminan dengan lelaki yang hanya seorang penjual ayam goreng saja.


di sini hati Aldi kacau dan tak berbentuk ia ingin sekali mengatakan kepada Maya bahwa ia sangat mencintainya.


Maya melangkah memasuki kedai milik Aldi tersenyum hangat kepada sang pemilik begitupun dengan Aldi menyambut Maya dengan wajah tersenyum hati yang kacau.


"maaf aku baru bisa menemuimu sekarang, bisakah aku tahu apa yang membuat dirimu ingin bertemu denganku"


Aldi salah tingkah hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"jangan-jangan kamu ingin mengatakan kamu mencintaiku, celoteh Maya dengan pede"


Aldi yang mendengar perkataan Maya menjadi salah tingkah ia kikuk, tak berkedip dari tempat berdirinya.


nafas Aldi seolah terhenti bayangan Maya yang cantik dan senyuman yang menggoda membuat Aldi salah tingkah.


"sepertinya kamu sudah tahu maksud hatiku tapi bisa pantaskah aku untukmu yang hanya seorang pemilik kedai ayam goreng berbanding jauh denganmu seorang wanita karir yang sukses dan hebat.


"jika cintamu ragu dengan apa yang kupunya dan kamu rapuh untuk mempertahankan ku kenapa aku juga harus mempertahankanmu jika harta yang membuat kita berbeda bukankah itu bukan salahku.


Aku hanya tidak ingin menjadi seorang wanita yang menjadi beban keluarga hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi merantau dan kembali dengan hasil yang memuaskan aku melalui semuanya tidak dengan mudah aku mulai semuanya dengan air mata dan keringat.


mungkin kamu sudah tahu aku seperti apa hidup di Amerika sana tidak mudah bersaing dengan para pebisnis bertujuan dengan orang-orang curang itu semua tidak mudah bagiku harus ku lalui dengan kedatangan ini Maya mengangkat tangannya semua orang ingin menggenggamku namun aku bagaikan pasir dan air yang tak bisa digenggam oleh sembarang orang aku bisa saja takluk dengan kekuasaan mereka bukan mencintai lelaki sepertimu lelaki yang pernah menolakku dahulu di Amerika sana.


"kapan aku menolakmu Aku pun tak pernah menolak dirimu"


"saat itu aku menyampaikan salam kepada Ferdinand untukmu salam pertemanan tapi kata Ferdinand kamu tidak suka seorang wanita jadi aku anggap itu sebab penolakan untukku mana mungkin lelaki ganteng dirimu tapi tak menyukai seorang wanita"


kita salah paham aku tak pernah menerima salam darimu dari bos Ferdinand mungkin dia iri denganku karena aku dicintai oleh wanita cantik sepertimu tanpa sadar Aldi dan Maya mengungkapkan rasa cinta mereka tanpa adanya perkataan bahwa maukah kau menjadi pacarku semoga kau menjadi istriku.


Aku ingin sekali merajut rasa yang bukan main untukmu tapi tidak menjadikanmu bagi pacar karena kamu tak pantas untuk dipacari mendingan hanya untuk dinikahi.


ayah mendengar perkataan Aldi membuat jantungnya semakin berdebar hatinya meleleh rayuan atau tawaran untuk menikah batinnya.


mereka saling memandang lalu melemparkan senyum, jerasa yang sama namun karena gengsi adil lebih memendam karena ia malu dan keadaannya yang tersukses Maya.


"jadi gimana nih kita pacaran atau nikah aja tanya Maya pada Aldi.


"bagaimana kalau pacarannya selepas nikah aja kita nikah dulu aja biar pacarannya lebih enak"


kalau kamu berani temenin aja dulu ayahku kamu ke rumah dulu cerita yang baik, ayah pasti senang ada seorang lelaki yang beriman seperti dirimu meminang anak perempuannya.


takut aku ketemu dokter Rangga , takut disuntik kalau macem-macem sama anaknya.


nanti disuruh beri mahar yang mahal nanti aku nggak bisa takutnya dokter Rangga khilaf dan suntik aku.


mereka tertawa bersama Maya menyakinkan Aldi bahwa ayahnya tidak seperti itu dokter Rangga adalah ayah yang baik ia tak pernah menjual anak gadisnya dia hanya menginginkan kenyamanan anak gadisnya ia ingin melepas anaknya kepada lelaki memang mampu mengajarkan dan membawa anaknya ke surga.

__ADS_1


"mati dong kalau aku bawa kamu ke surga "


maksud aku membawa aku ke jalan yang lebih baik.


__ADS_2