
Heri ayah kandung Mita menutut Ashari selaku ayah angkat Mita , Heri tak terima Ashari mengambil anak nya , namun Heri tetap kalah karena hak asuh Mita jatuh ke tangan Ashari dan sekarang Mita juga sudah besar dan dewasa ia bisa menentukan mana yang bisa membuat nya nyaman.
Mita adalah pewaris tunggal usaha Heri , namun Mita tak berniat karena menurutnya usaha itu usaha yang haram , untung baik Mita tak melaporkan usaha ayah nya , namun tak perlu di laporkan banyak aparat yang akan melindungi Heri, karena uang bisa membungkam mulut para aparat.
hari ini Mita sudah bekerja di rumah sakit sebagai direktur dan ayah nya akan membuat rumah sakit di luar pulau , kini Mita menduduki jabatan tertinggi di rumah sakit ini .
Mita yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan nya di kejut kan dengan seorang wanita yang datang ingin menemui nya. Mita penyuruh asisten nya membawanya ke ruangan milik nya.
wanita itu ibu kandungnya sekarang ia sedang sakit leukimia dan ia ingin melihat anak nya untuk yang terakhir kalinya .
" mama apa kabar , aku sudah dengar tentang mama tinggal lah aku akan merawat mama sebagai bakti ku .
" maafkan mama nak' sebenarnya mama tak ingin membuang mu , hanya saja mama tak ingin kau merasakan pedih kehidupan mama andai mama ingin membuang mu kenapa mama harus jauh berjalan ke panti asuhan kenapa bukan ke sungai saja.
perkataan mama nya memang masuk akal , maafkan Mita ma' mulai sekarang Mita akan menjaga mama , Mita pulang dan memberi tahu diani masalah mama kandungnya , Diani setuju Mita merawat ibunya
Erika sudah tiga hari di rawat tempat anak nya menjadi direktur , malam ini Erika sudah tidak tahan penyakitnya sudah menggerogoti di dalam setiap sel pada kepala nya .
Erika tak lagi memiliki rambut , kini Erika senang di sisa tuanya di temani anak nya hingga hari ini keadaan erika memburuk dan pada khirnya saat Mita membacakan ayat ayat suci Alquran ia bacakan , Erika menutup mata dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
" mama tenang di alam sana Mita janji mendoakan mama Erika sambil terisak, ibunya pergi tanpa harus saling mengenal lebih jauh.
ibu yang haruska mengajarkan kita banyak hal di dunia ini malah ibu kita harus pergi tanpa kita mengenal nya , Mita belum tau tentang keluarga ibunya. Erika di bawa pulang ke rumah duka rumah milik Diani di sana Erika di mandikan, lalu di bungkus kain kafan dan di shalat kan .
tak lupa Heri di hubungi bagaimna pun Erika dan dirinya memiliki hubungan sebagai orang tua kandung Mita.
Mita yang duduk di samping mayat ibunya , dan menemani Erika di saat akhir hidupnya.
Diani tahu anak nya tak baik baik saja Diani pernah berada di posisi ini , alangkah sedih nya kehidupan Mita jauh lebih menyakitkan dari kehidupan Diani dulu Mita hanya mengenal ibunya tidak dengan kehidupannya.
jenazah Erika akan di kebumikan , Heri ikut turun ke liang lahat mengantarkan mantan kekasihnya di pembaringan terakhirnya.
Heri berjanji akan menjaga Mita , setelah kematian Erika , Heri memutuskan berhijrah dan menimbah ilmu di pesantren semua istrinya meninggalkan Heri saat tahu Heri telah tak punya apa apa.
Mita yang kini sudah hidup berkecukupan memberikan hadiah berupa rumah pada papa Heri karena kehidupan Heri yang jauh dari kata layak .
orang yang dulu hidup bergelimang harta dan sekarang jatuh Heri sumbangkan semua hartanya pada panti asuhan dan membangun masjid dia tidak tau harus hidup dengan uang haram , jiwa nya tidak tenang.
hari ini Heri sedang membersihkan masjid ini Heri hijrah dan menjadi lebih baik lagi .
ada ketenangan dalam hati Heri hidup seperti ini.
Mita datang dengan membawa bekal untuk papanya sambil memberi tahu Minggu depan papa nya harus datang karena ada seseorang yang melamar Mita.
hari ini semua orang telah duduk dan menunggu kedatangan lelaki yang akan meng khitbah Mita ,Randi seorang dokter muda bersama kedua orang tuanya yang juga seorang pengusaha mebel di kota ini.
" maksud kedatangan saya membawa orang tua saya karena berkeinginan meng khotbah anak bapak Ashari ucap Randi .
__ADS_1
Ashari melirik pada Heri papa kandung Mita, " baiklah " sebenarnya Mita itu adalah anak angkat saya dan pak Heri ini adalah ayah kandung dari Mita .
semua orang melihat Heri siapa yang tidak kenal Heri seorang bandar narkoba yang tertangkap dan baru keluar lalu hijrah baru baru ini.
mama Randi mulai bermuka tak suka melihat Heri .
" maaf kalau begitu saya tidak setuju menikahkan anak saya dengan seorang putri mantan napi seperti dia , membuat keluarga saya malu saja" Heri menunduk merasa bersalah,.
" maaf Bu jangan Hina ayah saya dia sudah ingin hijrah itu sudah Alhamdulillah, jika memang tak jadi meng khitbah akupun tak masalah mungkin aku dan Randi belum jodoh ucap Mita seraya menundukkan pandangan nya".
" sebaiknya kita pergi sampai kapan pun tak ada orang yang mau menjodohkan anak nya dengan anak mantan napi yang numpang nama sama di rekrut rumah sakit .
Mita terdiam, ini hanya hinaan dari orang orang yang mengaku dirinya bersih, kita tidak pernah tahu kapan TUHAN mentakdirkan kita dengan cara apa .
keluarga Randi pulang dan Heri tak enak hati
" maafkan papa seharusnya papa tak usah datang tadinya.
merekapun akan tetap membatalkan Pernikahan ini pa saat mereka tau aku ber binti pada ibuku.
meski bisa di nikahkan oleh wali hakim tapi aku tetap akan di binti kan pada ibuku .
papa tenang saja aku bahagia meski tak akan ada yang melamar ku kelak aku bahagia papa berada di samping ku meski Ashari dan Heri tak menjadi mahram putri mereka.
Tuhan sudah menghukum ku nak' Tuhan telah memberi hukuman dengan tidak bisa nya ayah memeluk putri biologis ku ayah paham ayah jera ini seakan cambukan yang Tuhan berikan saat ayah tak menikahi ibumu .
" percayalah nak' jodoh mu akan tiba pada masanya " Tuhan menciptakan manusia secara berpasangan jika tak memiliki jodoh di dunia engkau akan mendapat jodoh terbaik di akhirat kelak" .
Mita tersenyum mendapat perkataan menguatkan .
esok di kantor .
"Bu ada seorang dokter yang hari ini akan menjadi bagian dari rumah sakit ini , dia seorang duda beranak satu ". ucap asisten nya.
" assalamu Alaikum"
" walaikum salam "
Mita lalu menelfon Dilla menyuruh nya masuk selalu seperti ini jika ada tamu lelaki yang masuk di kantor Bu Mita dan pintu di biarkan terbuka,
" maaf perkenalkan saya Rangga , dokter muda yang mengirim CV kemarin Bu dan hari ini di suruh datang.
" baiklah, dokter Rangga perkenalkan saya Mita Zaskia putri panggil saya dokter Mita.
saya senang anda bekerja sama dengan rumah sakit ini selamat bekerja.
Rangga yang baru tahu kalau direktur rumah sakit ini wanita bercadar .
__ADS_1
Rangga seolah rindu pada istrinya, sama seperti dokter Mita Airin juga bercadar.
hanya nasib buruk berpihak padanya Airin menghembuskan nafas terakhirnya saat berjuang melahirkan putrinya .
kini Mita sibuk dengan pekerjaan nya, hari ini Mita akan pulang dan dia mendapati ada seorang anak perempuan yang memakai seragam sekolah yang sedang duduk di kursi tunggu lobi dia menghampiri anak itu yang sedang menunggu ayah nya.
" mama" Maya memanggil mama pada Mita.
Mita kaget dan mulai duduk di samping Maya.
"mama hidup lagi, kata Maya Mita semakin bingung , ma' kita pulang ya Maya nggk ada yang masakin masakan papa nggk enak kita selalu makan di luar .
Mita mulai bingung dan berkata " emang papa di mana ? "
Rangga yang baru keluar dari lift melihat Maya dengan ibu Mita, lalu menghampiri mereka.
papa .... teriak Maya yang melihat papa nya lalu Mita baru sadar anak ini anak dari dokter muda yang baru masuk hari ini.
" maaf Bu anak saya harus saya simpan disini kami hanya tinggal berdua mamanya sudah meninggal.
Mita mengangguk..
" siapa bilang mama meninggal itu mama samakan sama foto yang papa selalu perlihatkan pada Maya.
" sayang Tante ini bukan mama penampilan mereka hanya sama ya' kamu nggk boleh panggil orang sembarangan ya nak' ya mama kan sekarang udah bahagia bersama Allah bujuk Rangga pada putrinya.
Mita yang melihat itu hanya tersenyum di balik cadar nya.
" maaf ya Bu Mita maafkan anak saya" ucap Rangga .
" tidak apa apa besok besok kalau mau bawa anak bawa saja asal di tempat yang nyaman seperti di ruangan dan rumah sakit ini punya tempat bermain anak Maya bisa main di sana.
" Tante pergi dulu ya dah cantik ucap Mita".
" Tante itu pasti cantik seperti mama ucap Maya".
Rangga yang melihat Mita pergi merasakan getaran aneh pada jantungnya.
astaga apa ini cinta pada pandangan pertama siapa aku berani sekali mencintai Bu direktur di terima bekerja di rumah sakit ini saja sudah syukur.
Rangga menggenggam erat tangan anak nya dan melajukan motor gede nya pulang ke rumah namun tanpa Rangga sadari ada seseorang yang mengikutinya sedari tadi .
"rupanya dia tinggal di sini , untung hari ini aku nyetir sendiri jadi Dilla enggak kepo lagi ".
kenapa aku tiba tiba ingin tahu kehidupan dokter itu . ucap Mita
ada rasa yang aneh dia kasihan dengan Maya dan dengan dokter muda itu tak mudah menjadi sosok ayah sekaligus ibu untuk anak seusia itu.
__ADS_1