
pantulan gadis cantik di cermin sedang memakai kemeja lengan panjang dan celana kain yang tak terlalu ketat lalu menuju ke rak sepatu, memilih sepatu senada dengan kemejanya .
hari ini Diani akan berangkat ke rumah sakit rasanya tidak enak juga hanya istirahat di rumah , Diani memakan sarapan yang telah bi Lala buatkan ,sedangkan papa Diani dari tadi telah berangkat bekerja.
Diani memasuki mobil miliknya dan melaju menuju rumah sakit, tak lama Diani sampai pada tujuan nya.
Diani melenggang menelusuri setiap koridor rumah sakit menuju ruangan kerjanya , Diani mendapati dokter Ashari yang sedang asyik dengan laptop miliknya.
Diani mengucapkan salam:
Diani : "Assalamu alaukum
Ashari : " walaikum salam , sudah baikan ??
Diani :"Alhamdulillah dokter, sepertinya saya akan lebih sembuh jika tetap bekerja, rasanya enggak enak menjadi orang rumahan" canda Diani .
Ashari hanya tersenyum menanggapi partnernya itu, jam menunjukkan 08.15 saatnya melayani pasien ada banyak pasien yang datang kali ini .
__ADS_1
akhirnya selesai juga ..
"mau ke kantin bersamaku ?? " ajak Ashari.
Diani tersenyum "tentu saja sepertinya ada juga bisa menjadi partner makan yang baik.
"oh tentu saja kita bisa jadi partner terbaik partner berumah tangga juga bisa" canda Ashari yang kemudian cengengesan dia tadinya keceplosan berkata seperti itu,
"ayolah pak dokter , aku sudah lapar" rengek Diani. Ashari dan Diani menuju kantin dan mereka memesan makanan yang bisa mengisi perutnya yang sedari tadi kelaparan.
Diani menyapa Ashari begitupun sebaliknya. "Senang bisa bekerja sama dengan pak dokter muka nya saja yang muda tapi ilmunya juara".
"bisa aja kamu , btw sekarang rencana mau kmna?? tanya Ashari
"mau langsung pulang saja " jawab Diani. "bisakah kita sedikit mengobrol di taman itu sepertinya aku butuh seseorang untuk bicara" kata Ashari, Diani mengiyakan saja ajakan Ashari.
mereka duduk di taman rumah sakit untuk sekedar melepas lelah yang di rasakan.
__ADS_1
"oh ya apa Bu dokter cantik ini sudah punya kekasih?" tanya Ashari .
Diani hanya diam dan tak menjawab rasanya sudah lama pertanyaan ini tidak muncul di tujukan padanya.
" iya aku sudah punya calon suami" jawab Diani selalu seperti ini jawaban yang tak pernah berubah padahal calon suaminya telah meninggal.
",Oh ..... kirain belum bisa marah calon Bu fokter kalau sekarang aku ajakin Bu dokter ngobrol kaya gini."
Diani hanya senyum menaggapi ucapan Ashari "andai saja dia masih hidup hari ini aku bukan lagi menjadi calon istrinya tapi sudah sah menjadi istrinya."ucap Diani dalam hati.
Ashari baru tau Diani sudah memiliki calon suami, " mana mungkin juga wanita secantik dia nganggur, mana ada pria mau membiarkan Dia jomblo hanya aku saja yang bodoh tak pernah berpikir sejauh itu , kan kena mental kan niat hati mau nembak ko tertembak duluan jantung ku sakit ini ." Ashari yang sedang bicara dengan dirinya sendiri (bicara dalam hati).
Ashari berdiri dan berkata " kayaknya udah cukup obrolan kita ini Bu dokter saya harus undur diri saya harus pulang cepat kasihan ikan ikan peliharaan saya belum makan" elak Ashari , Diani hanya tersenyum " silahkan saja pak dokter duluan saya masih ingin disini menikmati senja."
Diani yang selalu suka dengan senja dia sengaja sendiri disini karena ia ingin bermain dengan fantasi nya ya, Diani sering berbicara sendiri seolah olah Erik masih ada, Erik yang biasa dia gambarkan sedang duduk di samping.y memainkan rambut indahnya menemaninya sampai matahari tenggelam.
kadang dia juga menghayalkan seolah olah Erik duduk di sampingnya sambil menemaninya menyetir mobil , menemaninya belanja dan juga mengantarnya untuk tidur. jika ada yang melihat Diani bisa di kata orang gila tapi Diani tidak gila ini yang dia lakukan agar sosok Erik tetap hidup dalam hatinya .
__ADS_1