
seperti biasa ruangan pemeriksaan dokter umum Masih saja terlihat ramai, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa antri untuk memeriksakan kesehatan mereka.
Diani dan Ashari sama sama sibuk nya hari ini, bagi Diani tempat ternyaman setelah rumahnya adalah rumah sakit ini karena dapat menolong pasien yang membutuhkan Diani.
"capek ya, ayo kita makan" ajak Ashari.
"baiklah tapi kali di traktir kan" kata Diani
"okelah gajiku lumayan besar tak akan habis jika hanya mentraktir mu makan" celoteh Ashari .
mereka berjalan beriringan tapi bukan menuju kantin tapi menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil Ashari, rupanya Ashari akan mengajak Diani makan di luar.
di sebuah restaurant.
seorang pelayan menghidangkan makanan yang telah Ashari pesan .
"sepertinya kita sedang ngedate ya bedanya ini masih pagi belum malam"
" ngarep sekali kamu ngedate bareng aku"
Ashari diam mendengar perkataan Diani ingin sekali dia berkata iya" Ashari hanya melemparkan senyuman nya yang paling indah ke arah Diani.
mereka makan dengan lahap di selingi obrolan kecil, kini nampak sekali Diani nyaman bersama Ashari ya, itu yang membuat Ashari memantapkan hatinya, mendekati Diani.
di dalam perjalanan Diani mengatakan "apakah kita telah menjadi teman?" tanya Diani, Ashari hanya menjawab "iya dianggap lebih juga nggk apa apa" kata Ashari bercanda namun dalam hatinya, sangat berharap.
sore ini Diani akan bergegas pulang setelah semua aktivitasnya hari ini selesai, Ashari nampak bingung seperti mencari sesuatu, " pak dokter kenapa apa baik baik saja??
__ADS_1
"sepertinya aku lupa di mana meletakkan kunci mobilku" .
Diani yang sedari tadi melihat kunci mobil Ashari di samping meja tempat meletakkan kunci mobil nya berjalan ke arah Ashari, Diani menatap Ashari tajam dan pandangan lurus ke depan, lalu Diani berhenti dan meraba tempat kunci di samping meja Ashari dan mengangkat kunci mobil Ashari lalu tertawa hahahhaha. "sepertinya pak dokter mulai pikun".
Ashari mengambil kunci mobil itu dari tangan Diani dan tersenyum cengengesan seperti anak kecil , lalu Ashari berkata: "baik sekali di jadikan istri bisa bantu mengingatkan sesuatu yang hilang.
degg.... ada yang bunyi tapi tak bisa di dengar oleh Indra pendengar biasa hanya Diani yang tau bunyi itu apa getaran dari dalam dirinya "jantung nya kok berdetak begini sekali" sudah lama sekali Diani tak pernah merasakan detakan jantung yang seperti ini terakhir saat Erik membawanya ke menara Eiffel "apa ini apa itu cinta, tidak tidak jangan secepat ini apa kata Erik disana."
Diani pun beranjak meninggalkan ruangan nya dan menuju pulang ke rumah, setelah sampai Diani naik ke kamarnya dan segera membersihkan badan nya setelah mandi dan memakai pakaian rumahan Diani tiba tiba merasa mengantuk " sepertinya tidur sedikit akan membuat badan jadi ringan"
Diani tertidur, dan Diani bermimpi melihat mama nya yang sedang duduk membelai kepala gadis berusia tujuh belas tahun itu gambaran Diani masih remaja sangat indah bukan di saat rambut nya di Elus Elus sampai ia tertidur.
lalu Diani bertemu juga dengan Erik di sebuah danau masih Diani ingat danau itu danau di mana Erik bilang kalau dia sayang Diani seperti mama dan papa Diani menyayanginya, meski bukan perasaan cinta hati Diani sangat senang .
Dan Erik mulai berkata, "aku sayang sama kamu tapi ingat kamu juga harus bahagia melihat mu bahagia adalah tujuan awal ku ." semua mimpi itu lenyap tak berarti seperti angin berlalu yang melintas begitu saja pada akhirnya Diani terbangun karena ketukan pintu.
papa Diani duduk di tepi ranjang Diani, " nak apa papa boleh bertanya ? papa Diani selalu begini sopan sekali pada anaknya lemah lembut .
heeeemmmm Diani yang hanya mengangguk bak anak kecil , "bagaimana dengan hatimu apa baik baik saja ? apa kamu telah menemukan pengganti dia ? papa hanya ingin kamu bahagia , maafkan papa tak bermaksud menekan mu tapi papa mau kamu segera melupakan apa yang tak akan bisa kembali lagi."
Diani hanya diam tak menjawab pertanyaan papa nya bukan tak bisa namun Diani bingung, beberapa hari ini entah kenapa hati Diani di penuhi oleh sosok Erik semakin ingin Diani melupakannya, semakin Diani tak bisa.
beberapa hari berlalu setelah bercakapan Diani dan papa nya.
seharian Diani hanya diam entahlah apa benar diam atau Diani sedang berperang dengan hati dan perasaannya, sebenarnya Diani nyaman dekat dengan Ashari namun sosok Erik masih begitu melekat pada hatinya.
Ashari membawa sebuket bunga dan memberikan nya pada Diani, "selamat ulang tahun my partner" Diani heran ia pun lupa tanggal berapa ini, apa benar hari ultah ya Diani mengecek hp dan benar hari ini tepat sekali 27 tahun ia lahir ke dunia ini.
__ADS_1
ada rasa haru seketika ingatan pada mama dan ingatan tentang suprise suprise yang ia lalui bersama Erik, hatinya tak bisa seperti ini apa ini awal bahagia atau awal luka lagi baginya.
Diani menerima sebuket bunga itu dan tersenyum pada Ashari "terimah kasih pak dokter".
"apa aku sudah menjadi orang pertama yang mengucapkan hari spesial ini ?? tanya Ashari
Diani mengangguk, tanda membenarkan ucapan Ashari . "tumben papa lupa" kata Diani dalam hati.
setelah semua pekerjaan Diani selesai ia pulang namun di telfon oleh seseorang bahwa papanya tiba tiba pingsan di sebuah hotel, sang penelfon juga mengirimkan alamat hotel tersebut.
Diani terburu buru ada apa dengan papanya "bukannya papa baik baik saja tadi pagi"Diani sangat takut dia tak ingin kehilangan papanya hanya papa satu satunya semangat nya untuk hidup.
Diani masuk ke dalam hotel itu dan lari menuju lift memasuki ruangan yang di kirimkan penelfon setelah sampai di depan kamar yang di tuju kamar itu terbuka, Diani masuk namun lampu nya mati.
Diani hendak keluar namun pintu tiba tiba di tutup Diani heran dan SUPRISE lampu menyala papa Diani sehat tak kurang sedikit pun papa Diani memberi kue itu pada anaknya dan semua orang menyanyikan lagu "happy birthday" .
Meniup lilin lalu memotong kue suapan pertama Diani berikan pada papanya ada air mata haru yang menyertai acara ini Diani senang baru kali ini papa nya suka acara seperti ini, tapi Diani sedih mama nya tak ada lagi saat ini.
Diani mengedarkan pandangan pada yang lain ternyata ada dokter hikmah dan pak Andreas lalu pintu terbuka menampakkan lelaki yang Diani kenal yaitu, Ashari berjalan menuju Diani dengan kotak berwarna merah di tangannya berbentuk hati , Ashari berlutut di hadapan semua orang.
Ashari berkata: apakah kamu mau menikah dengan ku , aku tau kamu masih mencintainya tapi izinkan aku mencintaimu, aku tak menuntut banyak aku akan menunggu hari itu di mana kamu juga benar mencintaiku, tapi izinkan aku menjaga mu secara halal ,izinkan aku menjadi pelindung dan sandaran mu."
Diani heran Ashari yang dia kenal selalu kocak dan tak pernah seserius ini.
semua orang berharap Diani menerima lamaran ini .
hati Diani bimbang antara cintanya yang belum usai tapi Diani tau Ashari orang baik, tak mungkin dia menyakitinya, dia tetap mencintai Erik tapi kehidupan Diani harus tetap berlanjut.
__ADS_1