
Rangga yang tersenyum dan merasakan hatinya sedang berbunga-bunga kini wanita pujaannya telah resmi ia persunting dan sebentar lagi akan sah menjadi istrinya.
kedua orang tua Rangga pamit, dan pernikahan yang telah disepakati seminggu lagi, mudah sekali untuk kedua orang tua mempersiapkan pernikahan anaknya karena beliau adalah pemilik satu wedding organizer yang terkenal di kota ini.
........
wanita untuk datang ke sebuah butik langganan orang tua Rangga dan akan mencoba baju pengantin yang akan di gunakan pada hari h pernikahan mereka.
Rangga sangat antusias sekali dalam mempersiapkan pernikahannya bagaimana tidak wanita yang selama ini ia impikan dan tak pernah membayangkan akan mempersuntingnya kini telah menjadi calon istrinya dan ibu sambung dari anaknya.
kedua orang tua kita turun dari mobil mewah yang mereka tumpangi beserta Oma hikmah dan opahnya, kedua keluarga bertemu dan mencoba pakaian yang akan mereka gunakan pada hari hal pernikahan anak mereka.
Nita memakai gaun yang panjang serta kerudung dan cadar yang senada dengan baju yang ia kenakan, begitu juga dengan Rangga yang memakai jas dan celana panjang hitam dan mereka terlihat seperti pengantin.
Rangga yang melihat ke arah Mita seakan terpesona dengan keindahan dan kecantikan wanita bercadar itu, namun berbeda dengan Mita ia malu untuk menatap Rangga ia lebih memilih untuk menundukkan pandangannya.
setelah semuanya telah mencoba pakaian masing-masing dan pas dengan apa yang mereka inginkan kini mereka memilih tempat untuk makan siang, Rangga yang sebentar lagi akan menjadi suami mita ini terkenal sangat royal sekali dengan keluarga , meski makanan seperti itu saja keluarga Mita pun bisa membayarnya siapa sih yang tidak tahu pemilik rumah sakit nur hikmah mereka adalah keluarga terpandang di kota ini.
"mas, sepertinya aku sedang tidak enak badan! an sepertinya aku harus bedrest dulu
Mita yang memilih untuk bedrest di rumah sakit saja dan diberikan cairan cairan infus untuk menambah cairan dalam tubuhnya ia merasa lemas dan sering sekali capek akhir-akhir ini.
padahal dua hari lagi resepsi pernikahannya akan digelar di sebuah gedung mewah yang telah orang terangga pesan, Mita pun terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit apa boleh buat sepertinya pernikahan mereka akan diundur beberapa hari lagi.
Rangga yang memasuki ruangan perawatan Mita, kini telah duduk di depan brankas rumah sakit dan menghadap Mita ia sangat sedih karena tunangannya telah berbaring tak berdaya.
"mas, bagaimana kalau pernikahan kita diundur dulu rasanya semakin hari badanku semakin lelah semakin lemas, kita undur dulu ya sampai kesehatanku benar-benar membaik.
"kamu tidak usah memikirkan pernikahan kita dulu itu bisa kita tunda sampai kamu benar-benar baik.
"Maya ke mana mas? sepertinya aku merindukannya kenapa dia tidak ikut menjengukku, aku senang sekali jika Maya berada di sini.
"Maya sedang sekolah, dia kemarin titip salam untukmu semoga cepat sembuh katanya.
Rangga pun berdiri dan melangkah keluar dari ruangan itu karena ia sadar mereka belum muhrim.
....
sudah 3 hari Mita dirawat di rumah sakit bukannya malah membaik namun Mita merasa berani semakin hari semakin lemas semakin tak berdaya kita sudah pasrah sepertinya ini adalah akhir dari kehidupannya, kita merasa keringatnya bercucuran tapi itulah keringat dingin kita tidak tahu iya terus terus dan terus berdzikir.
tengah malam itu pas jam 01.25 Mita merasa aneh dengan tubuhnya, Mita rasa ia sedang melihat seseorang yang memanggilnya, itu hanya halusinasinya karena kesehatan kita sekarang drop dan sangat-sangat menurun.
__ADS_1
.......
pagi ini diani ingin membangunkan anaknya tumben sekali Mita belum bangun pagi ini padahal sudah menunjukkan pukul jam 08.45 rupanya keadaan entar benar-benar di bawah normal Diani pun memanggil perawat dan dokter untuk memindahkan Mita ke ruangan ICU, semua keluarga telah Ia telepon termasuk calon mertua dan calon suami dari Mita.
tangga yang kebetulan berada di rumah sakit yang sama yang sedang melakukan pemeriksaan kepada pasiennya dan mendapat telepon dari calon mertuanya dia pun bergegas dan meninggalkan pasiennya serta memasuki ruangan ICU namun ia dihalang oleh beberapa perawat yang menjaga di luar pintu serta di sana ada beberapa keluarga Mita yang telah menangis ada ayah Reno yang sedang menangis.
Rangga pun menanyakan kadar minta kepada bu Diani, dunia ini hanya mampu menenangkan calon menantunya itu dan mengingatkan agar tetap berdoa untuk keselamatan sang calon istri.
dokter keluar dengan beberapa perawat yang mengikutinya namun wajah dokter menggambarkan ada yang aneh dari perubahan wajah tersebut, seluruh keluarga Yani dan Rangga mendekat ingin mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam sana.
"maaf saya sudah berusaha semampunya, namun Tuhan lebih sayang dengan direktur dan beliau telah menghembuskan nafas terakhirnya hari ini kata dokter yang telah berusaha menyelamatkan nyawa Mita.
semua tangisan terdengar dari keluarga Indonesia dan rangga tak ada yang pernah menyangka ternyata direktur muda itu menyimpan semua sendiri penyakit kanker otak pada stadium 4 rupanya bukan jodohnya yang meminang duluan namun mautnya yang meminangnya lebih dulu.
lagi sekali lagi terulang lagi rasa sakit yang dirasakan oleh Diani meskipun Mita bukan anak kandungnya, Diani kembali terulang dengan masa-masa yang lalu masa sulitnya yang gelap yang abu-abu kini kembali terulang kenapa Tuhan sekali lagi yang kau ukir kesedihan dalam hidupku padahal hidupku telah berwarna namun kembali di hujani abu-abu batin Diani sambil menangisi takdir hidupnya yang tak pernah merasakan kebahagiaan.
ashari menguatkan istrinya, ia tahu diani sekarang sudah trauma dengan apa yang telah Ia lalui sekarang bertambah pula dengan kematian anak angkatnya anak yang sangat Diani sayangi.
......
berbeda lagi dengan Rangga siapkan kelimpungan dan pingsan ia tak tahu harus bagaimana lagi istri yang ia cintai pergi saat melahirkan anaknya dan sekarang calon istrinya meninggal sebelum hari H pernikahannya.
Ashari diam , namun di balik diamnya ada hati yang sangat hancur anak yang ia rawat sedari kecil kini ia antarkan hari ini ke dalam liang kubur bukan mengantarkannya , pada jodoh yang ia pilih namun Ashari harus lebih kuat ia tahu ia satu satunya orang yang mampu menguatkan istrinya. yang punya trauma yang sangat mendalam tentang kematian .
Bu hikmah meraung , dan menyalahkan dokter yang katanya tak mampu membantu penyakit cucunya dan dokter tersebut langsung ia pecat , namun dokter itu di selamatkan oleh Ashari dan memintanya pergi harap memaklumi kesedihan keluarganya hari ini.
seminggu ini luar biasa , TUHAN memberi kebahagiaan karena sebentar lagi anak emas yang telah di sia siakan ibunya itu, kebanggaan keluarga Ashari akan menikah , namun sedetik saja TUHAN balik kan menjadi kesedihan yang sangat mendalam ia pergi dan tak akan kembali lagi .
ini mayat minta tolong dikafani dan disalati kini saatnya mengantar dia saat itu tempat pemberian terakhir ini Diani yang dipapa oleh Ashari karena tak mampu saking lemahnya karena sang anak telah pergi mendahuluinya begitu juga dengan hikmah, Rangga, dan kedua orang tua Rangga.
minta pergi untuk selamanya setelah tanah kuburan itu menutupi jasadnya, hanya linangan air mata yang mampu Diana turunkan ya iringi anaknya dengan doa agar ia tenang di alam surga bersama Allah subhanahu wa ta'ala di sini Diani belajar banyak hal tentang kematian dan juga air mata.
ini Diani tidak ingin menggunakan Tuhan, karena dia ni tahu jika Mita tetap hidup ia akan sakit-sakitan ia akan merasakan sakit, dan dia tidak ingin itu terjadi dia sangat mencintai Mita meski Mita bukan anak kandungnya sendiri.
Diani memilih untuk pasrah, untuk ikhlas karena diani tahu Mita akan sangat bahagia di alam sana.
berbeda jauh dengan Rangga meski keluarga Diani dan Ashari telah ikhlas dengan kepergian Mita.
menangis dan terpuruk dan merenungi nasibnya akankah ia menjadi seorang duda selamanya karena setiap wanita yang ia cintai akan berakhir dengan kematian begitu juga dengan Maya yang menganggap dirinya begitu sial atau anak pembawa sial karena setiap ibu yang ia sayangi akan pergi dan meninggalkannya dari dunia ini.
memutuskan untuk berhenti dari rumah sakit nur hikmah, karena setiap Rangga berangkat bekerja Ia akan selalu teringat oleh Mita bagaimana tidak minta dulu pernah menjabat sebagai direktur di rumah sakit ini dan cinta mereka pun berawal dari rumah sakit ini.
__ADS_1
ini Rangga meninggalkan kota ini dan merantau bersama Maya ke suatu daerah terpencil jauh dari keramaian kota di sana Rangga bertugas sebagai dokter di sebuah Puskesmas pedalaman.
dan hanya hidup berdua dengan Maya kini Maya yang telah berusia 7 tahun dan telah sekolah kelas 1 SD , senang karena di kampung ini sudah tidak ada lagi yang mengejeknya karena tak memiliki seorang ibu orang di sini baik-baik sangat sayang dengan Maya Maya selalu dipanggil dengan anak Pak dokter.
hari itu Maya sedang pulang sekolah mengendarai sepeda, namun tiba-tiba Maya tak sengaja keserempet motor oleh seorang wanita muda yang sedang membawa keranjang berisi sayuran Maya pun ikut terjatuh dan berbaur dengan sayuran tersebut
wanita cantik itu menolong Maya sembari meminta maaf kepada gadis kecil itu, dan sepeda Maya pun rusak dia tidak bisa lagi menaikinya sampai ke karena Maya dan ayahnya tinggal di perumahan Puskesmas.
wanita cantik itu tak mengetahui bahwa Maya adalah anak pak dokter, Maya meminta dirinya untuk mengantarkannya ke Puskesmas dahi wanita cantik itu berkerut Karena dia pikir luka maya tidak terlalu parah.
"bisakah Kakak mengantarkan aku ke Puskesmas? kata Maya pada wanita cantik itu.
"maaf ya dek! sepertinya kamu tidak apa-apa, Kakak sedang terburu-buru ingin mengantar pesanan sayur ini kakak tidak ada waktu untuk mengantarkan ke Puskesmas bisakah Kakak antarkan kamu ke rumahmu saja.
Maya yang mendengar perkataan wanita cantik itu pun tertawa terbahak-bahak, bagaimana tidak wanita cantik ini ingin mengantarkan maya pulang ke rumah Maya tapi dia tidak mau mengantarkan Maya ke Puskesmas tetapi kan rumah Maya kan berada di perumahan Puskesmas bagaimana sih dengan kakak ini batin Maya.
"baiklah kalau kakak tidak mau mengantarkan aku ke Puskesmas aku bisa kok jalan kaki sendiri.
wanita cantik itu tak tega melihat gadis kecil itu berjalan sambil mendorong sepedanya, ia meminta Maya untuk naik ke atas motornya dan meninggalkan sepeda itu di kedai sembako milik pamannya.
"Kakak antarkan saja kamu ke Puskesmas sepedamu bisa kan disimpan di kedai sembako di depan itu milik Paman kakak nanti kakak bisa membawanya ke bengkel setelah urusan Kakak kelar Kakak akan tanggung jawab kok kakak tidak akan lari ucap gadis cantik itu kepada Maya.
setelah sampai ke Puskesmas Maya melangkah ke belakang Puskesmas ke perumahan tempat ia tinggal namun garis cantik itu mencari kemana Maya berada karena ia telah berjalan masuk ke UGD namun setelah ia cari kemana-mana ia menemukan Maya sedang duduk di teras perumahan Puskesmas tersebut.
"apa yang sedang kamu lakukan di sini dek? bukannya kamu sedang terluka sebaiknya kita memasuki UGD saja kamu kan harus dirawat dulu.
"siapa bilang sih kak aku mau dirawat di UGD, aku kan mau pulang ke rumah seperti kata kakak mau mengantarkan aku pulang ke rumah.
"oh jadi rumah kamu di perumahan Puskesmas, bilang dong dari tadi kan kakak pusing kan kakak tadi pikir kamu itu mau dirawat di Puskesmas ternyata kamu tinggal di perumahan Puskesmas ini. kata gadis cantik itu kepada Maya ".
hahaha Maya dan gadis cantik itu tertawa bersamaan namun, mereka tidak menyadari bahwa ada seorang lelaki paruh bayar yang sedang berjalan mendekati ke arah mereka.
"Maya kamu sudah pulang? tapi kenapa papa tidak melihat sepedamu, kenapa kamu pulang bareng kakak ini ".
"maaf Pak dokter tadi saya tidak sengaja menyeramkan anak kecil ini kalau boleh tahu anak kecil ini apanya pak dokter ya?
"Maya ini anak saya, dan saya tinggal di perumahan Puskesmas ini terima kasih ya telah mengantar Maya, kalau masalah sepedanya biar nanti saya yang urus saya bisa minta tolong warga untuk membawa sepeda maya ke bengkel sepeda dekat sini.
"nggak usah ke dokter biar sepeda Maya biar saya yang urus karena itu sudah menjadi tanggung jawab saya, saya tidak sengaja menyerempet sepeda Maya dan saya bisa mengembalikannya sebentar sore kalau begitu saya pamit dulu karena saya harus membawakan pesanan sayur orang-orang yang berada di pasar.
"wanita cantik itu baik loh pa tadi Maya ditolongin waktu jatuh, dan dia nitipin sepeda Maya di kedai sembako milik pamannya dan sebentar akan memperbaiki sepeda Maya jarang-jarang kan ada orang sebaik itu kalau di kota Maya diserempet pasti udah ditinggalin enaknya tinggal di kampung ini banyak orang yang sayang dengan kita .
__ADS_1