PELANGI YANG HILANG

PELANGI YANG HILANG
EPISODE 26


__ADS_3

Ashari berjalan menuju suatu kedai makanan namun tiba tiba dompet nya di jambret oleh preman, Ashari mengejar jambret itu lalu ia di serang .


tiba tiba Rangga datang dan memukul jambret tersebut namun, Rangga mendapat tendangan meski Rangga berhasil mengambil tas dari tangan penjambret tapi Rangga terluka karena penjambret itu menendang dada Rangga.


Ashari menolong Rangga dan melarikannya ke rumah sakit, rupanya di rumah sakit juga anak Rangga masih di rawat , naas nya lagi Rangga harus di rawat juga.


" dokter Rangga kenapa dokter bisa seperti ini ? tanya teman sesama dokternya.


" saya menolong pak Ashari .


kemudian Mita berlari dan melihat kondisi papanya yang hanya terluka bagian bibir saja .


dan melirik ke arah Rangga yang juga sedang berada di UGD .


" ada apa dengan pak Rangga ?


" kenapa bisa masuk ke UGD juga ?


Rangga hanya melirik takut melihat ke arah direktur nya .


" dia menyelamatkan papa"


"papa juga baru tahu kalau anak nya juga di rawat kasian, ya kamu bisa bantu dia jagain anaknya dulu sebelum dia pulih kembali.


Mita mengangguk, lalu berjalan ke ruangan Maya dan menjaganya.


" assalamu Alaikum"


" walaikum salam"


" Tante kenapa Tante yang jagain aku ?


" papa kamu lagi sibuk, sekarang Tante suap in ya, dan kamu istirahat Tante jaga sampai papa kamu balik ke sini.


" makasih Tante"


mereka saling bercanda dan bercerita, ada haru , ada canda dan tawa.


sepertinya Mita sangat senang dengan Maya.


" Tante apa Tante sudah mau menikah ?


maaf papa selalu berkata, jangan sembarangan dengan Tante , Tante bos nya papa ya ".

__ADS_1


Mita pusing terlalu banyak pertanyaan dari kawan kecilnya ini, lalu dia perlahan menjelaskan .


" nanti Tante akan menikah, dan ingin punya anak selucu kamu, dan Tante ini pemilik rumah sakit ini.


" Tante hebat ya, Tante sudah jadi pemilik rumah sakit ini.


akhirnya Rangga kembali keruangan Maya, Mita lalu kembali keruangan nya tanpa melihat Rangga.


ada sesuatu yang bergetar antar keduanya, apa itu cinta entahlah jangan sampai rasa ini membuat mereka mendekati zina.


hari itu Rangga tak berhenti tersenyum, karena Rangga mendapatkan pujian dari pak Ashari ayah dari Mita wanita pujaan nya.


hari itu Mita, berjalan di roof top rumah sakit menghirup udara segar ternyata ada Rangga dan Maya di sana .


" Tante cantik ! teriak Maya yang melihat Mita.


Mita tersenyum ke arah Maya, lalu Rangga tersenyum entah ke arah mana.


" Bu maaf kami lancang naik ke sini.


" jangan panggil saya ibu, saya bukan ibu , ibu


panggil saya


" apa dek Mita ini sudah ada yang men khitbah ?


" belum ka' maaf ada apa yah ? " .


" saya rasa saya ingin men khitbah adek sebagai istri dan ibu dari Maya .


Mita terkejut mendengar percakapan kali ini yang tanpa melirik lawan jenis yang ada Maya menjadi batas mereka.


Rangga canggung, " maaf sepertinya saya lancang ? tapi saya lihat putri saya sangat senang dengan adek .


" jika ingin men khitbah ku silahkan datang langsung kepada ke dua orang tua ku . dan ada juga yang anda harus tahu kebenarannya.


" tunggu , saya akan menemui ayah dan ibu adek meski saya tahu tak ada yang bisa saya andalkan..


"saya akan bertemu beliau karena saya yakin anak saya senang dengan adek, sosok yang sangat anak saya impikan selama ini menjadi pengganti sosok bundanya yang telah tiada.


ada senyuman yang terukir di pipi direktur muda ini tanpa ia sengaja rupanya Ia juga senang dekat dengan Rangga dan anaknya Dia berjalan menuju mobilnya, dan melaju meninggalkan rumah sakit itu dengan hati yang gembira.


di rumah keluarga Mita Diani sedang melihat anaknya memasuki rumah dengan wajah yang sumringah Diani pun kepo dengan perubahan Mita yang merasa senang, dan Diani pun menghampiri Mita menanyakan apa yang membuat hati anaknya senang sekali.

__ADS_1


"sepertinya kamu sedang senang nak? bisa Mama tahu apa yang sedang membuat hatimu senang saat ini !


tapi Mita hanya menggeleng dan memeluk ibundanya lalu beranjak memasuki kamarnya Mita belum tahu pembahasan apa yang akan dia utarakan pada kedua orang tuanya, menurut Mita kedua orang tuanya tidak masalah tapi Oma yang akan merasa kecewa karena Rangga hanya dokter biasa.


Mita tidak tahu harus bagaimana menghadapi Omanya karena selama ini yang minta lakukan hanya berbakti kepada keluarga yang telah membesarkannya dan menjadikannya seorang direktur dan dokter di rumah sakit keluarganya.


entah apa alasan Mita untuk memperjuangkan Rangga di depan Bu nur hikmah karena Omanya pasti akan kecewa tapi Mita rasa sekali ini saja ia ingin hidup tanpa bayangan rasa pengorbanan pada keluarga ini. Diani pun tak berhenti begitu saja Diani mengikuti anaknya masuk ke dalam kamar karena menurut Diani ada hal yang minta sembunyikan darinya, Diani pun membuka pintu kamar Mita dan langsung duduk di samping anaknya.


"kenapa nak? tolong ceritakan isi hatimu Mama tahu kamu sedang memikirkan sesuatu meski kamu tak lahir dari rahimku tapi apa yang kamu rasakan bisa juga aku rasakan karena aku mencintaimu seperti anak kandungku sendiri.


sekali lagi Mita memeluk sang ibunda, hanya air mata yang bisa mewakili perasaan Mita kali ini dia tidak tahu memilih tetap mengabdi pada keluarga Bu hikmah atau pergi bersama cinta yang selama ini ia impikan.


Mita tahu Bu hikmah tidak akan tinggal diam karena Mita selalu dibayangi dengan rasa yang selalu membuatnya terus ingin berterima kasih karena telah dipungut dan dibesarkan oleh keluarga Bu hikmah.


"bisa tidak mah ? sekali saja aku memilih jalanku sendiri sebenarnya ada seorang lelaki yang ingin meminang ku tapi ia hanya seorang dokter biasa di rumah sakit milik keluarga kita".


Diani merasa senang karena anaknya sekarang telah memiliki seseorang yang akan meminangnya namun setelah Diani tahu status dari lelaki itu hanya seorang dokter yang bekerja di rumah sakit keluarganya , dia pun berpikir apakah mertuanya akan menerima lelaki itu karena selama ini mertuanya lah yang mengatur segala sesuatu yang menyangkut anak dan cucunya.


"bagaimana soal ini Mama ceritakan dulu ke papa agar ia bisa menceritakan dan menjelaskan kepada Oma bahwa kalian saling mencintai kita tidak perlu melihat latar belakang dari dokter muda itu meskipun Ia seorang duda beranak satu tapi ia seorang yang baik Mama pun setuju dengan kamu karena sudah berkali-kali mama melihatnya.


diani pun keluar dari kamar anaknya menuju ke ruangan kerja t kita semua.


"mas bisakah kita bicara bertiga dulu dengan Mita kasihan ia merasa harus sangat mengabdi dengan keluarga ini.


itu semua karena mama yang terlalu mengekang Mita selama ini sekali ini saja izinkan Mita untuk bahagia dan memilih pilihannya sendiri aku tahu Mita kini sudah harus memiliki pendamping hidup.


ayo kita ke kamarnya sekarang kata Azhari kepada istrinya.


Diani mengantuk pintu kamar anaknya Mita membuka pintu merasa heran karena kedua orang tuanya tiba-tiba memasuki kamarnya rupanya Ashari akan menanyakan asal usul lelaki yang akan meminangnya tentu Mita merasa takut karena Rangga hanya dokter biasa di rumah sakit milik keluarganya.


"bisakah kamu ceritakan tentang lelaki yang sedang dekat denganmu nak papa tidak akan melarang mu tapi apakah dia benar lelaki yang baik".


"menurut Mita Dia lelaki yang baik meskipun dia seorang duda beranak satu, anaknya kini berusia 5 tahun istrinya meninggal saat dia melahirkan Putri kecilnya.


"minta rasa dia baik karena telah menjadi ayah dan ibu untuk anaknya dia pun ingin meminang ku bukan karena dia tapi karena Mita dekat dengan anaknya dan anaknya sering sekali memintaku untuk menjadi ibunya rupanya istrinya juga dulu seorang wanita ber niqab sepertiku".


gadis kecil itu sangat menarik perhatianku entah kenapa sejak kapan aku sangat mencintainya tapi sepertinya ayahnya juga sangat mencintainya karena itu ia ingin meminang ku menjadi istrinya untuk sang anak.


"sangat susah nak karena kita belum tahu lelaki itu apakah benar mencintaimu atau hanya karena membutuhkan seorang ibu untuk anaknya".


"mas, bukankah kita dulu berawal dari bukan saling mencintai tapi kamu sangat mengejar ku karena kamu membuat warna dari abu-abu menjadi pelangi ingat mas dulu aku pun pernah terpuruk tapi kamu menjadi penerang dalam gelap ku. kata Diani kepada suaminya ".


baiklah setelah papa mengintrogasi anak itu papa kan mengikhlaskan kamu untuknya meski Oma tidak setuju papa akan menghargai cintanya yang besar untuk anak perempuanku. lalu Azhari memeluk Mita anak angkatnya akhirnya Ashari mengantarkan Mita pada pelabuhan terakhirnya yaitu seorang lelaki beranak satu yang akan menjadi pendamping hidup kita ke depannya.

__ADS_1


__ADS_2