PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
EPISODE 22


__ADS_3

" ma' aku tau Mita bukan anak kandungku, dan masalah Diani tidak bisa memberi ku seorang anak itu bukan salahnya aku yang memilihnya aku yang ingin bersama Diani , sudah berapa kali Diani menyuruh ku menikah lagi aku menolak tak akan ada wanita yang seperti Diani .


" aku mencintainya begitupun dengan Mita dia tak punya darah yang sama dengan ku tapi Mita ku didik menjadi anak yang baik lihat lah sebenarnya dia sayang mama dia memberi suprise dengan dia memilih kedokteran di Kairo sambil menimbah ilmu agama.


Ashari menangis di depan ibunya baru kali ini Ashari menentang Bu hikmah Ashari yang kocak penuh lawakan tidak terlihat hari ini hari ini sisi Ashari yang lain.


ku harap mama mengerti tidak semua kemauan mama bisa mama wujudkan , kita lihat Mita ia akan coba menjadi lebih baik lagi .


" mama mau pulang telinga mama sumpek dengerin kamu ! bentak Bu hikmah pada anaknya.


Bu hikmah meninggalkan rumah Diani dan Ashari.


.....Mita


" ma' aku akan tetap menjadi dokter sesuai keinginan nenek, dan aku akan tetap menimbah ilmu agama untuk mendoakan mama dan papa , aku tak ingin mengecewakan kalian semua.


" ma' terimah kasih selama aku kecil aku sudah di didik dengan baik oleh mama dan papa. terimah kasih juga telah memberi ku kasih sayang dan fasilitas yang lengkap, aku akan tetap menjadi anak mama .


Diani keluar dari kamar anaknya, kini Diani masuk ke kamarnya dan melihat suaminya yang sedang terbaring tapi masih terjaga.


" aku kira mas sudah tidur !


"bagaimana aku bisa tidur pikiran ku saja masih melayang mulai hari ini Mita akan memasang jarak dengan ku mengetahui aku bukan papa kandung nya dan Mita tau kami bukan mahram.


Diani juga baru sadar dengan ucapan suaminya setelah ini Mita dan suaminya tidak bisa saling bersentuhan Mita orang yang sangat menjaga diri namun menjabat tangan sang papa mungkin masih ia akan lakukan sudah tdk ada lagi pelukan dari gadis kecilnya


" sudahlah mas , dia juga sudah dewasa dan kita harus nya bangga Mita menjadi anak yang Soleha .


besok Mita akan berkunjung ke panti asuhan tempat di mana kita mengadopsi nya , ia ingin mengajarkan ilmu tauhid sebelum ia berangkat ke Kairo bulan depan .


mereka melewati malam ini meski keadaan nya akan tetap sama yaitu Mita kini menjaga jarak dengan ayah nya karena sejatinya mereka bukan muhrim.


Diani telah menyiapkan sarapan pagi Ashari kini duduk menikmati segelas teh hangat, Mita turun dengan cadar yang sudah lengkap menutupi wajahnya, dulu sebelum tau dia anak angkat dia akan membuka cadarnya hanya memakai kerudung pasang saja.

__ADS_1


tapi saat ini papa nya bukan mahram nya maka ia wajib menutup aurat dan menjaga marwahnya dengan menundukkan pandangan nya.


Ashari yang mempercepat makan nya dan pamit ke rumah sakit, sedangkan Diani yang menemani anak nya makan.


"mungkin papa kasian lihat kamu makan kesusahan jadi papa segera berangkat kerja.


" maaf ya ma, mama tau sendiri kan meski papa yang membesarkan ku tapi aku dan papa bukan mahram.


" iya nak' , mama mengerti setelah ini kita akan ke panti akan menemui adik adik mu di sana.


setelah beberapa jam menempuh perjalanan mereka sampai di panti asuhan " kasih bunda" .


Diani masuk dan bermain dengan anak anak, lalu Mita duduk di mushola mengajari anak anak di sana , mereka senang Mita bisa kesini.


" maaf Bu Mita yang berbicara sama Bu ketua panti.


" maaf Bu apa tidak ada tanda tanda orang mencari ku, atau orang tuaku datang.


" pernah sekali ada ibu ibu yang mengaku menyimpan anak nya dalam kardus dan menyimpan nya di dalam kardus.


" ini benda yang bersamaan dengan mu saat di temukan, baju bayi, sepatu dan gelang yang beinisial huruf " M " serta surat yang isinya tak bisa terbaca lagi.


air mata Mita menetes saat melihat semua barang yang terbawa dengan nya saat lahir.


" Bu apa Mita bisa membawa ini dan menyimpan nya?


" bisa nak' itu hak mu kamu pemiliknya.


ibu panti memeluk Mita dia juga terharu atas takdir anak satu ini namun, ibu bahagia kamu di adopsi oleh orang baik nak'


Bu panti melepaskan pelukan nya.


Mita menyimpan barang itu pada tas nya.

__ADS_1


esok hari pagi sekali Mita siap akan berangkat ke bandara dia akan menimbah ilmu di negeri segitiga emas itu .


Mita di antar mama dan papa nya seperti kemauan Mita diakan memakai beasiswa dan asrama dia tidak akan memakai fasilitas , bukan nya Mita membangkang tapi bagi Mita bersikap sederhana akan senantiasa mengingatkan dia siapa jangan sampai dia sombong padahal harta hanya titipan TUHAN.


hanya lambaian tangan yang Diani lihat serta derai air mata dari putri kecilnya bagi Diani Mita tetap menjadi putri kecil .


Mita memasuki pesawat hatinya telah tekad akan belajar di negara Mesir itu.


... di negara ini Mita akan hidup mandiri Nisa mulai masuk jurusan kedokteran yang di dalam nya banyak wanita seperti dirinya bercadar dan dari penjuru dunia.


Mita berteman dengan Aisyah seseorang dari Malaysia , Aisyah sama seperti Mita sebagai mahasiswa .


Aisyah dan Mita satu kamar , karena Aisyah juga anak yang hanya mendapat beasiswa ia ingin membuat usaha bakso kemasan agar mereka mendapat penghasilan sampingan .


Mita yang memang juga pintar membuat bakso karena kebiasaan membuat bakso di pesantren , mereka merealisasikan nya di Mesir sehabis kuliah mereka membuat bakso kemasan dan menjajakan pada teman teman se kuliah nya.


Mita sangat senang karena dengan uang hasil penjualan bakso bisa membiayai kuliah nya tanpa meminta pada ayah dan ibu angkat nya.


hari itu Aisyah baru saja datang dari menjajakan bakso namun, tampak kaki sebelah kanannya pincang sebelah , Mita bertanya


" kamu kenapa?


" aku tak apa apa hanya saja di sambar mobil kata Aisyah dalam bahasa Malaysia


" kamu harus di bawa ke rumah sakit Aisyah Mita memaksa Aisyah ke rumah sakit, tapi Aisyah tak mau di rumah sakit biaya nya besar .


Mita tetap memaksa .


di rumah sakit Mesir.


" maaf dek' teman nya harus di rawat dulu karena luka pada kaki nya infeksi kata perawat di rumah sakit ini dalam bahasa Mesir .


Mita lalu berjalan ke ATM baru kali ini ia akan memakai uang kiriman papa nya selama tiga bulan di Mesir , Mita kaget melihat saldonya Lima ratus juta.

__ADS_1


" apa se sayang itu papa padaku dia tak ingin aku kekurangan sedikit pun maafkan aku pa' aku akan bekerja keras menjadi seorang dokter seperti keinginan kalian walau sebenarnya aku hanya ingin menjadi penulis buku tentang menjadi wanita saleha, serta menjadikan buku wadah menyiarkan agama Islam.


__ADS_2