
Ucap dewa matahari tertawa mengejek Leomort, yang pada akhirnya membuat Leomort sangat marah, sampai-sampai tanah yang ada di depan nya itu terbelah menjadi dua bagian.
"Berhenti tertawa, aku akan membunuhmu sekarang juga!."
Ucap Leomort yang geram pada dewa matahari itu.
Bagaimana Leomort tidak geram pada dewa matahari, dewa matahari telah menghina nya, dan juga Rosa hal itu tidak bisa ia maaf kan begitu saja.
Lagit seperti redap redup dan megelap dengan di kabuti awan hitam, di sekeliling bulan purnama merah yang telah menggantikan pagi hari itu.
"Bagaimana ia mengubah matahari ku menjadi malam yang gelap."
Ucap dewa matahari yang merasa bingung dengan apa yang terjadi.
Sambaran petir dari atas langit berhasil megagetkan Rosa yang berada di dalam tabir sihir itu.
Kini Rosa sangat ketakutan saat angin mulai berhembus kencang dan beberapa helai daun berhasil menerpa tubuh dan wajah Mungil nya itu
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi ini?"
Ucap Rosa di dalam hati nya, ia kini sangat takut, ia seperti merasakan akan ada hal sesuatu buruk yang aka terjadi sekarang.
Sedangkan dewa matahari hanya menganggap Leomort dengan sebelah mata, ia meremehkan Leomort yang kini adalah seorang dewa rembulan, dan Raja bagi para seluruh iblis.
"Kau pernah mesegel ku di kehidupan bawah tanah, bukan berarti aku tak bisa membunuhmu."
__ADS_1
Ucap Leomort dengan menunjukkan senyum iblis yang siap membunuh lawan nya itu.
"Kau tak bisa membunuh ku Leomort
Aku adalah sebuah rantai kehidupan di dunia ini tanpa kehendak ku kau tak akan bisa menyinari bumi ini sendirian."
Ucap dewa matahari menunjukkan smirk nya, ia siap melawan Leomort dengan tombak api nya yang berada di sebelah tangan kanan nya itu.
5 menit telah berlalu dari luar tabir sihir itu.
Kini Rosa masih dengan kondisi kedua matanya yang tertutup, dan kedua tagan nya terikat erat dengan kain merah itu.
Ia tak tahu apa yang sedang terjadi di luar sana .
Kedua tagan berhasil mengagetkannya dengan memeluk tubuh mungil nya dari arah belakang itu.
Ucap Rosa yang menolehkan kepala nya kearah seseorang yang memeluknya.
Kini tabiat sihir telah hancur berkeping keping hanya menampilkan Rosa dan Leomort tengah berpelukan dari atas sana.
"Maaf membuat mu menunggu."
Ucap Leomort yang menangkup kan kepala nya kebahu Rosa, menghirup dalam-dalam aroma yang ada di bagian leher jenjang itu.
"Jagan lakukan itu Leomort, itu geli.."
__ADS_1
Ucap Rosa yang merasa tak nyaman saat Leomort mulai mencium lehernya.
Leomort masih tak berhenti selesai ia membuat 3 kiss mark pada leher Rosa.
Rosa lalu mendorong jauh wajah Leomort dari lehernya, ia memiliki satu pertanyaan yang harus ia tanyakan.
Tangan Rosa sudah terbebas dari kain merah itu kini ia membuka kain merah yang menutupi mata nya.
Saat ia membuka kedua matanya betapa kagetnya ia saat menyaksikan pemandangan yang sangat tidak lazim.
Dunia seperti puing-puing reruntuhan dari bawah sana bahkan tempat mereka bertinjak saja sudah tidak ada lagi.
Mereka sekarang sedang melayang!!
"Ada apa ini!! kenapa kita bisa melayang seperti ini."
Ucap Rosa yang bingung, tak tahu harus berbuat apa selain berpegangan pada leher Leomort itu.
"Leomort kenapa bisa jadi seperti ini, sebenarnya apa yang sedang terjadi??"
Ucap Rosa tapi terlihat dari raut wajah Leomort kalo ia tak ingin menjawab pertanyaan itu.
"Leomort..
Ada apa dengan mu, jagan seperti orang bisu! jawab pertanyaan ku!!."
__ADS_1
Ucap Rosa tapi Leomort malah memeluk pinggang ramping Rosa itu.
Leomort tak berminat sedikit pun menjawab pertanyaan Rosa, ia takut Rosa akan marah jika ia mengetuhi kedua Kaka nya telah mati dibunuh oleh nya.