
Raya mencoba membuka pintu besar itu tapii, nihil pintu itu sama sekali tidak bisa terbuka.
"Siapa pun diluar sana, jagan bermain main dengan keluarga Alexander jika tidak mau kepala mu utuh besok!"
Ucap Raya, tapii tak ada sahutan sedikit pun dari luar sana.
Berapa menit kemudian, pintu besar itu tidak dapat di buka juga.
"Persetan.. ini pasti ulah pelayan berengsek itu."
Ucap Leon kesal sampai menendang barang yang ada di sekitar nya.
"Tenangkan diri mu kk, emosi pun tidak dapat mengeluarkan kita dari sini."
Ucap Raya yang melihat kakak nya itu.
"Bagaimana aku tidak emosi iblis itu...
Hais aku benar-benar ingin membunuh nya dengan tagan ku sendiri."
Leon kini mulai mengacak ngacak rambut nya sendiri.
"Jagan gegabah Leon, kau kakak yang paling tua harus bisa mengontrol emosi mu sendiri kita tidak boleh terburu-buru dulu."
Ucap Raya yang mulai membalik lembaran buku. mencari petunjuk untuk membunuh iblis Leomort itu.
"Bagaimana cara memisah kan nya, di buku ini tidak ada yang bisa memberikan petunjuk sedikit pun."
"Dari saat kepergian ibu dan ayah kenapa mereka memisahkan kita jauh dari Rossa.
Apakah ini semua adalah keinginan dari mereka untuk memisahkan kita semua?."
__ADS_1
"Kalo saja ayah dan ibu tidak membuat perjanjian dengan iblis itu, pasti mereka masih bersama kita dan tidak akan membuat Rossa menderita."
Di pagi hari, Rossa terbangun dan hanya termenung di sudut tempat tidur nya.
Rossa tidur terlalu lama, tapii kenapa ia merasa kan badan nya sakit semua.
Terlihat dari mata Rossa, bawah tidur saja tidak bisa menghilangkan lelah yang ada pada tubuh dan pikiran nya.
Rossa menatap datar cermin, yang tak terlalu jauh dari tempat tidur nya itu.
"Wajah anda sangat cantik sekali."
Ucap Leomort pelayan Rossa.
Tapii Rossa tak berminat untuk mengeluarkan suara sedikitpun, ia hanya duduk termenung menatap dirinya sendiri.
Dari pantulan cermin
Tagan Leomort mengelus pelan pipi kanan Rossa.
"Jagan menyentuh ku."
Ucap Rossa dengan tatapan tajam nya.
Tapii pelayanan itu tak mendengar kan perkataan Rossa.
Pelayan itu, Leomort lalu mengendong tubuh Rossa seperti seorang bayi.
Rossa memutar malas bola matanya.
ia benar-benar kesal.
__ADS_1
"Apa kau tid.."
Saat Rossa ingin menyelesaikan kata-kata nya, tiba-tiba mulutnya terkatup dengan
Rapat, tak dapat ia buka sama sekali.
ke..kenapa mulut ku tidak bisa terbuka.
Ucap Rossa dalam hati.
Ada apa sebenarnya ini terjadi?
Tak ada sahutan sedikit pun dari Rossa,
Bibir nya seakan kelu tidak bisa ia gerakkan
Rossa seperti orang linglung saat diangkat oleh pelayan nya itu ke kamar mandi.
Hubungan mereka begitu aneh, entah kenapa seperti lebih dari sekedar pelayan dan majikan.
Sedangkan dibawah perpustakaan bawah tanah sana.
Leon dan Raya masih tertidur lelap, degan bersandar pada satu sama lain.
Leon dan Raya tak dapat menemukan sesuatu yang mereka cari.
Yaitu mencari buku silsilah keluarga Alexander, dan menyelamatkan Rossa dari
Kastil ini dan Leomort iblis itu yang telah menipu dan memanipulatif adik mereka.
Kini Rossa sedang duduk dan menyantap makanan nya di meja makan.
__ADS_1
"Bangunkan mereka, aku tahu ini semua ulah mu."
Ucap Rossa dengan tatapan tajam ia tentu masih kesal pada Leomort.