PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
EPISODE 21


__ADS_3

Hari ini semua berkumpul di rumah Diani dan Ashari , ada Bu hikmah dan suaminya yang akan mengantar Mita mondok pesantren di kota X .


sebenarnya Bu hikmah ingin Mita sekolah di sekolah internasional dan melanjutkan pendidikan kesehatan di luar negeri biar bisa menjadi dokter seperti ibu dan ayahnya.


tapi kata Mita ia akan tetap menjadi dokter tapi Mita ingin melewati masa sekolah menengah ke atas di pesantren.


" nenek tenang aja cuma tiga tahun Lo nek Mita mondok habis itu Mita janji akan kuliah jurusan kedokteran " ucap Mita yang menghibur hati sang nenek.


" baiklah , Mita janji yah' ! , kalau bukan Mita siapa lagi yang akan meneruskan rumah sakit keluarga kita.


mereka mengantar Mita ke pondok pesantren di sana Mita di sambut dengan ramah oleh petugas pesantren yang ada lalu mita di perkenankan berkenalan kepada teman mereka setelah keluarganya pulang .


..........Pesantren .


sebelum shalat subuh Mita harus bangun dan mengaji di musholah kemudian di lanjutkan shalat subuh, Mita sudah biasa di rumahnya seperti itu.


pagi sebelum memasuki ruangan kelas Mita sempat membantu santriwati lain memasak, lalu Mita memasuki kelas di pesantren ini Mita banyak menimba ilmu agama memperdalam agama sebagai wanita muslimah yang Saleha.


setiap hari seperti itu jadwal Mita , dan tiba di mana Mita telah tiga tahun menimba ilmu di pesantren ini, besok hari di mana Mita menerima ijazah kelulusannya di pesantren ini.


hari ini hari di mana Mita di beri sertifikat dan ijazah kelulusan nya. Diani dan Ashari datang ke acara pengambilan rapor itu dan mereka terkejut, melihat penampilan anaknya yang memakai cadar.


Mita tak pernah ingin mengangkat setiap di vidio call rupanya Mita memberi suprise kepada ibu dan ayahnya.


hari itu Mita membaca Alqur'an dengan merdunya sampai sampai Diani menangis dan tak percaya TUHAN mengambil baby AZ, lalu menggantikannya dengan Mita yang sangat tau memuliakan orang tuanya.


ada air mata haru saat Mita, mengambil mahkota dan memakaikan pada kepala ibunya , contoh kecil gambaran di dalam surga anak yang menghafal tiga puluh jus AlQur'an memberi mahkota kepada orang tuanya di surga kelak.

__ADS_1


" Amiin nak' suara Diani bergetar, sambil merangkul putrinya.


Mita mencapai nilai paling tinggi di angkatan nya, dan Mita mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Kairo Mesir , Mita ingin sekali ke sana tapi bagaimna dengan keinginan neneknya , Mita sudah janji akan sekolah kedokteran di Amerika.


Mita termenung memikirkan semua ini, lusa Mita baru bisa pulang ke rumahnya Mita harus di sini dlu , masih ada urusan di sini .


" lusa Mita baru bisa pulang, ku harap mama sudah bicara dengan nenek, tapi apapun keputusan nenek Mita akan turuti"


" baik nak" Diani yang sedang merangkul anak gadis nya sambil berjalan menuju mobil yang akan membawanya pulang.


Diani sedang memikirkan kata kata anak nya sesekali ia memegang kepalanya yang tak sakit, Diani juga berpikir bagaimana cara memberi tahu mertuanya , masalah keputusan Mita yang akan melanjutkan studi nya di Kairo Mesir itu.


selama tiga jam di perjalanan Diani sangat bingung alangkah terkejut nya lagi Diani mertua yang ingin di hindari dulu hadir nya justru telah duduk di kursi teras sambil tersenyum ke arah nya.


" bagaimna keadaan Mita apa nilainya bagus ? bagaimna dia jadi kan akan kuliah di Amerika jurusan kedokteran mama ingin dia menjadi spesialis jantung " Bu hikmah yang selalu seperti itu jika menginginkan sesuatu.


Ashari khawatir akan terjadi masalah di rumah ini Ashari tau betul watak ibunya dulu Ashari ingin berkecimpung di dunia bisnis tapi mamanya ingin ia menjadi dokter makanya Ashari sekarang bisa jadi direktur.


" sekarang ayo duduk bagaimna penampilan cucu mama yang hebat itu, tanya Bu hikmah penasaran pada anaknya, Ashari menceritakan semua yang di lihatnya tadi sedangkan Diani, berupaya merangkai kata bagaimna cara ia mengungkapkan pesan Mita ke mertuanya.


" ma' sepertinya Mita tidak akan kuliah ke Amerika dia dapat tawaran dari ustadz nya untuk melanjutkan pendidikan ke Kairo Mesir agar suatu saat nanti Mita bisa kembali ke pesantren dan mengajar di sana" .


Bu hikmah diam mendengar perkataan menantunya, ia hnya bingung saja bukannya dulu dia dan Mita telah sepakat kenapa harus begini.


" oh jadi anak itu lebih memilih menjadi seorang pengajar daripada jadi dokter ! tegas Bu hikmah , memang dia pikir berapa penghasilan pengajar di banding meneruskan menjadi direktur di rumah sakit suatu saat nanti, ini semua gara gara kamu yang tak memberiku cucu lihat anak yang kalian pungut saja tak ingin menjadi direktur di rumah sakit ku' bukannya untung dia akan hidup enak malah ngeyel dasar sekali anak pungut ya tetap anak pungut.


suara benda jatuh terdengar dari belakang rupanya Mita akan memberi suprise untuk neneknya namun Mita yang di kejutkan dengan semua perkataan neneknya kalau kita hanyalah anak pungut.

__ADS_1


Diani dan Ashari mendekat namun Mita tak menggubris kedua orang tuanya, dia tetap menangis dan mematung.


" apa benar , aku anak siapa kenapa mama tidak bilang, kenapa papa memberi rasa nyaman senyaman papa kandung kenapa pa'


benar kata nenek aku siapa seharusnya aku bersyukur bisa di angkat di keluarga ini .


" nenek tenang saja aku tidak akan lupa kebaikan kalian, aku ke sini hanya ingin memberi tahu bahwa di Kairo juga ada jurusan kedokteran sambil bisa belajar agama, tapi aku sadar sepertinya aku tak akan tinggal di apartemen seperti kata papa aku akan tinggal di asrama dan memakai beasiswa.


aku tidak ingin merepotkan keluarga ini , setelah aku tau aku siapa, Mita menangis ia di peluk mama dan papanya namun rasanya tak senyaman dulu.


" maafkan aku, aku sudah menganggapmu cucu ku , itu aku ingin kau hidup layak , bukan karena kau anak angkat maafkan nenek nak' .


Bu hikmah melemah dia sebenarnya baik , tapi jika ia punya rencana di luar ekspektasinya itu akan membuatnya sangat marah .


Bu hikmah memeluk Mita, namun rasanya sakit tidak seperti saat Mita belum tau dia anak angkat.


" hanya kamu anak papa, bisakah kita melupakan kejadian hari ini , kamu tetap tanggung jawab kami , kamu akan di sekolahkan di Kairo jika kamu mau mengambil jurusan kedokteran itu terserah kamu kami tidak akan memaksa.


maafkan papa , Ashari berlutut .


Mita menarik tangan papa nya agar berdiri .


"tangan ini yang selalu menimang mu nak sedari kecil dan tangan ingin yang selalu ada saat kau membutuhkan nya, papa sayang kamu nak' jangan tinggalkan papa.


papa yang akan membawa dan menuntut mu menuju lelaki yang mampu menanggung tanggung jawab atas mu nak' Ashari menangis .


baru kali ini ia menangis bahkan saat baby AZ , meninggal dunia tak ada air mata yang jatuh dari matanya , begitu sayang Ashari ke Mita anak angkatnya.

__ADS_1


" kamu pergi tidur naiklah nak' papa ingin bicara dengan nenek mu mama mu akan menemani mu di kamar , Ashari melirik Diani memberi kode membawa Mita pergi dari suasana yang mencekam ini.


__ADS_2