PELAYAN MONSTER

PELAYAN MONSTER
episode 34. PELAYAN MONSTER


__ADS_3

Leomort mulai mendekat kerah Rosa setelah selesai memasang tabir sihir.


Dan berbisik pelan dengan nada kasual nya


"Kau adalah kekasih ku itu."


Jawab Leomort sedikit tersenyum melihat wajah lucu Rosa.


"Hah Maksud nya?."


Leomort tak menghiraukan pertanyaan Rosa lagi ia kini mulai mengikatkan sebuah kain merah kepada kedua mata Rosa, ia takut gadis kecil ini akan mengingkari janji nya dan membuka kedua matanya.


"Leomort apa ini?"


"Sudalah Jagan bertanya terus, Menurut lah Jika kau tak ingin membuat ku marah."


Ucap Leomort capek peladeni pertanyaan Rosa yang berbelit-belit itu.


Gadis kecil itu terus-terusan bertanya terus pada Leomort, astaga entah kenapa Leomort sangat kesal kepada Rosa.


Karena kini Rosa kembali bertanya pada nya


"Tapi Leomort aku masih penasaran kenapa dewa matahari ingin membunuhku dan siapa dewa matahari itu."


Kini Leomort mendaratkan sebuah ciuman pada bibir Rosa.


"Leomort apa yang sedang kau lakukan!"


Ucap Rosa yang kini mendorong keras tubuh Leomort dengan tagan mungil nya itu

__ADS_1


Leomort tak menerima penolakan dari Rosa mulut nya sudah berbusa meladeni pertanyaan yang menurut Leomort tidak penting sama sekali pada saat ini.


Membuat kesal saja


Leomort sangat kesal, sakin kesal nya ia ingin sekali mendarat kan bibir nya pada bibir Rosa yang sendari tadi terlihat mengoda itu.


Kedua tagan Rosa yang tadik ia gunakan untuk mendorong Leomort kini telah dicengkeram kuat oleh tagan Leomort.


Kini awalnya hanya sebuah ciuman biasa berubah menjadi ciuman yang penuh dengan menuntut dan sangat rakus bahkan lida mereka saling berpangutan.


3 menit mereka berciuman di dalam tabir sihir itu.


Leomort tentu sangat ingin menikmati bibir lembut Rosa, yang terlihat mencolok saat Rosa berbicara dengan kedua matanya tertutup erat dengan kain merah itu.


"Sudah berhenti.. kenapa kau tiba-tiba mencium ku!!"


Teriak Rosa saat pangutan mereka sudah terlepas.


Leomort mendekatkan lagi wajah nya kearah Rosa.


"Jagan berbicara lagi jika kau tidak ingin aku mencium mu seperti tadi"


Ucap Leomort tersenyum melihat kerah bibir Rosa dan mengelus pelan bibir yang basah itu.


"..."


Tak ada jawaban dari Rosa.


Leomort tersenyum saat gadis kecil nya itu tidak membuka ikatan kain yang menutupi mata kecil nya itu.

__ADS_1


Kini Leomort juga mengikat kedua pergelangan tangan Rosa dengan mengunakan kain merah.


Gadis kecil yang ada di depan nya ini sangat pembangkang dan keras kepala bisa saja ia membuka kain yang menutup kedua matanya dengan kedua tangan nya ini.


"Hei kenapa tangan ku juga di ikat?!"


Tapi hanya di balas Leomort dengan sebuah lumata*n seperti yang ia berikan sebelum nya.


Saat kedua nya sudah terlepas.


"Sudah kubilang jangan berbicara


Tapi kau masih saja berbicara apa kau tak tahu kau sudah membuat ku sangat kesal.


Hanya smirk yang di tunjukkan oleh Leomort sehabis mencium bibir Rosa.


"Dasar kau iblis Berengsek."


Ucap Rosa dalam hati nya, tentu Rosa juga begitu kesal pada Leomort saat ini.


Hanya senyuman kecil yang di tunjukkan Leomort bahkan ia sedikit tertawa saat Rosa memaki nya di dalam hati.


"Menurutlh saja istri ku, suami mu ini akan menyelesaikan permasalah yang ada di luar sana dengan cepat."


ucap Leomort tersenyum kearah Rosa.


***


terimakasih yang sudah mau membaca Jagan lupa tinggalkan jejak like dan komen dan vote yak.

__ADS_1


baybay ⊂(◉‿◉)つ


__ADS_2