
setelah kejadian tempo hari warga seolah memberi jarak antara Rangga dan mereka tak ada lagi yang selalu datang membawa buah buahan , tak ada lagi yang nongkrong di depan halaman perumahan.
Rangga tahu para warga marah padanya, bagaimana tidak berlian di kampung ini hampir saja di ternodai oleh lelaki bejat seperti Tama.
tapi Rangga bersyukur para warga tak menjaga jarak dengan Maya mereka tetap sayang dengan Maya.
beberapa hari berlalu sebentar lagi akan di adakan pesta panen karena jagung , kacang umbi umbian telah di panen.
semua warga menghias rumah mereka masing masing dan akan memasak dengan porsi yang banyak di lapangan balai warga mereka akan makan bersama .
dokter Rangga senang karena beberapa hari ini puskesmas sepi karna warga sibuk dengan dengan pesta panen besar ini.
dokter Rangga pun ikut membantu sebagai warga di kampung ini , melihat ke ulekan nya dokter Rangga warga kampung tak marah lagi, malah menyambut kebaikan rangga dengan memberi tempat terhormat sebagai tamu di pesta panen kali ini.
........
pesta panen telah tiba, ada ibu ibu yang sedang memasak dalam porsi besar bersama sama mengaduk kuali para bapak bapak sedang membakar ikan nila.
kepala kampung telah duduk di kursi paling depan sebelum memberi sambutan, ustadzah Icha akan melantunkan ayat suci Al-Quran sebagai pembuka acara.
saat Icha mulai melantunkan ayat suci , hati Rangga tiba tiba bergetar mendengar Icha dan anehnya Rangga seperti sedang jatuh cinta pada Icha .
adapula Maya yang memakai baju muslimah bersama teman teman menyanyikan lagu Qasidah rebana .
Rangga selaku dokter yang di tempatkan di kampung ini bersyukur sekali para warga menerimanya dengan lapang dada.
semua warga bersorak riang, Icha dan Maya menikmati makanan bersama dengan ibu-ibu dan anak-anak yang lain lain halnya dengan para lelaki memiliki tempat khusus bersama dengan kepala kampung dan dokter Rangga.
tak terasa malam semakin larut semua warga membersihkan bekas pesta panen tahun ini semoga dengan pesta ini semakin memupuk rasa kekeluargaan dan kerjasama antar warga kampung ini.
.......
Maya yang sudah merasa mengantuk digendong ayahnya masuk ke dalam mobil sebentar lagi setelah menemani para warga menyusun kursi dan meja Rangga akan segera pulang namun di jalan pulang Rangga melihat bina dan ustadzah Icha berjalan beriringan Ia pun menawarkan tumpangan kepada mereka.
"mau ke mana? tanya Rangga pada bu Mina
ini den mulai sekarang saya akan tinggal bersama Icha , kasihan saya takut kejadian tempo hari terulang lagi karena saya pun di rumah tidak memiliki siapa-siapa semua anak saya kan merantau ke kota dan suami pun sudah lama meninggal dunia ucap wanita paruh baya itu.
"kalau begitu mari saya antar karena kan masih jauh di ujung kampung sana , saya bisa mengantar bi Mina terlebih dahulu sebelum saya pulang ke perumahan.
"nggak usah to den orang rumahnya kelewatan malah Aden susah lagi putar baliknya tolak Mina dengan halus karena kasihan Rangga harus melewati rumahnya dulu baru ke rumah Icha terus putar balik lagi ke rumahnya.
"nggak papa bi daripada bi Mina dan icha jalan kaki kan masih jauh ayo naik aja".
bi Mina dan icha menolak lagi mereka pun membuka pintu belakang sedangkan di jok belakang sudah ada Maya yang sedang tertidur bi Mina pun akhirnya duduk di depan di samping Rangga.
Icha duduk dan mengangkat kepala Maya untuk tidur di pangkuannya, Rangga Yang melirik Icha melalui kaca spion ia merasa Icha adalah calon ibu yang baik, tapi Ia berpikir bagaimana cara untuk mendekati Icha sedangkan para warga sempat kecewa dengannya.
mereka sampai di rumah Icha bi Mina dan Icha pun turun kemudian Rangga putar balik menuju arah ke perumahannya.
Rangga pun sampai dan menidurkan Maya di kamarnya, ada yang mengusik hati Rangga dia ingin sekali mengenal Icha lebih jauh namun ia takut kalau tak disetujui oleh warga di kampung ini.
.......
hari ini Rangga melayani pasien dan ia mulai bertanya pada bi narti wanita ini juga dekat dengan Icha iya sempat bertanya tentang Icha kepada bi narti .
sepertinya Icha memang adalah wanita yang harus diperjuangkan banyak orang-orang yang mencintainya tak ingin Ia terluka bagaimana ya caranya Rangga untuk mendekati Icha Rangga tak ingin main-main lagi ia ingin menjadikan Icha menjadi ibu sambung anaknya.
__ADS_1
Rangga pun melebar konsultasi kepada ustaz di kampung ini, ustaz itu pun pernah menawarkan anaknya kepada Icha namun Icha menolak karena merasa tidak pantas dan anak seorang ustaz, Pak ustaz pun tidak tahu bagaimana cara mendekati Icha karena warga kampung sangat menjaganya.
bi mina adalah salah satu warga yang sangat dekat dengan Icha, sedangkan kang Karman juga warga yang sangat dekat dengan Icha
malam ini dokter Rangga menuju kediaman kang Karman , ia merasa ingin mengetahui jika untuk melamar Icha ia harus ke mana sedangkan Icha adalah berlian kampung ini.
"assalamualaikum, kang"
" walaikum salam, tumben pak dokter kemari "
" gini kang saya kan duda nih saya pikir saya ingin menikahi Icha kang bagaimna menurut akang sendiri ?
"kalau menurut abang sih den ya baik-baik aja kan Icha juga tinggal sendiri jadi kalau sudah punya suami kan ada yang lebih menjaganya.
jadi Aden ke sini ingin melamar Icha ke saya
kalau begitu besok saya tanyakan pada icha nya ya den kalau memang mau insya Allah kami semua akan membantu untuk kelancaran ada yang meminang Icha.
kang Karman lalu pergi ke rumah Icha dan memberitahukan niat baik dokter Rangga kepadanya tersenyum simpul mengetahui isi hati dokter Rangga sebenarnya Icha juga memiliki perasaan yang sama.
Icha lalu menganggukkan kepala dan menyuruh dokter Rangga untuk menemui Mina selaku orang yang dituakan Ica di kampung ini.
Rangga setelah selesai salat isya dia akan ke rumah Icha bersama dengan kang Karman di rumah Icha tadi disediakan berbagai macam makanan khas kampung, bi Mina telah menunggu Rangga dan beserta kepala kampung .
Rangga mengutarakan niatnya kepada Icha dan Icha pun menyetujuinya sebulan lagi pernikahan Rangga dan Icha akan di selenggarakan di kediaman Icha.
Rangga sangat senang akhirnya niat baiknya di terima dengan baik oleh Icha dan warga kampung ini.
Rangga pun ke kota untuk memberitahukan kedua orang tuanya , kali ini Rangga akan memboyong orang tuanya di kampung ini dengan melihat calon menantu mereka.
Rangga juga akan membeli perhiasan di kota sebagai mahar beserta seserahan Rangga juga tak lupa mengundang pak Reno, Bu hikmah, dan Diani serta Ahmad.
........
"sepertinya ini cantik, itu cantik ini ada lapisan emasnya ini lapisan berlian kamu pilih yang mana ? kata mama Rangga pada anaknya.
ia pun memilih kosmetik terbaik, dan seperangkat alat sholat untuk calon istri tercintanya .
semua telah di siapkan sebentar lagi hari H pernikahan Icha dan Rangga, Maya senang sekali karena Icha akan menjadi ibu sambungnya.
kediaman Icha sudah di dekor oleh pendekar kampung yang sudah terkenal dan ahli di bidannya.
tampak lebih mewah sekali dengan hiasan pelaminan menghiasi rumah sederhana Icha sebentar lagi mereka akan menjalin suatu hubungan dan mempererat tali silaturahmi antara kedua keluarga.
Icha tak pernah menyangka bahwa dia akan menjadi istri seorang dokter, Icha sangat senang begitupun di mina yang senantiasa menemaninya ke mana saja, Icha sudah mulai melakukan perawatan agar terlihat cantik saat hari ke pernikahannya.
Icha sudah dari tadi termenung, di mina melihat dan melangkah menuju ke arah Icha iya ingin tahu apakah yang menjadi pikiran pada gadis muda ini.
setelah bi Mina memeluk Icha ternyata Icha merindukan kedua orang tuanya, bi Mina pun semakin mengeratkan pelukannya dan ia berkata pada Icha bahwa di mina akan selalu ada.
warga kampung ini bersorak riang karena sebentar lagi permata kebanggaannya akan melabuhkan cintanya pada seorang lelaki yang baik.
keesokan harinya datanglah mempelai pria dan keluarganya untuk membawa seserahan beserta akan melaksanakan akad nikah hari ini.
Icha sangat terlihat cantik dengan balutan kemeja berwarna putih dengan jilbab yang senada.
begitu juga dengan Maya Ia memakai baju sama dengan yang Icha pakai nama versi kecilnya, Maya sangat senang karena sebentar lagi akan mendapatkan sosok seorang ibu bagaimana tidak karena Icha pun adalah sosok orang yang baik.
__ADS_1
Rangga melirik ke arah Icha meskipun sebentar lagi mereka akan sah namun ada rasa malu pada diri Rangga.
iya seperti saja saat pertama kali ingin menikah dengan ibu Maya.
semua orang telah menunggu di depan meja penghulu, karena hari ini pernikahan Icha dan dokter Rangga akan diselenggarakan di rumah Icha ini.
.........
SAH...
SAH...
semua orang mengucapkan SAH lalu Icha dan dokter Rangga menemui tamu mereka menyalami satu persatu tamu menjadi raja dan ratu malam ini.
setelah menjadi raja dan ratu seharian ini Rangga dan Icha pun memasuki kamar pengantin mereka, meja yang tertunduk malu-malu karena baru kali ini iya satu kamar dengan lelaki yang telah sah menjadi suaminya.
gitu juga dengan Rangga meski sudah menduda Ia pun masih sangat malu jika harus sekamar dengan wanita lain tetapi kali ini wanita yang ada di hadapannya telah sah menjadi istrinya.
Maya lalu diboyong ke kota oleh kakek dan neneknya, Maya pergi dan membiarkan kedua orang tuanya merajut cinta yang selama ini mereka pendam.
Maya sudah tahu kalau Icha mengagumi ayahnya, Maya senang karena mendapat lagi wanita sebaiknya menjadi ibu sambungnya Icha ingin sekali cepat-cepat memiliki seorang adik.
di dalam sana di kamar yang telah dihiasi berbagai macam bunga duduklah seorang wanita yang tertunduk malu-malu kepada suaminya Icha yang masih tidak berani untuk menatap suaminya lebih dalam lagi.
Rangga yang memang terkenal sebagai lelaki yang dingin, iya berhasil mendirikan suasana karena ia tahu istrinya ini adalah seorang gadis dan masih malu-malu terhadapnya.
Rangga segera melaksanakan salat sunnah setelah salat Rangga berbalik kepada istrinya ia menyentuh kepala istrinya dan mengucapkan doa-doa yang terbaik untuk.
setelah itu kita tidak tahu apa yang terjadi hanya mereka yang tahu tentang betapa indahnya malam pertama di malam pengantin mereka itu.
Icha masih berbaring lemas dibangunkan oleh Rangga untuk melaksanakan salat subuh mereka pun segera mandi bersama dan setelah itu melaksanakan salat subuh dua rakaat, hari ini Rangga masih libur dan ia ingin mengajak isya pergi berbulan madu ke puncak.
kali ini Rangga berhasil menikah yang kedua kalinya dia ingin membahagiakan pasangannya sebenarnya, serangga adalah lelaki yang sangat bucin terhadap pasangannya.
mereka pergi ke puncak hanya berdua saja, Icha senang dengan pemandangan yang disuguhkan oleh alam sekitar.
iya baru kali ini meninggalkan kampung halamannya, setelah menjadi istri seorang Rangga.
Icha yang masih terpana dengan kebaikan suaminya ia sangat-sangat bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala karena telah diberi suami yang sangat baik, begitu juga dengan Rangga sangat bersyukur memiliki berlian kampung seperti Icha.
di puncak mereka disuguhkan dengan pemandangan yang indah kebun teh yang terhampar sejauh mata memandang begitu menjadi pemandangan yang sangat memanjakan mata siapa saja yang melihatnya.
Icha sangat suka berada di tempat ini, kali ini Icha sangat merasa diragukan oleh seseorang yang tepat, ini alasan Icha tidak ingin menikah cepat-cepat karena ia ingin menunggu seseorang yang benar-benar akan meratakan dirinya.
setelah beberapa hari melalui, hari-hari yang sangat menyenangkan sebenarnya Rangga masih sangat ingin di sini tapi Icha sangat merindukan Maya esok setelah mereka sampai di kampung Maya juga akan diantar pulang ke kampung oleh kakek dan neneknya.
.........
itu yang sedang menyapu halaman sedangkan Rangga sudah ada di Puskesmas untuk melanjutkan kewajibannya sebagai seorang dokter sebuah mobil berhenti di depan halaman rumah Ica pintu mobil dibuka dan keluarlah Maya dari sana peserta kakek dan neneknya Icha lalu menyimpan sapu yang sudah tadi ia pakai untuk menyapu dan menghampiri mertuanya iya Salim dan mencium tangan kedua mertuanya serta mensejahterakan tubuhnya pada Maya dan mengatakan bahwa ia sangat merindukannya.
Maya menyuruh kedua mertuanya untuk memasuki rumah dan Maya segera menelpon Rangga bahwa ayah dan ibunya ada di rumah, tiba-tiba Rangga berjalan menuju rumahnya karena ia pun tidak terlalu sibuk, berbeda dengan Icha yang sudah bergelut di dapur untuk menyiapkan makanan untuk mertuanya sebelum pulang ke kota, sebenarnya Icha sangat ingin kalau kedua mertuanya itu menginap saja di kampung malam ini.
icha yang sudah menyiapkan makanan ada sayur asem ,tempe goreng, tahu goreng, ikan goreng ,dan ayam lalapan untuk mereka santap malam ini.
"wah.. rupanya masakan mantu mama enak juga " puji mama Rangga pada menantunya"
" iya , Oma mama memang jago masak Icha suka semua masakan mama"
__ADS_1
hanya Rangga dan papanya tak berkata apapun tapi mereka tersenyum bahagia tanda mereka juga suka makanan Icha.
" kalau gitu besok mama masakin yang lezat lezat lagi ya besok " tawar Icha pada anak sambungnya.