
Rossa adalah gadis yang cantik yang berumur 16 tahun. Mata nya coklat dengan rambut bergelombang yang berwarna hitam pekat. Ia merupakan anak ketiga dari dua bersaudara, kedua orang tua nya sudah lama meninggal dunia di karena kan kebakaran yang terjadi pada 14 tahun lalu.
Rossa tidak dapat mengingat apapun semenjak itu semua ingatan nya seperti sirnah begitu saja ia tak tahu. Setiap kali mengingat nya kepala Rossa selalu saja tiba-tiba sakit tak menentu, ia hanya dapat melihat sebingkai foto besar yang sedikit menghangus tapii, tetap masih nampak begitu jelas wajah ibu dan ayah nya. Bahkan kedua anak laki-laki yang berada di samping-kanan Rossa itu. Sangat nampak terlihat jelas dari bingkai foto bahwa mereka adalah keluarga yang sangat harmonis.
Tak ada yang dapat Rossa ingat selain Alexsa Leomort pelayan setia yang selalu berada di sampingnya itu, hingga saat ini.
Hal yang selalu mengganjal di pikiran Rossa kenapa ia hanya dapat mengingat Leomort saja, bagaimana dengan kedua orang tua dan kedua Kaka nya itu.
***
Di Pagi hari, terlihat sosok gadis cantik yang tengah terlelap ditidur nya. Ia sedang bermimpi sesosok pria misterius yang tengah berdiri didepan nya itu.
Sesosok pria itu sangat, tinggi, tegap, dan dapat terlihat jelas seringaian senyuman yang ia tunjukkan.
Rossa yang syok pun saat pria itu mulai mendekatkan wajah ingin mencium nya lalu terbagun degan keringat dingin yang merembes ke pipi dan tengkuk leher nya.
Rossa lalu terbangun dengan terkejut mendapati pelayan nya Leomort yang sedang berdiri di samping dekat lampu
tidur itu.
"Mimpi apa itu."
__ADS_1
Rossa lalu termenung beberapa saat.
Setelah beberapa saat ia lalu mengibaskan tangannya ke pelayan nya itu untuk memberi tahu nya agar memberikan
handuk Seperti biasanya.
Leomort yang mengerti lalu memberikan handuk yang ada pada kedua tangan nya.
"Bagaimana keadaan anda hari ini?"
Ucap Leomort pelayan nya itu sambil tersenyum kearah Rossa.
Leomort lalu mendekat kan tangan kanan nya ke arah kepala Rossa untuk menyentuh jidat nya itu.
Rossa yang merasa di perlakukan seperti itu menempis kasar tagan Leomort.
"Jagan menyentuh ku, demam seperti ini tidak seberapa bagi ku."
Ucap kasar Rossa tapii hanya terlihat lucu di mata orang lain dan begitu juga Leomort.
"Berhenti bertingkah seperti orang dewasa anda hampir saja pingsan saat di perjamuan makan malam semalam, putri Rossa harus mementingkan kesehatan juga anda tidak boleh seegois ini pada diri anda sendiri."
__ADS_1
Leomort lalu mulai menempelkan tangannya lagi ke jidat Rossa untuk mengecek seberapa panas suhu tubuh Rossa. Tapi hanya di tempis lagi
"Sudah kubilang jangan menyentuh ku."
Rossa lalu beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Ia tidak memperdulikan Leomort yang mengikuti nya dari belakang.
Air bak mandi sudah di penuhi busa dan wewangian harum yang memenuhi kamar mandi itu.
Rossa lalu di bantu pelayan nya untuk membuka piyama baju nya.
Rossa mulai merasakan sentuhan air yang mulai memasuki kuku-kuku jari kaki nya
Dan mengenagi seluruh tubuh nya.
"Heii apa lagi yang kau tunggu cepat keluar."
Perintah Rossa pada pelayan nya itu.
"Baik tuan putri Rossa."
__ADS_1