
matahari baru saja terbenam, meninggalkan senja yang di ganti oleh malam bulan pun mulai menghiasi langit malam ini, bintang bertebaran melengkapi malam yang sunyi hanya bunyi burung dan jangkrik terdengar oleh orang orang di kampung ini selepas magrib.
Aldi mendatangi rumah Maya , kali ini tampilannya hampir sama dengan bapak bapak yang baru keluar dari masjid, memakai peci, dan kemeja serta celana kain hitam.
Aldi tadi nggk tahu harus pakai apa, pikirnya kalau model begini terlihat sopan saja baginya, tak lupa Aldi membawa ibunya, untuk menemui keluarga Maya.
Bel berbunyi, Maya membuka pintu Maya yang melihat tampilan Aldi ingin tertawa tapi ia menghargai ibu Aldi hingga tawa nya tertahan sampai ia mempersilahkan Aldi masuk .
"Assalamu Alaikum"
"walaikum salam" jawab Maya
" bapak dan ibumu ada ? "
" iya tunggu aku panggilkan"
Rangga yang sudah tahu dari Maya kalau malam ini akan kedatangan tamu istimewa bagi anak cantiknya itu .
Rangga dan Icha keluar menemui tamu yang tengah duduk di ruang tamu yang telah di susguh kan makan dan minuman oleh Maya, sebelum Maya kembali ke kamarnya.
Maya menyerahkan semua pada ayahnya dan menilai Aldi terlebih dahulu sebelum memutuskan menjadi calon imam anaknya kelak.
baru saja Aldi sampai, Rangga sudah mau shalat isya lagi.
" bagaimana kalau ngobrolnya setelah shalat isya aja dulu " kata Rangga mengajak shalat.
Maya di panggil oleh ibu sambungnya untuk ikutan shalat di musolah rumahnya kali ini Rangga akan meminta pada Aldi menjadi imam dan yang lain menjadi makmum.
Aldi mulai membaca Alfatihah dan surah pendek hati Maya bergetar saat Aldi dengan syahdunya melantunkan ayat suci Al-Quran Maya menangis bukan tangisan kecewa melainkan tangis bahagia .
setelah selesai shalat dan makan malam bersama , semuanya kembali duduk di ruang tamu dan membicarakan masalah lamaran Aldi .
" sedari tadi saya kemari dan membawa serta ibu saya ingin melamar anak bapak sekiranya jika menurut bapak saya pantas mendapatkan putri bapak " kata Aldi pada Rangga .
Rangga tak bisa menahan rasa haru ia menangis, lalu di tenangkan istrinya, malam ini adalah malam yang sangat bersejarah baginya di mana anak yang ia banggakan akan di lamar dan di nikahi lelaki lain.
Rangga masih terdiam, sampai Icha memegang tangan , " bicaralah mereka menunggu keputusan mu " .
Rangga mengusap matanya, membersihkan sedikit sisa air mata yang mulai mengering, lalu berbicara.
" saya sangat bahagia di datangi lelaki berjiwa besar seperti mu, kaanya kamu tak pernah mengajak Maya pacaran melainkan langsung ingin menikahi nya, sebelumnya saya ucapkan kamu hebat jarang sekarang lelaki sekarang berbesar hati untuk melamar sang pujaan.
" apa yang kamu punya sehingga berani melamar anak ku padaku malam ini ? "
Aldi sudah memastikan pertanyaan ini.
__ADS_1
Aldi menghela napas panjang lalu menjawab pertanyaan Rangga padanya .
" terlebih dahulu saya tak ingin menjanjikan apa apa, pertama saya menyukai Maya dan saya tak ingin menjadi fitnah dan dosa saat saya ingin menatapnya lebih lama, kedua saya tak punya harta yang banyak tapi saya akan berusaha semampu saya untuk memberi nafkah yang layak untuk istriku, ketiga saya bukanlah lelaki yang baik sampai detik ini pun saya masih belajar menjadi muslim yang Soleh.
jawaban Aldi menggetarkan hati Rangga seorang lelaki yang tak suka banyak memberi kata kiasan , tak merayu dan pura pura Rangga suka Aldi apa adanya dan ia tahu semoga Aldi bisa membawa anaknya ke jalan terbaik.
menurut saya kamu sudah baik, tapi kami kembali memberi keputusan terakhir kepada Maya bagaimanapun Maya harus didengarkan dan harus diberi kebebasan memilih siapa saja lelaki pilihannya yang akan menjadi pendamping hidupnya kelak saya tak ingin memaksakan anak saya.
Icha pun memanggil Maya keluar dari kamarnya dan menemui Aldi dan orang tuanya,
"Maya bagaimana, dengan keputusan mu apakah kamu menerima lamaran dari Aldi nak?
Maya menghilangkan rasa sepanjang dan mengucapkan bismillah lalu berkata
"bismillahirrahmanirrahim saya menerima lamaran dari Aldi serta menerima konsekuensi dan siap menikah dengannya"
Aldi pun mengucap syukur serta memeluk ibunya, ada rasa senang dan bahagia yang dirasakan oleh Aldi saat ini setelah itu Aldi pun berpamitan kepada orang tua Maya setelah kesepakatan sebulan lagi acara pernikahan Alden Maya akan digelar.
setelah berpamitan Aldi pulang ke rumahnya bersama ibunya, sangat jelas tergambar di wajah Aldi terus tersenyum dan hati yang gembira.
Aldi lalu menghayalkan dirinya menikah dengan Maya Aldi lalu menghubungi wedding organizer yang terbaik di kota ini.
Ibu Aldi bahagia sebentar lagi anak nya akan membawa menantu masuk ke rumah ini, namun sebenarnya ada ke khawatiran yang mendalam mengusik hati ibu Aldi karena pekerjaan dan penghasilan Maya jauh lebih banyak di banding penghasilan yang Aldi dapatkan setiap harinya.
Aldi sedang melakukan yang terbaik saatnya hari ini ia akan mencoba gaun dan jas yang akan mereka kenakan di hari pernikahannya.
Maya hanya meminta pernikahan yang sederhana, saat itu calon ibu mertuanya tak lagi meragukan Maya sebentar lagi Maya akan menjadi menantu nya .
Maya memang anak yang baik sedari kecil Maya selalu diajarkan untuk bersopan santun kepada kedua orang tua serta orang lain.
tak lupa Maya mengundang nenek dari ibunya serta tante yang pernah hampir mencelakainya, saya sudah melupakan semuanya dan lebih baik memaafkan tanpa membalas perlakuan mereka.
Maya sangat terlihat cantik memakai gaun kebaya putih dengan jilbab yang senada disertai payet payet yang indah menjuntai menghiasi gaunnya.
begitu juga dengan Aldi yang sedang mencoba memakai jas dan kopiah putih senada dengan gaun yang dipakai oleh Maya berbeda dengan keluarga yang lain mereka semua memakai seragam peach baik lagi maupun perempuan.
hari H segera tiba.
Rafa juga ikut mencoba seragam menggoda calon kakak iparnya.
"jadi kalau Rafa Kakak nggak usah bayar lagi dong kan kita udah keluarga" canda Rafa pada kakak iparnya.
"boleh sih tapi makannya nggak boleh banyak-banyak kan kakak bisa rugi kalau rugi kan mau kasih makan apa istri sama calon keponakan kamu"
semua orang tertawa melihat tingkah laku Yang menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Rafa Rafa kamu lucu sekali ya"
Maya memang sangat terlihat cantik memakai gaun yang akan di kenakan pada hari H pernikahannya semua mata memandang Maya , dia yang terbiasa dengan make up tipis sangat terlihat cantik dengan gaun pernikahannya.
Aldi tak henti-hentinya memandang Maya dia tak bisa menahan dirinya untuk mengagumi calon istrinya karena Maya memang sangat terlihat cantik dengan gaun yang ia kenakan.
hari ini Aldi dan Maya akan melangsungkan pernikahan, main terlihat begitu cantik lagi duduk di dalam kamarnya memandangi dirinya dengan pantulan cermin.
Icha juga mendampingi Putri sambungnya itu, sudah 2 jam penghulu menunggu kedatangan keluarga Aldi tiba-tiba seseorang datang dengan membawa kabar buruk.
kang Karman berlari menuju, pesta pernikahan Maya dan menginformasikan bahwa mobil yang ditumpangi Aldi beserta keluarganya terguling di jurang dan Aldi pun tewas mayatnya sekarang berada di rumah sakit.
Maya yang mendengar keributan di ruang tengah Ia pun beranjak dari tempat duduknya lalu mempertanyakan hal yang membuat keributan setelah Maya mengetahui bahwa Aldi dan keluarganya meninggal dunia saat perjalanan menuju rumahnya.
Maya seolah tak berdaya iya limbung dan pingsan hal yang pernah dirasakan oleh ayahnya kini Maya juga merasakannya ya begitulah kembali terjadi tragedi pelangi yang hilang di mana kita sudah diberi kenikmatan keindahan lalu Tuhan mengambil kembali apa yang menjadi haknya dan pasti ada hikmah dibalik itu semua.
Maya tak mampu berdiri hanya linangan air mata yang terus membasahi wajah cantik yang telah di make up itu baju pengantin yang ia kenakan basah dengan air mata dia tak memperdulikan bagaimana lagi bentuk riasan wajahnya.
semua keluarga menuju rumah sakit untuk melihat Aldi dan keluarganya.
mengapa Tuhan jika kematian itu identik dengan putih mengapa setelahnya tinggal gelap dan abu-abu.
hujan identik dengan kesedihan namun setelah hujan pasti akan timbul Pelangi tapi apa jadinya jika Pelangi itu hilang sebelum kita melihatnya bukankah kita kecewa namun kecewa dengan siapa pada siapa tentu bukan dengan Tuhan karena kita juga patut untuk bersyukur setiap harinya Tuhan memberi kita oksigen gratis untuk bernafas itulah anugerah yang jarang kita syukuri sebagai manusia.
ketahuilah di saat TUHAN memberi kita ujian di saat itu pula juga TUHAN memberi jalan keluarnya tinggal bagaimna cara kita menemui solusi nya karena kelebihan manusia dari makhluk lainnya adalah akal pikiran .
Maya telah sampai di rumah duka di mana calon suaminya terbaring tak berdaya, Maya hanya mampu menatap tanpa menyentuh jasad itu, tak ada lagi air mata yang mengiringi langkah Aldi menuju pembaringan terakhirnya semua keluarga Aldi menguatkan Maya .
namun saat ini muncul lah Nara saudara ibu kandung Maya memperkeruh suasana , Nara mulai mulai berkata tak baik.
" dosa apa ya kamu mas sambil melirik Rangga , istrimu meninggal saat melahirkan anak ini"
tak lagi menyebut Maya sebagai keponakannya.
"lalu calon istrimu meninggal karena kau mencarikan ibu sambung untuknya, dan sekarang lihatlah calon suaminya meninggal sungguh miris Kakak ku melahirkan anak pembawa sial sepertinya.
Maya mulai terisak lagi, tapi Icha menenangkan nya dan mulai melawan Nara yang menuduh anaknya pembawa sial
" kasian sekali , wanita seperti mu sungguh tak tahu yang namanya takdir Tuhan kamu menuduh orang yang tak lain darah dagingmu sendiri .
" oh ya aku lupa apa kamu perawan tua ini juga karena takdir Tuhan atau kamu sendiri yang tak mau menikah lebih memilih menggoda suami orang kasian sekali kamu.
Rangga yang dari tadi mengepalkan tangan nya ingin menghajar adik dari mendiang istrinya ini, segera ia usir dan jangan menambah kegaduhan di rumah duka ini.
warga tak ada yang terkontaminasi dengan ucapan Nara karena warga kampung sangat menghargai keluarga dokter Rangga.
__ADS_1